
Matahari nampak bersinar dengan terang, setelah semalam hujan mengguyur bumi hingga dini hari. Niko terbangun karena merasa silau dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah dinding pondok yang tidak terlalu rapat. Niko merapikan anak rambut Kamelia yang masih berada dalam dekapannya.
"Kamelia! Bangunlah! Kamelia!"panggil Niko dengan mengusap pipi Kamelia. Perlahan, Kamelia membuka matanya dan mendapati Niko yang ada di depan matanya. Dosen tampan yang sangat digandrungi oleh para mahasiswi dan dosen wanita di kampusnya, tapi tak seorang pun dari mereka bisa menarik perhatian atau pun mendekati Niko.
Seketika wajah Kamelia memucat saat mengingat kejadian semalam. Dari diri nya di culik, ditolong Niko, di kejar empat orang pemuda, jatuh ke sungai bersama Niko, hingga saat dirinya dengan pasrah menyerahkan apa yang dia jaga selama ini pada Niko.
"Kamelia!"panggil Niko yang tiba-tiba melihat Kamelia menangis tanpa suara,"Kamu jangan takut! Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu. Aku akan menikahi kamu,"ucap Niko yang mengerti kenapa Kamelia menangis, menghapus air mata Kamelia, kemudian mendekap Kamelia yang akhirnya menangis terisak.
Untuk beberapa saat, Niko membiarkan Kamelia menangis dalam pelukannya, hingga tangis gadis itu reda.
Niko memakaikan sweater nya yang masih basah dan juga robek di beberapa bagian pada Kamelia. Sedangkan Niko sendiri hanya memakai celana jeans-nya yang juga robek di beberapa bagian. Entah saat berlari atau saat hanyut di sungai semalam pakaiannya robek, Niko tidak tahu,"Kamu tunggu di sini! Aku akan mencari pakaian untuk kita,"ucap Niko seraya mengelus kepala Kamelia. Dan Kamelia hanya mengangguk pelan, tanpa berani menatap Niko.
Niko mencoba mencari rumah penduduk yang dekat dengan pondok itu, hingga bertemu dengan seorang pria paruh baya. Niko mengatakan bahwa dia dan istrinya mengalami kecelakaan dan terjatuh di sungai hingga dia dan istrinya berada di daerah ini. Niko meminta bantuan pada pria paruh baya itu untuk mendapatkan pakaian, makan dan uang untuk kembali ke apartemennya dengan menyerahkan arloji di pergelangan tangannya. Karena setelah hanyut di sungai, hanya arloji itulah yang tersisa.
Pria paruh baya itu melihat Niko yang bertelanjang dada dengan beberapa luka di tubuhnya, bahkan celana jeans yang dikenakannya pun sudah sobek di beberapa bagian. Namun dari auranya terlihat, jika Niko bukan orang dari kalangan menengah ke bawah. Pria itupun mengajak Niko ke rumah nya dan memberikan pakaian pada Niko.
"Hanya pakaian ini yang bapak miliki, tapi setidaknya masih bisa nak Niko pakai,"ucap pria paruh baya itu yang melihat Niko sudah memakai pakaiannya yang nampak kekecilan.
"Tidak apa-apa, pak. Bapak mau membantu saya saja, saya sudah bersyukur,"sahut Niko tulus.
"Ya sudah, cepat bawa istrimu ke sini! Bapak dengar, perut kamu sudah keroncongan,"ucap pria paruh baya itu seraya tersenyum. Dia tadi memang mendengar bunyi suara perut Niko yang keroncongan. Niko semalam tidak sempat makan malam karena menyelamatkan Kamelia. Akhirnya Niko pun kembali ke pondok untuk memberikan pakaian pada Kamelia. Setelah Kamelia selesai mengenakan pakaiannya, Niko pun mengajak Kamelia ke rumah pria paruh baya tadi.
"Sebaiknya, kalian istirahat dulu di rumah kami, biar nanti sore di antar bapak ke terminal. Kasihan istri mu, sampai pucat begitu. Luka di tubuh istri mu, pasti juga banyak,"ujar istri pria paruh baya itu, setelah Niko dan Kamelia makan.
"Iya, Bu. Terimakasih!"ucap Niko tulus.
Pasangan paruh baya itu pun menyuruh Niko dan Kamelia beristirahat di kamar tamu. Memberikan salep untuk mengobati luka keduanya. Dan tentunya mereka masuk ke kamar yang sama, karena Niko mengaku kalau Kamelia adalah istrinya.
__ADS_1
"Bukanlah bajumu, agar aku bisa mengobati lukamu!"titah Niko yang membuat mata Kamelia terbelalak,"Aku hanya ingin mengobati lukamu,"ucap Niko meyakinkan.
"Ti.. tidak usah, Pak. Terimakasih!"tolak Kamelia gugup.
Niko mendekatkan wajahnya ditelinga Kamelia, membuat Kamelia membeku, kemudian Niko berbisik,"Aku sudah melihat seluruh tubuhmu, bahkan, semalam kita sudah bercinta, jadi jangan malu lagi padaku,"ucap Niko membuat Kamelia menunduk dalam dengan wajah memerah karena merasa sangat malu.
Kerena gadis itu masih diam tanpa mau membuka pakaian, akhirnya Niko yang membuka pakaian gadis itu. Walaupun awalnya gadis itu terus menolak, namun Niko terus memaksanya, hingga akhirnya gadis itu menyerah dan mau diobati Niko.
Niko memberikan arlojinya yang berharga jutaan rupiah itu pada pasangan suami-istri paruh baya itu. Walaupun beberapa kali mereka menolaknya, Niko tetap memaksa mereka menerimanya. Niko sangat berterima kasih karena mereka mau membantunya. Setelah menaiki beberapa angkutan umum, akhirnya Niko dan Kamelia tiba di apartemen Niko saat hari sudah malam. Niko sengaja membawa Kamelia ke apartemennya, karena ingin membelikan makanan dan baju yang layak untuk gadis itu.
Namun saat kembali dari membeli makanan dan pakaian untuk Kamelia, Niko sangat terkejut saat melihat dua orang pria berdiri di depan apartemennya.
Niko membuka pintu apartemennya. "Mari masuk!"ajak Niko pada kedua pria itu, dan mengarahkan mereka untuk duduk di sofa.
"Bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk bertobat! Kenapa kamu menyembunyikan gadis itu?"tanya pria yang tidak lain adalah Alva yang datang bersama Ferdi.
"Al, ini tidak seperti yang kamu pikirkan, aku benar-benar sudah bertobat, Al. Semalam aku.. "ucapan Niko terhenti ketika...
"Brakk"tiba-tiba pintu apartemen itu terbuka.
"Kurang ajar! Beraninya kamu macam-macam pada adik ku!"teriak orang yang baru saja masuk itu, langsung memberikan bogeman mentah pada Niko dan menyerangnya secara bertubi-tubi, tanpa memberikan kesempatan kepada Niko untuk membela diri.
Mendengar kegaduhan di luar kamar, Kamelia pun bergegas keluar dan sangat terkejut saat melihat Niko di hajar oleh kakaknya.
"Hentikan, kak! Jangan memukulnya!"pekik Kamelia langsung berlari dan memeluk Niko.
Melihat Kamelia memeluk Niko dengan leher penuh dengan kiss mark, wajah pria itu pun semakin menggelap dan langsung menarik Kamelia,"Minggir! Biarkan aku menghajar pria brengseek ini!"bentak pria itu.
__ADS_1
"Tidak, kak! Jangan sakiti dia! Dia tidak seperti yang kakak pikirkan!"mohon Kamelia menangis, memeluk erat tubuh Niko, sedangkan pria itu terus berusaha menarik Kamelia agar melepaskan Niko.
"Rik! Hentikan! Biarkan mereka menjelaskan dulu apa yang terjadi!"sergah Alva membuat pria yang tidak lain adalah Riky itu melepaskan tangannya dari lengan Kamelia. Ya, Kamelia adalah adik Riky.
Semalam, anak buah Ferdi melaporkan kehilangan jejak Niko karena ban motornya bocor, dan tadi mengatakan bahwa Niko membawa pulang seorang gadis yang tidak lain adalah adik Riky. Karena itu, Alva dan Ferdi langsung ke apartemen Niko, sedangkan Riky datang agak lama karena jarak rumahnya dengan apartemen Niko agak jauh. Terang saja Riky emosi, sudah dari kemarin malam dia mencari Kamelia kemana-mana karena tidak bisa dihubungi dan tidak kunjung pulang sampai tengah malam, hingga membuat kedua orang tuanya cemas.
Mereka semua akhirnya duduk di ruang tamu apartemen Niko. Kamelia menceritakan kenapa dia tidak pulang dari kemarin malam. Dari dia diculik sampai mereka hanyut di sungai. Namun Niko bercerita dari versi dia sendiri, dari saat dia melihat Kamelia dibawa empat orang pemuda masuk ke dalam mobil hingga dia terpaksa menyelamatkan Kamelia yang terkena hipotermia dengan cara meniduri nya, sampai akhirnya mereka kembali ke apartemen Niko. Semua orang yang ada di ruangan itu pun terkejut mendengar cerita Kamelia.
"Jika kalian tidak percaya, kalian bisa melihat sendiri rumah tempat Kamelia di sekap, dan bahkan sampai sekarang aku belum tahu bagaimana keadaan motor ku. Soal Kamelia, aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan padanya. Aku akan menikahi nya,"ucap Niko tanpa ragu, sedangkan Kamelia hanya menunduk karena merasa sangat malu.
"Aku tidak akan membiarkan pria brengseek seperti mu menikahi adik ku!"sergah Riky masih dengan aura kemarahan di wajahnya. Riky tidak terima, adik yang dijaga dan di sayanginya selama ini dinikahi pria yang punya rekam jejak buruk seperti Niko.
"Tenanglah, Rik! Kamu tidak bisa memutuskan semuanya sendiri. Kedua orang tuamu lebih berhak mengambil keputusan,"ucap Alva mencoba menenangkan Riky.
"Aku tahu, aku bukan pria yang baik, tapi aku sudah bertobat. Dan aku benar-benar ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan. Aku juga minta tolong pada kalian untuk menjebloskan empat orang pemuda itu ke penjara,"ucap Niko serius.
"Tenang saja, aku akan mengurus empat orang brengseek itu,"sahut Ferdi dengan senyuman menyeringai.
Akhirnya mereka menyerahkan semua keputusan pada orang tua Riky. Orang tua Riky memutuskan untuk menikahkan Kamelia dan Niko. Walaupun sebenarnya Riky keberatan dengan keputusan kedua orang tuanya, namun Riky tetap menerima keputusan kedua orang tuanya itu.
...π"Jika tidak mampu menjadi orang baik dari awal sampai akhir,...
...lebih baik menjadi mantan pendosa, dari pada menjadi mantan orang baik."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
__ADS_1
To be continued