Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
86. Bikin Meriang


__ADS_3

Di apartemen Disha dan Alva.


"Sayang papa ngomong apa sich?!"tanya Alva pada Kaivan yang berceloteh dengan bahasa bayi yang tidak dimengerti oleh Alva.


Alva membaringkan putranya itu diatas tempat tidur mereka. Sesekali mencium Kaivan yang terus berceloteh dan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya. Bahkan Kaivan kadang ngemut jempol kaki nya sendiri.


"Sayang, jangan main sama Kaivan terus! Kita jadi pergi tidak? Aku sudah siap nich!"ucap Disha.


Disha bersiap-siap merias diri dan memakai baju yang sudah disiapkan Alva untuk nya untuk pergi ke resepsi pernikahan Anjani dan Hery. Sedangkan Alva malah sibuk bermain dengan Kaivan sampai Disha sudah siap berangkat tapi Alva malah masih memakai celana pendek dan kaos oblong karena sibuk bermain dengan putranya.


"Kamu semangat sekali sich sayang, pergi ke pesta pernikahan mantan kamu?!"ucap Alva tidak suka tanpa menoleh ke arah Disha yang ada di belakang nya.


"Ya sudah, kalau begitu kita dirumah saja tidak usah pergi,"sahut Disha merasa kesal dengan kata-kata Alva.


Alva yang mendengar kata-kata Disha pun jadi tersadar kalau kata-kata nya salah dan segera membalikkan badannya dan menghampiri Disha.


"Kamu cantik sekali, sayang. Aku jadi tidak rela membawamu ke pesta,"ucap Alva sambil memeluk tubuh Disha, mencoba memperbaiki kesalahannya.


"Lepas, Al! Aku akan mengganti pakaian ku,"ucap Disha merajuk berusaha melepaskan pelukan Alva.


"Jangan marah sayang! Aku minta maaf atas kata-kata ku tadi!"ucap Alva tidak membiarkan Disha melepaskan pelukannya.


"Jika karena pergi ke sana hanya akan membuat kita bertengkar, lebih baik kita tidak usah pergi,"ujar Disha.


"Aku sudah membelikan baju ini spesial untuk menghadiri pesta pernikahan mereka, masa iya nggak jadi pergi sayang?! Aku tadi hanya bercanda, sayang!"ucap Alva membuat Disha membuang nafas kasar.


"Lalu bagaimana kita akan pergi jika kamu terus memeluk aku seperti ini? Dan apa kamu akan pergi dengan pakaian seperti itu?"tanya Disha.


"Oke, aku akan ganti baju,"ucap alva ingin mencium bibir Disha namun Disha segera menempelkan telunjuknya di bibir Alva.


"Nyium nya nanti saja setelah pulang, aku sudah pakai makeup ini,"ucap Disha.

__ADS_1


"Ya sudah, pipi saja ya?"tawar Alva dan Disha tidak menjawab, maka Alva pun segera mencium pipi Disha.


"Aku akan mengantarkan Kaivan ke kamarnya dulu,"ucap Disha.


"Iya,"sahut Alva.


Alva kemudian masuk ke kamar mandi dan tidak lama sudah keluar lagi. Kemudian memakai celana yang sudah disiapkan oleh Disha dan tidak berapa lama Disha pun kembali ke kamar itu. Disha yang melihat Alva baru memakai celana panjang nya pun menghampiri Alva dan membantu Alva memakai kemejanya.


"Sayang, aku ingin besok kita pergi ke villa kita yang ada di pinggir pantai,"ucap Alva sambil memeluk tubuh Disha yang sedang mengancingkan kemejanya.


"Kaivan masih kecil, sayang! Kita liburan di rumah saja. Lepaskan pelukan mu, sayang! Aku akan mengambil jas mu,"ucap Disha.


Alva melepaskan pelukannya dan Disha pun mengambil jas serta dasi Alva kemudian membantu Alva untuk memakai nya.


"Sudah selesai, apa kita akan berangkat sekarang?"tanya Disha setelah merapikan pakaian Alva.


"Iya, ayo!"ajak Alva kemudian memeluk pinggang Disha dan berjalan keluar dari kamar mereka.


Alva dan Disha duduk di kursi penumpang, sedangkan Ferdi duduk di sebelah pengemudi. Begitu tiba di tempat acara, Alva dan Disha pun menjadi pusat perhatian.


"𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐀𝐲𝐮 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐤𝐮, 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐧𝐝𝐫𝐚. 𝐖𝐚𝐥𝐚𝐮𝐩𝐮𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠, 𝐚𝐤𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐣𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐦𝐮 𝐀𝐲𝐮,"batin Hery, tanpa sadar tersenyum tipis menatap Ayu.


"Jangan berharap bisa bersama dengan Disha! Disha hanya mencintai Alva dan Alva juga hanya mencintai Disha. Mengharapkan mereka berpisah itu seperti kamu menunggu durian runtuh di padang pasir, tidak akan mungkin,"ucap Anjani yang tahu ke mana arah tatapan mata pria yang baru saja menjadi suaminya itu.


"Urus saja urusanmu sendiri, tidak usah mengurusi hidup ku,"ucap Hery dengan senyum yang dipaksakan agar tidak ada orang yang tahu bahwa dia tidak suka dengan kata-kata Anjani.


"Terserah kamu,"ucap Anjani kesal kemudian turun dari pelaminan menghampiri teman-temannya yang datang ke acara pernikahan nya.


Hery pun ikut turun dari pelaminan dan berjalan menghampiri Disha.


"Selamat malam, Yu! Terimakasih kamu sudah mau datang memenuhi undangan ku,"ucap Hery menyapa Disha sambil merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Disha. Namun Alva yang sedang memeluk pinggang Disha langsung menahan dada Hery dengan sebelah tangan nya yang tidak memeluk Disha.

__ADS_1


"Tentu saja kami datang, mana mungkin kami tidak menerima undangan dari mantan kami,"sahut Alva dengan wajah datar nya kemudian menarik tubuh Disha dalam pelukannya.


"Kamu cantik sekali malam ini, Yu,"puji Hery mengabaikan Alva seolah-olah tidak melihat keberadaan Alva.


"Tentu saja istri ku sangat cantik apalagi saat berada di atas ranjang yang tidak akan pernah bisa kamu lihat,"ucap Alva kepada Hery membuat Hery mengepalkan tangannya. Sedangkan Disha hanya bisa menghela nafas mendengar kata-kata suaminya itu.


"Selamat menempuh hidup baru, Her! Semoga bahagia selalu dan langgeng sampai kakek-nenek!"ucap Disha yang berada dalam pelukan Alva. Tangan kanan Disha memeluk pinggang Alva sedangkan tangan kirinya memegang dada Alva.


"Terimakasih,"sahut Hery memaksakan diri untuk tersenyum melihat Disha yang menempel pada Alva.


"Selamat menempuh hidup baru Tuan Hery. Oh ya, btw kenapa anda menikah secara mendadak? Padahal sekitar dua Minggu lalu anda masih mengejar-ngejar Nyonya Disha. Ahh... jangan-jangan MBA ya?"cerocos Riky yang tiba-tiba muncul.


Saat Riky melihat Hery mendekati Disha dan Alva, Riky sengaja muncul diantara Hery, Alva dan Disha. Riky takut Alva ribut dengan Hery di tempat itu mengingat Hery yang suka memancing amarah Alva.


Riky sebenarnya juga sudah tahu informasi dari Ferdi jika Anjani sedang mengandung dan Ferdi yakin janin dalam kandungan Anjani adalah anak Hery. Karena anak buah Ferdi selalu mengawasi kemanapun Anjani pergi.


"Kamu baru tahu jika gelar ku MBA?"cibir Hery pada Riky.


"Saya tahu gelar lama anda itu, Tuan,"ucap Riky sambil tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Gelar lama? Apa maksud mu?"tanya Hery tidak mengerti.


"Gelar lama anda adalah MBA, singkatan dari Magister Business Administration. Tapi gelar anda yang sekarang adalah MBA singkatan dari Married By Accident," ucap Riky kemudian tertawa terbahak-bahak.


Alva dan Disha yang juga sudah mengetahui bahwa Anjani sedang mengandung pun menahan tawa mendengar kata-kata Riky yang memang suka konyol itu.


"Kau.!! Jangan menyebar gosip sembarangan! Aku bisa menuntut mu atas tuduhan pencemaran nama baik,"ancam Hery yang merasa kesal dengan Riky.


"Oh ya?! Kok saya nggak takut,ya?! Btw video panas anda bikin saya meriang,"ucap Riky kembali tertawa.


"Kau..!!!"

__ADS_1


...🌟"Pepatah mengatakan, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga,"🌟...


To be continued


__ADS_2