
Anjani berusaha menahan kantuknya untuk menunggu Sandy pulang. Semenjak menikah dengan Sandy, Anjani dan Sandy masih dalam proses pendekatan. Mereka mencoba saling memahami dan saling mengerti.Tidak ada sentuhan fisik yang berlebihan diantara mereka.
Sandy hanya sebatas menyentuh tangan, lengan, dan kepala Anjani saja. Tapi saat beberapa hari yang lalu Sandy mencuri ciuman dari Anjani dan Anjani mendorong nya, Sandy nampak agak canggung saat berdekatan dengan Anjani.
Hal itu membuat Anjani merasa bersalah. Anjani sadar, sebagai seorang suami, Sandy berhak mendapatkan haknya sebagai seorang suami. Dan Anjani sebagai seorang istri berkewajiban untuk melayani Sandy.Namun Sandy jadi agak menjauh darinya karena kejadian waktu itu.
Akhirnya dengan memberikan diri dan menahan rasa malunya, malam ini Anjani berniat menggoda suaminya. Dengan menggunakan lingerie, Anjani menunggu Sandy pulang. Namun karena Sandy pulang larut malam, Anjani jadi ketiduran. Karena lingerie yang dipakainya sangat tipis, tanpa sengaja Anjani menggulung tubuhnya dengan selimut.
Hari ini Sandy pulang lumayan larut, banyak hal yang harus dia pelajari karena baru beberapa hari menjadi CEO di HD Group yang sekarang telah resmi menjadi miliknya.
Dengan tubuh yang leleh Sandy melangkahkan kakinya menapaki anak tangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada.Rumah itu nampak sunyi karena hari telah larut malam.
Perlahan Sandy membuka pintu kamarnya dengan pelan agar istri dan juga putra sambungnya tidak terbangun dari tidurnya. Sandy melihat Ruzain (putra Anjani dan Hery)nampak pulas dalam box bayinya. Sedangkan Anjani juga nampak tidur dengan lelap di balik selimut yang menutupi tubuhnya sampai leher.
Sandy berjalan kearah kamar mandi dan tidak lama kemudian sudah keluar dengan mengenakan celana pendek dan kaos oblong. Dengan perlahan Sandy naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya. Ditatapnya setiap lekuk wajah Anjani hingga matanya tertuju pada bibir Anjani.
"𝘼𝙝, 𝙨𝙝𝙞𝙩𝙩! 𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙩𝙖𝙥 𝙬𝙖𝙟𝙖𝙝 𝙖𝙥𝙖𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙞𝙗𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙡𝙖𝙢𝙖, 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙝𝙞𝙡𝙖𝙛 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙗𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙡𝙪,"batin Sandy kemudian memejamkan matanya.
Namun saat baru saja Sandy akan masuk ke alam mimpi, tiba-tiba Anjani memeluk tubuhnya. Anjani yang hanya mengenakan lingerie merasa kedinginan, dan tanpa sadar mencari kehangatan dan menemukan tubuh Sandy sebagai tempat yang membuatnya merasa hangat dan nyaman.
Anjani pun memeluk Sandy dengan erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Sandy hingga hembusan nafasnya menyapu permukaan kulit leher Sandy, membuat desiran aneh dalam tubuh Sandy. Tidak sampai di situ, Anjani bahkan menaikkan sebelah kakinya ke atas tubuh Sandy dan tepatnya di bagian inti tubuh Sandy.
Sandy diam membeku, jujur Sandy menahan diri agar tidak menerkam istrinya itu. Apa yang dilakukan Anjani benar-benar membuat sisi kelaki- lakiannya di uji. Perlahan Sandy berusaha lepaskan tangan Anjani, kemudian tangan Sandy menelusup ke dalam selimut ingin menyingkirkan kaki Anjani dari tubuhnya.
__ADS_1
Mata Sandy seketika membulat saat menyadari paha Anjani yang dipegang oleh nya tidak terbalut kain. Kulit paha itu terasa sangat halus hingga karena penasaran, Sandy mengelus kulit paha itu dengan dada yang semakin berdebar-debar.
Akhirnya Sandy tersadar akan tindakannya itu. Dengan rasa tidak rela, Sandy memiringkan tubuhnya agar bisa melepaskan diri dari Anjani. Namun entah harus merasa senang atau sial saat tanpa sengaja Sandy terjatuh menimpa tubuh Anjani dengan bibir yang tanpa sengaja menempel di bibir Anjani.
Anjani yang merasa tubuhnya ditimpa pun akhirnya terbangun dan mendapati Sandy yang berada di atas tubuhnya dengan bibir Sandy yang menempel pada bibirnya.
"Maaf! A..aku tidak sengaja',"sahut Sandy langsung berusaha bangkit dari atas tubuh Anjani. Namun Anjani malah menahan tubuh Sandy.
"Kenapa kakak harus meminta maaf kepada ku? Aku adalah istri kakak, kakak berhak atas diriku, tubuhku adalah milik kakak,"ucap Anjani yang malah menarik tengkuk Sandy kearahnya.
Perlahan Anjani mencium lembut bibir Sandy sedangkan Sandy hanya diam karena masih shock karena Anjani menciumnya lebih dulu. Anjani menyapu bibir Sandy dengan lembut, mengecup dan menyesap bibir Sandy hingga akhirnya Sandy pun terbuai dan membalas ciuman Anjani.
Tangan Anjani bergerak membelai leher kemudian turun ke dada Sandy, membuat Sandy merasakan gelanyar aneh yang membuatnya resah. Tidak berhenti di situ, tanpa melepaskan tautan bibir mereka Anjani menelusup kan jemari lentiknya kedalam kaos yang dikenakan oleh Sandy dan meraba lembut otot-otot dada dan perut Sandy.
"Sssst ...eghhh..."suara itu keluar dari bibir Sandy saat ciuman mereka terlepas dan Anjani meraba sesuatu di bawah sana yang sudah menegang. Sandy mencium dan menyesap leher Anjani hingga meninggalkan tanda merah keunguan disana. Anjani mengelus bagian itu turun dan naik hingga membuat Sandy semakin gelisah dengan wajah yang nampak memerah menahan hasraatnya yang semakin naik.
Sandy melepaskan kaos oblong yang dikenakannya dan matanya membulat saat menyadari Anjani memakai lingerie tipis yang melekat sempurna di tubuhnya hingga memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya yang membuat Sandy semakin tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak menerkam istrinya itu.
Helai demi helai kain yang menutupi tubuh mereka tanpa sadar telah terlepas dan berceceran dimana-mana. Suara leng nguhan dan desa hann terdengar di penjuru kamar itu hingga peluh pun membanjiri tubuh keduanya yang polos dan tengah menyatu itu.
Semakin lama gerakan mereka semakin cepat hingga keduanya sama-sama merasakan sesuatu yang hangat menyembur menjadi satu, pertanda mereka telah sampai pada puncak kenikmatan dan mendapatkan pelepasan.
Dengan nafas yang masih memburu, Sandy merapikan rambut yang menutupi wajah Anjani. Perlahan diusapnya wajah Anjani yang bersimbah keringat.
__ADS_1
"Terimakasih!"ucap Sandy kemudian mengecup kening Anjani untuk beberapa saat dengan lembut seraya memejamkan matanya.Namun saat Sandy akan membaringkan tubuhnya di samping Anjani, tiba-tiba Anjani memeluk Sandy dengan erat hingga Sandy berusaha menumpukan berat badannya pada tangannya agar tubuhnya tidak menimpa tubuh Anjani.
"𝘼𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙣𝙞 𝙧𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙨𝙚𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙩𝙪𝙡𝙪𝙨 𝙝𝙖𝙩𝙞? 𝘿𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪, 𝙗𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙪𝙘𝙖𝙥𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣𝙞𝙣𝙮𝙖. 𝘼𝙠𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙪.𝘼𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙠𝙪,"batin Anjani masih memeluk Sandy dan tanpa sadar menitikkan air mata karena bahagia.
Sandy mengurai pelukan Anjani kemudian menatap wajah wanita yang dicintainya itu,"Kenapa kamu menangis? Apa aku menyakiti mu?"tanya Sandy nampak khawatir seraya mengusap air mata Anjani dengan lembut.
Anjani menggelengkan kepalanya menatap lekat wajah Sandy yang masih dihiasi peluh. Anjani membingkai wajah itu,"Maaf, karena kakak bukan orang pertama yang menyentuh ku,"ucap Anjani penuh penyesalan.
"Kenapa kamu bicara seperti itu? Aku tidak perduli jika aku bukan orang yang pertama kali menyentuh mu. Aku hanya ingin menjadi orang terakhir yang kamu pilih untuk menjadi pendamping hidup mu,"ucap Sandy tersenyum lembut menatap Anjani.
"Terimakasih! Terimakasih telah menerima aku yang tidak sempurna dan banyak kekurangan ini. Terimakasih telah mencintai ku dan bersedia menjadi orang terakhir yang menjadi pendamping hidup ku!"ucap Anjani kemudian kembali memeluknya Sandy dengan rasa haru dan juga bahagia.
Beberapa saat kemudian Sandy membaringkan tubuhnya di sebelah Anjani, kemudian merengkuh wanita yang dicintainya itu ke dalam pelukannya.
'I love you!"ucap Sandy lirih namun masih terdengar oleh Anjani.
Anjani sangat bahagia mendengar kata-kata Sandy dan semakin mengeratkan pelukannya pada Sandy.
...🌟"Cinta sejati adalah cinta yang tulus tanpa menyakiti....
...Jika perasaan cinta membuat orang yang dicintai tersakiti, itu namanya bukan cinta lagi, tapi obsesi."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
__ADS_1
To be continued