
Radeva duduk di teras samping rumahnya, bermaksud menghubungi Icha lewat vidio call. Kesibukan nya mengurus perusahaan membuat Radeva sulit untuk bertemu dengan Icha. Karena itu, Radeva memilih untuk melakukan video call dengan Icha untuk tetap menjaga hubungan mereka dan agar bisa lebih saling mengenal satu sama lainnya.
Senyum di bibir Radeva langsung mengembang saat wajah Icha terlihat di layar ponselnya, bertepatan dengan Niko yang melintas di dekat tempat itu. Niko pun memutuskan bersembunyi untuk mengintip Radeva yang sedang melakukan panggilan video dengan Icha. Niko masih penasaran dengan Icha yang begitu sulit untuk didekati.
"Halo, selamat malam calon istri ku!" ucap Radeva dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya.
"Selamat malam, kak!"jawab Icha yang nampak malu-malu membuat Radeva merasa gemas melihatnya.
"Kamu lagi ngapain?"tanya Radeva masih dengan senyum yang tersemat di bibirnya.
"Lagi Vidio call sama kakak,"sahut Icha juga tersenyum manis.
"Maksud nya tadi sebelum Kakak telpon kamu. Ish..bikin gemes dech!"sahut Radeva yang memang merasa gemas dengan Icha.
"Nggak ada. Tadi habis pakai skin care yang kakak belikan,"jawab Icha jujur.
"Kamu suka skin care yang kakak belikan? Cocok nggak?"tanya Radeva.
"Cocok, Kak. Makasih, Kak!"ucap Icha.
"Sama-sama calon istri ku,"ucap Radeva seraya mengedipkan sebelah matanya dengan genit.
"Issh...kakak genit, dech!"ucap Icha tersipu malu dan Radeva malah terkekeh.
"Malam Minggu kita jalan, yuk! Mau nggak?"tanya Radeva.
"Mau, Kak,"sahut Icha dengan wajah yang berbinar.
"Pengen kemana?"tanya Radeva.
"Terserah kakak saja,"sahut Icha.
"Oke, kalau terserah Kakak. Nanti Kakak coba cari tempat yang banyak disukai kalangan muda. Mau pergi naik apa?" tanya Radeva.
"Naik apa, ya?"tanya Icha nampak berpikir.
__ADS_1
"Mau pakai mobil atau motor?"tanya Radeva memberikan pilihan pada Icha.
"Kakak punya motor?"tanya Icha nampak antusias.
"Punya, kamu pengen kita pergi naik motor?"tanya Radeva saat melihat Icha nampak antusias mendengar kata motor.
"Mau!"sahut Icha nampak bersemangat.
"Oke, kita akan pergi naik motor,"sahut Radeva.
Untuk beberapa lama, mereka saling mengobrol dan sesekali tertawa bersama. Niko masih setia mengintip sepasang insan yang sedang dimabuk asmara itu hingga Radeva menyudahi panggilan videonya dan pergi dari tempat itu.
Niko tersenyum jahat saat menatap punggung Radeva yang semakin menjauh dari tempatnya bersembunyi.
"𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙞𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙜𝙞𝙖! 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙙𝙚𝙠𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙨𝙞𝙡 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙧𝙖𝙣𝙟𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙪. 𝘿𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙡 𝙞𝙩𝙪 𝙥𝙪𝙣 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙡𝙖𝙠𝙪 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙄𝙘𝙝𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙣𝙖𝙢𝙥𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙪𝙠𝙖𝙞 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙙𝙚𝙠𝙖𝙩𝙞. 𝘼𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙄𝙘𝙝𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙤𝙢𝙗𝙤𝙣𝙜 𝙞𝙩𝙪 𝙟𝙖𝙩𝙪𝙝 𝙠𝙚 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙚𝙡𝙪𝙠𝙖𝙣𝙠𝙪, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙚𝙧𝙞𝙩 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙪𝙣𝙜𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙪,"gumam Niko dengan senyum jahatnya.
***
Alva nampak berjalan menuju dapur berniat membuatkan susu untuk Disha seperti yang setiap hari dia lakukan. Radeva masuk ke dalam dapur karena ingin minum dan melihat Alva.
"Membuat susu,"sahut Alva menoleh ke arah Radeva sekilas kemudian menuang air panas ke dalam gelas yang sudah berisi susu bubuk.
"Kamu suka sekali minum susu, ya? Tidak aku sangka, orang seperti mu suka minum susu,"ucap Radeva tertawa mengejek Alva karena mengira susu itu untuk Alva sendiri.
"Tentu saja aku sangat suka minum susu. Tapi bukan susu yang seperti ini. Susu ini untuk Disha,"sahut Alva seraya mengaduk susu yang sudah dituangnya dengan air panas.
"Lalu susu apa yang kamu suka?"tanya Radeva bersandar dinding, masukkan sebelah tangannya di saku celana pendek yang dikenakan nya, menatap Alva yang baru selesai mengaduk susu.
Alva membawa gelas yang berisi susu itu, kemudian mendekati Radeva dan berbisik,"Susu yang aku suka adalah susu segar yang langsung diminum dari sumbernya. Susu yang hanya bisa diminum oleh ku sendiri dan bikin aku ketagihan setiap hari, tapi aku lebih suka meminumnya di malam hari,"ucap Alva mengulum senyum kemudian berlalu pergi meninggalkan Radeva begitu saja.
Radeva mengernyitkan keningnya mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh adik iparnya itu,"Susu segar yang langsung diminum dari sumbernya, hanya bisa di minum oleh Alva sendiri dan dia lebih suka meminumnya di malam hari?"gumam Radeva masih menebak, susu apa yang dimaksud oleh adik iparnya itu.
Beberapa saat kemudian mata Radeva langsung membeliak saat mengerti apa yang dimaksud oleh adik iparnya itu. "Dasar adik ipar laknatt!!"umpat Radeva tapi Alva sudah tidak terlihat lagi.
***
__ADS_1
Niko mengendarai mobilnya ke sebuah toko kue yang sering di kunjungi oleh Icha setiap Sabtu sore. Niko menemui seorang pelayan toko dan membawanya ke tempat yang tidak jauh dari toilet toko kue itu, kemudian berbincang dengan pelayan toko itu beberapa lama seperti sedang melakukan negosiasi. Setelah pelayan toko itu pergi, Niko nampak tersenyum jahat kemudian memesan kue serta minuman. Setelah selesai memesan, Niko pun duduk di tempat yang berada di dekat dinding kaca, seperti saat dia duduk dengan Icha kemarin.
Tak lama kemudian, Icha pun datang ke toko kue itu sesuai perkiraan Niko. Seperti biasanya, Icha akan memilih beberapa macam kue kering dan kue basah untuk dibawa pulang dan juga memesan kue serta minuman yang akan dia makan di tempat itu. Saat akan mencari tempat duduk, tanpa sengaja Icha melihat Niko yang melambai ke arahnya, namun Icha berpura-pura tidak melihat Niko dan mencari tempat duduk yang agak jauh dari Niko.
Baru saja Icha duduk, tiba-tiba Niko sudah ikut duduk di depannya,"Hey..kita bertemu lagi,"ucap Niko dan hanya ditanggapi dengan senyum tipis oleh Icha yang terkesan malas menanggapi Niko.
"𝙎𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙞𝙠𝙖𝙥 𝙘𝙪𝙚𝙠, 𝙖𝙘𝙪𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙤𝙢𝙗𝙤𝙣𝙜 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙠𝙪. 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞, 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙤𝙝𝙤𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙪," gumam Niko dalam hati.
"Kok, kamu kayak cuek gitu, sich sama aku?"tanya Niko to the point.
"Memangnya aku harus bagaimana? Memang aku seperti ini, lagian kita juga nggak kenal-kenal amat,"sahut Icha santai tanpa melihat Niko dan fokus pada handphone nya.
"Tapi aku ini adalah sepupu Radeva, masa nggak bisa akrab sedikit gitu," ucap Niko menampilkan wajah memelas.
"Cuma sepupunya, kan?"ucap Icha bertepatan dengan seorang pelayan yang datang dan meletakkan pesanan mereka di atas meja. Pelayan itu nampak mengangguk sedikit pada Niko dan Niko pun membalasnya. Tanpa basa-basi Icha langsung memakan kue pesanannya itu.
"Aku lihat saat Vidio call sama Radeva, kamu manis sekali, nggak cuek kayak gini,"ujar Niko.
Mendengar kata-kata Radeva itu, Icha pun menatap Niko sekilas,"Kak Radeva adalah calon suamiku, jadi wajar kan kalau aku bersikap manis padanya,"ucap Icha kemudian segera menghabiskan kue dan minumannya.
"Maaf, aku duluan," ucap Icha kemudian bangkit dari duduknya dan segera membayar semua pesanannya. Niko tersenyum menyeringai menatap Icha yang sudah menghabiskan kue dan minuman nya. Setelah Icha keluar dari toko kue itu, Niko pun keluar dari toko kue itu. Niko melihat Icha yang sedang mengikat box kuenya di jok belakang motornya dan sesekali memijit pangkal hidung nya.
Setelah selesai mengikat box kuenya, tiba-tiba saja Icha jatuh pingsan, namun sebelum Icha terjatuh, Niko langsung meraih tubuh Icha dan menggendong tubuh Icha menuju mobilnya. Seseorang nampak berdiri di dekat box kue Icha dan tersenyum smirk melihat Niko yang sedang menggendong Icha. Orang itupun langsung menelpon seseorang.
"Bagus, sepertinya malam ini akan ada pertunjukan yang seru,"ucap orang itu dengan senyuman menyeringai di bibirnya.
Niko memasukkan Icha ke dalam mobilnya kemudian membawa Icha ke sebuah hotel yang kamarnya sudah dipesannya sebelumnya. Niko membaringkan Icha diatas ranjang dengan senyum jahatnya.
"Setelah ini, aku mau lihat, apa kamu masih bisa mengacuhkan aku dan bersikap sombong padaku. Aku akan membuatmu tidak punya muka lagi untuk menemui Radeva. Malam ini, aku akan memberimu pelajaran yang sangat berharga karena telah berani mengacuhkan aku selama ini,"ucap Niko dengan seringai jahat di wajahnya. Niko kemudian melangkah ke arah pintu kamar hotel yang ditempatinya untuk menutup pintu yang belum sempat ditutupnya karena masih menggendong Icha tadi.
...🌟"Bersikap cuek agar tidak dianggap memberikan harapan, kadang malah diartikan sebagai kesombongan."🌟...
..."Nana 17 Oktober."...
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
To be continued