Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
79. Gaya Pacaran


__ADS_3

"Aku sudah tidak tahan lagi, sayang!"rengek Alva masih memeluk Disha.


"Berapa kali kamu tidur bersama Anjani?"tanya Disha tiba-tiba.


"Aku nggak pernah tidur dengan Anjani, sayang,"jawab Alva.


"Bohong!"sergah Disha.


"Sumpah sayang, aku nggak pernah tidur dengan Anjani. Aku pernah sekali tidur sekamar dengan dia, hanya sekali dan itu pun dia tidur di ranjang dan aku tidur di sofa,,"jelas Alva jujur.


"Hanya sekali tidur sekamar dengan dia? Lalu jika kamu menginap di sana kamu tidur di mana?'tanya Disha tidak percaya.


"Aku tidur di ruang kerja, kalau nggak di ruang kerja, aku akan tidur di kamar tamu.


"Bagaimana aku bisa percaya? Aku nggak tahu kamu bohong atau tidak,"sahut Disha.


"Kamu bisa tanya Art yang ada di rumah ku sekarang. Kamu bisa tanya padanya, aku tidur dimana jika ada Anjani di rumah,"ucap Alva kemudian meraih handphonenya di atas nakas dan mendial nomor telepon rumahnya, namun sebelum panggilan di angkat, Disha segera mematikan panggilan itu.


"Kenapa dimatikan?"tanya Alva seraya mengernyitkan dahinya.


"Tidak perlu aku tanyakan pada Art-mu. Dari keyakinan mu saat menghubungi Art-mu aku sudah yakin jika kamu tidak berbohong,"ucap Disha.


"Tidak, kamu harus bicara pada Art dirumah ku agar tidak ada kecurigaan lagi di hatimu,"ucap Alva kembali menekan nomor telepon rumahnya.


"Tidak perlu, Al. Aku percaya padamu,"ucap Disha kembali mematikan panggilan telepon yang dilakukan oleh Alva.


"Benar kamu percaya padaku?'tanya Alva menatap manik mata istrinya lekat.


"Iya, aku percaya. Ini sudah siang, kita harus segera berangkat ke kantor. Hari ini kita ada rapat, sayang. Aku akan mengambil dasi dan jas mu,"ucap Disha setelah melihat jam di dinding kemudian mengecup bibir Alva sekilas dan bergegas mengambil dasi dan jas Alva.


Alva hanya menghela nafas panjang kemudian duduk di tepi ranjang. Tak lama kemudian Disha sudah kembali membawa dasi dan jas untuk Alva. Dengan telaten Disha memakaikan dasi untuk Alva kemudian menarik Alva untuk berdiri dan memakaikan jas Alva.


"Sudah selesai. PakSu ku selalu terlihat tampan,"ucap Disha sambil mengelus rahang kokoh Alva kemudian berjinjit untuk mengecup bibir Alva. Sedangkan Alva nampak tidak bersemangat karena keinginannya belum bisa dituntaskan.


Disha meraih tasnya kemudian menggandeng Alva keluar dari kamar mereka untuk segera berangkat ke kantor.


***


Siang harinya di kantin perusahaan Bramantyo Group. Hampir semua karyawan Bramantyo Group mengetahui tentang postingan Hery di media sosial. Namun karena itu menyangkut atasan mereka jadi mereka tidak berani berkomentar apalagi menggosipkan nya.


"Dis, gimana? Apa PakSu kamu sudah tahu tentang postingan mantan kamu itu?"tanya Icha sedangkan Yessie nampak penasaran menunggu jawaban dari Disha. Begitu pula dengan beberapa karyawan yang duduknya dekat dengan tiga sahabat itu.


"Sudah,"jawab Disha kemudian menyuapkan makanan ke mulut nya.


"Terus, bagaimana reaksi PakSu kamu?"timpal Yessie.

__ADS_1


"Dia sudah tahu kalau itu foto editan tapi dia curiga kalau pas aku pacaran sama si Hery dulu pernah ciuman,"jelas Disha kemudian melanjutkan makannya.


"Emang kamu berapa kali berciuman sama mantan kamu itu?"tanya Icha menyelidik.


"Boro-boro berciuman, dipeluk dia aja aku nggak mau. Kalian bisa lihat kan?! Di semua foto yang di-posting sama Hery nggak ada foto aku yang berpelukan sama dia.,"ucap Disha yang didengar beberapa karyawan yang dekat dengan tiga sahabat itu.


"Iya sich! Tapi beneran kalian nggak pernah pelukan atau ciuman, Dis?"tanya Icha lagi kemudian menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Sumpah, aku nggak pernah pelukan apalagi ciuman sama si Hery,"sanggah Disha kemudian meminum jus alpukat nya.


"Terus gimana gaya pacaran kalian?" tanya Yessie, kemudian meminum jus jeruk nya.


"Ya cuma belajar bareng, makan bareng, terus kalau pulang-pergi sekolah diantar jemput sama dia,"jelas Disha.


"Gitu doang?"tanya Yessie tidak percaya.


"Iya,"sahut Disha.


"Wahh.. kalau begitu gaya pacaran nya mah, lebih pantesan di bilang kang ojek dari pada pacar. Ha..ha...ha.."sahut Icha kemudian tertawa diikuti Yessie dan beberapa karyawan yang dekat mereka.


"Apa kamu nggak pernah di ajak kemana gitu Dis, sama si Hery itu?" tanya Yessie.


"Sering sich, diajak jalan ke mall, bioskop atau tempat biasanya muda-mudi pada nongkrong, tapi aku nggak mau,"sahut Disha.


"Ya mending aku pakai waktu aku buat belajar di rumah dari pada keluyuran nggak jelas. Lagian aku juga terpaksa menerima dia sebagai pacarku. Aku nggak cinta sama dia, dia nya aja yang mengejar-ngejar aku. Sampai aku udah punya suami dan anak juga dia masih saja ngejar-ngejar aku. Herman dech!"keluh Disha.


"Kayaknya dia cinta mati sama kamu, Dis,"sahut Yessie.


"Auk ach gelap! Dia itu cuma nyusahin aku aja. PakSu sensi banget kalau sama dia. Udah hampir mampui itu si Hery dihajar sama PakSu tapi nggak kapok kapok juga,"ujar Disha.


"Memangnya mantan kamu itu nggak bisa ilmu beladiri, Dis?"tanya Icha.


"Bisa, waktu sekolah dulu dia pernah juara satu, tingkat provinsi. Tapi nyatanya nggak ada apa-apa nya dibandingkan dengan PakSu. PakSu cuma pecah bibirnya doang, tapi dia bukan cuma masuk UGD tapi sampai masuk ICU karena sampai sulit bernapas. Aku sempat takut kalau dia sampai labas ketemu sama malaikat maut,"ujar Disha membuat semua orang tertawa.


"Kok sampai masuk ICU, Dis?"tanya Yessie.


"Tulang rusuk nya retak gara-gara dihajar sama PakSu,"jawab Disha.


"Kok, dia nggak laporin Pak Rendra ke polisi, Dis?"tanya Icha.


"Karena aku memohon padanya agar tidak membawa masalah itu pada pihak yang berwajib,"sahut Disha.


"Salut aku sama cinta dan jiwa pebinor tuch orang,"ucap Icha.


"Yee..jiwa pebinor nggak perlu diapresiasi kali!" sahut Yessie.

__ADS_1


"Ha..ha..ha.. iya ya?!"respon Icha.


***


Setelah makan siang Disha pergi keruangan Alva untuk menyerahkan beberapa berkas yang diminta Alva.


"Tok..tok..tok.."


"Masuk!"sahut Alva dari dalam.


"Sayang, ini berkas yang kamu minta,"ucap Disha.


"Letakkan saja di situ sayang!"ucap Alva sambil mengambil jas yang tergantung.


"Sayang, kamu mau kemana?"tanya Disha saat Alva memakai jas nya.


"Aku ada sedikit keperluan di luar,"jawab Alva.


"Apa akan lama?"tanya Disha.


"Aku nggak tahu, sebentar apa lamanya, sayang. Apa ada hal mendesak yang harus aku kerjakan di kantor? Kalau ada kamu suruh saja Riky untuk menanganinya,"ucap Alva.


"Nggak ada kok," sahut Disha.


"Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu,"ucap Alva seraya mengelus rambut Disha lalu mencium bibir Disha sekilas kemudian berjalan meninggalkan ruangan nya.


"Mau kemana dia?"gumam Disha setelah Alva keluar dari ruangan itu.


***


Di sebuah lokasi proyek nampak Hery sedang berbincang dengan beberapa orang dan tak lama kemudian Hery berjalan menuju sebuah tempat yang nampak teduh dengan pohon yang rindang dan beberapa kursi di sana.Hery duduk seraya meminum air mineral kemasan botol.


"Sebentar lagi kita kembali ke kantor. Pekerjaan di sini sudah selesai,"ucap Herry kepada asistennya sambil menatap layar handphonenya.


"Baik Tuan, kalau begitu saya akan membereskan barang-barang Tuan,"ucap asisten Hery.


"Nampaknya kamu suka sekali memainkan jemari mu di layar benda pipih itu,"ucap seseorang yang tiba-tiba sudah duduk di depan Hery.


"Kau.?! Mau apa kamu kesini?"tanya Hery saat melihat seseorang yang sudah duduk di depan nya dengan raut wajah yang tidak suka.


...🌟"Nama lain dari cemburu buta adalah kurang atau bahkan tidak percaya pada pasangan."🌟...


..."Nana 17 Oktober "...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2