Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
177. Gara-gara Lupa


__ADS_3

Alva baru saja sampai di kantor bersama Disha dan Alva pun berhenti di meja kerja Disha. Sedangkan Disha langsung duduk di kursi kerjanya.


"Apa Riky sudah datang?"tanya Alva pada seorang karyawan yang tempat kerjanya dekat dengan ruangan Riky.


"Belum, Pak,"sahut karyawan itu.


"Ishh.. mentang-mentang pengantin baru jam segini belum datang ke kantor. Aku potong gajinya baru tahu rasa dia,"gerutu Alva seraya melihat sebentar jam yang melingkar di tangannya. Sedangkan Disha hanya tersenyum tipis saat mendengar suaminya menggerutu.


"Jika dia sudah datang suruh untuk segera keruangan ku!"titah Alva.


"Baik, Pak,"sahut karyawan itu.


"Sayang, kamu siapkan berkas-berkas yang kita perlukan, ya? Setengah jam lagi kita harus berangkat,"ucap Alva pada Disha.


"Oke,"sahut Disha.


"Awas saja kalau Riky membuat kita terlambat,"kembali Alva menggerutu sambil berjalan menuju ruangannya.


Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang terdengar cepat bahkan sedikit berlari setelah keluar dari lift.


"Pak Riky, anda disuruh Pak Rendra untuk segera ke ruangannya,"ucap karyawan yang diberi pesan oleh Alva tadi ketika melihat Riky.


"Iya,"sahut Riky singkat dan langsung masuk kedalam ruangan nya.


Tak lama kemudian Riky keluar dari ruangannya dengan membawa laptopnya kemudian bergegas keruangan Alva.


"Selamat pagi, Nyonya,"sapa Riky pada Disha.


"Selamat pagi pengantin baru. Kusut amet tuch muka!"ledek Disha yang hanya ditanggapi senyuman tipis oleh Riky kemudian berjalan menuju ruangan Alva.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk!"sahut Alva saat mendengar pintu ruangannya di ketuk.


"Selamat pagi,Tuan,"sapa Riky.


"Pagi! Kamu sudah meneliti kontrak kerja sama kita dengan mereka?"tanya Alva masih fokus pada layar laptop nya tanpa menatap Riky.


"Iya, Tuan. Tapi saya tidak menemukan pelanggaran kontrak kerjasama yang kita lakukan pada mereka. Sepertinya mereka ini sengaja mencari gara-gara dengan kita. Awas saja jika mereka berani macam-macam,"gerutu Riky yang terlihat sangat kesal.

__ADS_1


Alva mendongakkan kepalanya menatap wajah Riky yang masih berdiri di depannya, kemudian mengerutkan keningnya.


"Kenapa wajahmu kusut begitu? Sudah seperti cucian yang belum di laundry saja,"celetuk Alva.


"Saya kesal sekali dengan klien ini, komplain mereka itu sama sekali tidak masuk akal. Mengganggu saja!"sahut Riky dengan wajah yang terlihat semakin kesal.


Alva menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya, mengernyitkan keningnya merasa heran dengan asistennya yang nampak kusut dan uring-uringan itu. Biasanya masalah sebesar dan sesulit apapun yang mereka hadapi, Riky selalu tenang dan tidak pernah terlihat kusut seperti itu.


Alva mengamati penampilan Riky dari atas ke bawah hingga pandangannya berhenti di bagian celana Riky yang nampak mengembung.


"Wah.. pantesan uring-uringan, muka lecek kayak baju belum di laundry begitu, ternyata ada yang tegang. Kamu nggak dapat jatah dari istri mu, ya?"tebak Alva mengulum senyum.


"Ishh.. bagaimana mau dapat jatah baru juga mau unboxing, Tuan sudah memerintahkan saya kekantor dengan ancaman akan memotong gaji, bahkan akan merumahkan saya," gerutu Riky keceplosan dengan wajah kusutnya.


"What?! Jadi kamu belum unboxing?" tanya Alva kemudian tawanya pun meledak.


"Ish.. Tuan suka sekali menertawakan penderitaan saya,"tukas Riky.


"Kamu kena karma karena suka meledek ku. Jadi benar seminggu ini kamu nggak bulan madu dan hanya pacaran doang? Kasihan sekali!"ledek Alva semakin keras tertawa.


"CK.. Tuan mau melihat data selama kita bekerja sama dengan mereka tidak?" tanya Riky mencoba mengalihkan pembicaraan. Riky semakin merasa kesal karena terus saja ditertawakan oleh Alva.


Satu jam yang lalu...


Yessie yang sedang memilih pakaian di lemari pun terkejut mendengar ada suara dibelakang nya, spontan Yessie membalikkan tubuhnya hingga...


"Akkhh..!!!"pekik Yessie karena berbalik dengan spontan membuat handuk yang melilit di tubuhnya melorot.


"Astaga.!! Kejutan pagi hari macam apa ini?!"gumam Riky yang tidak berkedip menatap Yessie.


Sedangkan Yessie langsung memungut handuknya dengan perasaan panik dan wajah merah karena malu.Namun saat Yessie sedang berjongkok dan akan menutup tubuhnya ..


Greb


Tiba-tiba Riky memeluk tubuh Yessie yang masih berjongkok dan belum tertutup kain sama sekali itu, membuat Yessie mematung di tempatnya.


"Kamu sudah selesai datang bulan?"tanya Riky dengan berbisik di telinga Yessie membuat tubuh Yessie meremang.


"Ka..kak.! Kita harus ke kantor pagi ini,"ucap Yessie dengan jantung yang berdetak kencang mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Jadi benar, datang bulannya sudah selesai?"tanya Riky lagi masih memeluk Yessie yang berjongkok tanpa menghiraukan kata-kata Yessie.


Yessie tidak menjawab, tapi mengangguk pelan membuat Riky menyunggingkan senyum penuh arti.


"Kak.!!"pekik Yessie ketika dengan sekali sentakan Riky menggendong tubuhnya yang polos kearah ranjang.


Dengan wajah yang memerah Yessie memeluk tubuh Riky yang sedang menggendongnya agar tubuhnya yang polos tidak terlalu terlihat.


"Ka..kak, kita harus masuk kantor hari ini," ucap Yessie deg degan, gugup, takut, malu dan entah perasaan apa lagi yang ada di hati nya


"Aku akan minta ijin cuti sehari lagi buat kita berdua,"ucap Riky dengan tidak sabar membaringkan tubuh Yessie ke atas ranjang.


"Kak.! Emmp.."tanpa menunggu lama, setelah membaringkan Yessie, Riky langsung mencium bibir Yessie dengan begitu agresif hingga membuat Yessie kewalahan. Riky hanya memberi waktu pada Yessie mengambil nafas sebentar kemudian kembali menyerang bibir Yessie.


Riky yang sudah seminggu ini menahan diri untuk tidak menerkam Yessie pun seperti orang kalap. Dengan cepat melepaskan kaos oblong yang dipakainya dan melemparnya asal, kemudian kembali menyerang Yessie.Tiba-tiba handphone Riky berdering menandakan ada panggilan masuk.


"Kak... handphone kamu berbunyi,"ucap Yessie dengan nafas tersengal-sengal ketika Riky menjeda ciumannya.


"Biarkan, saja,"ucap Riky kembali mencium Yessie, namun handphone nya terus berdering membuat Riky terganggu.


"Shitt.!!"umpat Riky kemudian meraih handphonenya yang ada di atas nakas masih dengan posisi di atas tubuh Yessie.


"Shitt..!! Kenapa pagi-pagi begini Tuan menelpon ku?!"umpat Riky lagi kemudian menerima panggilan telepon itu.


"Halo, Tu...."


"CK.. Riky! Lama sekali kamu mengangkat telepon mu. Ada komplain dari perusahaan xx tentang kontrak kerja sama kita. Mereka bilang kita melanggar kontrak. Sekarang juga ke kantor dan kumpulkan semua data serta bukti. Kita akan bertemu dengan mereka satu setengah jam lagi,"


"Jika kamu tidak datang, aku akan memotong gaji mu atau mungkin kamu akan aku rumahkan,"ucap Alva memotong kata-kata Riky, tanpa titik dan koma terus bicara sebegitu Riky mengangkat telepon nya.


Tut..Tut...Tut...Alva memutuskan sambungan telepon secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Riky.


"Shitt..!!"umpat Riky seraya meletakkan handphone nya dengan kasar kemudian menatap Yessie yang masih berada di bawah tubuhnya.


"Maaf!"ucap Riky pada Yessie kemudian mengecup kening Yessie.


Riky turun dari tubuh Yessie kemudian menyelimuti tubuh Yessie yang polos. Membuat Yessie bernafas lega setelah melihat Riky masuk kedalam kamar mandi.


"Ya Tuhan.. Kak Riky ganas sekali. Ini semua gara-gara aku lupa membawa baju ganti,"gumam Yessie kemudian segera mencari bajunya dari dalam lemari dan segera memakai nya.

__ADS_1


"Argh .!!"pekik Riky di dalam kamar mandi mengacak rambutnya frustrasi.


"To be continued


__ADS_2