
Hari ini, adalah hari libur, Disha nampak enggan untuk melepaskan dekapan suaminya. Kegiatan panas mereka di atas ranjang semalam, membuat Disha kelelahan. Namun panggilan alam untuk buang air kecil tidak bisa di tahannya. Dengan malas-malasan Disha melepaskan dekapan Alva.
"Sebentar lagi, sayang!"gumam Alva dengan suara serak dan mata yang masih terpejam, malah mempererat dekapannya.
"Sayang, aku mau ke kamar mandi, udah kebelet,"ucap Disha, dan Alva pun dengan tidak rela melepaskan dekapannya, lalu melanjutkan tidurnya.
Tak lama kemudian,"Akkhh!"pekik Disha dari dalam kamar mandi.
"Sayang!"panggil Alva karena terkejut mendengar Disha dari dalam kamar mandi. Alva langsung bangun, melompat turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi. Untung saja Disha tidak mengunci pintu kamar mandi.
"Al.."panggil Disha, terduduk di lantai dengan wajah meringis menahan sakit.
"Sayang, kamu kenapa?"tanya Alva langsung menghampiri Disha.
"Al..aku terjatuh, perutku sakit sekali,"keluh Disha nampak sangat kesakitan, memegang perutnya.
Alva langsung menggendong Disha dan membaringkan Disha ke atas ranjang dan dengan cepat memakai kaos oblong dan celana pendek, kembali menggendong Disha keluar dari kamar. Dengan terburu-buru Alva menuruni tangga dan melihat Radeva yang baru keluar dari dapur sambil menatap layar handphonenya.
"Kak, tolong antar kami ke rumah sakit!"teriak Alva dengan kuat hingga membuat Radeva terhenyak dan hampir saja menjatuhkan handphonenya.
Radeva melihat Alva menggendong Disha dengan wajah yang terlihat panik dan khawatir, serta Disha yang terlihat nampak kesakitan. Tanpa banyak tanya, Radeva langsung berlari ke garasi mobil dan mengeluarkan mobil nya. Bik Anah yang melihat kepanikan mereka pun ikut berlari keluar rumah dan langsung membukakan pintu mobil saat mobil yang dikendarai oleh Radeva sudah berhenti di depan pintu utama. Alva langsung masuk ke dalam mobil dan Radeva langsung melajukan mobilnya setelah Bik Anah menutup pintu mobil.
"Apa yang terjadi?"tanya Radeva dengan mata yang fokus ke jalan, dengan wajah yang juga terlihat khawatir.
"Disha jatuh dikamar mandi, kak,"jawab Alva memangku Disha, tangan kirinya memeluk tubuh Disha, sedangkan tangan kanannya mengelus perut Disha. Disha mencengkram erat lengan Alva menahan rasa sakit di perutnya.
"Sakit sekali, Al!"ucap Disha lirih.
"Sabar, sayang!"ucap Alva mengusap keringat dingin di dahi Disha," Lebih cepat, lagi kak!"teriak Alva pada Radeva.
"Ini juga sudah cepat, Al. Jika dilihat polisi, kita pasti akan dikejar,"sahut Radeva yang memang mengemudi dengan kecepatan diatas rata-rata. Baru saja Radeva menutup mulutnya, tiba-tiba sudah terdengar suara sirene mobi dan motor polisi. Mereka memerintahkan agar sang pengemudi menepi. Tanpa mengindahkan peringatan dari polisi Radeva malah mempercepat laju mobilnya. Dan sialnya, setelah beberapa menit terjadi aksi kejar kejaran, para polisi patroli itu berhasil menghadang mobil Radeva.
"Shitt!"umpat Radeva dan Alva bersamaan saat Radeva mengerem mendadak mobilnya. Dengan penuh amarah Radeva keluar dari mobil,"Cepat minggir! Aku harus segera membawa adikku ke rumah sakit. Jika terjadi sesuatu dengan adikku, akan ku tuntut kalian!"teriak Radeva pada para polisi yang ada di depannya dengan garang.
Sedangkan polisi yang ada di belakang mobil Radeva langsung mengetuk kaca mobil bagian penumpang,"Tolong beri jalan, kami harus segera sampai di rumah sakit,"ucap Alva setelah membuka kaca mobil.
Melihat wajah panik Alva dan Disha yang dipangku Alva nampak menahan sakit, polisi itu malah memerintahkan polisi yang lain untuk mengawal mobil Radeva agar segera sampai di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Disha langsung ditangani oleh dokter kandungan.
__ADS_1
Dengan wajah cemas, Alva dan Radeva menunggu di luar ruangan tempat Disha ditangani. Penampilan Alva tampak amburadul, mengenakan celana pendek yang terkena darah, kaos oblong yang terlihat kusut, dan rambut yang acak-acakan. Tak lama kemudian, Mahendra dan Ghina pun terlihat menghampiri Alva dan Radeva. Mereka tahu Disha di bawa ke rumah sakit dari Bik Anah. Bahkan Bik Anah telah menyiapkan pakaian Alva dan Disha yang sekarang sedang di bawa Ghina.
"Al, gantilah dulu pakaian kamu!"titah Ghina.
"Tidak, ma. Aku akan menunggu Disha di sini,"jawab Alva yang tidak mau pergi dari tempat itu.
"Jika keadaan mu seperti ini, dokter tidak akan mengijinkan kamu untuk bertemu Disha, Al,"ucap Mahendra.
"Benar kata papamu, Al,"timpal Ghina.
Mendengar hal itu, Alva pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi dan menggunakan baju yang dibawakannya, Ghina, Alva pun langsung kembali ke tempat Disha ditangani bertepatan dengan dokter yang keluar dari ruangan Disha ditangani.
"Bagaimana keadaan istri saya,dok?"tanya Alva tidak sabar.
"Semuanya baik-baik saja. Untung anda segera membawanya ke sini. Mari ikut keruangan saya! Saya akan menjelaskan lebih detail semuanya di sana,"sahut dokter itu, kemudian berjalan lebih dulu dan dan Alva pun mengekor di belakangnya.
Setelah masuk dan duduk di ruangan dokter kandungan, Alva pun langsung bertanya,"Bagaimana, dok? Apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Alva.
"Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya ingin bertanya. Apakah anda tahu jika istri anda sedang mengandung?"tanya dokter itu membuat Alva terperangah,"Melihat ekspresi anda, sepertinya anda tidak tahu,"ucap dokter tersebut seraya tersenyum tipis.
"Bisa saja istri anda lupa meminumnya. Ketika lupa minum pil KB, kemungkinan melepaskan sel telur menjadi semakin besar. Ini membuat seseorang rentan hamil jika berhubungan sekksuaal dalam rentang waktu hari saat lupa minum pil KB,"jelas dokter.
"Jadi istri saya benar-benar mengandung,dok?"tanya Alva terlihat bahagia dan antusias.
"Iya, tepatnya istri anda sudah mengandung selama empat Minggu,"sahut dokter kemudian memberi penjelasan seputar kehamilan, terutama tentang apa saja yang harus dilakukan dan dihindari selama masa kehamilan,"Tolong jaga istri anda baik-baik! Dan selamat, atas kehamilan istri anda!"ucap dokter itu pada akhirnya.
"Iya, dok.Terimakasih banyak, dok!"ucap Alva kemudian meninggalkan ruangan itu dan menuju ruang rawat Disha.
Nampak Radeva, Ghina dan Mahendra ada di dalam ruangan itu,"Bagaimana, Al? Apa kata dokter?"tanya Ghina nampak khawatir.
"Semua sudah baik-baik saja, ma. Dan ada kabar gembira, sekarang Disha
sedang mengandung,"sahut Alva dengan wajah yang berbinar.
"Apa?"ucap Radeva, Ghina dan Mahendra bersamaan.
"Mama akan punya cucu lagi?"ucap Ghina dengan senyum yang mengembang,"Pa, kita akan punya cucu lagi, pa! Dari Radeva dan Disha sekaligus,"ucap Ghina nampak sangat bahagia, begitu pun dengan Mahendra dan Radeva.
__ADS_1
"Ya sudah, kita pulang dulu saja, ma. Biar Alva yang menjaga Disha. Kita jaga Kaivan di rumah,"ujar Mahendra.
"Kakak sebaiknya juga pulang, kakak ipar kan, juga sedang mengandung,"sahut Alva.
"Iya, kamu benar. Jaga Disha baik-baik! Kami pulang dulu,"ucap Radeva seraya menepuk pundak Alva.
Akhirnya Mahendra, Ghina dan Radeva pun pulang meninggalkan Alva bersama Disha.Dan tak lama dari mereka pulang, Disha pun sadar,"Sayang, apa yang kamu rasakan?"tanya Alva seraya mengelus kepala Disha lembut.
"Al, a.. apakah aku hamil?"tanya Disha tergagap, tanpa menjawab pertanyaan Alva. Disha curiga karena setelah terjatuh dia merasakan sakit pada perut bagian bawahnya.
"Iya,"sahut Alva nampak cemas karena waktu itu mereka sempat bertengkar karena Disha belum mau hamil. Jadi Alva takut jika Disha tidak mau menerima kehadiran janin dalam kandungannya.
"Benarkah? Apa bayi kita baik-baik saja? Dia selamat, kan?"tanya Disha nampak khawatir.
Melihat dan mendengar reaksi Disha, Alva agak terkejut,"Iya, dia baik-baik saja. Sayang, kamu tidak kecewa kan, karena saat ini kamu sedang mengandung?"tanya Alva ragu.
"Kenapa aku harus kecewa? Aku sudah lama tidak mengkonsumsi obat kontrasepsi. Bukankah kamu sangat ingin kita memiliki anak lagi?"tanya Disha menatap mata suaminya lekat.
"Jadi, kamu memang ingin mengandung lagi?"tanya Alva memastikan dan Disha mengangguk tanpa ragu.
"Terimakasih, sayang! Terimakasih, karena sudah mau mengandung lagi. Aku mencintaimu,"ucap Alva memeluk Disha dengan penuh rasa haru, hatinya saat ini sangat bahagia.
Tiba-tiba terdengar suara pintu ruangan itu diketuk. Alva membukakan pintu dan ternyata yang datang adalah Riky dan Yessie. Mereka mendengar Disha masuk rumah sakit saat mereka tidak sengaja bertemu dengan Mahendra, Ghina dan Radeva di area rumah sakit itu. Keduanya pun mengucapkan selamat pada Alva dan Disha.
"Ngomong -ngomong kenapa kalian bisa bertemu mama, papa dan kakakku di rumah sakit ini?"tanya Disha pada Yessie.
"Aku memeriksakan diri, dan ternyata aku sedang mengandung,"ucap Yessie nampak bahagia. Alva dan Disha pun mengucapkan selamat pada keduanya.
...π"Kita tahu, kapan bahagia akan tiba, tapi tak pernah tahu, kapan kesedihan datang melanda....
...Namun, berusahalah untuk tetap bahagia."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
To be continued
__ADS_1