
Pagi menyapa, cahaya matahari menyelusup masuk melalui celah-celah gorden disebuah kamar. Nampak pakaian yang berceceran di lantai, sedangkan di atas ranjang nampak sepasang suami istri yang masih terlelap. Sepasang suami-isteri itu berpelukan di bawah selimut tebal dalam keadaan polos tanpa sehelai benang yang melekat di tubuh mereka.
Perlahan sang istri membuka matanya, mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya yang masih terlelap. Tangannya terulur untuk menyentuh wajah yang akhir-akhir ini sudah membuatnya bahagia. Senyum nya tersungging menatap pria yang masih memeluk tubuhnya dengan erat itu.
"Kak, bangun! Sudah siang!"ucap nya seraya mengelus pipi suaminya.
Perlahan Sandy membuka matanya dan tersenyum menatap wajah istrinya yang tersenyum kepadanya.
"Hari ini hari libur, sayang. Aku tidak pergi ke kantor,"ucap Sandy meraih tangan istrinya yang sedang memegang wajahnya kemudian mengecupnya.
"Tapi apa kakak tidak ingin sarapan?" tanya Anjani masih menatap wajah suaminya.
"Aku ingin berenang dulu. Apa kamu ingin ikut?"tanya Sandy seraya menyingkirkan anak rambut Anjani yang berantakan kemudian mengecup kening Anjani penuh kasih sayang.
"Hemm,"sahut Anjani.
Akhirnya sepasang suami-istri itupun beranjak dari peraduan mereka dan tak lama kemudian mereka pun turun dari kamar mereka yang berada di lantai dua. Sedangkan Ruzain akhir-akhir ini tidur di kamar lain ditemani seorang baby sister.
Sepasang suami istri itu berenang ke sana kemari dan sesekali bersenda gurau dengan menciptakan air atau saling kejar-kejaran dan berpelukan di dalam kolam renang.
"Akhirnya kamu menemukan kebahagiaan mu. Papa senang melihat mu tertawa bahagia seperti itu. Maaf, selama ini papa tidak tahu jika Hery bukanlah putra papa, dan kamu adalah putra kandung papa. Kamu pasti sudah banyak melalui masa sulit bersama orang tua angkat mu,"
"Tapi papa bersyukur mereka telah menyelamatkan kamu, mendidik dan membesarkan mu dengan baik sehingga kamu menjadi orang yang baik dan dapat membanggakan orang tua angkat mu sekaligus membanggakan papa,"
"Papa tidak tahu bagaimana harus berterimakasih kepada mereka. Apalagi ibu angkat mu yang mengidap kanker stadium akhir itu dan ayah angkat mu yang sudah meninggal dunia,"gumam Darmawan menatap Sandy dan Anjani dari balkon kamar nya menghela nafas panjang.
Darmawan tidak memiliki kesempatan untuk membalas budi kedua orang tua angkat Sandy yang menyelamatkan, mendidik dan membesarkan Sandy dengan baik dan penuh kasih sayang. Mereka tidak sempat menikmati kesuksesan Sandy.
__ADS_1
Tapi diri nya yang tidak melakukan apapun untuk Sandy malah menikmati hasil jerih payah orang tua angkat Sandy dengan mengembalikan anak yang berbakti, baik dan dapat diandalkan seperti Sandy untuk menemaninya dan membahagiakan di masa tuanya itu.
Sementara itu, di balkon kamar yang lain nampak Trisha yang juga sedang menatap ke arah kolam renang. Trisha melihat Sandy dan Anjani yang nampak bahagia bersenda gurau di dalam kolam renang.
"Tertawa lah sepuas mu! Karena sebentar lagi kamu tidak akan bisa tertawa. Sebentar lagi aku yang menggantikan kamu tertawa bersama dengan Sandy, pemilik HD Group,"gumam Trisha kemudian beranjak dari tempatnya berdiri dan masuk ke dalam kamar menuju lemari pakaian.
Setelah mengambil apa yang dia perlukan, Trisha pun masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama kemudian Trisha keluar dengan menggunakan bathrobe. Sepintas Trisha melirik ke arah ranjang dimana Hery masih terlelap.Trisha mendengus kemudian berlalu keluar dari kamarnya.
"Kak, apa kakak masih ingin berenang?" tanya Anjani saat mereka berada di pinggir kolam renang.
"Iya, aku masih ingin berenang,"sahut Sandy yang hanya mengenakan celana pendek, sehingga otot-otot dada dan perutnya terpampang jelas di depan Anjani.
"Kalau begitu aku naik duluan, ya?"ucap Anjani kemudian mengecup pipi Sandy.
"Iya,"sahut Sandy seraya mengelus kepala Anjani.
Trisha menggunakan baju renang yang hanya menutupi bagian inti tubuhnya dan dua bukit kembar nya saja, dengan kain yang begitu minim memperlihatkan bentuk tubuhnya yang seksi dengan dua buah bukit kembar yang nampak hampir keluar dari penutup nya yang kecil. Senyuman penuh arti tersungging di bibirnya, sambil terus berjalan mendekati kolam renang.
"Byurrr"Sandy yang masih asyik berenang tidak menyadari kehadiran seseorang yang masuk kedalam kolam renang.
Tak lama kemudian Sandy pun menyadari jika ada orang lain yang sedang berenang tidak jauh dari nya. Menyadari jika yang sedang berenang itu adalah seorang wanita dan wanita itu bukan istrinya, Sandy pun langsung berenang ke tepian kolam renang kemudian keluar dari dalam kolam renang itu.
Trisha menyadari Sandy berenang ke tepi kolam renang. Trisha pun segera mengikuti Sandy. Saat Sandy baru saja keluar dari kolam renang Trisha berteriak.
"Auw... kak tolong aku, kakiku tiba-tiba kram!" pekik Trisha sehingga membuat Sandy mengurungkan niatnya untuk meraih bathrobe dan menoleh kearah belakang dimana Trisha masih berada di dalam kolam renang.
"Kak, tolong!"pekik Trisha berpura-pura seolah-olah akan tenggelam.
__ADS_1
Dengan cepat Sandy berbalik ke arah kolam renang dan,"Byurrrt"Sandy masuk ke dalam kolam renang dan menghampiri Trisha yang hampir tenggelam.
Sandy membawa Trisha berenang ke tepian dan mengangkat tubuh Trisha ke tepi kolam renang. Saat Sandy mengangkat tubuhnya, Trisha sengaja melingkar kan sebelah tangannya di leher Sandy dan tangan satunya dengan sengaja mengelus dada Sandy yang nampak bidang dan berotot itu dengan gaya sensual membuat Sandy memicingkan matanya.
Hery yang menghirup udara pagi di balkon pun tidak sengaja melihat Trisha yang berpura-pura kram dan meminta pertolongan Sandy, bahkan terlihat jelas jika Trisha sengaja menggoda Sandy.
"Dasar murahan! Jadi dia mencoba untuk menggoda Sandy?!"gumam Hery kemudian segera bergegas keluar dari kamarnya dan menuju ke arah kolam renang.
"Kak, mau kemana? Aku kedinginan di sini. Apa kakak akan meninggalkan aku di sini?"tanya Trisha setelah Sandy mendudukkan dirinya di tepi kolam renang, kemudian Sandy memakai bathrobe nya dan berjalan meninggalkan Trisha.
"Aku akan memanggil suamimu untuk membawa mu masuk,"ucap Sandy tanpa menoleh apalagi menghentikannya langkahnya.
"Tapi kak, kenapa tidak sekalian saja, kamu kan akan masuk juga!"seru Trisha tapi tidak dihiraukan Sandy.
"Itu istri mu katanya kakinya kram. Sebaiknya kamu bawa dia masuk sebelum dia masuk angin. Dan belikan dia baju renang yang bagus agar tidak berenang dengan hanya menggunakan daleman saja,"ucap Sandy dengan wajah datar saat berpapasan dengan Hery yang akan menuju kolam renang.
Setelah mengatakan itu,. Sandy pun bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Sedangkan Hery bergegas menuju kolam renang dengan wajah yang mengeras.
"Tunggu saja, aku akan memberikan kamu pelajaran, Trisha! Dasar perempuan jal Lang!"gumam Hery mengumpat sambil terus berjalan menuju kolam renang hingga mataya menemukan sosok yang membuat nya marah sedang duduk di tepi kolam renang dengan wajah ditekuk.
"Eh...apa yang kamu lakukan? Turunkan aku!"pekik Trisha saat tiba-tiba Hery meraih tubuhnya dan menggendongnya.
"Diam! Kalau tidak aku akan melempar tubuh mu ke lantai yang keras itu,"ancam Hery dengan wajah yang nampak menggelap menatap tajam pada Trisha hingga membuat Trisha langsung diam dan tidak berani mengucapkan sepatah katapun lagi pada Hery.
.
To be continued
__ADS_1