Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
85. Pilihan


__ADS_3

"Cukup.!!!"pekik Anjani membuat tiga pria di dalam ruangan itu terkejut dan menatap Anjani.


"Saya memang sedang mengandung, dan anak yang ada di dalam kandungan saya ini adalah anak dia!"ucap Anjani menunjuk pada Hery sehingga semua mata menatap pada Hery.


"Kamu jangan sembarangan menuduh saya,"elak Hery.


"Saya tidak menuduh sembarangan, kamu memang pernah meniduri saya,"ucap Anjani.


"Tapi bukan berarti anak yang ada di dalam kandungan kamu itu anak saya. Bisa saja kan itu anak orang lain?"kilah Hery.


"Tentu saja ini anak kamu, karena kamu yang telah meniduri saya!"sergah Anjani.


"Dengar, kejadian itu sudah sekitar sebulan dan waktu itu kamu masih menjadi istri Rendra. Jadi bisa saja kan kalau itu adalah anak Rendra?!"alibi Hery.


"Selama hampir satu setengah tahun saya menikah dengan Alva, hanya Hery satu-satunya pria yang pernah menyentuh dan berhubungan intim dengan saya.


Selama saya menikah dengan Alva, Alva sama sekali tidak pernah menyentuh saya,"


"Jangankan berhubungan intim bahkan melihat dia bertelanjang dada pun saya tidak pernah.Dari awal Alva tidak pernah mencintai saya, dari awal Alva hanya mencintai Disha. Bagi Alva saya hanya istri diatas kertas,hanya pajangan,"


"Ini memang terdengar memalukan, tapi itulah kenyataannya. Selama kami menikah, hanya sekali kami tidur di dalam satu kamar yang sama. Bahkan saya tidak pernah tidur seranjang dengan Alva,"ucap Anjani menundukkan wajahnya menghapus air matanya, membuat Adiguna sedih.


"Tidak usah drama dan mencari simpati dengan cerita bohong kamu itu! Mana mungkin kalian tidak pernah berhubungan suami-istri selama satu setengah tahun menikah?!"sergah Hery yang membuat Adiguna geram.


"Saya mengatakan yang sebenarnya. Lagian kamu memang sengaja menjebak saya kan?"tuduh Anjani.


"Jangan sembarangan, buat apa saya menjebak kamu?"kilah Hery.


"Kalau kamu tidak menjebak saya, kenapa kamu membawa saya yang tidak sadarkan diri ke hotel dan meniduri saya?"tuding Anjani.


"Waktu itu saya hanya ingin menolong kamu,"jawab Hery jujur.


"Bohong!! Kamu memang sengaja menjebak saya!"teriak Anjani.


"Saya tidak bohong! Memangnya kamu punya bukti kalau saya telah menjebak kamu?"tantang Hery.


"Kamu yakin ingin saya menunjukkan bukti itu kepada kedua orang tua kita?"tanya Anjani pada Hery dengan tatapan mata serius.


"Silahkan!"jawab Hery acuh.

__ADS_1


Anjani pun terpaksa menunjukkan video yang dimintanya dari Alva. Dengan menahan rasa malu Anjani memperlihatkan video panas dirinya dan Hery kepada Adiguna dan Darmawan. Anjani terpaksa melakukan itu agar Hery tidak bisa lari lagi dari tanggung jawabnya.


Wajah Adiguna dan Darmawan seketika mengeras ketika melihat Vidio yang ditunjukkan oleh Anjani. Hery nampak terkejut karena tidak menyangka Anjani memiliki Vidio itu. Sedangkan Anjani hanya bisa menundukkan kepalanya menahan malu.


"Bugh..Bugh..Bugh.."tiba-tiba saja Adiguna memberikan bogem mentahnya kepada Hery.


"Kurang ajar!! Berani sekali kamu melakukan itu kepada putriku!! Dan kamu masih tidak mau mengakui semua perbuatan mu itu. Dasar brengseek!! Bajingan.!!"umpat Adiguna terus menghajar Hery.


'Pa, hentikan, pa! Papa bisa membunuhnya!"pekik Anjani mencoba menyadarkan Adiguna yang menghajar Hery dengan membabi buta.


"Biarkan saja, akan aku bunuh bajingan ini!"ucap Adiguna masih berusaha memukul Hery.


Karena takut papanya semakin kalap akhirnya Anjani memeluk tubuh Hery yang sudah terlentang di lantai dengan wajah yang sudah babak belur agar Adiguna tidak lagi memukul Hery.


"Menyingkir lah Anjani!"bentak Adiguna membuat Anjani tersentak. Selama hidupnya Adiguna tidak pernah memanggil Anjani dengan nama saja. Adiguna selalu memanggil Anjani dengan panggilan 'sayang'.Adiguna juga tidak pernah membentak Anjani.


"Pa, jika papa membunuhnya, siapa yang akan menjadi ayah dari anak yang aku kandung ini?"tanya Anjani berderai air mata mencoba menyadarkan Adiguna.


Seketika tubuh Adiguna luruh dan terduduk di lantai dengan air mata yang berderai membasahi pipinya yang sudah mulai keriput dimakan oleh usia. Anjani pun langsung memeluk Adiguna dan menangis dalam pelukan lelaki yang telah membesarkan, memanjakan dan memberikan kasih sayang yang begitu besar kepadanya itu.


Bahkan Adiguna rela tidak menikah lagi karena takut kasih sayang nya akan terbagi dan takut jika ibu sambung Anjani tidak akan bisa mencintai dan menyayangi Anjani setulus hati.


Adiguna menghabiskan seluruh hidupnya hanya untuk membuat Anjani bahagia. Putrinya dari wanita yang sangat dia cintai hingga Adiguna tidak bisa mencintai wanita lain selain almarhum ibu Anjani.


"Plakk.!! Plakk.!! Plakk.!!"


Darmawan yang dari tadi diam menyaksikan Hery dihajar oleh Adiguna tiba-tiba duduk di depan Hery dan menampar Hery beberapa kali dengan sangat keras.


"Pa?!!"ucap Hery yang sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Darmawan kepadanya.


"Papa tidak menyangka kamu akan tumbuh besar menjadi seorang pecundang dan pengecut seperti ini. Sekarang kamu pilih, kamu mau bertanggung jawab atas perbuatan mu pada Anjani atau pilih berhenti menjadi anak ku,"geram Darmawan.


"Pa?!!"ucap Hery terkejut mendengar kata-kata Darmawan.


"Jika kamu tidak mau menikahi Anjani, maka kamu bukan lagi putra ku. Tinggalkanlah rumah ku, perusahaan ku dan segala fasilitas yang aku berikan kepada mu. Aku akan mewariskan semua harta yang aku miliki untuk anak yang ada dalam kandungan Anjani,"ucap Darmawan membuat Hery tertegun.


"Kamu mau pilih yang mana?!' bentak Darmawan yang membuat Hery tersentak.


"A..aku akan menikahi Anjani,"ucap Hery lirih dan tergagap.

__ADS_1


"Katakan dengan tegas!!" bentak Darmawan.


"Aku akan menikahi Anjani,"ucap Hery mengeraskan suaranya.


"Papa tidak pernah mengajarimu untuk menjadi pengecut,"ucap Darmawan pada Hery kemudian menatap Adiguna dan Anjani.


"Tuan Adiguna, saya berjanji akan mempersiapkan pernikahan putra dan putri kita dalam waktu dua Minggu. Dan saya mohon maaf pada Tuan Adiguna serta Nak Anjani atas perbuatan putra saya yang tidak berakhlak ini,"ucap Darmawan seraya menundukkan kepalanya.


"Saya pegang janji anda,"ucap Adiguna kemudian pergi meninggalkan ruangan itu bersama Anjani.


***


Dua Minggu kemudian.


"Tok..tok..tok..'


"Masuk "


"Tuan, sebelum Tuan pulang, tolong tandatangani berkas-berkas ini,"ucap Riky menyodorkan beberapa berkas kepada Alva.


"Apa lusa ada jadwal penting?"tanya Alva sambil menandatangani berkas-berkas yang di berikan oleh Riky.


"Tidak, Tuan,"jawab Riky.


"Kalau begitu aku akan cuti,"ucap Alva.


"Cuti? Apa malam ini anda tidak akan datang ke acara pernikahan mantan istri anda dan mantan pacar istri anda?"tanya Riky dengan menekankan kata mantan istri dan mantan pacar.


"Tentu saja kami akan datang ke acara pernikahan 'mantan' kami,"ucap Alva yang juga menekankan kata mantan dalam kalimatnya.


"Wahh.. sepertinya malam ini akan ada malam pengantin untuk kedua mantan Anda berdua. Sepertinya mereka akan berlayar ke samudra cinta. Saya jadi merasa kasihan kepada Anda,"ucap Riky menghela nafas panjang.


'Kenapa kamu merasa kasihan kepada ku?"tanya Alva tidak mengerti.


"Saya kasihan kepada Anda karena sampai detik ini nampaknya anda masih berpuasa. CK.ck..ck..pasti Anda merasa sangat tersiksa. Saya takut keris anda jadi karatan karena terlalu lama tidak masuk ke sarungnya,"ucap Riky seraya tertawa.


"Riky..!!!"pekik Alva.


"Ampun Tuan, saya masih polos!!"pekik Riky sambil berlari keluar ruangan Alva.

__ADS_1


"Awas saja jika nanti kamu menikah, aku akan menganggu malam pertamamu!!" pekik Alva yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.


To be continued


__ADS_2