Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
123. Referensi Gaya


__ADS_3

Akhirnya rombongan Alva turun dari mobil dan menuju dimana tepat diadakannya pesta ulang tahun Trisha. Yessie terlihat gemas dengan Kaivan yang sedang berceloteh dalam gendongan Alva.


"Pak Rendra, boleh saya menggendong Kaivan?"tanya Yessie penuh harap.


"Kamu yakin ingin menggendongnya? Dia ini berat loh!" tanya Alva yang melihat Yessie menggunakan high heels.


"Yes, kakimu akan pegal jika kamu menggendong Kaivan dengan memakai high heels seperti itu,"ucap Disha.


"Tidak apa-apa Nyonya, nanti biar saya yang menggendong Kaivan jika Yessie capek,"ucap Riky yang tidak ingin membuat Yessie kecewa karena terlihat dari wajah Yessie yang sangat ingin menggendong Kaivan.


"Ya sudah kalau begitu,"ucap Disha dan Alva pun memberikan Kaivan pada Yessie.


Akhirnya Yessie mengambil alih Kaivan dari gendongan Alva. Yessie menciumi pipi Kaivan yang gembil kemudian leher Kaivan yang menurut Yessie sangat harum. Bayi montok itu malah terkekeh karena merasa geli dicium Yessie dan membuat Yessie semakin gemas.


"Sepertinya kalian sudah cocok jika memiliki anak,"bisik Alva pada Riky.


"Tenang saja Tuan, setelah sah nanti pasti akan saya gas pol untuk menyusul anda menggendong anak. Tidak akan saya kasih kendor,"bisik Riky.


"Harus itu, sayang kalau punya ladang nggak di garap setiap hari. Semakin sering di garap, ladangnya akan semakin subur,"bisik Alva lagi.


"Tuan benar, mulai sekarang saya akan mencari referensi berbagai macam gaya, agar nanti saya tinggal mempraktekkan nya," bisik Riky lagi.


"Iya, carilah referensi berbagai gaya agar bisa goyang sampai pagi,"ucap Alva.


"Goyang apa, Tuan?"tanya Riky mengulum senyum.


"Goyang gergaji,"ucap Alva yang membuat kedua sahabat sekaligus atasan dan bawahan itu tertawa.


"Apa yang kalian tertawakan?"tanya Disha seraya mengernyitkan keningnya menatap Alva dan Riky curiga.


"Urusan laki-laki, sayang,"ucap Alva sambil tersenyum mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


"Ish, genit!"ucap Disha seraya mencubit pinggang Alva.


"Auwh.. sakit, sayang!"keluh Alva merendahkan suaranya agar tidak jadi pusat perhatian, membuat Yessie dan Riky tertawa tanpa suara.


"Sudah, ayo masuk! Apa kita akan diam di parkiran ini sampai pagi?!"ucap Disha dan akhirnya mereka pun berjalan menuju ruangan pesta diadakan.


Saat akan masuk ke ruangan pesta Disha bertemu dengan seorang wanita paruh baya, istri dari pemilik perusahaan tempat Disha menanamkan sahamnya. Hingga Riky dan Yessie masuk lebih dulu bersama Kaivan. Sedangkan Alva juga nampak berbincang dengan rekan bisnisnya.


"Nyonya kalau ada waktu, mampir ke rumah saya. Jika Nyonya berkenan, kita bisa makan malam bersama nanti,"ucap wanita paruh baya itu pada Disha.

__ADS_1


"Terimakasih, Nyonya atas undangannya," ucap Disha sambil terus melangkah masuk bersama wanita itu dan mengobrol. Sedangkan Alva sesekali melirik istrinya sambil mengobrol dengan rekan bisnisnya.


"Kak Alva! Akhirnya kakak datang juga. Aku senang sekali kakak mau datang ke pesta ulang tahun ku ini,"ucap Trisha seraya meraih tangan Alva, namun Alva langsung menarik tangannya.


"Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu!"ucap Alva dengan wajah datar.


"Terimakasih, kak. Kak, mana Om Bramantyo dan Tante Ratih?"tanya Trisha yang tidak melihat kedua orang tua Alva.


"Mama dan papa saya meminta maaf pada kamu karena tidak bisa memenuhi undangan kamu malam ini. Mereka ada pekerjaan di luar negeri,"jelas Alva.


"Oh, gitu ya, kak? Ya sudah, tidak apa-apa. Eh, kenalkan kak, ini teman-teman ku!"ucap Trisha kemudian mengenalkan satu persatu temannya kepada Alva.


Trisha nampak sangat bahagia dengan kedatangan Alva dan sangat antusias memperkenalkan Alva pada teman-teman nya yang dia undang dari negara tempat tinggalnya.


Disisi lain, wajah Radeva nampak berbinar melihat kehadiran Disha.Di mata Radeva, malam itu Disha terlihat semakin cantik. Dan tanpa menunggu lama, Radeva langsung menghampiri Disha yang sedang asyik berbincang dengan seorang wanita paruh baya.


"Selamat malam, Nona Ayudisha! "ucap Radeva membuat atensi Disha yang sedang berbincang dengan beberapa perempuan teralihkan.


"Selamat malam, Tuan!"sahut Disha.


"Nyonya, saya ingin menyapa yang lain dulu, ya?"ucap wanita paruh baya yang bersama Disha.


"Ah, bagaimana saya harus memanggil Nona? Apa dengan panggilan Ayu atau Disha?"tanya Radeva tersenyum manis.


"Terserah Tuan. Saya ingin menagih janji anda untuk mengembalikan anting saya,"ucap Disha to the point.


"Apakah anda tidak ingin berkenalan dengan saya?"tanya Radeva.


"Saya tidak ingin basa-basi. Saya hanya ingin menagih janji Anda untuk mengembalikan anting saya,"sahut Disha.


"Perkenalkan, saya Radeva!"ucap Radeva mengulurkan tangannya tanpa menanggapi kata-kata Disha tadi.


Disha terpaksa menyambut uluran tangan Radeva dan saat tangan Disha baru menempel di telapak tangan Radeva, Disha langsung menarik tangannya membuat Radeva tersenyum penuh misteri.


"Jadi, mana? Katanya anda ingin mengembalikan anting saya?"tanya Disha lagi.


"Kita ngobrol dulu, Nona. Biar kita saling mengenal. Saya juga ingin mengundang Nona untuk makan malam bersama saya,"ucap Radeva agar bisa lebih lama bersama Disha.


"Baiklah jika begitu. Anda tidak usah mengembalikan anting saya. Anda bisa memilikinya,"ucap Disha lalu bermaksud pergi.


"Tunggu! "ucap Radeva menghentikan Disha.

__ADS_1


"𝐒𝐮𝐬𝐚𝐡 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐞𝐤𝐚𝐭𝐢 𝐰𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢. 𝐃𝐢𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐤𝐞𝐬𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐝𝐚𝐫𝐢𝐤𝐮, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐢𝐭𝐮 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭𝐤𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐚𝐬𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐝𝐚𝐧𝐲𝐚,"batin Radeva.


"Ambil saja jika anda mau,"sahut Disha.


"ini, saya kembalikan!"ucap Radeva membuat Disha menghentikan langkahnya sedang Alva yang terjebak dengan Trisha dan teman-temannya masih menyempatkan diri untuk memindai dimana keberadaan Disha.


Radeva mengambil anting yang beberapa hari ini disimpannya dari saku jasnya. Anting-anting itu diletakkan nya di dalam sebuah kotak kecil yang indah.


"Ini!"ucap Radeva memberikan kotak kecil itu saat Disha membalikkan tubuhnya.


Disha menerima kotak kecil itu kemudian membukanya,"Terimakasih!" ucap Disha lalu menutup kotak itu setelah melihat sebelah anting-anting nya ada di dalam kotak itu, kemudian memasukkan kotak itu ke dalam Sling bag nya.


Disisi lain Alva yang terus saja di tahan oleh Trisha, akhirnya menemukan dimana keberadaan istrinya,"Permisi, saya harus menemui seseorang,"ucap Alva langsung melangkah pergi menghampiri Disha yang terlihat bersama seorang pria.


"Kak, tunggu dulu! Tolong ikut aku untuk memotong kuenya,"ucap Trisha seraya mengejar Alva dengan berjalan agak cepat untuk mengimbangi langkah Alva yang panjang.


"Ayu, kamu juga ada di sini?"tanya seseorang yang sangat Disha kenal. Disha pun menatap orang yang tidak lain adalah Hery.


"Iya,"sahut Disha datar.


"Tuan Hery?!"sapa Radeva pada Hery.


"Iya Tuan, saya datang memenuhi undangan Anda,"ucap Hery tersenyum manis.


"Sayang, kemana saja kamu?"ucap Alva dari belakang tubuh Radeva dan Hery membuat Disha menatap Alva lalu tersenyum manis.


Sontak Radeva dan Hery menengok ke arah mata Disha menatap dan mendapati Alva yang menghampiri Disha.


"𝐈𝐬𝐡..𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐢𝐫𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐝𝐚, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐧𝐲𝐚𝐭𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐤𝐨𝐫𝐢 𝐀𝐲𝐨,"batin Hery yang seperti musuh bebuyutan dengan Alva, menatap Alva tidak suka.


Alva menghampiri Disha kemudian langsung memeluk pinggang Disha yang ramping itu dan ....


"Cup" Alva mencium bibir Disha beberapa detik membuat Hery jengah dengan kemesraan yang ditunjukkan oleh Alva. Sedangkan Radeva nampak terkejut dengan Alva yang tiba-tiba muncul langsung memeluk dan mencium bibir Disha di depan umum.


...🌟"Saat yang paling menyesakkan dada adalah ...


...saat melihat orang yang kamu cintai lebih bahagia bersama orang lain dari pada bersamamu," 🌟...


..."Nana 17 Oktober "...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2