
Di kantin perusahaan Bramantyo Group.
"Cie..cie..pengantin baru!"celetuk Icha saat Yessie baru saja duduk menyusul Icha dan Disha yang sudah berada di kantin terlebih dahulu dengan membawa nampan yang berisi soto lengkap dengan nasinya, sebotol air mineral dan segelas es jeruk.
"Apaan sich, kamu Cha!"ucap Yessie dengan wajah memerah.
"Gimana? Gimana? Sakit nggak pas di unboxing?"tanya Icha penasaran.
"Ish..kamu apaan sich Cha,"sahut Yessie yang jadi risih dengan pertanyaan Icha.
"Penasaran banget sich, Cha?"tanya Disha yang sedang memakan menu yang sama dengan Icha dan Yessie.
Tumben sekali mereka siang itu memesan makanan yang sama, hanya minuman nya aja yang berbeda. Disha dengan segelas jus alpukat kesukaannya dan Icha dengan es teh manis nya.
Setiap makan di kantin, ketiga sahabat itu tetap setia dengan botol air mineral mereka, walaupun mereka juga memesan minuman lain seperti sekarang ini.
"Iya, dong! Secara, disini cuma aku yang belum married,"ucap Icha kemudian meminum es teh manis nya.
"Mangkanya cepetan nikah! Jagan kawin dulu baru nikah,"celetuk Yessie setelah mengunyah makanannya.
"Yee.. walaupun mantan pacar ku banyak, aku nggak pernah ya, pacaran yang nggak sehat,"cetus Icha.
"Pacaran yang nggak sehat, gimana maksudnya?"tanya Disha setelah meminum air mineral karena kepedasan.
"Dis, kamu pakai sambel berapa sendok, sich? Sampai merah gitu muka,"sela Yessie.
"Iya, Dis. Bisa dimarahi PakSu kamu," timpal Icha.
"Cuma makan di kantin ini aku bebas memilih makanan pedas, kalau di rumah aku bisa kena semprot PakSu sama mama. PakSu nggak bakalan tahu kalau mulut kalian nggak pada ember,"cetus Disha.
"Yee..mana ada mulut kami ember,"sahut Yessie.
"Iya, mana ada kami kayak gitu? Nggak tau kalau mereka-mereka itu yang ngadu sama PakSu kamu,"imbuh Icha sambil menunjuk dengan dagu pada para karyawan yang ada disekitar mereka.
"Kalian semua awas ya kalau ngadu sama suamiku, kalau aku suka makan makanan yang pedas di kantin ini! Aku pecat kalian!"ancam Disha pada seluruh karyawan yang ada di kantin itu.
"Nggak bakalan, Dis,"
"Iya, Dis. Kami nggak bakalan bilang sama Pak Rendra,"
"Iya, Dis. Kami juga nggak bakal ngadu,"
Sahut beberapa karyawan yang ada di sekitar Disha dan yang lainnya ikut mengangguk menanggapi kata-kata teman mereka, menyetujui apa yang dikatakan oleh teman-teman mereka itu.
"Trus gimana tadi?"tanya Disha kembali menatap Icha.
__ADS_1
"Yang tadi? Apaan?"tanya Icha yang tidak mengerti dengan pertanyaan Disha.
"Pacaran yang nggak sehat menurut kamu tadi?"tanya Disha lagi.
"Oh, pacaran yang nggak sehat menurut aku itu adalah status pacaran tapi hubungan sudah seperti pasangan,"sahut Icha.
"Lah.. pacaran bukan nya berarti pasangan, ya?"tanya Yessie.
"Iya bener kata Yessie. Sudah seperti pasangan maksud kamu yang bagaimana?"tanya Disha.
"Menurut ku, hubungan pasangan itu, ya seperti hubungan suami-istri,"jawab Icha.
"Iihh..yang jelas dong kalau ngomong, jangan sepenggal-sepenggal,"cetus Yessie yang merasa Icha kurang gamblang dalam bercerita..
"Iya, Cha. Jelasin maksud kamu!"timpal Disha.
"Gini, menurut aku, pacaran itu cuma sebagai penjajakan untuk mengetahui cocok apa nggak kita sama pacar kita itu. Dan tidak perlu ada kontak fisik yang berlebihan layaknya pasangan suami- istri,"jelas Icha.
"Kontak fisik yang berlebihan, layaknya pasangan suami-istri, maksudnya ?"tanya Disha seraya mengernyitkan keningnya.
"Aku diwanti-wanti sama orang tua ku. Aku tidak boleh memberikan apa yang ada pada tubuh ku ini ke laki-laki yang bukan suamiku. Aku harus memberikan semua yang aku miliki cuma untuk suami ku nanti. Jadi selama aku pacaran aku cuma pegangan tangan dan pelukan doang sama pacar ku,"jelas Icha.
"Serius?"tanya Yessie dan Disha bersamaan.
"Bukan cuma serius, tapi seribu bahkan sejuta rius,"sahut Icha kemudian meminum es teh manis nya.
"Belum dong! Ciuman pertama ku hanya untuk suamiku nanti. Masa iya suami ku yang bakal menanggung dan nemenin aku seumur hidup aku kasih bekasan," ucap Icha serius.
"Serius kamu belum pernah ciuman?" tanya Yessie masih belum percaya.
"Serius! Aku berani sumpah,"jawab Icha dengan wajah serius,"Coba kalian pikir, kenapa semua pacar aku nggak ada yang bertahan lama sama aku?"sambung Icha.
"Kenapa?"tanya Yessie dan Disha bersamaan dengan ekspresi yang menunjukkan rasa penasaran yang tinggi. Mereka memang tidak tahu kenapa setiap Icha pacaran pasti nggak bertahan lama.
"Karena mereka ingin mencium bibir ku. Setiap pacarku minta cium pasti langsung aku putusin. Bahkan ada yang sampai aku tampar karena ingin mencium ku secara paksa. Masalahnya kalau udah minta cium, entar pasti minta yang lain yang seharusnya nggak boleh diminta seorang pacar,"jelas Icha.
"Wah..ternyata kamu keren Cha. Bisa menjaga diri dengan baik,"puji Disha.
"Iya, Disha benar. Ternyata kamu keren, Cha. Aku kira kamu kalau pacaran kayak anak muda pada umumnya. Jangankan cuma pelukan dan ciuman, kebanyakan sudah melakukan hubungan layaknya suami-istri,"ucap Yessie.
"Dan yang lebih parahnya, hamidun di luar nikah,"imbuh Disha
"Yee..kalian kira aku apaan? Amit-amit deh, aku nggak mau melendung dulu baru nikah. Kalian nggak tahu aja gimana galaknya bapakku. Bisa di gorok sama bapak aku kalau hamidun duluan,"
"Nich, aku kasih tahu, peraturan bapak ku. Kalau cowok aku mau ngapel harus jemput aku di rumah, ijin sama bapakku dulu. Udah itu pulangnya nggak boleh lebih dari jam sembilan. Pernah aku jalan sama pacar ku, terus pulangnya jam sembilan lebih, kalian tahu apa kata bapakku?"tanya Icha.
__ADS_1
"Apa?"tanya Disha dan Yessie kembali bersamaan.
"Aku disuruh mutusin pacar aku saat itu juga di depan bapak karena katanya cowok ku itu nggak amanah. Itu kenapa tiap aku pacaran nggak bertahan lama. Selain aku nggak mau di cium, mereka juga nggak tahan sama bapak ku yang galak dan banyak aturan,"
"Nggak boleh kontak fisik lebih dari pegangan tangan. Kalau mau jalan harus jemput aku di rumah, nggak boleh ketemuan di luar, dan yang tadi, kalau nganter pulangnya lewat dari jam sembilan, berarti alamat putus. Karena itu nggak ada yang bertahan lama pacaran sama aku,"jelas Icha panjang lebar.
"Jadi itu alasannya kenapa pacaran kamu macam sendal jepit? Baru sebentar jadian, nggak lama putus?!'ucap Disha.
Iya, benar,"sahut Icha,"Jadi gimana malam pertamanya?"tanya Icha lagi yang masih penasaran dengan pertanyaan nya yang belum dijawab Yessie.
"Rahasia. Yang belum punya pasangan nggak boleh tahu. Entar kalau pengen kan berabe,"ujar Yessie.
"Bener tuch! Mendingan kamu cepetan cari cowok yang serius buat nikahin kamu. Jangan nyari yang serius buat macarin doang,"timpal Disha.
"Ish.. kalian berdua ini nggak seru,"ketus Icha cemberut.
"Lah.. ngambek dia,"celetuk Disha terkekeh.
"Ya habisnya aku sudah pacaran sampai nggak ke hitungan lagi, tapi nggak ada yang mau diajak nikah. Kalau yang diajak kawin nggak usah ditanya, pasti pada mau semua. Eh, kalian malah nyuruh aku cepetan nikah. Aku juga pingin cepat nikah tau!"cetus Icha dengan wajah masam.
"Mau aku jodohkan nggak?"tanya Disha.
"Sama siapa?"tanya Icha dan Yessie bersamaan.
"Sama kakak ku,"jawab Disha.
"Kayak kamu punya kakak aja,"celetuk Icha yang memang belum tahu jika Disha sudah menemukan keluarga nya.
"Iya, Dis. Semenjak kapan kamu punya kakak? Kakak ketemu gede?"imbuh Yessie meledek karena dia juga belum tahu tentang keluarga kandungnya Disha.
"Ntar kalau kalian tahu siapa kakakku, bisa pingsan kalian,"ucap Disha percaya diri.
"Yah.. bercanda aja kamu, Dis,"sahut Icha.
"Aku beneran, serius. Ntar aku bilangin ke kakak aku, kalau kamu lagi nyari calon suami. Siapa tahu kalian cocok, terus jodoh,"ucap Disha.
"Serius kamu punya kakak, Dis?"tanya Icha penasaran, begitu pula Yessie.
"Serius lah! Buat apa aku bercanda?"tanya Disha menatap Yessie dan Icha bergantian.
"Siapa kakak kamu, kita kenal nggak?" tanya Icha semakin penasaran, begitu pun Yessie.
"Rahasia,"
...🌟"Jangan menilai orang dari apa yang kita lihat dan kita dengar, karena apa yang kita lihat dan kita dengar belum tentu benar."🌟...
__ADS_1
..."Nana 17 Oktober"...
To be continued