
Malam itu dengan terpaksa, akhirnya Alva pulang ke rumah kedua orang tuanya. Sedangkan Disha pulang ke apartemen dekat perusahaan yang diberikan Alva.
"Alva, akhirnya kamu pulang juga,"ucap Anjani saat melihat Alva pulang, sedangkan Alva sama sekali tidak menghiraukan Anjani.
"Al, kami tunggu di meja makan ya?!"ucap Ratih.
"Iya,ma,"sahut Alva.
Alva berjalan masuk ke dalam kamarnya mengambil pakaian ganti, kemudian langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"ππ’π πβ π πππππ π ππβ ππππππππ‘π π΄ππ£π. π΅ππππππππ πππ ππππ πππππππ‘ππ πππ’ πππππ’ ππππππ ππππππ’ π πππ πππ π‘ππππ πππ’,"batin Anjani.
Beberapa menit kemudian Alva sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar tapi terlihat datar.
"Alva, aku rindu sekali padamu,"ucap Anjani langsung memeluk Alva.
"Lepaskan.!!"bentak Alva langsung mendorong Anjani dengan kasar hingga membuat Anjani terhuyung dan hampir saja jatuh.
"Kamu kasar sekali sich, Al.!!"kata Anjani dengan wajah memelas, tapi tidak digubris oleh Alva
Alva pun keluar dari kamar itu menuju ruang makan diikuti Anjani di belakangnya.
"Bagaimana keadaan perusahaan kita Al?"tanya Bramantyo.
"Baik, pa.Dan jika papa ingin perusahaan kita semakin berkembang. Dan lebih baik papa dan mama harus membiarkan aku fokus dengan pekerjaan ku tanpa harus menyuruh aku pulang untuk sesuatu yang tidak penting,"ucap Alva datar.
"Ya tapi tidak harus tidur di kantor juga lah Al,"gerutu Ratih.
"Jika aku berada di sini, aku sama sekali tidak bisa berkonsentrasi untuk mengerjakan pekerjaan ku, ma,"ucap Alva masih dengan wajah yang datar.
"Tapi kamu itu sudah punya istri Al,"sergah Ratih.
"Siapa yang mama maksud? Anjani? Aku tidak pernah menganggapnya sebagai istriku,"ucap Alva membuat Anjani menggenggam erat sendok nya.
"Sudah.. sudah. Kita makan saja, tidak usah berdebat,"sergah Bramantyo.
__ADS_1
"πΎππππ πππ’ ππ’ππ¦π ππ’ππ’ πππππ’ ππππππ πππππ‘πππ¦π,"batin Ratih menghembuskan nafas berat.
Akhirnya makan malam itu pun berlalu dengan tenang tanpa kata-kata. Selesai makan Alva langsung masuk keruangan kerjanya membawa laptopnya. Bramantyo dan Ratih langsung masuk ke dalam kamarnya dan Anjani pun juga segera masuk ke dalam kamarnya.
"Bagaimana caranya agar Alva bisa mencintai aku dan tidak akan meninggalkan aku,"gumam Anjani, kemudian Anjani pun menelpon papanya.
"Halo sayang,"sahut Adiguna yang sekarang ada di rumahnya.
"Pa, gimana caranya agar Alva mencintai ku? Walaupun kami sudah menikah, dia memperlakukan aku seperti orang asing. Bahkan selama aku tinggal dirumahnya, dia tidak pernah pulang ke rumah. Hari ini pun dia pulang karena dia di samperin mama ke kantornya," adu Anjani pada Adiguna.
"Apa? Jadi selama seminggu ini kalian tidak tinggal bersama?"tanya Adiguna.
"Tidak pa,"sahut Anjani.
"Apa kalian sudah pernah tidur bersama?"tanya Adiguna tanpa canggung.
"Dia tidak pernah mau tidur seranjang dengan ku pa,"sahut Anjani.
"Jadi kalian belum melakukan malam pertama?"tanya Adiguna tanpa basa-basi.
""π½πππ π΄πππππ π‘ππππ πππ π πππππ’ππ‘ π΄ππ£π πππππππ‘ππππ¦π, ππππ πππ π πππ’ ππππ¦πππβπππ ππππ’π πβπππ ππ’ ππππ π΄ππ£π. π΄πππ ππ‘π’ π πππππ‘ ππππππππ‘ πππππ πππ πππ , ππππππ ππ‘π’ ππβ πππ’ π ππ‘π’ππ’ π΄πππππ ππππππβ ππππππππ¦π. ππππ ππππ πππ π‘ππππ πππππππ‘ππ π΄πππππ, π‘ππππ ππ’πππππ πππ’ ππππ ππππ¦πππβπππ ππππ’π πβπππ ππ’ ππππ π΄ππ£π. π½πππ π πππ π΄πππππ ππππ‘ππ ππππππ πππ , πππ’ π‘ππππ ππππ ππ’π πππ πππππππ ππππππ’π π’ππ‘π’π ππππ’π πβπππ ππ’,"batin Adiguna menghela nafas panjang.
"Pa, kok diam saja sich.!!"tegur Anjani membuat Adiguna tersadar dari lamunannya.
"Ah iya sayang, maafkan papa. Apa kamu sudah coba memberikan perhatian pada Alva?' Seperti mengajak makan siang misal,"ujar Adiguna.
"Sudah,pa. Tapi selalu ditolaknya,"jawab Anjani.
"Bagaimana kalau kamu berpakaian seksi, dia pasti akan tergoda,"ucap Adiguna.
"Begitu ya pa, Ya sudah, kalau begitu biar aku coba,"ucap Anjani kemudian mengakhiri panggilan.
"Aku harus mencari baju yang seksi seperti yang diperintahkan papa,"gumam Anjani.
Anjani memilih baju -baju yang dia miliki hingga dia menemukan sebuah lingerie dan baju tidur kimono. Anjani pun memakai lingerie itu, kemudian memakai baju tidur kimono. Anjani tidak mungkin hanya memakai lingerie untuk pergi ke ruang kerja Alva.
__ADS_1
Setelah merias wajahnya dan memakai parfum, Anjani turun ke lantai satu menuju ruang kerja Alva.
"Tok..tok..tok.."
"Masuk.!"ucap Alva yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Ceklek,"Anjani membuka pintu itu kemudian menutupnya kembali sedangkan Alva sama sekali tidak melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan itu.
Melihat Alva yang fokus dengan laptopnya, Anjani menggunakan kesempatan itu untuk segera melepaskan baju tidur kimono nya hingga menyisakan sebuah lingerie berwarna merah yang menempel ketat di tubuhnya.Perlahan mendekati Alva yang masih berkonsentrasi pada laptopnya.
'Al..!!"panggil Anjani dengan suara yang menggoda langsung duduk di meja sebelah laptop Alva sambil mengelus lengan Alva.
Alva terkesiap saat tiba-tiba Anjani mengelus lengannya, Alva melihat paha putih mulus Anjani disebelah laptopnya. Seketika Alva menghentikan aktivitas jarinya yang bermain di atas keyboard laptopnya. Matanya menatap paha yang putih dan mulus itu, perlahan naik ke atas.
Alva menatap tubuh itu dari paha, pinggang, dua bukit kembar yang seolah mau keluar dari tempatnya, leher putih mulus jenjang kemudian bibir yang tersenyum manis, hidung yang mancung hingga mata yang sayu menggoda.
Dan jangan lupakan aroma parfum Anjani yang begitu memabukkan.
Alva tampak intens menatap tajam tubuh Anjani dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Beberapa kali tampak Alva menelan salivanya dengan kasar, mengamati tubuh seksi Anjani yang seorang fotomodel itu.
"ππππππ‘πππ¦π πππ π π’ππβ π‘ππππππ ππππππ π‘π’ππ’βππ’.πΏπβππ‘ππβ ππππππ¦π πππππ‘ππ π‘π’ππ’β ππ’. π·ππ πππππ‘ππ ππ’ ππππ ππ‘ππ ππ πππ€πβ πππ ππππ πππ€πβ ππ ππ‘ππ . πΎπππππ π‘ππππ ππππ ππ’ππ’ π πππ πππ’ ππππππππππ¦π π πππππ‘π πππ?"batin Anjani malah sengaja membuat gerakan erotis agar Alva tergoda.
Perlahan Alva bangkit dari duduknya, kemudian mendekati Anjani. Dengan sekali sentakan Alva menggendong tubuh Anjani membuat Anjani terkejut untuk sesaat. Namun Anjani langsung mengalungkan tangannya di leher Alva dengan tersenyum manis.
Alva menggendong tubuh Anjani ala bridal style keluar dari ruang kerjanya kemudian menaiki anak tangga dengan cepat.
"π·ππ πππ π‘π π π’ππβ π‘ππππ π‘πβππ π’ππ‘π’π ππππππππ‘π π‘π’ππ’βππ’ π¦πππ π πππ π πππ. πππππ ππππ πππ ππππ π¦πππ πππππ‘ πππππππ πππ πππππ’, πππππππ π πππ‘ ππππβππ‘ π‘π’ππ’βππ’ πππ, πππππππ πππππππ ππππππ-ππππππ,"batin Anjani penuh percaya diri.
Dengan cepat Alva membuka pintu kamarnya kemudian menutupnya dengan kakinya. Sedangkan Anjani masih terus menggoda Alva dengan mengelus leher dan dada Alva hingga...
"Brakk ..."
...π"Percaya diri itu penting untuk memupuk motivasi, tapi jika over percaya diri bisa saja kamu terhempas dari tempat yang tinggi hingga saat jatuh akan terasa sakit sekali."π...
..."Nana 17 Oktober "...
__ADS_1
To be continued