
"Apa suami saya ada di ruangannya?"
"Deg," jantung Disha rasanya tiba-tiba berhenti saat mendengar suara seorang wanita yang sudah ada di depan mejanya, kemudian Disha mendongak untuk menatap wanita itu.
"Ada, beliau ada di ruangannya,"ucap Disha mencoba tenang saat melihat perempuan yang telah menjadi istri dari suaminya itu.
Tanpa kata lagi, wanita yang tidak lain adalah Anjani itu pun segera membuka pintu ruangan Alva. Namun pemandangan yang ada di dalam ruangan itu benar-benar membuatnya shock.
"Apa yang kalian lakukan..?!!!!"pekik Anjani saat melihat Alva yang seolah-olah akan berciuman dengan seorang pria yang dikenali Anjani sebagai sekretaris Alva.
Alva langsung berdiri dengan tegak, membenahi pakaiannya, kemudian berjalan menuju kursi kebesarannya lalu duduk dengan tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa di ruangan itu. Riky pun juga bangkit dari meja , merapikan pakaiannya kemudian berdiri di depan meja kerja Alva dengan menundukkan kepalanya.
Sedangkan Disha yang berada di meja kerjanya di depan ruangan Alva, sempat terkejut mendengar teriakkan Anjani, karena Anjani belum sempat menutup pintu tapi sudah disuguhi pemandangan yang mengejutkan.
'Kalian tidak mengidap perilaku yang menyimpang kan? Tidak suka main pedang-pedangan kan? Bukan jeruk makan jeruk kan?!"tanya Anjani bertubi-tubi walaupun masih shock dengan apa yang baru saja dilihatnya tadi.
Alva menyeringai mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi dari Anjani itu.
"𝐁𝐞𝐧𝐚𝐫 𝐣𝐮𝐠𝐚, 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐛𝐚𝐠𝐮𝐬 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐢𝐫𝐚 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐞𝐫𝐢𝐥𝐚𝐤𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐢𝐦𝐩𝐚𝐧𝐠, 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐝𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐠𝐨𝐝𝐚 𝐤𝐮 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐝𝐢𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐜𝐞𝐫𝐚𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐮,"batin Alva.
"Memangnya kenapa jika iya?"ucap Alva menatap tajam pada Anjani membuat Anjani bergidik ngeri.
"𝐖𝐡𝐚𝐭? 𝐀𝐩𝐚 𝐦𝐚𝐤𝐬𝐮𝐝 𝐓𝐮𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐞𝐫𝐢𝐥𝐚𝐤𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐢𝐦𝐩𝐚𝐧𝐠? 𝐀𝐤𝐮 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐧𝐨𝐫𝐦𝐚𝐥, 𝐩𝐞𝐝𝐚𝐧𝐠𝐤𝐮 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐭𝐞𝐠𝐚𝐤, 𝐜𝐮𝐦𝐚 𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐝𝐢𝐩𝐚𝐤𝐚𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐣𝐚,"gerutu Riky dalam hati.
'Tuan...."
"Diam.!! Kamu jangan bicara.!"bentak Alva pada Riky sebelum Riky menyelesaikan kata-katanya.
"Tapi Tuan..."
"Aku bilang diam.!! Apa kamu sudah bosan bekerja dengan ku?"tanya Alva mengintimidasi.
"Al, kamu harus berobat, Al,"ucap Anjani.
"Keluar dari ruangan ku sekarang,"ucap Alva menatap tajam pada Anjani.
"Tapi Al..."
"Aku bilang keluar, atau aku akan berbuat kasar padamu.!!"bentak Alva membuat Anjani bergidik ngeri, kemudian langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Disha yang melihat Anjani keluar dengan wajah yang nampak kusut pun hanya diam memandang kepergian Anjani.
"Tuan, apa maksud Tuan mengatakan bahwa kita penyuka sesama jeruk?"tanya Riky tidak terima.
"Agar dia berhenti menggoda aku,"ucap Alva santai.
"What? Anda tidak mau digoda istri anda sendiri? Apa anda benar-benar menyimpang, alias belok?! Jeruk makan jeruk? Pisang suka sama pisang?? Suka main pedang-pedangan?"tanya Riky dengan tatapan tidak percaya.
"Enak saja, aku masih normal.!! Aku bisa membuat istri ku lemas dan menyerah di atas ranjang,"ucap Alva menggebu-gebu.
"Lalu kenapa anda tidak mau digoda istri anda sendiri jika Anda mampu membuatnya lemas dan menyerah di atas ranjang?"cecar Riky.
"Karena Anjani hanya istri ku diatas kertas, istri yang tidak pernah aku inginkan. Aku hanya akan tidur dengan istri yang aku cintai,"ucap Alva dengan wajah serius.
"Apa maksud anda?"tanya Riky yang masih belum mengerti dengan kata-kata Alva.
"Anjani adalah istri kedua ku,"ucap Alva.
"What?!" Jadi maksudnya anda sudah menikah sebelum anda menikah dengan Nona Anjani?"tanya Riky tidak percaya.
"Iya, dan aku minta kamu berpura-pura lah menjadi pasangan menyimpang ku jika ada Anjani. Aku akan memberimu bonus untuk itu,"ucap Alva sudah agak santai.
"Kenapa kamu berpikir seperti itu?"tanya Alva berusaha menutupi keterkejutannya.
"Karena selama ini anda tidak pernah dekat dengan perempuan manapun selain Disha, anda terlihat sangat nyaman saat bersama Disha. Bahkan selama saya bekerja dengan Anda, hanya Disha yang berani menatap tajam anda bahkan terkesan mengintimidasi waktu kita menginap di luar kota dulu,"
Saya juga pernah memergoki anda pagi-pagi sekali keluar dari kamar Disha waktu itu.Dan hari ini, kelakuan anda dan Disha persis seperti pasangan suami-istri yang sedang bertengkar, hingga saya yang menjadi korban,"
"Dan satu lagi, saat Disha melihat anda memangku nona Anjani waktu itu, anda terlihat sangat terkejut, dan frustasi, wajah anda benar-benar seperti suami yang kepergok selingkuh oleh istri anda,"jelas Riky.
"Dia memang istri ku,"ucap Alva membuat Riky yang tadinya hanya menebak-nebak menjadi terkejut.
"Tu.. Tuan tidak bercanda kan?"tanya Riky tidak percaya.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak,"ketus Alva.
"Sejak kapan?"tanya Riky.
"Sekitar sembilan bulan yang lalu,"ucap Alva datar.?
__ADS_1
"Lalu kenapa Tuan berantem sama Disha? Eh..apa sekarang saya harus memanggilnya Nyonya?"tanya Riky.
"Jangan, panggil dia seperti biasanya. Aku tidak mau ada orang yang tahu kalau Disha adalah istriku,"ucap Alva.
"Wahh.. ternyata anda memang laki-laki tulen ya? Anda bisa membuat tato yang begitu banyak di leher Disha, anda benar-benar ganas,"ucap Riky yang sudah mulai kambuh mulutnya yang ceplas-ceplos.
"Kamu berani mengamati leher istri ku?!" bentak Alva.
"Tuan, tidak perlu diamati juga sudah kelihatan, walaupun cuma sekilas terlihat itu tato yang tuan buat sudah tumpang tindih. Ternyata Tuan sangat ganas,"ucap Riky bergidik ngeri.
"Kau..."ucap Alva menahan amarahnya pada asistennya itu.
"Ampun Tuan. Lagian apa sich yang membuat Tuan marah sama Disha?"tanya Riky.
"Dia bertemu dengan pacarnya dulu,"ucap Alva terlihat kesal.
"Disha mengkhianati Tuan?!"tanya Riky serius.
"Dia bertemu dengan pria itu tanpa sengaja. Bahkan dia langsung pulang saat bertemu dengan pria itu,"ucap Alva dengan nada tinggi, tidak terima jika istrinya dituduh selingkuh, membuat Riky meringis.
"Lalu kenapa Tuan marah kalau mereka bertemu karena tidak sengaja, apalagi Disha langsung pulang?!"tanya Riky bingung.
"Karena aku cemburu,"bentak Alva, membuat Riky mengelus dada.
"Kecemburuan Tuan itu tidak jelas. Jika memang Disha tidak bermaksud bertemu dengan pria itu, bahkan langsung pulang saat bertemu dengan pria itu, kenapa Tuan marah?"ujar Riky.
"Aku tidak tahu,"jawab Alva nampak bingung sendiri.
"Sebaiknya anda meminta maaf pada Disha, perbaiki hubungan kalian. Jika tidak...."kata Riky menggantung kata-katanya.
"Jika tidak apa?"tanya Alva yang penasaran.
"Jika tidak, anda tidak akan bisa melukis tato malam ini,"ucap Riky menahan tawanya.
"Riky..!!!
...🌟"Cemburu memang menguras hati, tapi kalau tidak cemburu berarti tidak mencintai."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
__ADS_1
To be continued