
Seorang pria tampak mengendarai motor Icha dari toko kue menuju rumah Icha. Setengah jam kemudian motor itu pun memasuki pekarangan rumah Icha. Nampak mama Icha keluar dari dalam rumah saat mendengar suara motor Icha, namun mama Icha sangat terkejut saat mendapati motor Icha dikendarai oleh orang lain.
'Loh, Icha mana? Dan kamu siapa? Kenapa kamu yang mengendarai motor Icha?"tanya wanita paruh baya itu seraya mengernyitkan keningnya.
"Maaf Nyonya, Tuan Radeva menyuruh saya membawa pulang motor Nona Icha, karena tadi Tuan Radeva mengajak nona untuk malam mingguan,"sahut pria bertubuh tegap berotot dan berambut cepak yang terlihat berumur sekitar 30 tahun itu.
"Loh, kok nggak pulang dulu? Kan belum ganti baju?"gumam mama Icha yang merasa aneh.
"Saya tidak tahu Nyonya, saya hanya ditugaskan untuk mengantarkan motor ini saja. Kalau begitu, saya permisi Nyonya,"ucap pria berambut cepak itu menunduk hormat.
"Oh ya, terimakasih!"ucap mama Icha.
"Sama-sama, Nyonya,"ucap pria itu tersenyum ramah kemudian meninggalkan rumah Icha.
"Lumayan ganteng juga tuch orang. Ya, walaupun jauh lebih ganteng calon menantu ku,"gumam mama Icha kemudian mengambil box kue yang diikat di jok belakang motor dan membawanya masuk.
***
Di hotel tempat Niko membawa Icha.
Sambil menunggu Icha sadar, Niko memutuskan memasang kamera untuk merekam saat dia dan Icha bercinta nanti.Perlahan Niko berjalan ke arah nakas dimana dia meletakkan ranselnya setelah dia menyewa kamar itu tadi sore dan sebelum datang ke toko kue tadi. Niko mengeluarkan beberapa kamera dari dalam tas ransel itu. Niko memasang kamera untuk merekam aksinya nanti, dan bermaksud mengirimkan rekaman itu nanti pada Radeva.
"Aku akan membuat Vidio paling panas dari vidio-vidio panas yang pernah ada. Radeva pasti akan jijik jika melihat tunangannya bercinta dengan ku. Aku akan membuat tanda kepemilikan ku di sekujur tubuhnya. Aku akan menyesap kulit putih gadis itu sampai warnanya keunguan hingga tanda itu tidak akan mudah hilang sampai beberapa hari kedelapan,"gumam Niko dengan senyuman jahatnya seraya mencari posisi yang pas untuk meletakkan kameranya agar menghasilkan video yang bisa di lihat dari berbagai sisi dengan jelas.
__ADS_1
Setelah mondar mandir mencari posisi yang tepat untuk kameranya. Niko berjalan ke arah ranjang, dia meminum air putih dalam kemasan botol yang ada di atas nakas yang juga sudah dia siapkan sebelumnya. Setelah meneguk hampir setengah botol air putih kemasan itu, Niko pun memutuskan untuk membersihkan diri sebelum melakukan aksinya, karena Icha juga belum sadar.
"Aku akan membersihkan diri dulu. Malam ini aku akan memberi pelajaran pada gadis itu. Berani sekali dia mengacuhkan seorang Niko. Aku akan membuatnya berteriak sampai suaranya habis karena merasakan kenikmatan yang aku berikan. Aku akan membuat Radeva frustasi karena tunangannya tidur dengan pria lain. Dia akan merasa malu jika harus membatalkan pertunangan nya. Tapi juga akan merasa jijik jika harus melanjutkan pertunangan nya,"gumam Niko dengan senyuman licik yang menghiasi bibirnya, menatap Icha yang terbaring di atas ranjang.
Niko masuk ke dalam kamar mandi, menggosok tubuhnya dengan sabun kemudian mengguyur tubuhnya dengan air shower.Selesai mandi, Niko keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan bathrobe. Niko nampak memicingkan matanya saat melihat gundukan di bawah selimut.
"Dia sudah sadar rupanya,"ucap Niko, dengan senyuman yang menghias wajahnya, Kemudian menarik selimut itu untuk melihat Icha, namun selimut itu tidak mau terbuka karena orang yang ada di balik selimut mempertahankan selimut itu.
Niko naik ke atas ranjang, duduk di tepi ranjang kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah.gindukkan selimut."Kenapa kamu bersembunyi di dalam selimut seperti ini? Ayolah! Buka selimut nya! Aku akan membuatmu berteriak karena merasakan surga dunia. Hasraat ku sudah naik mengingat tubuh mulus dan wajah manis mu itu," ucap Niko di dekat gundukan selimut itu.
Niko memang merasakan dorongan untuk bercinta dari dalam tubuhnya semakin meningkat, apalagi jika mengingat wajah Icha yang manis dan kulit putih bersih Icha. Ditambah lagi jika mengingat jika Icha adalah wanita yang istimewa bagi Radeva, Niko jadi semakin berhasrat pada gadis itu.
"Ayolah! Buka selimutnya manis! Ach, kenapa dorongan dalam tubuh ku untuk bercinta terasa sangat menggebu-gebu ya? Kamu benar-benar membuatku tidak sabar,"ucap Niko yang merasakan tubuhnya semakin panas dan gelisah, ingin segera bercinta.
"Ganteng, kamu benar-benar sudah tidak sabar, ya? Padahal aku belum benar-benar menggoda mu,"ucap seorang wanita yang berusia sekitar 23 tahun berpakaian seksi diatas ranjang dengan wajah standar, bukan wanita cantik seperti wanita-wanita yang selalu Niko rebut dari Radeva dan dijadikan Niko sebagai penghangat ranjangnya.
"Kamu? Siapa kamu? Dimana Icha?"tanya Niko terlihat kaget dan bingung.
"Ceklek"pintu kamar itu terbuka membuat pandangan mata Niko beralih ke arah pintu. Empat orang wanita yang nampak berbeda-beda usia masuk ke dalam kamar itu. Mungkin jika diperkirakan usia ke empat wanita yang baru masuk itu ada yang berusia 25 tahun, 30 tahun, 35 tahun,dan 40 tahun. Keempat wanita itu juga berpenampilan seksi dengan wajah standard. Intinya, dari kelima wanita yang ada didalam kamar itu tidak ada yang cantik sesuai selera Niko.
"Kalian? Siapa kalian? Keluar dari kamar ini!"bentak Niko pada kelima wanita itu.
"Ceklek"tiba-tiba ada dua orang pria bertubuh tegap dan berotot masuk ke dalam kamar itu dan menghampiri Niko.
__ADS_1
"Siapa kalian?"tanya Niko menatap kedua pria yang baru saja masuk itu. Niko benar-benar tidak mengerti dengan situasi saat ini. Siapa orang -orang ini, dan kenapa bisa masuk ke dalam kamarnya yang seingatnya sudah dia kunci.
"Kami akan membuatmu merasakan surga dunia sempai pagi. Lihatlah, kami sudah menyiapkan wanita yang berbeda usia agar kamu bisa tahu bagaimana rasanya bercinta dengan wanita berbagai usia,"ucap salah seorang pria itu dan keduanya langsung memegang Niko dan menyeret pria tampan itu ke atas ranjang.
"Hey, apa-apa kalian? Lepaskan aku!" pekik Niko berusaha melepaskan diri dari kedua pria itu, tapi tidak dihiraukan oleh kedua orang pria yang memegangi nya dengan kuat. Kedua pria itu mengikat tangan dan kaki Niko pada ranjang dengan posisi terlentang. Kedua pria itu memaksa Niko meminum obat yang mereka bawa, kemudian menyumpal mulut Niko dengan sebuah saputangan.
"Sekarang, pria tampan ini adalah milik kalian. Puaskan dia sampai mende sahh dan menjerit nikmat sampai punyanya tidak bisa berdiri lagi. Kalian jangan khawatir, kami sudah memberinya obat agar dia bisa berdiri lama sampai kalian semua bisa puas,"ucap salah seorang pria.
"Jika dia sudah mende sahh, kalian lepaskan kain yang menyumpal mulutnya, agar kalian bisa mendengar suara indahnya. Nikmati dia sesuka hati kalian,"ucap pria satunya lagi kemudian keduanya meninggalkan kamar itu dan menguncinya dari luar.
Mata Niko membulat mendengar kata-kata kedua pria itu, apalagi saat kelima wanita itu mendekat. Niko menggeleng-gelengkan kepalanya dengan ekspresi memohon.
"𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣! 𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙪! 𝙆𝙚𝙥 𝙥𝙖𝙧𝙧𝙖𝙩! 𝙎𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙠𝙪!" pekik Niko dalam hati.
Kelima wanita berbeda-beda usia itu mulai melepaskan tali bathrobe yang dipakai Niko hingga tubuh polos Niko terpampang di depan mata. Kelimanya pun mulai mengger rayangi tubuh Niko, hingga senjata Niko langsung berdiri tegak karena pengaruh obat yang diminumnya dan juga sentuhan kelima wanita yang mengerubutinya itu, bahkan salah satunya sudah melepaskan seluruh pakaiannya. Malam itu, Niko benar-benar dijadikan pemuas oleh kelima wanita itu.
Di kamar lain,"Rasakan! Berani sekali dia ingin melecehkan tunangan Kakak ipar Tuan Alva sekaligus sahabat Nyonya Disha. Aku tidak akan membiarkan orang-orang yang di sayangi Tuan Alva dan Nyonya Disha diganggu, apalagi disakiti orang,"ucap pria yang tidak lain adalah Ferdi, menatap layar laptopnya yang menayangkan Niko yang sedang dipuaskan oleh lima orang wanita secara bergantian.
"Ketua, bisa-bisanya ketua mempunyai ide seperti ini agar pria itu trauma bercinta,"ucap anak buah Ferdi.
"Ini pantas dia dapatkan. Selama ini dia selalu merebut dan meniduri wanita - wanita yang disukai Tuan Radeva, Nikmati saja tontonan ini! Ini tontonan langka,"ucap Ferdi kemudian tertawa diikuti tawa anak buahnya yang lain.
To be continued
__ADS_1