
"Lalu?!"tanya Alva sambil membalikkan badannya menatap Hery, berusaha bersikap tenang walaupun sebenarnya sangat geram jika bertemu dengan Hery.
"Saya ingin berbicara dengan sekretaris anda yang bernama Ayudisha Putri,"ucap Hery seraya berjalan mendekati Alva. Sasa pun ikut berjalan dibelakang Hery.
"Berhenti! Anda cukup bicara dari situ saja!"ucap Alva yang membuat Hery dan Sasa berhenti mendekati Alva. Sedangkan Riky sendiri juga berada agak jauh dari Alva.
"ððð§ððĐð ðððŦðĒ ðĪððĶððŦðĒð§ ððŪðð§ ððŪðð ðð§ððĄ ðŽððĪððĨðĒ? ððĒð ððĒðĨðð§ð ðĶððŦððŽð ðĶðŪððĨ ðĢðĒðĪð ðĶðð§ððĒðŪðĶ ððŦðĻðĶð ðĐððŦððŪðĶ ðĻðŦðð§ð ðĨððĒð§ ðŽððĨððĒð§ ððēðĻð§ðēð ððððĒðĄ ððð§ ððĒðŽðĄð,"batin Riky.
"Apa yang ingin anda bicarakan dengan dia?!"tanya Alva sambil memasukkan tangan kirinya kedalam saku celananya.
"Saya ingin bicara soal pribadi dengan Ayu,"jawab Riky.
Alva menghela nafas panjang mencoba menahan amarahnya sambil memijit batang hidungnya yang mancung. Sedangkan Riky dan Sasa tetap diam di tempat mereka berdiri.
"Disha berpesan kepada saya bahwa dia tidak ingin bertemu dengan anda,"ucap Alva dengan suara tegasnya.
"Kenapa?"tanya Hery.
"Dia bilang dia tidak ingin membuat suaminya salah paham,"jawab Alva.
"Kenapa sepertinya anda sangat dekat dengan Ayu?"tanya Hery penasaran.
"Tentu saja kami sangat dekat. Setiap hari kami bersama,"jawab Alva jujur.
"ððð§ððŪ ðŽððĢð ðððĪðð, ðĻðŦðð§ð ðð ðĢððĶ ðŽððĨððĨðŪ ðððŦðŽððĶa,"timpal Riky dalam hati.
"Apa anda menyukai Ayu?"tanya Hery.
"Tentu saja saya sangat menyukainya. Dia seorang sekretaris yang handal,"sahut Alva,"ððð§ðððĨ ððĒ ðĐððŦðŪðŽððĄððð§ ððð§ ððĒ ðŦðð§ðĢðð§ð ,"lanjut Alva dalam hati membuatnya tersenyum samar.
"ððð§ððŪ ðŽððĢð ððŪðð§ ðĶðð§ðēðŪðĪððĒð§ðēð, ðĪððĨððŪ ððĒðððĪ ðŽðŪðĪð, ð§ð ð ððĪ ðððĪððĨðð§ ðŽðĒ ððĒðŽðĄð ððĒðĪððĪððĐðĒð§ ðŽðððĒððĐ ðĄððŦðĒ ðŽððĶðĐððĒ ððððĻð§ðēð ððŪðĶðĐðð§ð ððĒð§ððĒðĄ,"kembali Riky menimpali kata-kata Alva dalam hati.
"Maksud saya menyukai selayaknya seorang pria menyukai seseorang wanita,"jelas Hery.
"Saya sangat mencintai istri saya. Dan sampai kapanpun, cinta saya kepada istri saya tidak akan berubah, karena apapun dan siapapun,"jawab Alva tegas.
__ADS_1
"Maaf, saya salah mengira. Saya lupa kalau anda mempunyai istri yang sangat cantik. Tapi bolehkah saya meminta nomor ponsel Ayu?"pinta Hery.
"ðððððĄðĄ... ðððĶðĐðð§ð ððð§ ððŪððŪðĄ ðŽðĒh ðĄððĶðĐðĒðŦ ðŽððĶðĐðŪðŦð§ð, ðððĐðĒ ðĶðĒð§ðĒðĶ ððĪðĄðĨððĪ. ððŪðððĄ ðððĄðŪ ððĒðŽðĄð ðĐððŦððĶðĐðŪðð§ ðēðð§ð ðŽðŪðððĄ ðððŦðŽðŪððĶðĒ, ðððĐðĒ ðĶððŽðĒðĄ ðŽððĢð ððĒðĪððĢððŦ-ðĪððĢððŦ. ððð§ððŦ-ððð§ððŦ ðĢðĒð°ð ðĐðððĒð§ðĻðŦ ðŽððĢðððĒ ðēðð§ð ðŽðð§ð ðð ðððŦððĶðð ðĶððĶððð ðĻð§ð ðĪðð§,"gerutu Riky dalam hati.
"Untuk apa?"tanya Alva dengan wajah dan suara baritonnya yang datar.
"Sebenarnya saya belum terima kalau Ayu sudah menikah. Kami pacaran dari SMP sampai SMU dan lost contact saat kami kuliah,"jawab Hery jujur.
"Apa anda tidak malu merendahkan diri dengan mengejar-ngejar perempuan yang sudah bersuami?"sahut Alva menahan amarahnya yang terasa hampir naik ke ubun-ubun karena Hery.
"Saya tidak terima Ayu menikah dengan pria lain sedangkan kami belum putus. Saya merasa telah di tikung!!"ucap Hery tidak tahu malu.
"Apa anda lupa jika beberapa waktu yang lalu, Disha sudah memutuskan hubungan kalian di kantor kami ini?!"sela Riky yang ikut merasa jengah dengan sikap Hery.
"Tapi saya tidak mau putus,"ucap Hery sambil menatap tajam pada Riky.
"Anda berniat merebut Disha dari suaminya?!"tanya Alva yang mati-matian menahan amarahnya yang hampir meledak, tetap bersikap dingin dan datar .
"ððĒðĪð ðŽððĢð ððĪðŪ ðŽðŪðððĄ ðŽðĒððĐ ðĶðð§ð ðŪðĶðŪðĶðĪðð§ ðððĄð°ð ððĒðŽðĄð ððððĨððĄ ðĒðŽððŦðĒðĪðŪ, ððĪðð§ ððĪðŪ ðĄððĢððŦ ðĐðŦðĒð ðĒð§ðĒ ðŽððĶðĐððĒ ðĶððŽðŪðĪ ððð,"batin Alva.
"ððĪðŪ ðēððĪðĒð§, ðŽððð ðĒð§ðĒ ððŪðð§ ððŪðð ðĐððŽððĒ ðĶðððĒ-ðĶðððĒðð§ ðĶðð§ððĄðð§ ððĶððŦððĄð§ðēð. ððð§ð ðð§ðĪðð§ ððŪðð§ ððŪðð, ððĪðŪ ðŽððĢð ðĒð§ð ðĒð§ ðŽððĪððĨðĒ ðĶðð§ð ðĄððĢððŦ ðĨððĪðĒ-ðĨððĪðĒ ðĒð§ðĒ,"batin Riky geram.
"ððððĒð§ðēð ððĪðŪ ðŽðð§ð ðð ðĪðð ðŪðĶ ððð§ð ðð§ ðĪððððĶðĐðð§ðð§ ððð§ ðĪððŦððĶððĄðð§ ððŪðð§ ðððŦðē. ðððĐðĒ ðŽððððĨððĄ ððĪðŪ ðĶðð§ððð§ð ððŦ ððð§ð ðð§ ðððĨðĒð§ð ððĪðŪ ðŽðð§ððĒðŦðĒ ðĪððĨððŪ ððĒð ðĶðð§ð ððĢððŦ-ð§ð ððĢððŦ ðĐððŦððĶðĐðŪðð§ ðēðð§ð ðŽðŪðððĄ ðððŦðŽðŪððĶðĒ, ððĪðŪ ðĢðððĒ ðĒðĨððĒðĨ ðŽððĶð ððĒð," batin Sasa menatap Hery tidak suka.
"Apa anda tidak malu mengatakan pada orang lain secara terang-terangan jika anda ingin merebut istri orang lain?"tanya Alva dengan wajah yang sudah mengeras.
"Maaf Tuan, baru saja ada pesan masuk. Nyonya sudah menunggu di ruang kerja anda. Anda tidak ingin Nyonya menunggu anda terlalu lama hanya untuk obrolan yang tidak penting ini kan?"ucap Riky dengan menekankan kata ' obrolan yang tidak penting '
Riky berusaha membawa Alva pergi dari tempat itu karena takut Alva lepas kontrol. Riky juga merasa sangat jengah dan emosi dengan sikap Hery.
"Pak Riky benar Pak Rendra, Nyonya akan marah jika harus menunggu terlalu lama,"timpal Sasa yang juga merasa sangat tidak suka dengan Hery.
"ðððð ððēðĻð§ðēð ððððĒðĄ, ðŽððēð ðĶðð§ðĢððĨððĪ-ðĢððĨððĪðĪðð§ ðð§ðð ðð ððŦ ðĪððĶðĒ ððĒðŽð ðŽðð ððŦð ðĨððĐððŽ ðððŦðĒ ðĐðŦðĒð ððĒðððĪ ðððĄðŪ ðĶððĨðŪ ðĒð§ðĒ," batin Sasa yang mengira bahwa yang dibicarakan Riky adalah Ratih.
"Permisi,"ucap Alva kepada Hery dengan suara dingin, kemudian meninggalkan ruangan itu diikuti oleh Riky dan Sasa.
__ADS_1
"Tunggu, kamu pasti tahu kan nomor telepon Ayu?"tanya Hery menahan lengan Sasa agar tidak keluar dari ruangan itu.
"Saya tidak tahu, walaupun saya tahu, saya juga tidak akan memberi tahu anda. Permisi,"ucap Sasa sambil melepaskan pegangan tangan Hery.
"Kenapa mereka kompak sekali menyembunyikan Disha dariku, seolah-olah Disha sangat penting di perusahaan ini,"gumam Hery.
Sebenarnya semenjak Alva meminta agar Riky menjauhkan Disha dari Hery, Riky memberikan pengumuman kepada seluruh karyawan agar bagaimana pun caranya mereka harus mencegah Hery menemui Disha.
Jika ada karyawan yang sampai lalai dan menyebabkan Hery bisa bertemu dengan Disha , maka Riky akan memecat karyawan tersebut. Alasan Riky kepada bawahannya adalah karena Riky tidak mau Disha merasa tidak nyaman dan mengundurkan diri jika merasa terganggu oleh Hery dan Riky akan kesulitan mencari sekretaris yang baru.
Para karyawan pun percaya karena memang selama ini sudah banyak sekretaris yang baru bekerja tapi sudah di pecat oleh Alva.Dan nampaknya hanya Disha yang cocok dengan bos mereka.
***
"Tuan,"panggil Ferdi saat Alva akan masuk ke dalam apartemennya.
"Ada apa? Apa kamu sudah menemukan informasi tentang paman Disha? Kenapa lama sekali kamu tidak menemukan informasi tentang paman Disha?"cecar Alva. Alva menyuruh Ferdi menyelidiki seluruh anggota keluarga Disha dan Alva merasa mengenali paman Disha saat Ferdi memberikan foto keluarga Disha. Karena itu Alva meminta Ferdi menyelidiki paman Disha lebih lanjut.
"Saya sudah menemukannya Tuan. Tapi saya rasa Tuan tidak akan suka jika mengetahui siapa sebenarnya paman Nyonya Disha,"sahut Ferdi.
"Ikut keruangan kerja saya!"perintah Alva.
"Baik Tuan,"sahut Ferdi kemudian melangkah mengikuti Alva masuk ke dalam ruangan kerja Alva.
"Apa yang kamu temukan?"tanya Alva.
Ferdi memberikan dokumen yang dibawanya kepada Alva dan Alva nampak terkejut saat melihatnya. Ditambah lagi dengan penjelasan yang diberikan oleh Ferdi, membuat Alva nampak sangat terpukul.
"Tutup rapat-rapat informasi tentang Disha dan keluarganya, terutama informasi tentang paman Disha. Aku percayakan masalah ini padamu,"ucap Alva menatap wajah Ferdi dengan wajah yang serius.
"Baik, Tuan. Saya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa,"ucap Ferdi kemudian pergi dari apartemen Alva.
...ð Dalam sebuah hubungan, jika selalu saling mengerti, saling memahami, saling menghargai, saling menyayangi,dan dan saling mencintai, maka tidak akan ada orang ketiga yang akan bisa menghancurkannya." ð...
..."Nana 17 Oktober "...
__ADS_1
To be continued