Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
38. Proyek Penting


__ADS_3

"Kenapa kamu marah seperti itu? Apa kamu merasa tersindir dengan ucapan Disha?"tanya Alva dengan wajah dan nada mencibir.


"Apa maksud kamu Al?"tanya Anjani meninggikan suaranya.


"Maksud ku, aku menikah dengan mu karena terpaksa, bukan karena cinta,"ucap Alva dengan penuh penekanan dan wajah yang begitu dingin.


Kau..."ucapan Anjani langsung dipotong oleh Alva.


"Ma, pa, aku balik ke kantor. Nanti malam kami ada proyek penting. Disha, kamu juga harus pulang sekarang untuk bersiap-siap,"ucap Alva langsung melangkah keluar dari rumah itu.


"Alva..!!"teriak Anjani namun tidak digubris oleh Alva.


"𝐏𝐫𝐨𝐲𝐞𝐤 𝐩𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠?! 𝐂𝐢𝐡 .. 𝐩𝐫𝐨𝐲𝐞𝐤 𝐩𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐩𝐚𝐚𝐧? 𝐏𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐚𝐮 𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐣𝐚𝐭𝐚𝐡 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐫𝐢𝐧 𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡,"batin Disha memutar bola matanya malas.


"Nyonya, Tuan, Nona,saya permisi,"ucap Disha sedikit menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat, kemudian segera menyusul Alva yang sudah berjalan lebih dulu dengan langkah lebar.


Bramantyo dan Ratih pun hanya bisa saling pandang dan menghela nafas berat melihat kejadian barusan kemudian menatap Anjani yang nampak sangat marah dan kesal.


"Anjani, sebaiknya kamu masuk ke kamar mu,"perintah Bramantyo dan tanpa berkata apa-apa, Anjani langsung pergi begitu saja


"Apa kita salah karena telah menikahkan Alva dengan Anjani, pa? Setelah Anjani tinggal di rumah ini, mama baru tahu kalau Anjani itu manjanya kelewatan, tidak mandiri, apa-apa minta dilayani, suka mengadu, dan tidak bisa mengontrol emosi, bahkan saat ada di depan kita sekalipun,"


"Anjani juga tidak bisa mama ajak ngobrol apalagi memasak,"ujar Ratih panjang lebar setelah Anjani pergi ke kamarnya.


"Papa tidak tahu ma, papa tidak bisa menolak perjodohan mereka karena Adiguna adalah pemegang saham terbesar di perusahaan kita. Papa juga sebal selalu ditegur oleh Adiguna karena Anjani mengadu soal Alva,"


"Papa sebenarnya ingin menikahkan Alva dengan putri rekan bisnis papa. Anaknya cantik dan juga cerdas.Bahkan sudah mempunyai hotel yang dikelolanya sendiri,"ujar Bramantyo.


"Jika saja Disha belum menikah mama pasti akan menjodohkan Alva dengan Disha,"cetus Ratih tiba-tiba.


"Mama jangan macam-macam, papa tidak akan membiarkan Alva menikah dengan kalangan menengah ke bawah,"ucap Bramantyo meninggikan suaranya kemudian meninggalkan Ratih sendiri.


"Huff... kenapa dia tidak berubah? Selalu berpikir bahwa orang dari kalangan menengah kebawah itu hanya setia pada uang?"gumam Ratih menghela nafas panjang.


***

__ADS_1


Sementara itu, di apartemen yang dibeli Alva atas nama Disha, sepasang suami istri itu nampak baru saja sampai.


"Sayang, tunggu.!! Kita mandi bareng,"ucap Alva mengejar Disha yang lebih dulu berjalan ke kamar mandi.


"Aku tidak mau,"ucap Disha, secepat kilat langsung masuk ke dalam kamar mandi dan segera menutup dan mengunci pintunya.


"Sayang..aku cuma pengen mandi bareng, aku janji nggak akan macam-macam sama kamu,"rayu Alva.


"Tidak..!!"teriak Disha dari dalam kamar mandi membuat Alva seketika menjadi lesu.


"𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐩𝐢𝐤𝐢𝐫 𝐚𝐤𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐜𝐚𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐫𝐞𝐧𝐠 𝐝𝐨𝐚𝐧𝐠? 𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐢𝐩𝐮 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐚𝐥 𝐛𝐮𝐥𝐮𝐬 𝐦𝐮 𝐢𝐭𝐮,"batin Disha.


Beberapa menit kemudian Disha keluar dari kamar mandi dan Alva langsung tersenyum menghampirinya.


"Jangan sentuh aku.!! Tubuh mu masih banyak kuman nya,"ucap Disha menghindari Alva.


Disha tidak suka jika dia sudah mandi, disentuh Alva yang belum mandi. Disha merasa masih banyak kuman yang menempel pada tubuh suaminya yang belum mandi itu.


"Huff.. selalu saja aku dibilang banyak kuman,"gerutu Alva sambil berjalan masuk ke kamar mandi.


Satu jam kemudian.


"Apa itu?"tanya Disha melihat gelas yang dibawa Alva.


"Mulai sekarang kamu harus minum susu dua kali sehari, pagi dan malam. Kamu juga harus makan buah dan sayuran yang cukup agar tubuhmu sehat,"ucap Alva.


"Aku tidak mau minum susu,"tolak Disha.


"Ayolah sayang, aku ingin kamu selalu sehat,"ucap Alva menyodorkan gelas yang berisi susu itu, tapi kembali di tolak oleh Disha


"Baiklah, jika kamu tidak mau meminumnya sendiri, aku akan membantumu meminumnya,"ucap Alva kemudian meminum susu itu.


Namun tanpa diduga Disha, tiba-tiba Alva langsung meraih pinggang dan tengkuk Disha dan langsung memasukkan susu yang diminumnya tadi kedalam mulut Disha hingga tertelan oleh Disha.


Kemudian untuk beberapa saat Alva membuai Disha dengan ciuman lembutnya menyusupkan tangannya dipunggung Disa dan membelainya dengan lembut, membuat Disha meremang dan lama kelamaan kesulitan untuk bernafas.

__ADS_1


"Alien..!!"pekik Disha dengan nafas yang tersengal-sengal mendorong tubuh Alva.


"Sekarang minum susunya atau aku akan membantumu meminumnya,"ucap Alva sambil tersenyum dan menaik turunkan sebelah alisnya.


"Iya...iya. Aku akan meminumnya,"ucap Disha kesal kemudian meminum susu yang dibawakan oleh Alva.


Beberapa menit kemudian Alva sudah memeluk Disha dari belakang. Disha berbaring di atas ranjang sambil chatting dengan kedua temannya. Sesekali Disha tersenyum bahkan tertawa saat sedang chatting dengan kedua temannya itu.


Sedangkan Alva perlahan mulai nakal menciumi Disha dari puncak kepala, dan sekarang sedang asyik mengendus, menyesap, bahkan menggigit kecil leher Disha dengan tangan yang sudah berkelana mengelus dan meremas tempat yang menjadi favoritnya.


"Al.."ucap Disha mencoba menghentikan aksi Alva, menahan diri agar tidak tergoda oleh suaminya itu.


"Apa sayang?"sahut Alva dengan suara yang sudah terdengar parau.


"Aku besok pergi sama teman-teman ku ya?"ucap Disha meminta izin.


"Boleh, tapi sekarang baterai ku lowbat. Kalau malam ini di charger sampai full, besok kamu boleh mentraktir temen-temen kamu,"sahut Alva.


"Selalu saja minta imbalan,"gerutu Disha.


"Sayang, jangan pelit sama suami sendiri. Sakit kepala atas bawah ini gara-gara baterainya lowbat. Dari kemarin nggak di charger. Boleh ya?"bujuk Alva dengan wajah memelas nya.


Karena kasihan melihat suaminya yang dari kemarin menahan diri akhirnya Disha pun mengangguk sebagai tanda setuju, membuat mata Alva langsung berbinar-binar dan tanpa menunggu lama langsung menyerang Disha.


Menjelajahi setiap inci tubuh Disha, memberi tanda merah di setiap tempat yang dia suka, mengelus, meremas, dan menyesap dua buah benda kenyal yang disukainya hingga membuat Disha mengeluarkan suara yang membuat Alva semakin agresif.


Akhirnya mereka berdua pun melakukan penyatuan yang selalu diinginkan oleh Alva yang sudah sangat kecanduan dengan tubuh istrinya itu.


Setelah beberapa kali mendapatkan pelepasan dalam pergulatan panas mereka, akhirnya dua insan itu pun berbaring di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka sambil berpelukan dengan tubuh yang masih menyatu.


"Aku mencintaimu, jangan pernah tinggalkan aku,"ucap Alva menatap wajah Disha sambil memegang wajah Disha kemudian mencium bibir Disha beberapa kali dengan lembut lalu menenggelamkan wajah istrinya di dada bidangnya.


"𝐀𝐤𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐢𝐦𝐮,"batin Disha membalas pelukan suaminya kemudian mulai memejamkan mata.


...🌟"Cinta tidak butuh alasan ataupun penjelasan, tapi cinta butuh kenyamanan dan kepercayaan untuk bertahan."🌟...

__ADS_1


..."Nana 17 Oktober "...


To be continued


__ADS_2