
"Kita akan kemana, kak?"tanya Trisha pada Radeva.
"Kita akan ke air terjun. Kakak dengar ada air terjun di dekat sini,"ucap Radeva.
"Benarkah?"tanya Trisha antusias.
"Kita cari saja,"ucap Radeva kemudian merekapun pergi ke air terjun itu dengan bertanya kepada beberapa orang.
"Wahh.. indah sekali ya kak? Aku nggak nyangka kalau ada air terjun di dekat resort ini,"ucap Trisha nampak bahagia setelah mereka sampai di air terjun yang tidak jauh dari resort tempat mereka menginap.
"Iya, indah sekali,"ucap Radeva menatap ke sekelilingnya.
"Kak, turun yuk! Aku ingin bermain air,"ucap Trisha langsung menarik tangan Radeva untuk bermain air di bawah sana dan Radeva pun menurut.
Setelah beberapa menit bermain air, akhirnya mereka memutuskan untuk naik. Namun saat melihat beberapa pengunjung sedang selfie, Trisha pun akhirnya ingin berselfie juga.
"Kak, cari tempat yang bagus, yuk! Aku ingin berselfie,"ucap Trisha kembali menarik lengan Radeva dan lagi-lagi Radeva hanya menurut saja.
Saat mereka menemukan suatu tempat yang menurut mereka indah tiba-tiba mereka melihat seorang wanita yang sedang duduk berjongkok menatap ke arah bawah. Kedua kakak beradik itupun mendekati perempuan itu.
"Nyonya Disha?"ucap Radeva saat melihat wanita itu dari dekat.
Disha terkejut mendengar suara bariton yang menyapanya. Disha reflek membalikkan tubuhnya dan melihat Radeva sedang bersama Trisha.
"Kalian?"ucap Disha langsung berdiri dan menatap dua orang yang sekarang ada di depannya.
"Sedang apa Nyonya disini sendirian?" tanya Radeva seraya melihat ke sekeliling tapi tidak menemukan siapapun selain mereka bertiga.
Belum sempat Disha menjawab, terdengar suara dari bawah di belakang Disha berdiri,"Sayang, aku mendapatkan nya,"ucap Alva membuat Disha kembali membalikkan tubuhnya dan tidak lama kemudian, Alva pun sudah berada di dekat Disha dan berpose seperti seorang yang sedang melamar, berjongkok, melipat sebelah kakinya dan mendongak menatap Disha yang sedang berdiri seraya menyodorkan bunga yang baru saja di petik nya.
Sedangkan Radeva dan Trisha nampak terkejut melihat Alva yang muncul dari bawah sambil membawa beberapa tangkai bunga yang terlihat indah.
"𝐉𝐚𝐝𝐢, 𝐝𝐢𝐚 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐧𝐲𝐚?"batin Radeva.
__ADS_1
𝐉𝐚𝐝𝐢 , 𝐝𝐢𝐚 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐥𝐯𝐚?"batin Trisha merasa tidak suka.
"Ini, bunga ini memang tidak secantik dirimu, tapi aku harap kamu menyukai nya. Karena aku memetik nya dengan segenap jiwa untuk membuat mu bahagia,"ucap Alva seraya mengulurkan bunga itu kepada Disha dengan penuh senyuman.
"𝐒𝐨 𝐬𝐰𝐞𝐞𝐭 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐞𝐭 𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐢𝐧𝐢, 𝐚𝐤𝐮 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐩𝐨𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚,"batin Trisha berjalan cepat menghampiri Alva dan ingin meraih bunga yang ada di tangan Alva.
Disha menyadari pergerakan Trisha yang mendekat kearah Alva. Dengan cepat, Disha pun langsung menerima bunga itu dan tanpa diduga Alva, Disha menghambur memeluk Alva hingga Alva terduduk karena di tubruk Disha secara tiba-tiba. Disha kemudian menciumi wajah suaminya yang sudah bermandikan peluh itu bertubi-tubi.
"𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐮 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢? 𝐓𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐛𝐢𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧,"batin Disha dan dengan sengaja mencium bibir Alva yang tentu saja mendapatkan balasan dari Alva.
"Ehem!"Trisha sengaja berdehem agar sepasang suami-isteri itu menghentikan aktivitas mereka yang sedang berciuman. Sedangkan Radeva hanya diam tampak terkejut dengan pemandangan di depannya.
Trisha meras kecewa karena tidak bisa mengambil bunga di tangan Alva. Dan hati Trisha sangat panas saat melihat Disha menciumi wajah Alva apalagi saat melihat Disha mencium bibir Alva dan Alva membalas ciuman Disha.
Dan yang membuat hati Trisha benar- benar terasa panas adalah saat melihat tanda merah keunguan yang begitu banyak di leher sepasang suami-isteri itu.
Mendengar suara deheman, Disha dan Alva pun melepaskan ciuman mereka dan menoleh menatap kakak beradik yang sedang menatap mereka itu.
"Kami sedang mencari tempat untuk berselfie,"sahut Trisha tersenyum manis kepada Alva.
"Sayang, kita pulang yuk! Sudah lama kita pergi. Tubuhmu juga kotor semua,"ucap Disha seraya menyeka peluh yang membasahi wajah suaminya.
"𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐬𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐝𝐚𝐦𝐮 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐞𝐤𝐚𝐭𝐢 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐤𝐮,"batin Disha.
"Iya, kita pulang sekarang,"ucap Alva seraya merapikan anak rambut Disha dan menyelipkannya di telinga Disha membuat Trisha dan Radeva bisa melihat dengan jelas kiss mark di leher Disha yang berwarna keunguan.
"Tuan Radeva, kami duluan,"ucap Alva.
"Oh ya, silahkan!"sahut Radeva tersenyum ramah.
Disha pun memeluk pinggang Alva, sedangkan Alva memeluk pundak Disha dan mereka pun berlalu dari tempat itu.
Trisha nampak sangat tidak suka melihat interaksi pasangan itu. Trisha menatap kepergian sepasang suami-isteri itu dengan wajah yang di tekuk dan hati yang panas. Sedangkan Radeva tampak biasa saja.
__ADS_1
Radeva menatap wajah adiknya yang nampak kusut, dia tahu jika adiknya itu pasti merasa tidak suka melihat apa yang baru saja terjadi.
"Kamu sudah lihat kan, jika mereka saling mencintai?"ucap Radeva, namun Trisha hanya diam saja sambil meremas baju yang di kenakan nya.
Radeva kemudian berjalan kearah dimana kedua pasangan tadi berdiri dan menatap kebawah. Radeva melihat sisa bunga yang di petik Alva yang berada di bawah sana.
"Kemari lah!"titah Radeva menoleh ke arah Trisha dan Trisha pun berjalan mendekati kakaknya.
"Lihatlah itu!"ucap Radeva menunjuk pada sisa bunga yang di petik Alva yang sudah tidak bagus lagi karena sudah terlalu mekar, sedangkan yang mekarnya masih bagus sudah di petik oleh Alva.
"Rendra rela bersusah payah mengambil bunga ke bawah sana yang posisinya lumayan sulit hanya untuk menyenangkan hati Disha,"ucap Radeva lagi lalu menatap adiknya.
"Dan kamu lihat bagaimana interaksi mereka berdua tadi? Mereka berciuman begitu panas di depan kita. Dan apa kamu tidak melihat banyaknya kiss mark yang berwarna keunguan di leher mereka berdua? Kakak tidak dapat membayangkan bagaimana panasnya mereka bercinta jika melihat kiss mark di leher mereka,"ujar Radeva panjang lebar.
"Cukup kak! Jangan katakan apa-apa lagi tentang mereka!" pekik Trisha.
"Kamu harus sadar Trisha! Kamu hanya akan menjadi orang ketiga jika kamu masih berniat masuk dalam hubungan mereka! Dan kakak pastikan hatimu pasti akan terluka. Berhentilah menginginkan milik orang lain! Kakak yakin Rendra tidak akan pernah berpaling dari Disha untuk wanita lain. Kakak tidak mau hatimu terluka. Kakak akan mempersiapkan kepulangan kamu,"ucap Radeva tegas.
"Tidak! Aku masih ingin berada di negara ini,"tolak Trisha.
"Jika kamu masih ngeyel ingin tetap tinggal di negara ini dan ingin merusak hubungan orang lain, kakak akan mengambil semua fasilitas yang kakak berikan untuk kamu. Berhentilah sampai di sini, atau kamu akan menyesal nanti!" ucap Radeva kemudian pergi meninggalkan Trisha begitu saja.
"Kakak! Arghh..!!"pekik Trisha kemudian berlari menyusul Radeva.
"𝐁𝐚𝐢𝐤𝐥𝐚𝐡, 𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐣𝐮𝐤𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐦𝐛𝐢𝐬𝐢𝐤𝐮 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐝𝐢 𝐝𝐞𝐩𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐤 𝐑𝐚𝐝𝐞𝐯𝐚, 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐤𝐚𝐤 𝐑𝐚𝐝𝐞𝐯𝐚 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐢𝐣𝐢𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝐝𝐢 𝐬𝐢𝐧𝐢. 𝐀𝐤𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐬𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐥𝐯𝐚,"batin Trisha.
...🌟 Sesuatu yang kamu dapatkan dengan cara merebutnya dari orang lain mungkin bisa membuat mu bahagia, namun hanya sementara....
...Karena apapun yang tidak ditakdirkan untuk mu, tidak akan pernah selamanya menjadi milikmu dan akan kembali pada pemiliknya."🌟...
..."Nana 17 Oktober "...
To be continued
__ADS_1