Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
116. Kok Dadakan?


__ADS_3

Akhirnya malam itu Disha dan Alva bersiap-siap secepat mungkin. Disha pun berdandan alakadarnya saja namun tetap terlihat cantik karena emang dasar nya sudah cantik.Dan Kaivan yang belum tidur akhirnya dititipkan pada Bik Inah.


Setelah selesai, Alva dan Disha langsung turun dari kamar mereka yang ada di lantai dua dan menghampiri Riky yang sudah menunggu dengan gelisah di ruang tamu.


"Mari, Tuan, Nyonya, kita segera berangkat!"ucap Riky yang sudah menyiapkan mobil mereka dengan seorang supir.


Riky duduk di sebelah supir, sedangkan Disha dan Alva duduk di kursi penumpang bagian belakang.


Mobil itu pun keluar dari pekarangan rumah Alva dan tidak lama kemudian membelah jalanan kota yang lumayan padat malam itu.


"Kejutan apa sich, Rik? Kenapa mendadak sekali?"tanya Disha.


"Namanya kejutan ya mendadak, Nyonya. Dan kalau saya beri tahu kejutannya, itu namanya bukan kejutan,"sahut Riky.


"Awas saja kalau kejutannya tidak bagus, aku akan menyuruh suamiku untuk memotong gaji mu,"ancam Disha.


"Saya jamin Tuan dan Nyonya akan sangat terkejut dengan kejutan yang akan saya berikan ini,"ucap Riky penuh dengan kepercayaan diri.


"Oke, kita lihat saja nanti,"sahut Disha, sedangkan Alva hanya diam seraya merentangkan sebelah tangannya dibelakang pundak Disha dan tangannya sesekali mengelus lengan Disha.


Mobil itu terus melaju dengan rasa penasaran yang bergelayut di pikiran Alva dan Disha yang tidak dapat menebak, kejutan apa yang akan di berikan oleh Riky untuk mereka.


"Lhoh.. Rik, kok kita malah masuk ke kompleks perumahan, ya?"tanya Alva saat mengamati sekitar dan sepertinya mereka memasuki sebuah kompleks perumahan.


Mereka bukan memasuki kompleks perumahan elit tapi kompleks perumahan sederhana. Kompleks perumahan itu nampak rapi dan asri, rumah-rumah yang berjajar pun termasuk bagus walaupun tidak mewah.


"Iya Tuan, nanti kejutannya ada di salah satu rumah yang ada di kompleks perumahan ini,"sahut Riky.


"Terus mobil kamu dibelakang itu , siapa yang ada di dalamnya? Kenapa tidak di tinggal di rumah saja tadi? Aku lihat mobilmu itu mengikuti kita dari rumah tadi,"tanya Alva.


"Didalam mobil saya ada penumpangnya, Tuan,"sahut Riky.


"Siapa?"tanya Alva.


"Kan kejutan, Tuan. Nanti tuan juga tahu siapa yang ada di dalam mobil saya,"jawab Riky.


"Apa kamu beli rumah baru di kompleks perumahan ini dan akan mengadakan syukuran di rumah baru mu itu?"tebak Alva.


"Tidak, Tuan,"jawab Riky dan membuat Alva semakin penasaran.

__ADS_1


Akhirnya mobil mereka berhenti di sebuah rumah. Bukan rumah yang mewah tapi lumayan bagus, nampak rapi dan terawat dan kelihatannya juga asri.


Seorang pria paruh baya dengan kaos oblong dan seorang perempuan paruh baya yang memakai daster rumahan sedang duduk di teras rumah itu, memperhatikan tiga mobil yang parkir di depan rumah mereka.Alva turun lebih dulu kemudian membantu Disha untuk turun dari mobilnya.


Disha nampak bingung melihat Ferdi dan anak buahnya hari ini tidak berpakaian seperti biasanya. Mereka memakai kemeja dengan berbeda-beda warna, tidak memakai seragam hitam yang biasanya mereka pakai. Belum lagi mereka turun dengan membawa barang-barang yang mirip untuk lamaran.


"Tuan, apa kabar?"tanya seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah ayah Riky menyapa Alva bersama seorang perempuan paruh baya disampingnya, dua gadis dan seorang pria muda dibelakangnya.


"Eh, pak, Bu, saya baik. Apa kabar bapak dan ibu?"sapa Alva balik.


"Sehat, Tuan,"sahut Ayah dan ibu Riky ramah dan ketiga anak mereka pun mengangguk hormat pada Alva.


"Oh ya, perkenalkan, ini Disha istri saya,"ucap Alva pada keluarga Riky.


"Wahh...Nyonya cantik sekali,"puji ibu Riky dan ditanggapi senyuman dan anggukan kecil oleh Disha.


"Tuan, terimakasih Tuan, Nyonya dan beserta orang-orang Tuan bersedia ikut dalam acara ini,"ucap ayah Riky.


"Acara? Acara apa ya Pak?"tanya Alva yang tidak mengerti.


"Lhoh..Riky tidak memberi tahu Anda kalau kita akan melamar seorang gadis untuk Riky?"tanya ayah Riky.


"What?!" ucap Alva kaget lalu langsung menatap Riky yang nyengir kuda. Tatapan Alva pun berpindah pada Ferdi dan anak buahnya yang sudah membawa hadiah untuk lamaran. Alva pun hanya bisa menghela nafas panjang.


"Ayah, ibu, sebaiknya kita segera melanjutkan acara ini, karena tidak mungkin kan kita melamar seorang gadis larut malam?"ujar Riky tersenyum tanpa dosa.


"𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐠𝐚𝐝𝐢𝐬 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐦𝐚𝐫 𝐑𝐢𝐤𝐲?"batin Alva.


Akhirnya mereka pun berjalan menuju rumah dimana ada pria dan perempuan paruh baya sedang duduk di teras. Sedangkan tetangga sekitar rumah itu juga tampak melihat rombongan Riky itu semenjak mobil rombongan Riky berhenti di tempat itu.


Dua orang paruh baya yang nampaknya sepasang suami istri itu nampak kaget saat rombongan orang yang turun dari tiga mobil itu masuk ke pekarangan rumah mereka.


"Selamat malam, Bu, Pak,"sapa ayah Riky kepada calon besannya yang dia ketahui dari foto yang diberikan oleh Riky , yang didapatkan Riky dari Ferdi.


"Selamat, malam. Ada keperluan apa kiranya bapak, ibu, dan saudara sekalian bertandang ke rumah saya?"tanya pria paruh baya itu sopan. Dia dan istrinya nampak heran kedatangan banyak tamu yang membawa banyak barang.


"Boleh kami duduk di dalam? Kami ingin menyampaikan maksud dan tujuan kami datang kemari,"ucap ayah Riky sopan.


"Oh iya, maaf. Mari, silahkan masuk!" ucap pria yang tidak lain adalah ayah Yessie,"Silahkan duduk!"ucap pria itu lagi mempersilahkan tamunya.

__ADS_1


Yang masuk kedalam rumah itu hanya Alva, Disha, Ferdi dan Riky beserta keluarganya. Sedangkan anak buah Ferdi duduk di teras.


"Jadi ada keperluan apa gerangan, rombongan bapak bertandang ke rumah kami yang sederhana ini?"tanya ayah Yessie yang sama sekali tidak mengenal orang -orang yang sekarang ada di rumahnya.


"Maksud kedatangan kami kesini adalah untuk melamar putri anda yang bernama Yessie untuk putra kami yang bernama Riky ini,"ucap ayah Riky sambil menepuk bahu Riky.


"Melamar?"tanya ayah Yessie nampak terkejut, demikian pula ibu Yessie.


"𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫 𝐢𝐧𝐢 𝐫𝐮𝐦𝐚𝐡 𝐘𝐞𝐬𝐬𝐢𝐞? 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐘𝐞𝐬𝐬𝐢𝐞 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐞𝐫𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐩𝐚𝐝𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐦𝐚𝐫 𝐑𝐢𝐤𝐲?"batin Disha yang memang tidak pernah tahu dimana rumah Yessie maupun Icha.


"Iya, Pak,"sahut ayah Riky.


"Bu, tolong panggilkan Yessie!"titah ayah Yessie dan tanpa berkata apapun ibu Yessie langsung beranjak ke kamar Yessie.


Beberapa kali ibu Yessie mengetuk pintu kamar Yessie tapi tidak ada sahutan. Akhirnya ibu Yessie langsung masuk dan mendapati putrinya sedang memakai masker mata yang berupa mentimun dengan earphone yang menempel di telinganya.


"Pantes saja tidak dengar,"gumam ibu Yessie,"Yessie!"panggil ibu Yessie sambil menepuk pundak Yessie pelan hingga membuat Yessie melepaskan masker dan juga earphone yang dipakainya.


"Ada apa Bu?"tanya Yessie.


"Di depan sana ada rombongan orang yang tidak bapak dan ibu kenal, ingin melamar mu,"ucap ibu Yessie.


"Apa?! Siapa?!"tanya Yessie terkejut,𝐀𝐩𝐚 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐏𝐚𝐤 𝐑𝐢𝐤𝐲? 𝐓𝐚𝐩𝐢 𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐬𝐞𝐜𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐢𝐧𝐢?"batin Yessie


"Cepat ganti baju dan segera ke ruang tamu,"titah ibu Yessie tanpa menjawab pertanyaan Yessie.


Dengan cepat Yessie mengganti baju yang sedang dipakainya dengan pakaian yang lebih bagus dan sopan, kemudian dengan jantung yang berdetak kencang, dan tangan yang sudah berkeringat dingin, Yessie melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu.


Dan betapa terkejutnya Yessie saat tiba di ruang tamu sudah melihat Alva, Disha, Riky , Ferdi, dan lima orang lainnya yang tidak dikenalnya yang tidak lain adalah keluarga Riky.


"𝐏𝐚𝐤 𝐑𝐢𝐤𝐲 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐫 𝐚𝐤𝐮 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐢𝐧𝐢 𝐬𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐢𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐫 𝐚𝐤𝐮 𝐝𝐢 𝐤𝐚𝐧𝐭𝐨𝐫? 𝐊𝐨𝐤 𝐝𝐚𝐝𝐚𝐤𝐚𝐧?"batin Yessie.


"Sini duduk,Yes!"ucap ibu Yessie menarik Yessie agar duduk bersamanya.


"Begini Yes, mereka semua ini datang dengan niat melamar kamu untuk anak bapak ini yang bernama Riky. Bagaimana? Apa kamu mau menerimanya?"tanya ayah Yessie.


"Saya terserah ayah saja,"ucap Yessie menundukkan kepalanya.


...🌟"Orang yang mengajak kamu pacaran belum tentu mau mengajak kamu ke pelaminan."🌟...

__ADS_1


..."Nana 17 Oktober "...


To be continued


__ADS_2