
Tak terasa satu Minggu semenjak pernikahan Riky digelar sudah berlalu. Riky dan Yessie menghabiskan masa bulan madu mereka dengan mengunjungi berbagai tempat wisata menarik yang sudah terjadwal dalam rangkaian aktivitas bulan madu mereka yang dihadiahkan oleh Disha.
Selama seminggu berbulan madu, mereka mencoba untuk lebih saling dekat dan saling mengenal karena mereka menikah tanpa berpacaran terlebih dahulu. Jadi mereka menggunakan masa bulan madu mereka sebaik-baiknya karena setelah mereka selesai bulan madu, mereka akan disibukkan dengan kegiatan kantor.
Hari ini, adalah hari kepulangan mereka berdua ke kota dimana tempat mereka tinggal. Oleh-oleh untuk orang-orang terdekat mereka pun sudah mereka siapkan.
"Apa kamu sudah memeriksa semuanya, Yes? Jangan sampai ada yang tertinggal!" ucap Riky sambil kembali memeriksa kamar yang mereka tempati itu.
"Sudah, kok kak,"sahut Yessie yang sudah tidak terlalu canggung dengan Riky.
"Sepertinya memang tidak ada lagi barang kita yang tertinggal,"ucap Riky setelah memeriksa seluruh ruangan.
"Ayo kita pulang!"ajak Riky dengan tangan kiri menarik koper kecil dan tangan kanannya menggandeng tangan Yessie yang hanya membawa Sling bag saja. Sedangkan koper yang lain dibawa oleh petugas hotel.
Riky berniat untuk langsung pulang ke rumah yang dihadiahkan Alva. Rumah yang sudah lengkap dengan perabotan yang mahal. Karena Alva tidak mau memberikan barang yang tidak bagus bagi orang kepercayaan sekaligus sahabat nya itu.
Sahabat yang sudah menemani Alva dalam segala masa. Dari masa sulit sampai masa bahagia Alva. Bahkan Riky lah yang selalu memberikan solusi atas masalah yang dihadapi Alva, walaupun dibumbui dengan ejekan yang membuat Alva naik darah. Namun itu semua semakin memperkuat persahabatan mereka.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya mereka pun tiba di rumah pribadi Riky yang dihadiahkan Alva kepadanya. Riky mengajak Yessie masuk ke dalam rumah yang mempunyai dua lantai itu.
Semua perabotan tersusun dengan rapi dan tampak estetik karena tempat dan penyusunan nya memang diatur oleh orang yang profesional di bidangnya.
"Apa kamu suka?"tanya Riky setelah mengajak Yessie berkeliling rumah.
"Suka, kak,"sahut Yessie dengan wajah cerah. Walaupun mereka baru tiba, tapi Yessie tidak merasa lelah untuk mengelilingi rumah baru mereka. Rumah yang langsung Yessie suka karena begitu Yessie masuk ke dalam rumah itu Yessie merasa nyaman.
"Kita ke kamar, yuk! Kamu pasti capek," ucap Riky menggandeng tangan Yessie.
__ADS_1
"Iya,"sahut Yessie dengan senyum manis.
Setelah beristirahat sebentar, mereka pun membereskan barang-barang mereka yang mereka bawa dari berbulan madu. Tidak terasa waktu sudah beranjak malam dan mereka pun memutuskan untuk tidur.
"Kemari lah!"titah Riky yang sudah berbaring di atas ranjang lebih dulu.
Yessie yang baru keluar dari kamar mandi itu pun berjalan menuju ranjang dengan jantung yang berdebar-debar. Entah kenapa walaupun sudah satu Minggu tidur dalam satu kamar dan dalam satu ranjang tapi jantung Yessie masih saja berdebar-debar saat berdekatan dengan Riky.
Perlahan Yessie naik ke atas ranjang dan berbaring di samping Riky. Namun tanpa di duga oleh Yessie, Riky langsung memeluknya. Walaupun setelah mereka menikah Riky memang selalu memeluknya saat mereka tidur, tapi Yessie masih saja merasa deg degan saat Riky memeluknya.
"Apa belum selesai juga, hem?"tanya Riky sambil merapikan anak rambut Yessie.
"Se..selesai apanya, kak?"tanya Yessie menatap Riky sekilas lalu menunduk.
"Itu..datang bulan nya,"sahut Riky menatap Yessie yang menundukkan kepalanya.
"Be..belum kak,"sahut Yessie jujur dengan wajah memerah karena malu.Walaupun haid Yessie sudah tidak banyak lagi, tapi masih ada sedikit sedikit yang keluar. Yessie masih saja gugup jika berdekatan, apalagi di peluk Riky seperti ini.
"Apa kamu takut padaku?"tanya Riky karena Yessie tidak mau menatap wajah Riky
"Ti.. tidak,"sahut Yessie semakin gugub.
"Lalu kenapa kamu tidak mau menatap ku dan selalu gugub jika kita berdekatan seperti ini?"tanya Riky.
"A..aku cuma malu kak. Dan aku gugup jika dekat dengan kakak, karena sebelumnya aku tidak pernah dekat dengan seorang laki-laki selain dengan ayah,"jawab Yessie jujur, karena tidak ingin Riky salah paham padanya.
"Kalau begitu belajar lah untuk menatap aku agar kamu terbiasa dan tidak gugup saat bersamaku.Kan tidak lucu kalau kamu selalu gugub jika dekat denganku seolah-olah kamu takut padaku. Nanti orang-orang mengira kalau aku menganiaya kamu,"ucap Riky masih memegang dagu Yessie yang belum juga mau menatapnya.
__ADS_1
Perlahan Yessie memberanikan diri untuk menatap Riky dan Riky pun tersenyum saat melihat Yessie menatap nya. Sedangkan Yessie nampak terpesona melihat senyum manis Riky.
"Kamu cantik,"ucap Riky masih dengan senyuman yang menghiasi bibirnya membuat Yessie mengulum senyum dengan wajah yang memerah.
Perlahan Riky mengusap bibir Yessie dengan ibu jarinya dan menundukkan wajahnya mendekati wajah Yessie, membuat Yessie memejamkan matanya. Dengan lembut Riky mencium bibir Yessie dan Yessie pun berusaha mengimbanginya karena tidak ingin mengecewakan suaminya.
Riky melepaskan tautan bibir mereka saat Yessie sudah mulai kesulitan untuk bernafas. Walaupun sebenarnya Riky masih ingin melanjutkan nya, namun Riky takut jika sesuatu di bawah sana yang sudah mulai menggeliat akan benar-benar menjadi bangun.
"Tidur lah!"ucap Riky mengecup kening Yessie, menenggelamkan wajah Yessie dalam dadanya yang berdetak kencang, menahan hasraatnya yang sudah satu Minggu ini menyiksanya.
Pagi harinya Yessie terbangun pukul 06.00 pagi. Dengan perlahan Yessie melepaskan pelukan Riky. Kemudian beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Hari ini adalah hari pertama dia dan Riky masuk kerja.
"Ah..sial!! Kenapa aku lupa membawa baju ganti?!"gerutu Yessie setelah selesai mandi.
Perlahan Yessie membuka pintu kamar mandi dan cepat-cepat keluar saat di lihatnya Riky masih tidur. Dengan cepat Yessie membuka lemari memunggungi Riky yang berada di ranjang.
Namun tanpa disadari oleh Yessie, Riky terbangun dan mata Riky langsung membulat saat melihat Yessie memunggungi nya dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya dari dada sampai setengah pahanya.
Apalagi ketika Yessie membungkuk, mata Riky seolah akan keluar dari kelopaknya saat pemandangan indah yang begitu menggoda iman terpampang di depan matanya, hingga sesuatu di balik celana Riky mengeras dan berdenyut membuat Riky susah payah menelan salivanya.
Tidak bisa menahan diri lagi, perlahan Riky mendekati Yessie yang sibuk memilih pakaian di dalam lemari.
"Apa kamu tidak menemukan pakaian mu?"tanya Riky dengan suara serak khas bangun tidurnya.
Yessie yang terkejut mendengar ada suara dibelakang nya pun langsung membalikkan tubuhnya hingga...
"Akkhh..!!!"
__ADS_1
"Astaga.!! Kejutan pagi hari macam apa ini?!"
To be continued