Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
260. Bahan Candaan


__ADS_3

"Eh, ternyata pengantin baru keluar juga. Kok pakai acara gendong-gendongan? Jangan-jangan...."


Kata-kata seseorang itu membuat Radeva dan Icha yang baru saja keluar dari kamarnya terkejut menatap sesosok pria yang menyapa mereka itu.


"Kamu? Sedang apa.kamu disini?"tanya Radeva seraya memicingkan sebelah matanya.


"Tentu saja menginap di sini, Kakak ipar. Memangnya ngapain aku di sini?"sahut pria yang tidak lain adalah Alva itu santai sambil menutup pintu kamar yang semalam ditempatinya.


"Kamu menginap di sini? Lalu dimana adikku?"tanya Radeva seraya mengernyitkan keningnya.


"Aku mengambil handphone adikmu yang tertinggal,"ucap Alva seraya mengangkat tangannya menunjukkan handphone Disha yang tertinggal di kamar hotel itu, kemudian berjalan menuju lift.


"Lalu dimana adikku?"tanya Radeva berjalan mengikuti Alva.


Karena tujuan mereka sama, Radeva pun mengikuti Alva yang berjalan menuju lift. Akhirnya ketiganya masuk ke dalam lift menuju lantai satu dengan Icha yang berada dalam gendongan Radeva.


"Dia ada di lobi, menunggu aku mengambil handphonenya,"sahut Alva santai.


"Aku pikir kamu menginap dengan wanita lain di hotel ini,"ucap Radeva melirik ekspresi Alva sekilas.


"Kakak pikir aku ini pria brengseek apa? Aku bukan buaya darat,"ucap Alva tegas.


"Oh, syukurlah kalau begitu,"sahut Radeva santai.


Alva menoleh ke arah Radeva, kemudian terbit seringai di sudut bibirnya,"Kak, kakak parah sekali! Berapa ronde Kakak melakukan nya semalam, sampai kakak ipar tidak bisa berjalan? CK..CK .CK.. Kakak ganas sekali!"ujar Alva menatap sepasang pengantin baru itu seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, membuat Radeva merasa malu sedangkan Icha nampak menampilkan ekspresi tidak percaya Alva mengucapkan kata-kata itu.


"Jaga mulutmu itu! Apa kamu tidak malu bicara seperti itu?"sergah Radeva untuk menutupi rasa malunya.


"Haiss....aku maklum, Kakak kan baru merasakan bagaimana indahnya surga dunia. Baru tiga hari Kakak merasakan indahnya bercinta, kakak harus pergi ke luar negeri selama satu Minggu lebih, dan saat pulang, kakak juga harus berpuasa lagi selama satu Minggu. Jadi kakak pasti balas dendam dan membuat kakak ipar tidak bisa tidur semalaman hingga pagi ini kakak ipar tidak bisa berjalan,"ucap Alva kemudian terkekeh.


"𝙔𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙣...𝙖𝙥𝙖 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙩𝙚𝙣𝙜𝙞𝙡 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙋𝙖𝙠 𝙍𝙚𝙣𝙙𝙧𝙖? 𝙎𝙪𝙖𝙢𝙞𝙣𝙮𝙖 𝘿𝙞𝙨𝙝𝙖? 𝙊𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙘𝙤𝙤𝙡 𝙙𝙖𝙣 𝙘𝙪𝙚𝙠 𝙞𝙩𝙪? 𝘼𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩?"gumam Icha yang merasa tidak percaya bahwa pria yang sedang berbicara dengan suaminya itu adalah seorang Alvarendra yang terkenal dingin dan cuek.


"Itu tidak benar! Jangan asal bicara!"sergah Radeva, sedangkan Icha semakin tidak percaya jika pria yang satu lift bersama dia dan suaminya itu adalah Alva.


"Aku tidak asal bicara. Kalau bukan karena kakak terlalu ganas semalaman, hingga membuat kakak ipar tidak bisa berjalan, mana mungkin sekarang kakak menggendong kakak ipar,"kilah Alva seraya tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Kaki Kakak ipar mu terkilir, karena itu lah aku menggendong kakak ipar mu,"tukas Radeva mematahkan asumsi Alva.


"Kira-kira bagaimana penilaian orang-orang saat melihat pengantin baru yang baru melewatkan malam pengantin, terus paginya tidak bisa berjalan? Apa mereka percaya jika kakak mengatakan pengantin wanita itu terkilir?"tanya Alva kemudian terkekeh.


"Dasar adik ipar lak natt! Hentikan omong kosong mu itu? Jangan sembarangan bicara!"umpat Radeva kesal sedangkan Icha mati-matian menahan rasa malunya karena celoteh Alva yang benar-benar membuatnya kehilangan muka dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Radeva.


"Aku tidak sembarang bicara, Kakak ipar sampai tidak bisa berjalan karena ulah kakak. Lihatlah! Kakak membuat tanda cinta begitu banyak di leher Kakak ipar. Aku pastikan tubuh kakak ipar pasti sudah seperti macan tutul, iya kan?"tebak Alva tersenyum tipis seraya menaik turunkan sebelah alisnya.


"Jangan lihat-lihat istri ku!"bentak Radeva sambil melotot pada Alva.


"Ishh.. aku cuma melihatnya sekilas, kakak sudah marah. Apa kabarnya diri ku? Kakak bahkan memeluk dan mencium istriku,"ucap Alva ketus.


"Itu berbeda! Dia adalah adik kandung ku!"sergah Radeva.


"Walaupun dia adik kandung mu, dia itu sudah dewasa dan juga sudah bersuami, tidak pantas kakak memeluk dan mencium istriku!"sambar Alva tidak kalah sengit.


"Dasar posesif!"cibir Radeva.


"Apakah kakak tidak berkaca? Aku cuma melihat istri kakak sekilas saja, kakak sudah marah, bagaimana kalau aku memeluk istri kakak?"ujar Alva tersenyum sinis.


"Sampai ayam menjadi merak pun, itu tidak akan pernah terjadi! Kami akan tetap bersama sampai jantung kami tak lagi berdetak,"ucap Alva penuh keyakinan.


"Dasar bucin!"cibir Radeva bertepatan dengan pintu lift yang terbuka.


Saat mereka melihat Alva dan Radeva yang sedang menggendong Icha, Disha, Riky dan Yessie yang menunggu di lobi hotel pun menghampiri mereka bertiga.


"Kakak! Ada apa dengan kakak ipar? Kenapa kakak menggendongnya?"tanya Disha menatap Radeva dan Icha bergantian.


"Sayang, jangan ditanya lagi soal itu, sudah pasti karena kakakmu itu semalaman menyerang kakak ipar tanpa ampun, sampai-sampai kakak ipar, pagi ini tidak dapat berjalan,"sambar Alva menipiskan bibirnya melirik Radeva. Sedangkan Yessie melongo mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Alva.


"Wahh.. Tuan Dev benar-benar ganas, ya?!"imbuh Riky membuat Yessie semakin melongo, begitu pula dengan Icha, karena tidak percaya respon Riky akan seperti itu.


"𝘼𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙡𝙪𝙨𝙞𝙣𝙖𝙨𝙞? 𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙣, 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙠𝙪 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙠 𝙍𝙚𝙣𝙙𝙧𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙘𝙤𝙤𝙡 𝙙𝙖𝙣 𝙘𝙪𝙚𝙠 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙝𝙖𝙡-𝙝𝙖𝙡 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙞?"gumam Yessie dalam hati seraya menepuk-nepuk pipinya sendiri, benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia dengar dan lihat sekarang.


"Sayang, jangan dengar apa kata suamimu itu! Kakak ipar mu terkilir karena terpeleset di kamar mandi. Karena itulah kakak menggendong kakak ipar mu,"ujar Radeva pada Disha.

__ADS_1


"Tuan Dev, anda tidak perlu mencari alasan, dan tidak usah malu-malu seperti itu. Kami maklum kok, anda kan pengantin baru,"ucap Riky kemudian terkekeh.


"Dia sudah merasakan nikmatnya narkotika surga dunia, Rik. Dan parahnya pada saat sudah mulai kecanduan, dia harus berpuasa dua Minggu lebih. Jadi pas buka puasa, dia ingin memakan kakak ipar sampai habis tak bersisa,"ujar Alva kemudian terkekeh, membuat mata Radeva melotot ke pada Alva.


"Tuan, Dev. Kalau ingin belajar berbagai gaya, saya dan Tuan Alva bisa mengajari Tuan. Dijamin ilmu kami tidak akan mengecewakan saat dipraktekkan,"ucap Riky dengan songong nya membuat semua orang disitu selain Alva melongo karena tidak menyangka Riky akan berkata seperti itu.


"Benar kata Riky, Kak. Kami juga punya video-video dari Ferdi yang sangat hot dengan berbagai gaya,"imbuh Alva seraya tersenyum menaik turunkan sebelah alisnya penuh arti.


"Iya, Tuan. Dijamin dech, bikin merem melek,"timpal Riky kemudian tertawa diikuti Alva, membuat Icha dan Yessie semakin melongo karena tidak percaya, sedangkan Disha hanya bisa membuang napas kasar.


"Kalian ini benar-benar atasan dan bawahan somplak, nggak punya akhlak!"umpat Radeva yang merasa sangat malu dan kesal mendengar kata-kata dua orang yang merupakan atasan dan bawahan itu, kemudian berlalu meninggalkan mereka semua menuju mobilnya .


"Haiss..jangan malu-malu kalau ingin bertanya, Kak! Kami bukan tipe orang-orang yang pelit ilmu, kok!"ujar Alva mengikuti langkah Radeva diikuti yang lainnya.


"Iya Tuan, orang bilang malu bertanya sesat di jalan, loh!"imbuh Riky menahan tawa.


"Kalian berdua benar-benar muka badak, tidak tahu malu!"umpat Radeva yang benar-benar kesal dijadikan bahan candaan oleh atasan dan bawahan itu.


"Kakak tidak akan menyesal jika berguru pada kami,"ujar Alva masih setia menggoda Radeva.


"Sayang, lihatlah suamimu ini! Dia benar-benar tidak tahu malu. Sebaiknya kamu membawanya ke psikiater, otaknya benar-benar sudah tidak waras. Sepertinya urat malunya sudah putus,"ujar Radeva pada Disha.


"Kalian sama saja,"tandas Disha nampak jengah dengan ke-tiga pria itu.


Radeva pun akhirnya sampai di mobilnya dengan seorang supir yang sudah siap membukakan pintu mobil.


"Sayang, kakak pergi dulu!"ucap Radeva lalu mengecup kening Disha sekilas dan segera masuk ke dalam mobil.


"Selamat bersenang-senang, Kak, kakak ipar!'ucap Disha pada Radeva dan Icha dan keduanya pun kompak mengangguk kecil seraya tersenyum tipis.


"Selamat berbulan madu, kak! Ingat, jangan terlalu ganas!"ucap Alva kembali terkekeh.


"Selamat berbulan madu, Tuan Dev!" ucap Riky,, sedangkan Yessie hanya melambaikan tangan pada Icha dengan seulas senyuman.


Akhirnya mobil yang ditumpangi Radeva dan Icha pun meninggalkan hotel itu menuju bandara. Mereka akan berbulan madu di sebuah tempat yang destinasi wisata nya terkenal cocok untuk pasangan pengantin baru.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2