Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
84. Saling Menjelekkan


__ADS_3

Di private room sebuah restoran.


"Sepertinya kita datang terlalu cepat, anak-anak kita belum juga datang,"ucap Adiguna.


"Iya, apa mereka terjebak macet, ya?"timpal Darmawan.


"Tok..tok..tok..."


"Masuk!"ucap Adiguna dan Darmawan bersamaan. Pintu dibuka dari luar dan terlihat Hery yang masuk keruangan itu.


"𝐓𝐮𝐚𝐧 𝐀𝐝𝐢𝐠𝐮𝐧𝐚? 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐣𝐨𝐝𝐨𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐤𝐮 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐧𝐣𝐚𝐧𝐢?! 𝐀𝐜𝐡..𝐒𝐢𝐚𝐥𝐥!!


𝐒𝐢𝐚𝐥𝐥!! 𝐒𝐢𝐚𝐥𝐥!!"batin Hery saat melihat Adiguna ada di ruangan itu.


"Ayo duduk sini Her, sapa Tuan Adiguna!"perintah Darmawan.


"Iya, pa. Apa kabar tuan Adiguna?"sapa Hery ramah.


"Baik, Nak Hery. Ternyata rumor yang beredar itu benar, kamu memang tampan,"puji Adiguna.


"Ach, Tuan terlalu memuji,"sahut Hery.


"Tok..tok..tok.."


"Masuk!"sahut Adiguna.Pintu kembali dibuka dari luar dan kali ini Anjani yang berada di depan pintu itu.


"𝐏𝐫𝐢𝐚 𝐛𝐫𝐞𝐧𝐠𝐬𝐞𝐞𝐤 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐬𝐢𝐧𝐢? 𝐀𝐩𝐚 𝐩𝐚𝐩𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐨𝐝𝐨𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐚? 𝐁𝐚𝐠𝐮𝐬𝐥𝐚𝐡, 𝐚𝐤𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐩𝐚𝐩𝐚 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐩𝐫𝐢𝐚 𝐛𝐫𝐞𝐧𝐠𝐬𝐞𝐞𝐤 𝐢𝐭𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛 𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐣𝐚𝐧𝐢𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐢𝐧𝐢. 𝐃𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐲𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐝𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐥𝐚𝐤 𝐥𝐚𝐠𝐢,"batin Anjani.


"Kemari lah, sayang! Kenapa cuma berdiri di sana?!"tanya Adiguna.


"Ach, iya pa,"sahut Anjani kemudian melangkah masuk dan duduk di sebelah Adiguna.


"Perkenalkan sayang, ini Tuan Darmawan dan disebelahnya adalah Hery, putra Tuan Darmawan,"ucap Adiguna memperkenalkan Darmawan dan Hery pada Anjani.


"Iya, apa kabar Tuan?"sapa Anjani pada Darmawan dan hanya menatap Hery sekilas.


"Baik, Nak. Teryata kamu aslinya juga cantik,ya? Saya sering melihat foto-foto kamu ada di majalah fashion,"ucap Darmawan.


"Ach, biasa saja Tuan,"sahut Anjani.

__ADS_1


"Kalau begitu bagaimana kalau kita memesan makanan dulu?"tanya Adiguna pada semua orang yang ada di ruangan itu dan mereka semua pun setuju.


Sebelum pesanan mereka datang mereka mengobrol ringan dan berusaha mengakrabkan diri. Setelah makanan tiba mereka pun makan dengan tenang. Hingga mereka selesai makan, mereka akhirnya membicarakan tentang tujuan mereka mengadakan makan malam bersama.


"Begini Her, sebenarnya dalam acara makan malam ini, papa ingin mengenalkan kamu dengan putri Tuan Adiguna. Papa dan Tuan Adiguna ingin menjodohkan kalian berdua. Papa harap kamu bisa cocok dengan Anjani,"ucap Darmawan membuka obrolan setelah makan malam selesai.


"𝐈𝐧𝐢 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢! 𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐚𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐦𝐢𝐥 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐣𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐛𝐚𝐩𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚. 𝐑𝐮𝐠𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐬𝐢 𝐑𝐞𝐧𝐝𝐫𝐚 𝐢𝐭𝐮. 𝐑𝐞𝐧𝐝𝐫𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐧𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐚𝐤𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐧𝐚 𝐠𝐞𝐭𝐚𝐡𝐧𝐲𝐚,"batin Hery.


"Iya sayang, papa dan Tuan Darmawan ingin menjodohkan kalian berdua. Papa harap kalian bisa menikah secepatnya. Bagaimana, apa kamu setuju jika kamu papa nikahkan dengan putra Tuan Darmawan?"tanya Adiguna.


"Aku menurut saja apapun yang papa putuskan,"jawab Anjani membuat Adiguna merasa sangat terkejut sekaligus senang. Pasalnya selama ini Anjani selalu menolak jika dijodohkan oleh Adiguna tapi sekarang tanpa berpikir panjang Anjani langsung menerima perjodohan yang diatur olehnya.


"Papa senang sekali kalau kamu setuju. Bagaimana dengan putra anda Tuan Darmawan?"tanya Adiguna.


"Em, boleh saya bicara sebentar dengan papa saya?"tanya Hery kepada Adiguna.


"Oh, silahkan!"ucap Adiguna.


"Pa, bisa kita bicara di luar sebentar?"tanya Hery pada Darmawan.


"Tuan Adiguna, Nak Anjani, kami permisi sebentar,"ucap Darmawan sopan.


Hery dan Darmawan pun akhirnya berbicara di tempat yang agak jauh dari ruangan itu.


'Ada apa, Her? Apa yang ingin kamu bicarakan?"tanya Darmawan.


"Pa, aku tidak mau menikah dengan Anjani,"ucap Hery.


"Papa sudah katakan padamu, jika kamu menolak apa yang papa perintahkan, maka papa akan memblokir semua kartu mu, mengambil semua fasilitas yang papa berikan padamu dan memecatmu dari perusahaan,"ucap Darmawan tegas.


"Tapi pa, Anjani itu seorang janda,"ucap Hery memberi alasan.


"Memangnya kenapa jika dia seorang janda? Toh kamu juga sudah tidak perjaka lagi. Jangan kamu pikir papa tidak tahu dengan apa yang kamu lakukan selama kuliah di luar negeri. Kamu sudah berpacaran dengan beberapa gadis dan sering membawa mereka bermalam di apartemen mu,"


"Sekarang mana ada pria dan wanita apalagi sepasang kekasih bermalam di bawah atap yang sama tapi tidak melakukan apa-apa? Jadi jangan jadikan status Anjani yang seorang janda untuk menolak perjodohan ini,"ujar Darmawan menohok.


"Masalahnya bukan karena status Anjani yang seorang janda ,pa,"ucap Hery.


"Lalu apa masalahnya? Cinta?? Cinta itu akan tumbuh seiring waktu kalian sering bersama,"ujar Darmawan.

__ADS_1


"Masalahnya adalah Anjani sekarang sedang mengandung,"sahut Hery.


"Apa? Apa maksudmu? Jangan bicara sembarangan! Dan dari mana kamu tahu kalau Anjani sedang mengandung?"tanya Darmawan tidak percaya.


"Papa tidak perlu tahu aku tahu dari mana, tapi kalau papa tidak percaya papa bisa menanyakannya langsung pada Anjani,"jawab Hery.


"Baiklah, kalau begitu kita kembali ke sana,"ajak Darmawan yang merasa yakin bahwa Hery tidak berbohong karena Hery mengatakannya tanpa ragu, bodylangued nya pun mengatakan jika Hery tidak berbohong.


Akhirnya bapak dan anak itupun kembali menemui Adiguna dan Anjani yang masih berada di dalam private room.


"Bagaimana Tuan Darmawan?"tanya Adiguna setelah Hery dan Darmawan duduk.


"Maaf Tuan Adiguna. Nampaknya anak saya merasa kurang cocok dengan putri anda,"ucap Darmawan hati-hati.


"Kenapa begitu? Bukankah kita sudah sepakat, kita akan tetap menikahkan mereka walaupun mereka tidak setuju? Mengapa sekarang anda berubah pikiran?"cecar Adiguna tidak terima karena baru kali ini Anjani menerima perjodohan yang diaturnya.


"Tuan, saya tidak bisa memaksakan kehendak saya kepada putra saya,"alibi Darmawan yang semakin percaya bahwa Adiguna ngotot menikahkan Anjani dengan Hery karena Anjani sedang mengandung.


"Tapi sebelumnya kita sudah sepakat,"keukeh Adiguna yang menjadi emosi.


"Kenapa anda begitu ngotot untuk menikahkan putri anda dengan putra saya? Apa karena anda ingin menjadikan putra saya tumbal untuk menutupi aib putri anda?"balas Darmawan ikut emosi.


"Apa maksud anda?"tanya Adiguna semakin emosi.


"Maksud saya saat ini putri anda sedang mengandung dan karena itu anda ingin segera menikahkan putri anda agar anda tidak malu karena putri anda hamil di luar nikah,"ucap Darmawan juga semakin emosi.


"Jangan sembarangan anda menuduh putri saya! Atas dasar apa anda menuduh putri saya seperti itu? Walaupun putri saya seorang janda tapi bukan berarti anda bisa merendahkan putri saya dengan fitrah yang keji seperti itu,"


"Putra anda juga tidak lebih baik dari putri saya. Putra anda mengejar-ngejar wanita yang sudah punya anak dan suami di depan umum tanpa rasa malu,"balas Adiguna yang tidak mau putrinya di rendahkan.


"Putri anda juga tidak lebih baik dari putra saya, putri anda juga menjadi istri kedua yang artinya juga menganggu hubungan orang lain,"balas Darmawan.


"Cukup.!!!"


...🌟 Berani berbuat harus berani bertanggung jawab, jangan berani berbuat tapi endingnya malah minggat."🌟...


..."Nana 17 Oktober "...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2