Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
206. Galau Tingkat Dewa


__ADS_3

Di kantin perusahaan Bramantyo Group, Disha dan Yessie nampak makan dengan lahap, sedangkan Icha nampak tidak bersemangat dan hanya mengaduk-aduk makanannya.


"Cha, kamu kenapa? Kok, dari tadi muka kamu kayak gado-gado gitu?"tanya Disha membuat Icha langsung menatap Disha dan mengerutkan dahinya.


"Mukaku kayak gado-gado? Maksud kamu?"tanya Icha menatap Disha yang baru saja meminum jus jeruk nya.


"Kamu tahu kan, gado-gado itu terbuat dari beberapa bahan dan dicampur menjadi satu. Ada bumbu kacang, telur, kentang, tauge, tahu dan yang lainnya. Kalau lihat muka kamu itu, ya, hampir sama kayak itu, ada beberapa campuran perasaan seperti ada perasaan galau, kesal, marah, jengkel, sebel, dan ada juga...kayak patah hati gitu, campur jadi satu di muka kamu,"ucap Disha seraya menyipitkan matanya, menatap wajah Icha lekat.


"Iya, Cha. Kayak suntuk banget gitu. Itu makanan sampai nggak dimakan dan hanya diacak-acak doang,"timpal Yessie.


Icha menghembuskan napas kasar kemudian menunduk menatap makanannya yang sedari tadi cuma diacak-acak nya saja,"Aku bener-bener galau tingkat dewa kali ini. Gara-gara aku patah hati dan dijodohkan oleh kedua orang tua ku,"ucap Icha lesu.


"What? Kamu beneran di jodohkan"tanya Yessie yang kaget.


"Serius?"tanya Disha pura-pura tidak tahu.


"Huff..benar. Bahkan aku sudah resmi dilamar, hadiah lamaran pun sudah memenuhi kamar ku,"sahut Icha tidak bersemangat.


"Gimana, orang nya, ganteng nggak?" tanya Yessie nampak antusias.


"Dia gagah, tampan, tubuhnya tegap dan proporsional, orangnya baik dan sopan, juga dari keluarga yang berada,"sahut Icha dengan lesu mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh mamanya.


"Wahh.. perfek banget itu. Tapi kenapa kamu malah sama sekali tidak terlihat bahagia?"tanya Yessie menatap lekat wajah Icha, sedangkan Disha hanya diam sambil memperhatikan Icha.


"Gimana aku mau senang, kalau yang menilai seperti itu adalah mamaku, bukan aku,"sahut Icha menghembuskan napas kasar.


"Terus bagaimana dengan penilaian kamu sendiri?"tanya Yessie lagi.


"Bagaimana aku bisa menilai pria itu, jika melihat dia aja aku belum pernah,"cetus Icha.


"Belum pernah melihat nya? Jadi kamu tidak tahu gimana penampakan tuch, cowok ?"tanya Yessie semakin penasaran.


"Dedemit kali, pakai istilah penampakan segala,"celetuk Disha membuat Yessie nyengir.

__ADS_1


"Ya, aku tidak tahu, pria seperti apa yang dijodohkan dengan ku itu. Dan yang membuat aku semakin kesal adalah, semalam dia menelpon ku dan manggil aku 'sayang', mana suaranya genit lagi,"gerutu Icha yang tiba-tiba mengingat saat semalam pria yang mengaku sudah melamarnya itu menelpon nya.


"Serius? Belum ketemu sudah manggil kamu 'sayang'?"tanya Disha tidak percaya jika kakaknya melakukan itu.


"Serius! Dia manggil aku calon istri dan juga 'sayang',"jawab Icha dengan wajah kesal.


"Coba lihat nomor kontak nya! Ada profil nya atau apa gitu buat petunjuk,"pinta Disha untuk memastikan bahwa yang menelpon Icha adalah kakaknya.


"Nggak ada profilnya, Dis. Nich, lihat kalau nggak percaya!"Icha mengambil ponselnya dan menunjukkan pada Disha, nomor orang yang sudah menelepon dia semalam. Disha sempat terkejut saat melihat nomor kontak yang ditunjukkan oleh Icha memang benar-benar nomor handphone kakaknya.Tapi Disha segera menetralkan keterkejutannya itu.


"Iya, nggak ada profilnya,"ucap Disha pura-pura menanggapi.


"𝘽𝙪𝙨𝙚𝙩 𝙙𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠. 𝘽𝙚𝙣𝙚𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧 𝙜𝙚𝙧𝙘𝙚𝙥 𝙙𝙞𝙖. 𝙐𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞 𝙢𝙖𝙣𝙜𝙜𝙞𝙡 '𝙨𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜'𝙡𝙖𝙜𝙞. 𝘼𝙬𝙖𝙨 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙚𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞, 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙖𝙠𝙪 𝙡𝙚𝙙𝙚𝙠𝙞𝙣. 𝙉𝙜𝙜𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝘼𝙡𝙫𝙖 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙨𝙤𝙖𝙡 𝙞𝙣𝙞, 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞 𝙗𝙪𝙡𝙡𝙮 𝙖𝙗𝙞𝙨-𝙖𝙗𝙞𝙨𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝘼𝙡𝙫𝙖,"gumam Disha dalam hati dan tanpa sengaja senyum-senyum sendiri.


"Eh, Dis! Kok kamu malah senyum- senyum sendiri,sich?"tanya Yessie yang melihat Disha senyum-senyum sendiri.


"Aku cuma membayangkan gimana wajah Icha saat tiba-tiba ada yang nelpon manggil sayang dan calon istri ku, tanpa tahu gimana orangnya,"ucap Disha sambil nyengir.


"Iya, ya!"ucap Yessie kemudian menatap Icha,"Cha, gimana perasaan kamu saat di panggil gitu?"tanya Yessie penasaran.


"𝙅𝙖𝙙𝙞 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙨𝙤𝙧𝙚 𝙙𝙞𝙖 𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙠 𝙍𝙖𝙙𝙚𝙫𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙚𝙢𝙥𝙪𝙩 𝙖𝙠𝙪?"batin Disha


"Yee..mana ada orang yang gantung diri di pohon tauge? Nggak niat gantung diri itu! Nggak sekalian kamu gantung diri di pohon cabe? Nyari yang cabenya cabe setan sekalian!"celetuk Yessie karena merasa gemas.


Yessie sudah merasa sangat kasihan melihat sahabatnya itu galau, eh..malah masih sempat-sempatnya bercanda. Sedangkan Disha hanya bisa tertawa tanpa suara.


"Tapi serius, cowok kemarin yang bikin kamu patah hati?"tanya Yessie kembali memasang wajah serius.


"Hum,"sahut Icha menopang wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kamu lihat nggak siapa cewek itu?" tanya Disha.


"Cewek itu memakai hoodie dan menutupi kepalanya. Cewek itu juga jalan di depan aku, jadi aku nggak bisa lihat muka tuch cewek,"sahut Icha masih menopang wajahnya.

__ADS_1


"𝙅𝙖𝙙𝙞 𝙄𝙘𝙝𝙖 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧𝙖𝙣 𝙣𝙜𝙜𝙖𝙠 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙟𝙚𝙢𝙥𝙪𝙩 𝙠𝙖𝙠 𝙍𝙖𝙙𝙚𝙫𝙖 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙠𝙪?"batin Disha.


"Jadi cowok yang pakai mobil sport dan pakai kemeja dengan lengan kemeja yang digulung sampai siku, terus tiga kancing kemeja bagian atasnya yang nggak dikancingkan kemarin itu cowok yang nolongin kamu sekaligus cowok yang udah bikin kamu patah hati?" cerocos Yessie tanpa jeda.


"Hum,"sahut Icha masih pada posisinya tadi.


"Wahh.. pantesan kamu patah hati, ganteng dan keren begitu,"puji Yessie.


"Eh, berani memuji-muji cowok lain, aku adukan sama Riky baru tahu rasa kamu, Yes,"ancam Disha.


"Eh, bukan begitu, Dis. Aku kan cuma menilai menurut kacamata wanita aja, Dis. Aku cinta nya cuma sama kak Riky, kok!"ucap Yessie tersenyum manis memperlihatkan deretan giginya yang rapi.


"Udah nggak usah sedih, Cha. Yakinlah, kalau jodoh yang dipilihkan kedua orang tua mu pasti yang terbaik untuk kamu. Nggak mungkin kan mereka mencarikan jodoh yang tidak baik untuk putri semata wayang mereka?"ujar Disha menenangkan Icha.


"Iya, bener kata Disha, Cha,"timpal Yessie.


"Eh, btw, malam Minggu nanti, keluarga aku bakal ngadain pesta pindahan ke rumah baru. Kalian datang, ya? Ntar juga ada pesta yang lain loh, pesta pertunangan kakak ku," ucap Disha penuh semangat.


"Serius?"tanya Yessie.


"Kakak kamu mau tunangan?"tanya Icha juga penasaran.


"Iya. Kalian datang, ya? Pakai baju yang bagus! Nanti bakal banyak rekan bisnis keluarga kami. Kalian bakal aku kenalkan sama kakak aku,"ucap Disha antusias.


"Tapi, bukannya kamu bilang kakak kamu masih jomblo, ya?"tanya Icha.


"Kakakku suka sama cewek, terus tuch cewek langsung di lamar dadakan sama kakak aku, dan rencananya, malam Minggu nanti mau tunangan,"sahut Disha.


"Wah, aku penasaran pakai banget, gimana tampang kakak kamu, Dis,"sahut Yessie.


"Kamu nggak penasaran Cha, sama kakak aku?"tanya Disha saat Icha tidak memberikan respon apapun.


"Iya, aku penasaran. Tapi aku lebih penasaran dengan tampang pria yang sudah dijodohkan dengan ku,"ucap Icha tidak bersemangat.

__ADS_1


"Udah, makan dulu gih, biar nggak pingsan pas nanti ketemu calon suami,"celetuk Disha.


To be continued


__ADS_2