Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
258. Mau Aku Bantu?


__ADS_3

Radeva meletakkan handphone nya di atas nakas saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Sama seperti dirinya, Icha hanya memakai bathrobe. Icha nampak kikuk karena Radeva terus menatapnya.


Radeva tersenyum lembut ke arah Icha seraya melambaikan tangannya ke arah Icha,"Kemari lah!"titah Radeva


Icha berjalan ke arah Radeva, namun saat sudah dekat dengan Radeva,"Kak.!"pekik Icha saat tiba-tiba Radeva menarik tangannya hingga Icha jatuh ke dalam pangkuan Radeva.


"Apa tamu bulanan kamu sudah selesai? Aku sudah lama berpuasa, aku sudah tidak tahan lagi. Apa aku sudah bisa meminta hak ku?"tanya Radeva memeluk erat tubuh Icha dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya.


"Hum,"sahut Icha dengan jantung berdetak kencang.


Mereka memang sudah pernah berhubungan suami-istri selama tiga hari berturut-turut. Namun setelah itu mereka berpisah selama seminggu dan seminggu berikutnya, mereka hanya sebatas tidur berpelukan. Jadi saat Radeva menginginkan untuk berhubungan suami-istri kembali, Icha merasa deg degan seolah ini adalah pertama kalinya mereka akan melakukan hubungan suami-istri.


Perlahan Radeva merenggangkan pelukannya, menatap wajah Icha lekat, tangannya merapikan rambut Icha dan menyelipkan rambut itu di telinga Icha, kemudian memegang dagu Icha dengan jari jempol dan jari telunjuknya agar Icha menatap wajahnya. Untuk beberapa saat mereka saling menatap. Radeva perlahan-lahan menundukkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Icha. Hembusan napas Radeva yang hangat menerpa wajah Icha dan saat wajah Radeva sudah semakin mendekat, Icha pun memejamkan matanya dan tak lama kemudian bibir Radeva pun menempel di bibir Icha dan dengan lembut mulai melum mat bibir Icha.


Tangan Radeva menelusup dibalik rambut Icha yang tergerai, tepatnya di tengkuk Icha. Menekan tengkuk Icha, untuk memperdalam ciumannya. Tangannya mulai melepaskan tali bathrobe yang dikenakan oleh Icha, napas keduanya pun semakin memburu saat ciuman itu semakin agresif. Sesekali mereka melepaskan tautan bibir mereka untuk mengambil napas. Radeva yang sudah tidak bisa menahan diri pun langsung melepaskan bathrobe yang dikenakan oleh Icha dan mengangkat tubuh Icha ke atas ranjang. Radeva juga melepaskan bathrobe nya, kemudian naik ke atas ranjang dan langsung menindih tubuh Icha.


Setelah beberapa kali melakukan hubungan suami-istri dengan Icha dan harus menahan diri untuk melakukan nya lagi selama dua Minggu, bukanlah hal yang mudah bagi Radeva. Sebagai seorang pria normal yang sudah pernah merasakan indahnya bercinta, tentu saja Radeva sangat sulit untuk menahan hasraatnya dan membutuhkan istrinya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.


Malam itu Radeva benar-benar membuat Icha hampir terjaga semalaman. Berkali-kali Radeva mengulangi kegiatan panas untuk menyatukan tubuh mereka, bahkan tidak mengijinkan Icha untuk memakai pakaian nya lagi. Memeluk erat tubuh Icha seolah tidak ingin melepaskannya.


Setelah puas bercinta dengan Icha, akhirnya Radeva terlelap dengan posisi mendekap Icha. Sedangkan Icha lebih dulu terlelap karena kelelahan. Seharian sampai malam lelah karena segala sesuatu yang harus dilakukan dalam acara resepsi pernikahan yang baru selesai hampir tengah malam. Dan saat masuk ke kamar hotel malah diserang Radeva habis-habisan. Tenaganya benar-benar habis hingga sekarang terlelap dalam dekapan Radeva.


***


Pagi harinya Icha terbangun dengan tubuh yang terasa remuk redam. Semalam Radeva benar-benar ganas, dia benar-benar membuat Icha kewalahan. Tidak ada rasa lelah sedikitpun di raut wajah pria itu semalam. Dan sekarang pria itu nampak terlelap dengan wajah damai, berbeda dengan semalam yang terlihat seperti singa liar yang ingin makannya hingga tidak bersisa.

__ADS_1


Perlahan Icha berusaha melepaskan dekapan Radeva agar pria itu tidak terbangun. Namun baru saja berhasil melepaskan dekapan Radeva, pria itu sudah kembali mendekapnya dengan erat.


"Kak, lepaskan aku! Aku ingin ke kamar mandi,"ucap Icha kembali bergerak untuk melepaskan diri dari dekapan Radeva.


"Mau ke kamar mandi?"tanya Radeva dengan suara serak karena baru saja bangun dari tidur dan mata yang masih terpejam.


"Hum,"sahut Icha singkat.


Perlahan Radeva membuka matanya, melirik ke arah jam dinding sekilas,"Kita mandi bersama,"ucap Radeva seraya bangun dari tempat tidurnya, dan Icha pun ikut bangun.


"Ma..mandi bersama?"tanya Icha gugup.


"Hum,"sahut Radeva seraya tersenyum manis.


"Eh.. Kak! Tu .. turunkan aku!"ucap Icha terbata, wajahnya memerah menahan malu. Pasalnya Radeva langsung menggendong tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun ke kamar mandi dengan gaya bridal style.


"Ka...kakak keluar dulu, aku mau buang air kecil,"ucap Icha mencari alasan, masih membelakangi Radeva, menggigit bibir bawahnya menahan malu, pasalnya dia dan Radeva saat ini sama-sama dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


"Kenapa aku harus keluar?"tanya Radeva santai lalu berjalan menuju bathtub dan mulai mengisi air di bathtub.


"A..aku malu, kak!"ucap Icha lirih.


Radeva kembali berjalan mendekati Icha dan langsung memeluk Icha dari belakang,"Aku sudah melihat semuanya. Aku sudah menyentuh bahkan menciumi seluruh tubuh mu,"bisik Radeva di telinga Icha dengan tangan yang tadinya melingkar di perut, kini merayap naik ke atas dan meremas dua bukit kembar Icha dengan lembut, membuat Icha menggigit bibir bawahnya, menahan agar tidak keluar suara desa Han dari.mulutnya. Radeva menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya kemudian mulai menciumi leher itu, menggigit, menjilat dan menyesap leher Icha hingga meninggalkan tanda yang baru di leher Icha. Sedangkan tangan Radeva masih terus mempermainkan dua bukit kembar milik Icha membuat tubuh Icha terasa meremang.


"Kak...ahhh..."akhirnya desa Han itu lolos juga dari bibir Icha. Setiap sentuhan bibir dan jemari tangan Radeva membuat tubuh Icha terasa meremang.

__ADS_1


"Aku ingin lagi,"ucap Radeva langsung membalikkan tubuh Icha dan langsung mencium bibir Icha, menekan Icha ke dinding kamar mandi itu sambil terus mencium bibir Icha, meraba dan meremas bagian manapun dari tubuh Icha yang dia inginkan. Melakukan penyatuan dengan posisi berdiri, kemudian setelah puas dengan posisi itu, Radeva menggendong tubuh Icha ke bathtub dan melanjutkan aktivitas panas mereka di dalam bathtub.


Icha sama sekali tidak bisa menolak keinginan Radeva. Icha malah berusaha mengimbangi permainan suaminya, karena tidak ingin mengecewakan suaminya. Air dalam bathtub itu pun terus berombak dan tumpah ke lantai seiring pergerakan dua insan yang sedang menyatukan tubuh mereka, mengejar kenikmatan duniawi di dalam bathtub itu. Napas yang memburu, suara decapan bibir keduanya dan suara air dari bathtub yang jauh ke lantai, mewarnai kamar mandi hotel tersebut.


"Aku mencintaimu,"ucap Radeva seraya mendekap erat tubuh Icha di dalam bathtub setelah mendapatkan pelepasannya. Icha tidak menjawab, tubuh nya terasa lemas tak bertenaga. Radeva benar-benar tak kenal lelah saat bercinta dengan nya, seolah tenaganya tidak ada habisnya.


Radeva membantu Icha membersihkan diri, dan Icha hanya pasrah karena tenaganya rasanya benar-benar habis oleh Radeva. Setelah membersihkan tubuh mereka dengan sabun di dalam bathtub, Radeva menggendong tubuh Icha ke bawah shower untuk membilas tubuh mereka.


Setelah selesai membersihkan tubuh mereka, Radeva pun membalut tubuh mereka dengan handuk dan menggendong Icha ke luar dari dalam kamar mandi, mendudukkan Icha di atas ranjang. Lalu mengambil pakaian untuk Icha.


"Pakailah bajumu! Apa perlu aku bantu untuk memakainya?"tanya Radeva dengan senyuman penuh arti.


"Ti.. tidak usah, kak. A..aku bisa sendiri,"ucap Icha terbata-bata dengan wajah yang merona, membuat Radeva merasa gemas lalu mencium bibir Icha beberapa kali.


"Aku akan memesan makanan untuk sarapan. Kamu ingin sarapan apa?"tanya Radeva dengan handuk yang melilit di pinggangnya nya dan dada yang terekspos sempurna.


"Terserah kakak saja,"ucap Icha beranjak dari duduknya seraya membawa pakaian nya.


"Kamu mau kemana?"tanya Radeva yang melihat Icha beranjak dari tempat duduknya.


"Aku .. ingin berganti pakaian,"sahut Icha.


"Ganti saja di situ! Aku sudah melihat semuanya, kamu tidak perlu malu! Atau kamu benar-benar ingin aku membantu mu memakai pakaian?"tanya Radeva seraya memicingkan sebelah matanya,"Mau aku bantu?"tanya Radeva lagi karena Icha belum juga menjawab pertanyaan nya.


'Ti..tidak usah, aku akan memakai nya sendiri,"ucap Icha terpaksa memakai pakaiannya didepan Radeva dengan menahan rasa malu. Sedangkan Radeva memesan makanan sambil menatap Icha yang sedang berganti pakaian.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2