Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
50. Pebinor


__ADS_3

"Lalu?!"tanya Alva sambil membalikkan badannya menatap Hery, berusaha bersikap tenang walaupun sebenarnya sangat geram jika bertemu dengan Hery.


"Saya ingin berbicara dengan sekretaris anda yang bernama Ayudisha Putri,"ucap Hery seraya berjalan mendekati Alva. Sasa pun ikut berjalan dibelakang Hery.


"Berhenti! Anda cukup bicara dari situ saja!"ucap Alva yang membuat Hery dan Sasa berhenti mendekati Alva. Sedangkan Riky sendiri juga berada agak jauh dari Alva.


"𝐊𝐞𝐧𝐚ðĐ𝐚 𝐝𝐚ðŦðĒ ðĪ𝐞ðĶ𝐚ðŦðĒ𝐧 𝐓ðŪ𝐚𝐧 𝐌ðŪ𝐝𝐚 ðšð§ðžðĄ 𝐎𝐞ðĪ𝐚ðĨðĒ? 𝐃ðĒ𝐚 𝐛ðĒðĨ𝐚𝐧𝐠 ðĶ𝐞ðŦ𝐚𝐎𝐚 ðĶðŪ𝐚ðĨ ðĢðĒðĪ𝐚 ðĶ𝐞𝐧𝐜ðĒðŪðĶ 𝐚ðŦðĻðĶ𝐚 ðĐ𝐚ðŦ𝐟ðŪðĶ ðĻðŦ𝐚𝐧𝐠 ðĨ𝐚ðĒ𝐧 𝐎𝐞ðĨ𝐚ðĒ𝐧 𝐍ðēðĻ𝐧ðē𝐚 𝐑𝐚𝐭ðĒðĄ 𝐝𝐚𝐧 𝐃ðĒðŽðĄðš,"batin Riky.


"Apa yang ingin anda bicarakan dengan dia?!"tanya Alva sambil memasukkan tangan kirinya kedalam saku celananya.


"Saya ingin bicara soal pribadi dengan Ayu,"jawab Riky.


Alva menghela nafas panjang mencoba menahan amarahnya sambil memijit batang hidungnya yang mancung. Sedangkan Riky dan Sasa tetap diam di tempat mereka berdiri.


"Disha berpesan kepada saya bahwa dia tidak ingin bertemu dengan anda,"ucap Alva dengan suara tegasnya.


"Kenapa?"tanya Hery.


"Dia bilang dia tidak ingin membuat suaminya salah paham,"jawab Alva.


"Kenapa sepertinya anda sangat dekat dengan Ayu?"tanya Hery penasaran.


"Tentu saja kami sangat dekat. Setiap hari kami bersama,"jawab Alva jujur.


"𝐓𝐞𝐧𝐭ðŪ 𝐎𝐚ðĢ𝐚 𝐝𝐞ðĪ𝐚𝐭, ðĻðŦ𝐚𝐧𝐠 𝟐𝟒 ðĢ𝐚ðĶ 𝐎𝐞ðĨ𝐚ðĨðŪ 𝐛𝐞ðŦ𝐎𝐚ðĶa,"timpal Riky dalam hati.


"Apa anda menyukai Ayu?"tanya Hery.


"Tentu saja saya sangat menyukainya. Dia seorang sekretaris yang handal,"sahut Alva,"𝐇𝐚𝐧𝐝𝐚ðĨ 𝐝ðĒ ðĐ𝐞ðŦðŪðŽðšðĄðšðšð§ 𝐝𝐚𝐧 𝐝ðĒ ðŦ𝐚𝐧ðĢ𝐚𝐧𝐠,"lanjut Alva dalam hati membuatnya tersenyum samar.


"𝐓𝐞𝐧𝐭ðŪ 𝐎𝐚ðĢ𝐚 𝐓ðŪ𝐚𝐧 ðĶ𝐞𝐧ðēðŪðĪ𝐚ðĒ𝐧ðē𝐚, ðĪ𝐚ðĨ𝐚ðŪ 𝐭ðĒ𝐝𝐚ðĪ 𝐎ðŪðĪ𝐚, 𝐧𝐠𝐠𝐚ðĪ 𝐛𝐚ðĪ𝐚ðĨ𝐚𝐧 𝐎ðĒ 𝐃ðĒðŽðĄðš 𝐝ðĒðĪ𝐞ðĪ𝐞ðĐðĒ𝐧 𝐎𝐞𝐭ðĒ𝐚ðĐ ðĄðšðŦðĒ 𝐎𝐚ðĶðĐ𝐚ðĒ 𝐭𝐚𝐭ðĻ𝐧ðē𝐚 𝐭ðŪðĶðĐ𝐚𝐧𝐠 𝐭ðĒ𝐧𝐝ðĒðĄ,"kembali Riky menimpali kata-kata Alva dalam hati.


"Maksud saya menyukai selayaknya seorang pria menyukai seseorang wanita,"jelas Hery.


"Saya sangat mencintai istri saya. Dan sampai kapanpun, cinta saya kepada istri saya tidak akan berubah, karena apapun dan siapapun,"jawab Alva tegas.

__ADS_1


"Maaf, saya salah mengira. Saya lupa kalau anda mempunyai istri yang sangat cantik. Tapi bolehkah saya meminta nomor ponsel Ayu?"pinta Hery.


"ð‡ðšððžðĄðĄ... 𝐭𝐚ðĶðĐ𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐧 𝐭ðŪ𝐛ðŪðĄ 𝐎ðĒh ðĄðšðĶðĐðĒðŦ 𝐎𝐞ðĶðĐðŪðŦ𝐧𝐚, 𝐭𝐚ðĐðĒ ðĶðĒ𝐧ðĒðĶ 𝐚ðĪðĄðĨ𝐚ðĪ. 𝐒ðŪððšðĄ ð­ðšðĄðŪ 𝐃ðĒðŽðĄðš ðĐ𝐞ðŦ𝐞ðĶðĐðŪ𝐚𝐧 ðē𝐚𝐧𝐠 𝐎ðŪððšðĄ 𝐛𝐞ðŦ𝐎ðŪ𝐚ðĶðĒ, 𝐭𝐚ðĐðĒ ðĶ𝐚𝐎ðĒðĄ 𝐎𝐚ðĢ𝐚 𝐝ðĒðĪ𝐞ðĢ𝐚ðŦ-ðĪ𝐞ðĢ𝐚ðŦ. 𝐁𝐞𝐧𝐚ðŦ-𝐛𝐞𝐧𝐚ðŦ ðĢðĒ𝐰𝐚 ðĐ𝐞𝐛ðĒ𝐧ðĻðŦ 𝐎𝐞ðĢ𝐚𝐭ðĒ ðē𝐚𝐧𝐠 𝐎𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐭𝐞ðŦ𝐚ðĶ𝐚𝐭 ðĶ𝐞ðĶ𝐛𝐚𝐠ðĻ𝐧𝐠ðĪ𝐚𝐧,"gerutu Riky dalam hati.


"Untuk apa?"tanya Alva dengan wajah dan suara baritonnya yang datar.


"Sebenarnya saya belum terima kalau Ayu sudah menikah. Kami pacaran dari SMP sampai SMU dan lost contact saat kami kuliah,"jawab Hery jujur.


"Apa anda tidak malu merendahkan diri dengan mengejar-ngejar perempuan yang sudah bersuami?"sahut Alva menahan amarahnya yang terasa hampir naik ke ubun-ubun karena Hery.


"Saya tidak terima Ayu menikah dengan pria lain sedangkan kami belum putus. Saya merasa telah di tikung!!"ucap Hery tidak tahu malu.


"Apa anda lupa jika beberapa waktu yang lalu, Disha sudah memutuskan hubungan kalian di kantor kami ini?!"sela Riky yang ikut merasa jengah dengan sikap Hery.


"Tapi saya tidak mau putus,"ucap Hery sambil menatap tajam pada Riky.


"Anda berniat merebut Disha dari suaminya?!"tanya Alva yang mati-matian menahan amarahnya yang hampir meledak, tetap bersikap dingin dan datar .


"𝐉ðĒðĪ𝐚 𝐎𝐚ðĢ𝐚 𝐚ðĪðŪ 𝐎ðŪððšðĄ 𝐎ðĒ𝐚ðĐ ðĶ𝐞𝐧𝐠ðŪðĶðŪðĶðĪ𝐚𝐧 ð›ðšðĄð°ðš 𝐃ðĒðŽðĄðš 𝐚𝐝𝐚ðĨðšðĄ ðĒ𝐎𝐭ðŦðĒðĪðŪ, 𝐚ðĪ𝐚𝐧 𝐚ðĪðŪ ðĄðšðĢ𝐚ðŦ ðĐðŦðĒ𝐚 ðĒ𝐧ðĒ 𝐎𝐚ðĶðĐ𝐚ðĒ ðĶ𝐚𝐎ðŪðĪ 𝐈𝐂𝐔,"batin Alva.


"𝐀ðĪðŪ ðē𝐚ðĪðĒ𝐧, 𝐎𝐚𝐚𝐭 ðĒ𝐧ðĒ 𝐓ðŪ𝐚𝐧 𝐌ðŪ𝐝𝐚 ðĐ𝐚𝐎𝐭ðĒ ðĶ𝐚𝐭ðĒ-ðĶ𝐚𝐭ðĒ𝐚𝐧 ðĶðžð§ðšðĄðšð§ 𝐚ðĶ𝐚ðŦðšðĄð§ðē𝐚. 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧ðĪ𝐚𝐧 𝐓ðŪ𝐚𝐧 𝐌ðŪ𝐝𝐚, 𝐚ðĪðŪ 𝐎𝐚ðĢ𝐚 ðĒ𝐧𝐠ðĒ𝐧 𝐎𝐞ðĪ𝐚ðĨðĒ ðĶðžð§ð ðĄðšðĢ𝐚ðŦ ðĨ𝐚ðĪðĒ-ðĨ𝐚ðĪðĒ ðĒ𝐧ðĒ,"batin Riky geram.


"𝐓𝐚𝐝ðĒ𝐧ðē𝐚 𝐚ðĪðŪ 𝐎𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 ðĪ𝐚𝐠ðŪðĶ 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 ðĪ𝐞𝐭𝐚ðĶðĐ𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 ðĪ𝐞ðŦ𝐚ðĶðšðĄðšð§ 𝐓ðŪ𝐚𝐧 𝐇𝐞ðŦðē. 𝐓𝐚ðĐðĒ 𝐎𝐞𝐭𝐞ðĨðšðĄ 𝐚ðĪðŪ ðĶ𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚ðŦ 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐭𝐞ðĨðĒ𝐧𝐠𝐚ðĪðŪ 𝐎𝐞𝐧𝐝ðĒðŦðĒ ðĪ𝐚ðĨ𝐚ðŪ 𝐝ðĒ𝐚 ðĶ𝐞𝐧𝐠𝐞ðĢ𝐚ðŦ-𝐧𝐠𝐞ðĢ𝐚ðŦ ðĐ𝐞ðŦ𝐞ðĶðĐðŪ𝐚𝐧 ðē𝐚𝐧𝐠 𝐎ðŪððšðĄ 𝐛𝐞ðŦ𝐎ðŪ𝐚ðĶðĒ, 𝐚ðĪðŪ ðĢ𝐚𝐝ðĒ ðĒðĨ𝐟ðĒðĨ 𝐎𝐚ðĶ𝐚 𝐝ðĒ𝐚," batin Sasa menatap Hery tidak suka.


"Apa anda tidak malu mengatakan pada orang lain secara terang-terangan jika anda ingin merebut istri orang lain?"tanya Alva dengan wajah yang sudah mengeras.


"Maaf Tuan, baru saja ada pesan masuk. Nyonya sudah menunggu di ruang kerja anda. Anda tidak ingin Nyonya menunggu anda terlalu lama hanya untuk obrolan yang tidak penting ini kan?"ucap Riky dengan menekankan kata ' obrolan yang tidak penting '


Riky berusaha membawa Alva pergi dari tempat itu karena takut Alva lepas kontrol. Riky juga merasa sangat jengah dan emosi dengan sikap Hery.


"Pak Riky benar Pak Rendra, Nyonya akan marah jika harus menunggu terlalu lama,"timpal Sasa yang juga merasa sangat tidak suka dengan Hery.


"𝐌𝐚𝐚𝐟 𝐍ðēðĻ𝐧ðē𝐚 𝐑𝐚𝐭ðĒðĄ, 𝐎𝐚ðē𝐚 ðĶ𝐞𝐧ðĢ𝐞ðĨ𝐞ðĪ-ðĢ𝐞ðĨ𝐞ðĪðĪ𝐚𝐧 𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐚𝐠𝐚ðŦ ðĪ𝐚ðĶðĒ 𝐛ðĒ𝐎𝐚 𝐎𝐞𝐠𝐞ðŦ𝐚 ðĨ𝐞ðĐ𝐚𝐎 𝐝𝐚ðŦðĒ ðĐðŦðĒ𝐚 𝐭ðĒ𝐝𝐚ðĪ ð­ðšðĄðŪ ðĶ𝐚ðĨðŪ ðĒ𝐧ðĒ," batin Sasa yang mengira bahwa yang dibicarakan Riky adalah Ratih.


"Permisi,"ucap Alva kepada Hery dengan suara dingin, kemudian meninggalkan ruangan itu diikuti oleh Riky dan Sasa.

__ADS_1


"Tunggu, kamu pasti tahu kan nomor telepon Ayu?"tanya Hery menahan lengan Sasa agar tidak keluar dari ruangan itu.


"Saya tidak tahu, walaupun saya tahu, saya juga tidak akan memberi tahu anda. Permisi,"ucap Sasa sambil melepaskan pegangan tangan Hery.


"Kenapa mereka kompak sekali menyembunyikan Disha dariku, seolah-olah Disha sangat penting di perusahaan ini,"gumam Hery.


Sebenarnya semenjak Alva meminta agar Riky menjauhkan Disha dari Hery, Riky memberikan pengumuman kepada seluruh karyawan agar bagaimana pun caranya mereka harus mencegah Hery menemui Disha.


Jika ada karyawan yang sampai lalai dan menyebabkan Hery bisa bertemu dengan Disha , maka Riky akan memecat karyawan tersebut. Alasan Riky kepada bawahannya adalah karena Riky tidak mau Disha merasa tidak nyaman dan mengundurkan diri jika merasa terganggu oleh Hery dan Riky akan kesulitan mencari sekretaris yang baru.


Para karyawan pun percaya karena memang selama ini sudah banyak sekretaris yang baru bekerja tapi sudah di pecat oleh Alva.Dan nampaknya hanya Disha yang cocok dengan bos mereka.


***


"Tuan,"panggil Ferdi saat Alva akan masuk ke dalam apartemennya.


"Ada apa? Apa kamu sudah menemukan informasi tentang paman Disha? Kenapa lama sekali kamu tidak menemukan informasi tentang paman Disha?"cecar Alva. Alva menyuruh Ferdi menyelidiki seluruh anggota keluarga Disha dan Alva merasa mengenali paman Disha saat Ferdi memberikan foto keluarga Disha. Karena itu Alva meminta Ferdi menyelidiki paman Disha lebih lanjut.


"Saya sudah menemukannya Tuan. Tapi saya rasa Tuan tidak akan suka jika mengetahui siapa sebenarnya paman Nyonya Disha,"sahut Ferdi.


"Ikut keruangan kerja saya!"perintah Alva.


"Baik Tuan,"sahut Ferdi kemudian melangkah mengikuti Alva masuk ke dalam ruangan kerja Alva.


"Apa yang kamu temukan?"tanya Alva.


Ferdi memberikan dokumen yang dibawanya kepada Alva dan Alva nampak terkejut saat melihatnya. Ditambah lagi dengan penjelasan yang diberikan oleh Ferdi, membuat Alva nampak sangat terpukul.


"Tutup rapat-rapat informasi tentang Disha dan keluarganya, terutama informasi tentang paman Disha. Aku percayakan masalah ini padamu,"ucap Alva menatap wajah Ferdi dengan wajah yang serius.


"Baik, Tuan. Saya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa,"ucap Ferdi kemudian pergi dari apartemen Alva.


...🌟 Dalam sebuah hubungan, jika selalu saling mengerti, saling memahami, saling menghargai, saling menyayangi,dan dan saling mencintai, maka tidak akan ada orang ketiga yang akan bisa menghancurkannya." 🌟...


..."Nana 17 Oktober "...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2