Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
55. Sayang??


__ADS_3

"Astaga..!!! Apa yang kalian lakukan?!"pekik Ratih yang melihat Alva menindih Riky. Alva pun segera bangkit dari tubuh Riky lalu merapikan pakaiannya.


"Astaga, Alvaaa..!!! Mulai malam ini kamu harus pulang ke rumah. Mama tidak mau kamu tidur di kantor lagi,"ucap Ratih tegas.


"𝐌𝐚𝐭𝐢 𝐚𝐤𝐮, 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐮𝐫 𝐝𝐢 𝐫𝐮𝐦𝐚𝐡, 𝐬𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐣𝐚𝐧𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐨𝐭𝐨𝐦𝐚𝐭𝐢𝐬 𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐮𝐫 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚 𝐥𝐚𝐠𝐢. 𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐢𝐧𝐢?"batin Alva.


"Ma, apa yang mama lihat tadi tidak seperti yang mama pikirkan.Aku tadi terpeleset ma, dan tidak sengaja jatuh menindih Riky, ma,"jelas Alva.


"Apa yang dikatakan Tuan benar Nyonya. Saya tadi tidak sengaja menumpahkan minuman saya dan belum sempat untuk memanggil cleaning servis untuk membersihkannya, sehingga membuat Tuan terpeleset,"jelas Riky merasa bersalah.


"Jadi ini gara-gara kamu?"tanya Alva dengan wajah marah. Pasalnya gara-gara kecerobohan Riky, malam ini dan entah sampai kapan Alva tidak akan bisa pulang ke apartemen Disha dan tidur dengan Disha.


"Maaf Tuan, saya tidak sengaja,"ucap Riky menundukkan kepalanya.


"Pokoknya mama tidak mau tahu, mulai malam ini dan selamanya kamu tidak boleh menginap di kantor lagi,"tegas Ratih.


"Ma, mana boleh seperti itu,"protes Alva.


"Jika nanti malam kamu tidak pulang, mama akan menyusul kamu kesini dan menyeret kamu untuk pulang,"ancam Ratih kemudian berbalik berjalan ke arah pintu.


"Ma, aku tidak bisa tidur di rumah, ma,"teriak Alva tapi tidak digubris oleh Ratih.


"Arghh..!!!"pekik Alva mengusap wajahnya dengan kasar kemudian mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Riky...ini semua gara-gara kamu!!"pekik Alva menatap tajam Riky.


"Ampun Tuan.!!"teriak Riky langsung melarikan diri dari ruangan itu.


"Riky..!!! Asisten sialan.!!"teriak Alva.


'𝐌𝐚𝐭𝐢 𝐚𝐤𝐮, 𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐢𝐧𝐢? 𝐉𝐢𝐤𝐚 𝐓𝐮𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐮𝐫 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚, 𝐛𝐢𝐬𝐚-𝐛𝐢𝐬𝐚, 𝐓𝐮𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐦𝐮𝐤 𝐬𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐩𝐚𝐝𝐚𝐤𝐮,"batin Riky yang masih berdiri di depan pintu ruangan Alva sambil mengatur nafas.


Alva terpaksa menelpon Disha dan menjelaskan apa yang baru saja terjadi agar Disha tidak menunggunya di rumah sakit nanti malam. Disha pun mengerti walaupun agak kecewa karena Alva tidak bisa menemaninya.


***


Di kediaman Bramantyo.


"Al, makanlah!"ucap Ratih yang melihat Alva hanya makan tiga suap saja dan setelah itu hanya mengaduk-aduk makanannya.

__ADS_1


"Nggak selera, ma,"ucap Alva.


"Apa kamu ingin dimasakkan sesuatu?"tanya Ratih.


"Tidak, aku tidak nafsu makan, ma,"ucap Alva kemudian meninggalkan meja makan.


"Ada apa dengan anak itu, ma?"tanya Bramantyo.


"Tadi sore, mama memaksanya pulang,"sahut Ratih. Mendengar itu Bramantyo pun hanya menghela nafas panjang.


Alva masuk ke kamar tamu, karena menurut informasi yang diberikan Riky, ada kemungkinan Anjani akan pulang malam hari. Malam semakin larut, tapi Alva yang biasa tidur memeluk Disha pun tidak bisa tidur.


"Ach..siall!! Kenapa jadi seperti ini? Aku tidak bisa tidur tanpa memeluk Disha,"umpat Alva kesal.


Alva mencoba untuk tidur, tapi sangat sulit hingga menjelang pagi Alva baru bisa tidur. Namun sialnya baru dua jam terlelap Alva harus bangun dari tidurnya karena merasakan perutnya yang sangat mual.


"Aku mengalami ini lagi. Aneh sekali, aku mual dan muntah hanya karena aku tidak tidur dan memeluknya semalam. Ini sungguh tidak masuk akal. Tubuhku rasanya lemas, kepalaku pusing sekali,"gumam Alva.


Alva kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang, dan karena tubuhnya yang lemas dan kepalanya yang pusing akhirnya Alva mencoba memejamkan matanya hingga tanpa disadarinya Alva telah terlelap.


"Bik, tolong bangunin Alva. Ini sudah siang, apa dia tidak ke kantor?"ujar Ratih.


"Baik, Nyah,"sahut seorang Art dan bergegas menuju kamar Alva.


"Itu, sudah jam segini tapi Alva belum turun untuk sarapan,"jelas Ratih.


"Nyonya, sudah beberapa kali saya ketuk pintunya, tapi Tuan Muda nggak bangun juga,"ucap Art tadi setelah kembali dari kamar Alva.


"Nah, itu Anjani,"ucap Bramantyo.


"Anjani, apa Alva belum bangun?"tanya Ratih.


"Alva? Aku tidak melihat Alva sejak pulang semalam ma,"sahut Anjani.


"Kamu tidak melihat Alva? Lalu Alva dimana?"tanya Ratih yang entah ditujukan pada siapa.


"Saya semalam melihat Tuan Muda tidur di kamar tamu, Nyah," sahut Art itu.


"Apa? Jadi Alva tidur di kamar tamu?" tanya Ratih lagi.

__ADS_1


"Iya, Nyah. Sudah saya ketuk pintunya berulang kali, tapi Tuan Muda belum bangun juga,"sahut Art itu.


"Tidak biasanya anak itu bangun siang, coba lihat anakmu itu, ma!"ujar Bramantyo.


'Iya, pa,"sahut Ratih.


"Al..Alva...Al.."panggil Ratih namun tidak ada sahutan dari dalam kamar.


"Kenapa anak itu mengunci pintunya,sich!!"gerutu Ratih saat tidak bisa membuka pintu kamar yang ditempati oleh Alva. Ratih kemudian pergi dari tempat itu dan mencari Art-nya.


"Bik, tolong ambilkan kunci cadangan kamar tamu yang ditempati oleh Alva," ucap Ratih pada Art-nya.


"Iya, Nyah,"sahut Art itu.


Tidak butuh lama, Art itu kembali dengan membawa kunci yang di minta oleh Ratih dan Ratih pun segera kembali ke kamar yang ditempati oleh Alva kemudian membuka pintunya.


"Al..kamu tidak ke kantor?"tanya Ratih sambil berjalan mendekati Alva yang berbaring di atas ranjang.


"Al, bangun! Ini sudah siang,"ucap Ratih sambil menggoyang-goyangkan lengan Alva yang tidur tengkurap.


"Sebentar lagi, sayang,"sahut Alva seperti bergumam, tanpa membuka matanya karena belum sepenuhnya bangun dari tidurnya.


"𝐒𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠? 𝐀𝐩𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫? 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐠𝐢𝐥 𝐤𝐮 𝐬𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠? 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐦𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐝𝐞𝐤𝐚𝐭 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐚𝐩𝐮𝐧. 𝐁𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐣𝐚𝐧𝐢 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐚𝐢𝐤. 𝐀𝐩𝐚 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚𝐢 𝐰𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐥𝐚𝐢𝐧 𝐝𝐢 𝐥𝐮𝐚𝐫 𝐬𝐚𝐧𝐚?"batin Ratih nampak berpikir keras.


"Al, bangun, Al.!"panggil Ratih lagi untuk memastikan apa yang didengarnya tadi benar atau salah.


"Lima menit lagi, sayang,"ucap Alva dengan suara serak, membalik posisi tidurnya menjadi terlentang kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Degh" jantung Ratih seolah berhenti berdetak.


"𝘿𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖𝙞 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙞𝙙𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙙𝙞 𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙨𝙖𝙣𝙖? 𝙄𝙩𝙪𝙠𝙖𝙝 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖 𝘼𝙡𝙫𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙖𝙪 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝? 𝙎𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙠𝙡𝙪𝙠𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙥𝙪𝙩𝙧𝙖𝙠𝙪 𝙞𝙣𝙞? 𝙒𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙚𝙠𝙖𝙩 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝘼𝙡𝙫𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝘼𝙣𝙟𝙖𝙣𝙞 𝙙𝙖𝙣... 𝘿𝙞𝙨𝙝𝙖?! 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣, 𝘿𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙞𝙩𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞. 𝙇𝙖𝙡𝙪 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙣𝙜𝙜𝙞𝙡 𝙨𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝘼𝙡𝙫𝙖?"batin Ratih penasaran.


"Al... bangun!"ucap Ratih lagi.


"Akhh..!! Al..!!!"pekik Ratih saat tiba-tiba tangan Ratih yang memegang lengan Alva ditarik hingga Ratih terjatuh tepat di atas tubuh Alva.


"Sayang..."ucap Alva sambil membuka matanya,"Mama..?!?"pekik Alva dengan mata membulat menatap wajah Ratih yang tepat di depan wajahnya.


...🌟Aku bisa menghapus namamu dari buku diary ku, tapi aku tidak bisa menghapus namamu yang terlanjur tertoreh di dalam hatiku."🌟...

__ADS_1


..."Nana 17 Oktober "...


To be continued


__ADS_2