Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
120. Lupakan Masa Lalu


__ADS_3

Sore itu, seperti biasanya Alva dan Disha pulang dengan mobil yang dikemudikan oleh supir. Sepanjang perjalanan Alva nampak diam seraya menatap ke arah luar jendela mobil yang sedang melaju.


"Sayang.!"panggil Disha pada Alva seraya mengusap lembut punggung tangan Alva yang ada di atas paha Alva.


"Hemm....apa kamu membutuhkan sesuatu?"tanya Alva lembut.


'Tidak. Apa ada yang menganggu pikiran mu,"tanya Disha yang dari tadi melihat Alva tidak seperti biasanya.


"Tidak,"jawab Alva, tersenyum tipis kemudian mencium kening Disha,"Berbaring lah! Kamu pasti capek,"ucap Alva seraya memberikan isyarat agar Disha membaringkan kepalanya di pangkuan Alva.


Disha yang memang sudah merasa lelah dan tidak ingin membantah suaminya pun menurut. Walaupun Disha merasa sikap Alva sore ini tidak seperti biasanya. Alva pun mengusap lembut kepala Disha yang ada di pangkuannya.


Malam harinya setelah menidurkan Kaivan, Disha menghampiri Alva yang berdiri di balkon kamar mereka. Alva nampak memandang langit yang tidak begitu cerah malam itu karena diselimuti mendung.


"๐€๐๐š ๐š๐ฉ๐š ๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง๐ง๐ฒ๐š? ๐€๐ฉ๐š ๐๐ข๐š ๐ฆ๐š๐ซ๐š๐ก ๐ฉ๐š๐๐š๐ค๐ฎ? ๐Š๐ž๐ง๐š๐ฉ๐š ๐๐ข๐š ๐›๐ž๐ซ๐ฌ๐ข๐ค๐š๐ฉ ๐ฌ๐ž๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐ข ๐ข๐ญ๐ฎ? ๐“๐š๐ฉ๐ข ๐š๐ค๐ฎ ๐ฆ๐ž๐ซ๐š๐ฌ๐š ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐ฆ๐ž๐ฅ๐š๐ค๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐ค๐ž๐ฌ๐š๐ฅ๐š๐ก๐š๐ง ๐š๐ฉ๐š๐ฉ๐ฎ๐ง. ๐€๐ฉ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฌ๐ž๐›๐ž๐ง๐š๐ซ๐ง๐ฒ๐š ๐๐ข๐š ๐ฉ๐ข๐ค๐ข๐ซ๐ค๐š๐ง?"batin Disha seraya berjalan mendekati Alva.


Tanpa berkata apa-apa, Disha memeluk tubuh besar, tinggi dan tegap suaminya dari belakang. Sesaat Alva nampak terhenyak karena pelukan Disha yang tiba-tiba itu.


"Sayang, jika ada yang menganggu pikiran mu, katakan saja!"ucap Disha seraya menempelkan wajahnya di punggung lebar suaminya dengan tangan yang melingkar di perut suaminya.


Alva melepaskan pelukan Disha, kemudian membalikkan tubuhnya,"Sudah malam, ayo tidur! Di sini dingin, aku tidak ingin kamu sakit,"ucap Alva mengelus pipi Disha tanpa menjawab pertanyaan Disha.


Alva, membawa Disha masuk ke dalam kamar dan menutup pintu balkon kamar mereka. Alva melepaskan kaos oblong yang dikenakannya kemudian mengajak Disha berbaring di ranjang mereka.


Seperti biasanya Disha tidur dengan menjadikan lengan Alva sebagai bantalnya. Dan memeluk tubuh suaminya itu. Seperti biasanya pula, Alva mengelus kepala istrinya agar wanita yang sangat dicintainya itu segera terlelap.


"Apa aku melakukan sesuatu yang membuatmu marah?"tanya Disha memecah keheningan di dalam kamar itu.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu? Aku tidak marah kepada mu,"sahut Alva.


"Lalu kenapa kamu diam saja sejak kita akan pulang ke rumah tadi?"tanya Disha mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.

__ADS_1


"Apakah kamu bahagia hidup dengan ku?" tanya Alva tanpa menjawab pertanyaan Disha, membuat Disha mengernyitkan keningnya.


"Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?"tanya Disha.


"Aku tidak bisa seperti pria lain yang melamar mu secara baik-baik. Aku tidak memberikan mu pesta pernikahan. Bahkan selama ini aku sudah banyak menyakiti hatimu. Aku hanya memikirkan diri ku sendiri tanpa memikirkan perasaan mu. Aku egois, maafkan aku," ucap Alva menatap lekat wajah wanita yang dicintainya itu.


"Jadi itu yang menganggu pikiran mu? Itu semua sudah berlalu, aku sudah melupakan nya. Untuk apa di ingat lagi? Aku bahagia bersama mu, aku merasa beruntung memilikimu. Jangan terus menengok kebelakang! Lupakan masa lalu yang menyakitkan, kita songsong masa depan,"ucap Disha.


"Bagaimana jika kita mengadakan resepsi pernikahan?"tanya Alva nampak serius.


"Kita sudah dua tahun lebih menikah, sayang, bahkan kita sudah memiliki Kaivan. Aku terlalu malu untuk mengadakan resepsi pernikahan,"ucap Disha.


"Kamu benar-benar tidak menginginkan nya?"tanya Alva lagi.


"Tidak, tapi kalau boleh, aku ingin memiliki foto pernikahan. Apa boleh?" tanya Disha.


"Asal aku mampu dan bisa, aku akan melakukan apapun untuk mu. Besok kita ambil cuti untuk beberapa hari. Kita akan melakukan pemotretan dan sekalian kita akan membeli gaun mu untuk ke pesta. Setelah pesta ulang tahun itu, kita akan menginap di resort selama tiga hari untuk liburan. Apa kamu mau?" tanya Alva.


"I love you more,"ucap Alva seraya mengusap pipi Disha.


Perlahan Disha memberanikan diri untuk menarik tengkuk Alva hingga wajah Alva dekat dengan wajahnya kemudian mencium bibir Alva dengan lembut. Disha memejamkan matanya menyesap bibir suaminya yang perlahan mendapat balasan dari Alva dengan lembut pula.


"Aku mencintaimu, maafkan segala salah ku! Aku ingin selamanya hidup bersama mu hingga ajal menjemput ku,"ucap Alva, menyatukan kening mereka setelah melepaskan ciumannya.


"Aku akan selalu disamping mu, mendampingi mu, dan menua bersamamu,"sahut Disha kemudian kembali mencium Alva. Ciuman bersambut yang mulanya lembut namun semakin lama semakin menuntut.


Perlahan tangannya mengelus leher Alva dan perlahan turun ke dada, perut kemudian menyentuh sesuatu dibawah sana yang mulai mengeras membuat hasraat Alva semakin terbakar. Tangan Alva pun mulai berkelana mencari tempat favoritnya, dan bibirnya mulai turun ke leher Disha.


"Ssss.,.ah.. sayang!!"desis Alva saat tangan Disha menelusup ke dalam boxernya menyentuh sesuatu yang sudah mengeras di dalam sana. Disha bahkan dengan berani mengeluarkan benda itu dari kain yang membungkusnya kemudian mengurutnya, membuat Alva semakin menggila.


Helai demi helai pakaian pun teronggok di lantai.Dua insan itupun mengejar kenikmatan duniawi yang selalu memabukkan. Menyatukan tubuh mereka tanpa ada pembatas, membuat tubuh mereka memanas.

__ADS_1


Peluh pun membanjiri tubuh polos mereka yang semakin cepat berpacu mencari kenikmatan hingga semburan hangat itu saling menyembur membuat tubuh mereka menegang merasakan puncak kenikmatan yang begitu luar biasa.


Alva merebahkan tubuhnya di samping Disha, dan merengkuh tubuh polos istrinya itu kedalam pelukannya. Menciumi wajah istrinya untuk meluapkan cinta dan kebahagiaannya.


"Terimakasih, sayang!"ucap Alva setelah bergulat begitu panas dengan istrinya dan mendapatkan pelepasan beberapa kali hingga membuat istrinya nampak kelelahan.


"Hemm,"Disha hanya berdehem menyahuti kata-kata suaminya lalu mencari posisi yang nyaman dalam dekapan suaminya. Menyembunyikan wajah dan tubuhnya di balik tubuh suaminya yang besar itu.


"Tidurlah!"ucap Alva memeluk erat tubuh polos istrinya kemudian membelai kepala istrinya dengan lembut, dan ikut memejamkan matanya. Akhirnya mereka pun terlelap dalam selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka.


***


Disisi lain, setelah pulang dari bekerja tadi, Riky tidak langsung pulang. Riky pergi ke butik membeli baju couple untuknya dan untuk calon istrinya.Riky membeli baju untuk pergi ke acara ulang tahun Trisha dibantu oleh pemilik butik.


Saat malam tiba, Riky berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke rumah Yessie. Riky membawa gaun untuk Yessie yang sudah dikemas dalam sebuah kotak lengkap dengan sepatu dan aksesorisnya.


***


Sedangkan di rumah Yessie nampak seorang pria paruh baya bersama dengan seorang pria muda baru saja bertamu ke rumah Yessie. Ayah Yessie pun mempersilahkan tamunya itu untuk masuk dan duduk.


"Begini, aku datang kemari ingin membahas tentang perjodohan anak kita,"ucap Pak Dirman, orang kaya dari desa sebelah, yang tidak lain adalah teman Pak Budi, ayah dari Yessie.


"Soal itu, aku minta maaf yang sebesar besarnya, Man. Kita tidak bisa melanjutkan rencana kita itu, Man,"ucap ayah Yessie tidak enak hati.


"Tidak bisa? Apa maksudmu, Bud? Bukan kah kita sudah sepakat kalau kita akan menikahkan anak kita setelah satu bulan anakku menjadi kepala desa. Kemarin anakku sudah terpilih sebagai kepala desa,"ujar Pak Dirman.


...๐ŸŒŸKita tidak bisa memperbaiki kesalahan kita dimasa lalu, tapi kita bisa menjadikan masa lalu sebagai pelajaran agar tidak melakukan kesalahan yang sama di masa depan."๐ŸŒŸ...


..."Nana 17 Oktober "...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2