
Disha masuk ke dalam ruangan Alva dengan wajah yang nampak khawatir. "Sayang, itu..ah..aku harus memanggil dia apa ya?"ucap Disha nampak bingung sendiri.
"Ada apa?"tanya Alva mendongakkan kepalanya menatap Disha.
"Itu...ibu..ibu kandung mu ingin bertemu dengan mu,"ucap Disha nampak khawatir menunggu reaksi Alva.
"Suruh dia masuk!"ucap Alva dengan raut wajah datar. Rasa kecewanya pada Disha semalam belum hilang, dan sekarang ada lagi yang membuat hatinya bertambah kesal.
"Sayang, bagaimanpun dia adalah ibu kandung mu, jadi aku harap....."
"Aku tahu,"ucap Alva memotong kata-kata Disha lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.Disha menghela napas panjang menatap suaminya kemudian keluar dari ruangan itu. Tak lama kemudian pintu ruangan Alva pun diketuk.
"Masuk!"sahut Alva yang masih menandatangani beberapa dokumen.
"Ceklek"pintu itu terbuka dan nampak Nety atau Neda masuk ke dalam ruangan itu. Alva masih sibuk dengan dokumen-dokumen nya dan sama sekali tidak melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan nya, karena dia sudah menduga, siapa orang yang masuk ke dalam ruangan nya itu.
"Al!"panggil Neda membuat Alva menghentikan pekerjaannya kemudian menghela napas panjang menatap Neda.
"Ada perlu apa gerangan hingga anda sampai meluangkan waktu anda dan bersusah payah untuk datang kemari menemui saya?"tanya Alva datar.
"Bisa kita bicara? Ada sesuatu yang penting yang ingin aku katakan padamu,"ucap Neda menatap Alva lekat.
__ADS_1
Alva bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju sofa yang ada di dalam ruangannya itu,"Silahkan duduk!"ucap Alva seraya memberi isyarat dengan tangannya agar Neda duduk di depannya. Neda pun duduk di depan Alva dan hanya sebuah meja saja yang membatasi mereka berdua.
"Anda ingin minum apa?"tanya Alva masih dengan wajah datarnya.
"Tidak perlu, terimakasih. Aku datang ke sini ingin membicarakan hal yang sangat penting,"ucap Neda dengan wajah yang serius.
"Silahkan! Katakan saja apa yang ingin anda katakan!"ucap Alva datar.
"Al, apa kamu tahu jika Ratih adalah ibu tiri mu?"
"Saya tahu,"sahut Alva singkat.
"Al,aku adalah ibu kandung mu,"ucap Neda menatap Alva lekat, namun wajah Alva tetap datar tanpa ekspresi apapun.
"Kau juga tahu kalau aku adalah ibu kandung mu?"tanya Neda yang merasa kecewa dengan ekspresi datar yang ditunjukkan oleh Alva.
"Tahu,"jawab Alva singkat.
"Jika kamu tahu aku adalah ibu kandung mu, kenapa kamu tidak mendatangi ku?"tanya Neda nampak kecewa.
"Untuk apa?"tanya Alva membuat Neda kesal.
__ADS_1
"Aku adalah ibu kandung mu, orang yang telah mengandung dan melahirkan kamu, masa kamu tidak ingin menemui ku,"ucap Neda nampak kesal.
"Iya , Anda memang ibu yang telah mengandung dan melahirkan saya, sekaligus ibu yang telah meninggalkan saya setelah anda lahirkan, tanpa perduli bagaimana keadaan saya. Lalu apa yang Anda harapkan pada anak yang sudah tidak anda perdulikan selama 31 tahun ini?"tanya Alva tersenyum sinis.
"Kenapa kamu bicara seperti ini kepada ibu kandung mu sendiri?Jangan-jangan, Ratih telah mencuci otak mu. Wanita j*lang itu pasti telah menghasut mu untuk membenci ku, kan?"ucap Neda berapi-api.
"Prang"Alva menggebrak meja kaca didepan nya hingga hancur berkeping-keping, membuat Neda terkejut dan ngeri melihat darah yang mengucur dari tangan Alva.
"Jaga mulut anda!"ucap Alva menunjuk Neda dengan darah yang mengucur dari tangannya,"Berani sekali anda mengatakan mama saya seorang j*Lang! Mama saya adalah wanita yang terhormat dan mulia. Mama saya tidak akan melakukan hal rendahan untuk mendapatkan harta apalagi untuk mendapatkan seorang pria seperti yang anda lakukan. Bahkan sampai sekarang mama saya bisa membeli apapun tanpa meminta uang dari papa saya karena harta yang dimilikinya dari almarhum suaminya,"
"Apa anda tidak sadar? Anda menggoda dan menipu banyak pria untuk mendapatkan harta dan meninggalkan papa saya saat papa saya sedang bangkrut, bahkan meninggalkan anak yang baru anda lahirkan tanpa perduli bagaimana keadaan nya. Saya menghormati anda karena anda adalah orang yang telah mengandung dan melahirkan saya. Lihat ini!"ucap Alva menunjukkan tangannya yang masih mengucur darah karena menggebrak meja kaca sampai pecah.
"Jika saya bisa mengeluarkan darah anda yang mengalir di tubuh saya, saya pasti akan mengeluarkannya. Jika saya boleh memilih ingin dilahirkan dari rahim siapa, maka saya akan memilih untuk dilahirkan dari rahim mama Ratih. Katakan pada saya, apa yang bisa saya lakukan untuk bisa menggantikan kerugian anda karena telah mengandung dan melahirkan saya,"ucap Alva dengan tatapan yang begitu tajam dan dingin kepada Neda.
"Mana bisa kamu mengganti nya walaupun dengan nyawamu sekalipun. Apa kamu bisa memberikan harta yang kamu miliki untuk ku. Apa kamu berani?" tantang Neda yang merasa kecewa karena Alva begitu membela Ratih.
"Saya sudah meninggal sejak anda meninggalkan saya. Nyawa saya ini tetap ada karena mama Ratih. Jadi anda tidak berhak meminta nyawa saya. Dan harta..."Alva tersenyum miring menatap Neda,"Memang harta kan, yang selama ini anda ingin kan. Baiklah, satu miliar sudah cukup sebagai ganti karena anda telah mengandung dan melahirkan saya, bukan?"tanya Alva menatap dingin pada Neda.
...π"Kenyataannya, bukan cuma ada anak yang durhaka kepada orang tua, tapi juga ada orang tua yang durhaka kepada anaknya."π...
..."Nana 17 Oktober"...
__ADS_1
...πΈβ€οΈπΈ...
To be continued