Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
83. Tanggung Jawab


__ADS_3

"Apa?!" Jadi apa selama ini kau juga sering pura-pura ngambek?"selidik Disha.


"Iya sich, awalnya memang pura-pura ngambek, tapi jadi kebablasan ngambek beneran,"aku Alva kemudian tertawa.


"Dasar alien!! Jadi selama ini kamu sering membohongi aku?"tanya Disha.


"Nggak kok, nggak salah lagi,"ucap Alva kemudian kembali tertawa.


"Berani sekali kamu membohongi aku!"ucap Disha kemudian menggelitik pinggang Alva hingga Alva semakin tertawa karena geli.


"Ampun sayang! Sudah, geli sayang!"ucap Alva memohon masih tertawa karena merasa kegelian.


"Nggak!! Biar kamu tau rasa! Kamu sengaja membohongi aku agar aku merayu mu. Dasar licik!!"ucap Disha sambil terus menggelitik Alva.


"Sayang, nanti Kaivan terbangun,"ucap Alva berusaha membujuk Disha, masih terus tertawa karena merasa geli.


"Enggak!"ucap Disha.


Alva yang sudah merasa sangat geli akhirnya menangkap kedua tangan Disha yang sibuk menggelitik nya kemudian menindih tubuh Disha.


"Sekarang kamu tidak bisa lagi menggelitik aku,"ucap Alva tersenyum miring.


"Lepaskan, Al!"pinta Disha.


"Kamu harus dihukum karena telah berani menggelitik aku,"ucap Alva mendekatkan wajahnya kemudian mencium bibir Disha. Sedangkan Disha yang pergerakan nya sudah dikunci oleh Alva pun hanya bisa pasrah tanpa bisa melawan.


"Al, sudah!"mohon Disha saat Alva malah berpindah menciumi leher Disha dan membuat beberapa tanda di sana.


"Sayang, lama sekali aku harus puasa,"ucap Alva nampak menahan diri agar tidak menerkam istrinya itu.


"Katakan bagaimana caramu mengancam Hery?"tanya Disha yang membuat Alva menghela nafas panjang kemudian menyingkir dari atas tubuh Disha dan duduk bersandar di headboard ranjang kemudian meraih handphonenya.


"Al,"panggil Disha ikut duduk di samping Alva.


Alva menyodorkan handphonenya kepada Disha setelah menekan tombol play pada video yang sudah dibukanya. Disha yang melihat adegan dalam Vidio itu pun membelalakkan matanya.


"I..ini..."Disha sampai tidak bisa lagi melanjutkan kata-katanya sangking shock nya melihat video itu.


"Iya, itu vidio panas Anjani dan Hery. Kejadian itu sebelum aku bercerai dengan Anjani dan sebelum kamu melahirkan,"jelas Alva.


"Lalu bagaimana bisa kamu mendapatkan video ini?"tanya Disha kemudian menjeda video yang ditonton nya.


"Aku menyuruh Ferdi untuk mengawasi semua orang yang ada hubungannya dengan kita, termasuk Anjani dan Hery. Aku juga sempat terkejut saat melihat video ini sampai tidak sempat bertanya pada Ferdi bagaimana cara dia mendapatkan Vidio ini,"

__ADS_1


"Keesokan harinya aku baru menanyakan itu pada Ferdi. Ternyata waktu itu anak buah Ferdi memergoki seorang wartawan menyelinap masuk kedalam kamar hotel tempat Hery dan Anjani menginap dan sampai pagi baru keluar dari kamar itu setelah Hery keluar dari kamar hotel,"


"Saat itu lah anak buah Ferdi menangkap wartawan itu dan mendapatkan rekaman video ini. Anak buah Ferdi akhirnya menghubungi Ferdi dan Ferdi membeli Vidio ini dari wartawan itu,"jelas Alva.


"Apa Anjani tahu soal video ini?"tanya Disha.


"Iya, dia tahu karena aku menggunakan Vidio ini untuk mengancam dia agar tidak mempersulit proses perceraian kami. Bahkan tadi dia meminta ku untuk mengirimkan Vidio ini padanya,"jelas Alva.


"Pantesan proses perceraian kalian cepat. Tapi untuk apa Anjani meminta Vidio ini dari mu?" tanya Disha.


"Aku tidak tahu, karena aku juga tidak bertanya pada Anjani. Mungkin untuk meminta pertanggungjawaban Hery,"ucap Alva santai.


"Untuk meminta pertanggung jawaban Hery? Apa Anjani saat ini sedang mengandung?" tanya Disha.


"Aku kan cuma bilang mungkin, sayang! Aku nggak tahu Anjani mengandung atau tidak, karena aku juga tidak bertanya. Lagian buat apa aku nanya soal kayak gitu pada Anjani? Tapi kalau melihat bagaimana cara mereka bercinta sih , mungkin saja Anjani sedang mengandung,"jelas Alva.


"Jadi kamu menonton video panas ini sampai habis?!"tanya Disha kemudian menarik telinga Alva.


"Auwh.. sakit sayang!"pekik Alva.


"Jawab dengan jujur! Kamu nonton video ini sampai habis apa enggak?!"bentak Disha.


"I..iya sayang. Aku menonton video itu sampai habis bahkan tanpa di skip,"jawab Alva jujur.


'Alien!!"bentak Disha semakin menarik telinga Alva.


***


Di depan sebuah restoran.


Anjani nampak berjalan dari parkiran menuju pintu utama restoran. Jemari tangannya sibuk dengan handphone nya sedangkan kakinya terus melangkah, kemudian Anjani memasukkan handphonenya ke dalam tas hingga...


"Brugh.!!"


"Auwh" pekik Anjani saat bertabrakan dengan seorang dan hampir saja terjatuh jika orang itu tidak segera menangkap tubuh nya.


'Kau?!"ucap Anjani dan orang yang menabrak sekaligus menolongnya bersamaan.Anjani pun segera menyeimbangkan tubuhnya untuk berdiri.


"Kamu ini ceroboh sekali! Setiap bertemu dengan ku pasti menabrak ku. Apa matamu kamu taruh di dengkul sehingga tidak bisa melihat dengan benar?!"ucap pria yang ditabrak oleh Anjani ketus.


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini,"ucap Anjani tanpa menanggapi pertanyaan pria itu.


"Ini bukan kebetulan, tapi kesialan. Aku menjadi sial jika bertemu dengan kamu!" ucap pria itu kesal.

__ADS_1


"Kamu pikir aku senang bertemu dengan kamu?!"sergah Anjani tidak terima.


"Kalau begitu jangan dekat-dekat dengan ku, menjauh lah dari ku!"perintah pria itu.


"Jika saja ini tidak penting dan tidak ada sangkut pautnya dengan mu, aku juga malas bertemu dengan mu,"balas Anjani.


"Masalah penting? Masalah penting apa yang ada sangkut pautnya dengan ku?"tanya pria itu ketus.


"Kita bicara di sana saja!"ucap Anjani setelah menengok ke kanan dan kiri lalu menunjuk sebuah kursi panjang di dekat taman.


Anjani berjalan terlebih dahulu kemudian diikuti oleh pria yang ditabraknya tadi. Mereka akhirnya duduk disebuah kursi panjang yang ada di taman itu.


"Ada apa? Masalah apa yang ada sangkut pautnya dengan ku? Langsung ke intinya saja, aku ada janji penting!"ucap pria itu tidak sabar.


"Aku hamil,"ucap Anjani menatap pria yang duduk di sebelahnya.


"Lalu? Apa hubungannya dengan ku?"tanya pria yang tidak lain adalah Hery itu sempat terkejut namun segera ditutupinya dan berusaha bersikap tenang.


"Tentu saja ada hubungannya dengan mu, karena yang aku kandung ini adalah anak kamu,"sergah Anjani namun Hery malah tertawa.


"Kita melakukan itu hanya semalam dan saat itu status mu masih istri Rendra, kenapa kamu meminta pertanggung jawaban dari ku, bukan kepada Rendra?"tanya Hery yang merasa mendapat angin segar untuk memisahkan Alva dan Disha.


"𝐉𝐢𝐤𝐚 𝐀𝐲𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐢 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐭𝐚𝐧 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐬𝐞𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐀𝐥𝐯𝐚, 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐀𝐲𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐜𝐞𝐫𝐚𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐲𝐮,"batin Hery.


"Tapi ini bukan anak Rendra, ini adalah anak mu. Jadi kamu harus bertanggung jawab atas janin dalam kandungan ku ini!"sergah Anjani.


"Apa ada buktinya bahwa anak yang ada dalam kandungan mu itu adalah anakku? Bisa saja itu anak Rendra atau anak pria yang lain. Jangan menemui aku untuk membahas hal ini apalagi meminta pertanggung jawaban dari ku jika kamu tidak punya bukti!"ucap Hery kemudian pergi meninggalkan Anjani sendiri.


"Hey..kau!! Dasar paria brengseek!!!"pekik Anjani membuat beberapa orang yang ada di sekitar tempat itu menatap mereka berdua.


Anjani akhirnya mengambil handphone nya dari dalam tas dan segera mendial nomor Alva.


"Halo, ada apalagi kamu menghubungi aku?"sahut Alva dari ujung telepon setelah sambungan telepon terhubung.


"Boleh kah aku meminta rekaman video yang kamu tunjukkan padaku kemarin?"tanya Anjani to the point.


"Vidio messum kamu dan Hery?"tanya Alva memastikan.


"Iya,"sahut Anjani yang sebenarnya merasa malu.


"Oke, akan aku kirimkan padamu,"sahut Alva dan tak lama kemudian Anjani pun mendapatkan video yang diinginkannya.


...🌟"Lari dari masalah tidak akan bisa menyelesaikan masalah, namun akan semakin memperburuk masalah."🌟...

__ADS_1


..."Nana 17 Oktober "...


To be continued


__ADS_2