Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
95. Informasi Tentang Disha


__ADS_3

Di ruang makan kediaman Bramantyo, nampak Bramantyo dan Ratih yang baru saja menyelesaikan sarapan pagi mereka.


"Tuan, ada Tuan Vicky didepan,"ucap Art di rumah Bramantyo.


"Suruh dia untuk menunggu saya di ruangan kerja saya,"sahut Bramantyo.


"𝐀𝐝𝐚 𝐡𝐚𝐥 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐩𝐚, 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐩𝐚𝐠𝐢-𝐩𝐚𝐠𝐢 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐧𝐢 𝐝𝐢𝐚 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐤𝐞𝐬𝐢𝐧𝐢,"batin Bramantyo.


"Kenapa pagi-pagi begini Vicky sudah kesini, pa? Apa ada hal yang sangat penting,?"tanya Ratih yang tahu jika Vicky, orang kepercayaan suaminya itu jarang datang kerumahnya jika tidak ada hal yang penting, apalagi sepagi ini.


"Papa juga tidak tahu, ya sudah, papa temui Vicky dulu,"ucap Bramantyo mengelus lengan Ratih kemudian mengecup pipi Ratih.


Bramantyo berjalan ke arah ruangannya dan Vicky sudah menunggu di sana dengan membawa sebuah berkas.


"Ada hal yang sepenting apa, hingga pagi-pagi begini kamu sudah datang kemari?"tanya Bramantyo yang sudah duduk di kursi kerjanya, sedangkan Vicky duduk tepat didepan Bramantyo yang hanya terpisah oleh meja saja.


"Ini soal Nona Disha, Tuan,"jawab Vicky.


"Ada apa dengan perempuan itu?"tanya Bramantyo penasaran.


"Saya sudah mendapatkan semua informasi tentang Nona Disha dan keluarganya, Tuan. Ini semua informasi yang sudah saya dapatkan dan kumpulkan,"jawab Vicky seraya menyodorkan sebuah map kepada Bramantyo.


"Bagus! Katakan saja padaku tentang dia dan keluarganya secara singkat!"perintah Bramantyo nampak malas membuka map yang diberikan oleh Vicky.


"Keluarga Nona Disha ada hubungannya dengan kejadian puluhan tahun lalu, yang menimpa kedua orang tua anda,"jelas Vicky.


"Maksud mu?!"tanya Bramantyo penasaran.


"Paman Nona Disha adalah supir taksi yang Anda cari selama ini,"ucap Vicky.


"Apa?! Jadi dia keponakan pembunuh itu?"tanya Bramantyo yang seketika bangkit dari duduknya dengan wajah merah padam.


"Benar, Tuan,"sahut Vicky seraya menundukkan kepalanya.


"Seret supir taksi itu kehadapan ku!"perintah Bramantyo.

__ADS_1


"Tidak semudah itu Tuan. Pria itu beserta keluarganya dijaga dengan ketat. Karena itulah selama ini kami begitu sulit untuk menemukan pria itu. Informasi tentang Nona Disha ditutup dengan rapat, bahkan keluarganya juga dijaga dengan ketat. Sulit bagi kami mendekati mereka,"jelas Vicky.


"Apakah putra ku yang melakukan semua itu?"tanya Bramantyo.


"Iya, Tuan,"sahut Vicky.


"Dia sampai menutupi semua itu dari ku dan menjaga mereka begitu ketat hanya karena perempuan itu? Cih, dia benar-benar sudah dibutakan oleh cinta. Menikahi wanita yang notabene adalah keponakan dari pria yang telah membunuh kakek dan neneknya sendiri,"ucap Bramantyo seraya mengepalkan kedua tangannya.


"Lalu apa yang harus kami lakukan, Tuan?"tanya Vicky hati-hati.


"Bagaimana pun caranya, bawa pria itu kehadapan ku! Dan singkirkan perempuan itu dari hidup putraku! Aku tidak mau punya menantu dari keluarga yang telah membunuh kedua orang tuaku,"perintah Bramantyo.


"Kalau masalah paman Nona Disha akan saya usahakan, Tuan. Tapi kalau masalah Nona Disha, itu akan beresiko untuk Anda,"ucap Vicky.


"Maksud kamu?"tanya Bramantyo mengernyitkan keningnya, tidak mengerti dengan maksud kata-kata Vicky.


Vicky nampak menghela nafas panjang kemudian menatap wajah Bramantyo.


"Tuan Muda benar-benar sudah memperhitungkan semuanya secara rapi dan matang. Tuan Muda sudah mengantisipasi semua kemungkinan yang akan terjadi kedepannya dan sulit bagi kita untuk mencari celahnya,"ujar Vicky.


"Baik, Tuan. Saya akan menceritakan semua yang saya ketahui,"ucap Vicky menghela nafas panjang bersiap-siap untuk bercerita.


"Tuan Muda dan Nona Disha menikah karena digerebek warga..."


"Apa?"pekik Bramantyo terkejut hingga membuat Vicky berhenti bercerita.


"Lanjutkan!"perintah Bramantyo.


"Saat melarikan diri dari pernikahannya dulu, Tuan Muda tidak sengaja melihat sekelompok orang yang mengadakan transaksi senjata ilegal. Orang-orang itu ingin menangkap Tuan Muda hingga Tuan Muda bersembunyi di rumah Nona Disha dan berakhir digerebek lalu dinikahkan oleh warga setempat,"


"Lima bulan kemudian kita berhasil membawa Tuan Muda pulang dan anda mengirimnya keluar negeri. Tanpa disengaja Nona Disha melamar kerja di perusahaan anda dan diterima sebagai sekretaris Tuan Muda,"


"Dari situlah, Tuan Muda menyusun semua rencana. Tuan Muda mengalihkan semua aset yang dimilikinya yang tidak kita ketahui kepada Nona Disha....."


"Apa? Jadi semua aset yang dimiliki perempuan itu berasal dari putra ku?"tanya Bramantyo kembali memotong kata-kata Vicky.

__ADS_1


"Iya, Tuan. Sebenarnya Nona Disha adalah yatim-piatu. Yang dimiliki Nona Disha hanya paman, bibi, dan sepupunya. Keluarganya dari kalangan menengah ke bawah. Sepertinya Tuan Muda sengaja memberikan seluruh aset yang dia miliki agar Tuan mau menerima Nona Disha,"


"Tuan Muda menjadikan Nona Disha sebagai pemegang saham terbesar di perusahaan anda yang ada di dalam dan di luar negeri bahkan Nona Disha juga dijadikan pemegang saham terbesar di perusahaan Tuan Adiguna,"


"Saya rasa semua itu dilakukan Tuan Muda agar anda dan Tuan Adiguna tidak bisa menyakiti apalagi menyingkirkan Nona Disha,"jelas Vicky.


"Iya, aku baru tahu jika perempuan itu adalah pemegang saham terbesar di perusahaan kami yang ada diluar negeri saat memeriksa perusahaan itu lima bulan yang lalu. Lalu apa pengaruhnya terhadap perusahaan ku jika kita menyingkirkan perempuan itu?"tanya Bramantyo tidak mengerti.


"Setelah saya selidiki lebih mendalam, itu karena surat wasiat yang sudah dibuat oleh Nona Disha, dan saya rasa itu juga bagian rencana Tuan Muda untuk melindungi Nona Disha,"jawab Vicky.


"Surat wasiat? Surat wasiat apa maksud kamu?"tanya Bramantyo semakin penasaran.


"Dalam surat wasiat itu tertulis, jika Nona Disha meninggal, maka semua saham yang dimilikinya akan ditarik dari Bramantyo Group dan juga dari perusahaan Tuan yang ada di luar negeri. Hal itu bisa membuat perusahaan anda jatuh bangkrut,"ucap Vicky membuat Bramantyo terkejut.


"Jika perempuan itu yang mati bukankah hartanya akan turun pada cucu ku?"tanya Bramantyo.


"Iya, tapi saham di perusahaan anda akan tetap ditarik dan seluruh aset yang dimiliki Nona Disha akan dikelola oleh negara sampai anak Tuan Muda dewasa dan sudah bisa mengelolanya. Dan satu lagi, jika Nona Disha dan anaknya meninggal, maka semua asetnya akan didonasikan ke beberapa sekolah kedokteran dan panti asuhan,"jelas Vicky.


"Anak itu benar-benar sudah gila dan dibutakan oleh cinta. Dasar bodoh!! Bahkan dia rela semua hartanya habis hanya untuk perempuan itu,"umpat Bramantyo.


"Jadi intinya, jika Tuan tidak ingin jatuh bangkrut, maka sebaiknya kita tidak mengusik Nona Disha dan putranya, Tuan,"imbuh Vicky.


"Anak itu memaksa ku untuk menerima perempuan itu,"ucap Bramantyo tersenyum masam.


"Iya, Tuan. Saya juga merasa seperti itu. Tapi saya sungguh kagum pada Tuan Muda, tanpa kita sadari dan ketahui dia sudah mempunyai aset yang begitu banyak. Dan strateginya dalam melindungi anak dan istrinya patut di acungi jempol. Tuan muda benar-benar hebat,"puji Vicky sedangkan Bramantyo tidak bisa berkomentar karena apa yang dikatakan oleh Vicky itu memang benar.


"Aku tetap ingin kamu membawa supir taksi itu kehadapan ku,"ucap Bramantyo menatap intens pada Vicky.


"Baik, Tuan,"sahut Vicky.


...🌟 Orang yang benar-benar mencintai mu akan mengutamakan keselamatan dan kebahagiaan mu dibanding keselamatan dan kebahagiaannya sendiri."🌟...


..."Nana 17 Oktober "...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2