
Ratih sudah setengah jam meninggalkan restoran tempat dia dan Disha makan siang tadi, namun langsung putar balik saat tidak sengaja melihat buah-buahan yang dibeli Disha dalam perjalanan ke restoran tadi tertinggal di dalam mobilnya.
Saat baru saja berbelok menuju lorong ruangan Alva Ratih melihat Alva keluar dari ruangan nya dan menyusul Riky yang berjalan sekitar lima meter didepan nya dan mendengar Alva meneriakkan kata...
"Riky, jangan salah paham! Walaupun kamu tidak pintar, aku akan tetap menyayangimu,"teriak Alva.
Riky yang mendengar kata-kata Alva itupun langsung berbalik dan berlari memeluk Alva, dan dibalas oleh Alva, membuat semua orang yang ada ditempat itu terkejut dan tercengang.
"Alva..?!!"ucap Ratih yang shock mendengar dan melihat apa yang terjadi di depan matanya, seketika buah-buahan yang dibawanya terjatuh tanpa disadarinya.
Sedangkan Disha langsung menoleh kearah Ratih saat mendengar ada yang menyebut nama Alva. Dan melihat Ratih yang nampak shock.
"𝐀𝐬𝐭𝐚𝐠𝐚 𝐧𝐚𝐠𝐚..!! 𝐊𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐧𝐢 𝐤𝐞𝐣𝐚𝐝𝐢𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚, 𝐦𝐚𝐦𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐥𝐢𝐞𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐞𝐫𝐚𝐭𝐮𝐬 𝐩𝐞𝐫𝐬𝐞𝐧 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐩𝐮𝐭𝐫𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐢𝐦𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐥𝐢𝐚𝐬 𝐛𝐞𝐥𝐨𝐤. 𝐎𝐡 𝐲𝐚 𝐚𝐦𝐩𝐥𝐨𝐩...!!"batin Disha tanpa sengaja menepuk jidatnya sendiri kemudian langsung menghampiri Ratih.
Riky yang melihat Ratih pun segera melepaskan pelukannya.
"Tuan, ada Nyonya besar,"ucap Riky membuat Alva terkejut dan langsung membalikkan badannya.
"Mama,"ucap Alva terpaku ditempatnya.
"Nyonya, mari duduk dulu di dalam,"ucap Disha sambil menuntun Ratih masuk keruangan Alva.
"𝐀𝐝𝐮𝐡 .𝐦𝐚𝐦𝐚 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐡𝐚𝐦 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐫𝐮𝐬𝐚𝐧. 𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐞𝐥𝐚𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐚𝐦𝐚,"batin Alva kemudian segera bergegas menyusul Ratih dan Disha ke dalam ruangannya.
Disha mempersilahkan Ratih duduk di sofa yang berada di dalam ruangan Alva kemudian bergegas ke pantry untuk mengambil minuman.
"Ma..."ucapan Alva terhenti saat Ratih mengangkat tangan kanannya, memberi isyarat agar Alva tidak mengatakan apapun.
Alva akhirnya memilih diam, membiarkan mamanya menenangkan diri. Tak lama kemudian Disha sudah kembali membawa air putih.
"Nyonya, minumlah dulu agar Nyonya agak tenang,"ucap Disha sambil menyodorkan segelas air minum kepada Ratih.
"Terimakasih,"ucap Ratih.
"Sama-sama Nyonya, apa Nyonya membutuhkan sesuatu?"tanya Disha.
"Apakah kamu bisa menyetir mobil?"tanya Ratih.
"Bisa, Nyonya,"jawab Disha.
"Tolong antar saya pulang,"ucap Ratih seraya menyerahkan kunci mobil pada Disha.
"Ma...."ucap Alva kembali dihentikan oleh Ratih dengan kembali mengangkat tangannya mengisyaratkan untuk berhenti bicara. Alva pun hanya bisa menghela nafas berat.
__ADS_1
Disha mengendarai mobil Ratih dengan Ratih sebagai penunjuk jalannya. Akhirnya mereka pun tiba di rumah Ratih yang besar dan megah.
"𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫-𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐲𝐚, 𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐧𝐝𝐢𝐧𝐠 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚. 𝐀𝐩𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐫𝐭𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐤𝐮? 𝐀𝐤𝐮 𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐦𝐛𝐚 𝐬𝐚𝐡𝐚𝐲𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐢 𝐬𝐞𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐫𝐚𝐣𝐚, 𝐤𝐚𝐬𝐭𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐣𝐚𝐮𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐞𝐝𝐚,"batin Disha saat melihat betapa megah dan mewahnya rumah Alva.
"Tolong antar Tante ke kamar ya?'pinta Ratih, membuyarkan lamunan Disha.
"Iya Nyonya,"sahut Disha
"Sudah Tante bilang, panggil saja Tante, jangan Nyonya,"ucap Ratih.
"Saya tidak enak dan tidak berani Nyonya,"sahut Disha membuat Ratih menghela nafas panjang.
Tidak lama kemudian, mereka pun sudah berada di dalam kamar Ratih. Disha membantu Ratih untuk duduk dan bersandar di dasbor ranjang.
"E.. Dis, bisa tolong buatkan Tante minuman? Hari ini Art yang biasa memasak sedang pulang kampung karena kerabatnya ada yang sedang mengadakan hajatan,"ucap Ratih.
"Bisa Nyonya. Nyonya ingin dibuatkan minuman apa?"tanya Disha.
"Tante nggak tahu, tapi Tante pengen yang anget-anget Dis. Yang bisa ngilangin lemes,"ucap Ratih.
"Baiklah. Nyonya tunggu sebentar ya?!"ucap Disha kemudian berjalan menuju dapur.
Disha mulai membuat minuman untuk Ratih, walaupun agak sedikit bingung mencari apa yang dia perlukan karena tidak pernah berada di dapur itu.
"Kamu, sedang apa di sini?"tanya seseorang pria dari belakang tubuh Disha.
"Ohh.. kalau begitu tolong sekalian buatkan saya kopi ya?! Saya suka kopi buatan kamu. Oh ya, dimana istri saya?"tanya pria yang tidak lain adalah Bramantyo.
"Di dalam kamar, Tuan,"sahut Disha.
"Ya sudah, nanti kamu bawa ke kamar kami ya?!"ucap Bramantyo.
"Iya Tuan,"sahut Disha.
Bramantyo pun berjalan menuju kamarnya dan melihat Ratih yang sedang duduk bersandar di dasbor ranjang dengan mata terpejam.
"Ma, mama kenapa ?"tanya Bramantyo yang membuat Ratih membuka matanya.
"Papa sudah pulang? Mama hanya merasa lelah saja pa,"sahut Ratih.
"Kok Disha ada di rumah ini?"tanya Bramantyo lagi.
"Oh.. tadi mama suruh Disha mengantarkan mama pulang,"sahut Ratih.
__ADS_1
"Oh.. begitu. Tapi beneran mama tidak apa-apa?" tanya Bramantyo.
"Nggak pa, cuma rasanya lelah saja. Mungkin karena mama dari pagi pergi dengan mengendarai mobil,"dusta Ratih.
"Kenapa juga tidak membawa supir, ma?"tanya Bramantyo.
"Sedang ingin saja, pa,"sahut Ratih.
Tak lama kemudian Disha sudah selesai membuat minuman. Disha mengetuk pintu kamar Bramantyo dan Ratih dan baru masuk kedalam ketika si empunya kamar menyuruhnya masuk.
"Ini minuman Nyonya dan Tuan,"ucap Disha.
"Minuman saya, taruh di meja sofa saja Dis,"pinta Bramantyo kemudian berjalan menuju kamar mandi.
"Baik, Tuan,"sahut Disha.
"Ini Nyonya,"ucap Disha menyodorkan secangkir minuman hangat.
"Aromanya harum Dis, ini apa Dis?"tanya Ratih menghirup aroma dan mengamati minuman yang sedang dipegangnya.
"Itu Suteja Nyonya, alias susu, teh, plus jahe, Nyonya,"jawab Disha.
Ratih penasaran dengan minuman yang dibuat oleh Disha. Ratih pun mulai mencicipi minuman itu.
"Rasanya enak dan bikin anget di perut, Dis,"puji Ratih.
"Disha memang pintar membuat minuman, ma. Saat aku masih bekerja di kantor, aku tidak mau di buatkan kopi oleh orang lain selain Disha,"sahut Bramantyo yang teryata sudah keluar dari kamar mandi.
"Wah..kamu sampai dipuji oleh suami saya Dis, padahal jarang orang yang bisa membuatkan kopi yang sesuai dengan selera suami saya,"ujar Ratih.
"Mungkin kebetulan saja seleranya sama Nyonya,"sahut Disha.
"Ah kamu selalu merendah. Kamu bisa masak nggak Dis?"tanya Ratih.
"Bisa, Nyonya, tapi hanya masakan sederhana,"sahut Disha.
"Tante bisa minta tolong dimasakin nggak? Nanti Tante bantuin,"tanya Ratih penuh harap.
"Bisa, Nyonya. Tapi saya tidak tahu apa rasanya akan cocok dengan anda. Dan Nyonya nggak usah membantu saya, Nyonya istirahat saja,"ucap Disha.
"Baiklah, kalau itu mau mu,"sahut Ratih, sedangkan Bramantyo hanya tersenyum mendengar pembicaraan dua orang itu sambil menikmati kopinya.
Satu setengah jam kemudian Disha sudah selesai menyajikan masakan dan juga seloyang bolu hingga....
__ADS_1
"Kamu..?!!"
To be continued