Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
154. Tidak Waras


__ADS_3

"Kamu telah membuat kesucian yang aku jaga selama ini direnggut!!"


Disha yang akan keluar dari ruangan pribadi Alva pun mengurungkan niatnya untuk keluar dan memilih untuk diam dan mengamati dari dalam ruangan pribadi Alva yang tempatnya tersembunyi itu.


"Apa kamu sudah tidak waras? Kenapa kamu menyalahkan aku atas hilangnya kesucian mu?! Dan kenapa kamu malah minta pertanggung jawaban ku? Aku tidak pernah menyentuh mu apalagi bercinta dengan mu. Mintalah pertanggung jawaban dari Hery, karena dia yang sudah mengambil kesucian mu!"sarkas Alva.


"Kamu yang menjebak ku, jadi kamu yang harus bertanggung jawab atas hilangnya kesucian ku!"sergah orang yang tidak lain adalah Trisha itu.


Hari ini Radeva akan mengurus surat menyurat untuk pernikahannya dengan Hery dan Trisha tidak dapat menolaknya hingga dia merasa frustasi dan memilih mendatangi Alva untuk meminta pertanggung jawaban dari Alva. Bagaimana pun caranya, kali ini Trisha ingin mendapatkan Alva.


Trisha tidak bisa menolak karena ancaman dari orang tuanya tapi juga tidak mau menikah dengan Hery hingga Alva lah satu-satunya orang yang menurutnya bisa menyelamatkan dirinya. Bibir yang biasa memanggil Alva kakak itu tidak lagi memanggil Alva dengan sebutan 'kakak'.


"Apa buktinya jika aku menjebak mu, hah? Bukanya kamu yang ingin menjebak ku dan istri ku? Aku bahkan punya rekaman video yang membuktikan bahwa kamu berniat menjebak ku,"sarkas Alva.


"Kamu tidak usah menggertak aku! Karena aku tidak takut dengan gertakan kamu itu. Bagaimana pun, kamu harus menikahi aku!"ucap Trisha dengan tatapan tajam pada alva.


"Kamu benar-benar sudah tidak waras," tukas Alva membuang nafas kasar.


"Iya, aku memang sudah tidak waras! Dan aku menjadi tidak waras karena kamu! Kita sudah dijodohkan sejak kecil, tapi kamu malah menikah dengan perempuan miskin itu!"pekik Trisha.


"Jangan sekali kali mulut mu yang kotor itu menghina istri ku!"bentak Alva.


"Kenapa? Memang dia perempuan miskin bukan? Dia miskin dan rendahan! Dia menjebak mu dengan kecantikan nya. Sadarlah, Al! Dia itu tidak pantas untuk mu! Aku yang lebih pantas untuk mu!"


"Trisha!!'bentak Alva.


"Aku berasal dari keluarga kaya raya, masih muda, cerdas dan juga cantik. Hanya aku yang pantas bersanding dengan mu? Bukan perempuan itu!"ucap Trisha percaya diri tidak menghiraukan bentak kan Alva.


"Sombong sekali kamu! Hanya Tuhan yang berhak menilai hina atau mulianya seorang manusia.Apa kamu pikir kekayaan mu bisa membuat mu mulia dimata manusia? Dan kekayaan siapa yang kamu sombong kan, hah?"


"Kamu tidak punya apa-apa! Semua yang kamu miliki saat ini adalah milik orang tua mu, bukan milik mu!"cibir Alva.

__ADS_1


"Aku tidak perduli! Kekayaan orang tua ku berarti juga milikku!"celetuk Trisha.


"Jika aku miskin dan tidak punya apa-apa, apa kamu masih mau menikah dengan ku, hah?"tanya Alva yang semakin kesal dengan Trisha.


"Walaupun kamu miskin, aku bisa memberikan kamu harta. Orang tuaku sangat kaya, mereka pasti akan membagi dua harta mereka padaku dan pada kakakku,"ucap Trisha percaya diri.


"Tapi sayang nya aku tidak mau menerima belas kasihan dari orang lain, apa lagi dari kamu! Kamu sungguh plin plan! Kamu tidak suka dengan orang rendahan tapi tetap mau menikah dengan ku walaupun aku jatuh miskin,"cibir Alva.


"Itu karena aku mencintaimu! Aku akan menerimamu apa adanya, Al! Lagian tidak mungkin kamu jatuh miskin. Kamu adalah satu-satunya putra Om Bramantyo, jadi tidak mungkin warisan Om Bramantyo tidak diberikan padamu,"sahut Trisha.


"Mencintai? Cinta macam apa yang kamu miliki untuk ku? Jika kamu benar-benar mencintai ku, kamu tidak akan menganggu kebahagiaan ku. Karena orang yang tulus mencintai akan rela berkorban untuk orang yang di cintai walaupun hal itu akan menyakiti dirinya sendiri,"


"Sedangkan kamu? Kamu bilang mencintai ku tapi kamu terus menerus menganggu kebahagiaan ku! Kamu tidak mencintaiku, Kamu hanya terobsesi padaku,"ujar Alva panjang lebar.


"Persetan dengan cinta, persetan dengan kata-kata mu. Yang pasti sekarang kamu harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi padaku,"pekik Trisha.


"𝙋𝙚𝙧𝙚𝙢𝙥𝙪𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙪 𝙢𝙪𝙖𝙠. 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝘼𝙡𝙫𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙩𝙖𝙨𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙚𝙢𝙥𝙪𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞,"batin Disha yang masih bersembunyi di ruangan pribadi Alva.


"Baiklah, jika kamu tidak mau, maka aku akan memaksamu,"ucap Trisha tersenyum miring.


Dengan cepat Trisha berjalan mendekati Alva dan langsung menarik dasi Alva menjinjit kan kakinya bermaksud mencium bibir Alva, namun dengan cepat Alva langsung menepis tangan Trisha dan mendorong tubuh Trisha hingga Trisha terjengkang jatuh ke lantai.


"Jangan coba-coba untuk menyentuh ku! Tidak akan ku biarkan seorang wanita pun menyentuh ku selain istri ku! Keluar dari ruangan ku?"hardik Alva nampak sangat marah.


"Oke, aku akan keluar dari ruangan ini. Tapi sebelum itu, aku harus mendapatkan apa yang aku mau,"ucap Trisha dengan seringai licik.


Trisha bangkit dari lantai, kembali berdiri di depan Alva dan tanpa malu, Trisha melepaskan kancing kemeja yang dikenakannya satu persatu membuat Alva membulat kan matanya.


"Apa yang kamu lakukan?!"hardik Alva lagi.


"𝘼𝙨𝙩𝙖𝙜𝙖..!!! 𝘼𝙥𝙖 𝙪𝙧𝙖𝙩 𝙢𝙖𝙡𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙚𝙢𝙥𝙪𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙥𝙪𝙩𝙪𝙨 𝙝𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙡 𝙞𝙩𝙪?! 𝘿𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙖𝙣!! 𝘿𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙖𝙣. 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙖𝙠𝙞 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙖𝙣,"batin Disha yang masih enggan untuk keluar dari tempat persembunyiannya.

__ADS_1


Disha ingin tahu bagaimana Alva mengatasi perempuan itu dan sejauh mana Trisha ingin menggoda Alva.


"Akan kita lihat! Seberapa kuat iman mu yang selalu mengatakan hanya mencintai istri mu itu, yang mengatakan bahwa kamu tidak ingin disentuh wanita lain selain istri mu. Kamu akan melihat betapa indahnya tubuh ku di bandingkan tubuh istrimu itu,"ucap Trisha percaya diri.


Trisha telah berhasil membuka semua kancing kemeja nya dan melepaskan nya begitu saja. Di tubuh bagian atasnya kini hanya tersisa kain yang menutupi dua buah benda kenyal nya.


"𝙄𝙨𝙨𝙝...𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙥𝙚𝙢𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙝𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙞𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙠𝙪. 𝘼𝙬𝙖𝙨 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞 𝙟𝙖𝙩𝙖𝙝 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙙𝙞𝙖, 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙧𝙖𝙨𝙖! 𝘽𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞- 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙩𝙖𝙥 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙥𝙤𝙡𝙤𝙨 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙡𝙖𝙞𝙣,"batin Disha.


"Kamu benar-benar sudah tidak waras! Perempuan tidak tahu malu! Meskipun kamu berdiri di situ tanpa mengenakan sehelai benang pun, aku tidak akan pernah tertarik untuk menyentuh mu!" ucap Alva memalingkan wajahnya.


"Kamu tidak tertarik? Benarkah? Jika kamu tidak tertarik, kenapa kamu tidak mau melihat ku dan malah memalingkan wajah mu?"tanya Trisha yang bahkan sudah melepaskan rok mininya dan sekarang hanya tersisa kain segi tiga yang menutupi tubuh bagian intinya.


Alva merogoh handphone di saku celananya kemudian jemari Alva nampak sibuk menari-nari di layar handphonenya.


"Sebaiknya kamu pakai bajumu sebelum aku mempermalukan kamu,"ucap Alva masih sibuk dengan handphone nya.


"Kenapa? Kamu takut tergoda dan tidak bisa mengendalikan dirimu untuk menerkam ku jika melihat aku seperti ini? Itu kan alasan kenapa kamu tidak mau menatapku?" tanya Trisha yang semakin berani membuka kain yang menutupi dua buah benda kenyal miliknya bahkan dengan sengaja melemparnya kearah Alva.


"Shiitt!!!"umpat Alva menepis kaca mata yang berbentuk kain itu.


Trisha berjalan kearah Alva membuat Alva bergerak mundur hingga...


"Ceklek, braakk,"suara pintu yang dibuka dari luar terbuka lebar.


"Astaga!!!'


...🌟"Dengan bergelimang harta tidak serta merta membuatmu menjadi mulia. Karena miskin harta tidak serta merta membuatmu hina....


...Sikap, tingkah laku ,akhlak dan keimanan lah yang menentukan hina atau mulianya seorang manusia."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2