Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
243. Siapa Tuan Mu?


__ADS_3

Hari telah beranjak sore, matahari mulai terbenam. Icha keluar dari kantor nya dan menuju pintu utama gedung Bramantyo Group. Sebuah mobil sudah siap untuk mengantarkan Icha pulang. Semenjak menikah dengan Radeva, Icha selalu pergi kemanapun diantar oleh seorang supir yang merangkap sebagai bodyguardnya. Radeva sudah belajar dari pengalaman dan tidak ingin sesuatu terjadi pada Icha lagi. Karena itu, Radeva mengikuti cara Alva, yaitu menempatkan body guard di sisi Icha, untuk menjaga dan melindungi Icha. Bodyguard itupun adalah rekomendasi dari Alva, yaitu salah satu dari anak buah Ferdi. Icha pun sama sekali tidak keberatan dengan pengaturan Radeva, karena itu semua untuk kebaikanya.


"Pak, ke toko kue dulu, ya! Yang ada di daerah xx,"ucap Icha setelah masuk ke dalam mobil.


"Baik, Nyonya,"sahut supir yang berusia sekitar 35 tahun itu, kemudian melajukan mobilnya ke tempat yang diinginkan Icha.


Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya Icha pun sampai di toko kue langganan nya. Niko pun nampak ada di sana sedang duduk di salah satu kursi, tanpa disadari oleh Icha. Niko memperhatikan Icha yang sedang memesan kue. Setelah memesan kue Icha duduk di kursi tunggu bersama supir pribadinya yang baru saja masuk ke toko kue itu. Bodyguard Icha duduk terpisah satu kursi dari Icha. Dia masuk ke toko kue itu karena dari luar toko kue itu, sang bodyguard menangkap keberadaan Niko yang sedang memperhatikan gerak gerik Icha.


"𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙙𝙪𝙙𝙪𝙠 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙚𝙨𝙖𝙣 𝙠𝙪𝙚 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖? 𝘿𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙩𝙤𝙠𝙤 𝙞𝙣𝙞, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞 𝙩𝙤𝙠𝙤 𝙞𝙣𝙞. 𝘼𝙥𝙖 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖? 𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙢𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙥𝙪𝙣. 𝙎𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜, 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙞𝙩𝙪, 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙣𝙤𝙢𝙤𝙧 𝙩𝙚𝙡𝙚𝙥𝙤𝙣 𝙣𝙮𝙖. 𝙅𝙖𝙙𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙙𝙖𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙖," gumam Niko dalam hati, masih terus memperhatikan Icha yang sedang berbincang dengan seorang wanita paruh baya yang juga sedang memesan kue.


Niko tidak mengetahui jika pelayan toko yang di bayarnya waktu itu telah dipecat oleh sang pemilik toko karena komplain dari Ferdi, bahwa pelayan tersebut sudah bersekongkol dengan seseorang untuk mencelakakan pelanggan toko dengan memberikan bukti yang mendukung komplain nya itu. Sedangkan Niko masih penasaran dengan Icha karena ingin tahu, siapa sebenarnya orang yang telah mengerjainya habis-habisan di hotel waktu itu.


Tak lama kemudian seorang pelayan toko memanggil Icha,"Nona, pesanan anda sudah siap,"ucap pelayan toko itu ramah.


Icha langsung bangkit dan membayar pesanan kuenya dan Niko pun langsung mendekati Icha.

__ADS_1


"Hai, kita bertemu lagi,"ucap Niko menebarkan senyuman sejuta pesona untuk memikat Icha. Namun Icha tidak menggubrisnya dan menunggu pelayanan toko yang sedang menghitung uang, menyelesaikan pembayaran Icha.


Icha masih ingat kata-kata Radeva, bahwa waktu itu, Niko sengaja memasukkan obat perang sang di makanan dan minuman nya, kemudian membawa dirinya ke hotel. Jika saja Alva tidak menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Icha, entah apa yang akan terjadi pada Icha, jika sampai dilecehkan pria lain, selain Radeva.


"Ini, kue pesanan kamu, kan? Ini berat, biar aku bantu bawain,"ucap Niko seraya memegangi box kue milik Icha, menawarkan bantuan.


"Terimakasih, anda tidak perlu repot-repot membantu saya,"ucap Icha dengan wajah yang terlihat dingin, lalu menoleh ke arah supir pribadinya,"Pak, tolong bawakan box kuenya, ya!"pinta Icha sopan.


"Baik, Nyonya,"sahut sang supir seraya mengangguk dan segera mengambil box kue Icha, dan Icha pun langsung berjalan keluar dari toko kue itu.


"Jangan ganggu Nyonya saya,"ucap supir pribadi Icha lalu menghempaskan tangan Niko dan bergegas menyusul Icha.


"Nyonya? Apa maksudnya? Kenapa pria itu dari tadi memanggil Icha dengan sebutan Nyonya?"gumam Niko yang tertegun sebentar, kemudian kembali mengejar Icha,"Cha, tunggu! Ada yang ingin aku tanyakan padamu,"panggil Niko pada Icha yang sudah keluar dari toko kue itu, mengejar Icha sampai parkiran. Namun supir Icha lagi-lagi menghalangi Niko mengejar Icha, hingga Icha masuk ke dalam mobil.


Supir pribadi Icha menjadi geram dengan kelakuan Niko yang masih terus berusaha mendekati Icha. Dengan cepat pria itu mencengkeram kuat kerah kemeja yang dipakai oleh Niko dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya masih memegang box kue. Niko merasa tercekik, menatap pria bertubuh kekar di depannya yang menatap dirinya dengan tatapan dingin dan tajam ke arah nya,"Sebaiknya anda jauhi Nyonya saya, jika anda tidak ingin mendapatkan masalah. Karena jika anda masih mencoba mendekati apalagi menganggu Nyonya saya..."pria itu menghentikan ucapannya seraya menyeringai,"Saya pastikan anda akan mendapatkan masalah yang lebih serius dari yang kemarin. Apa bercinta dengan lima orang wanita masih kurang? Atau wajah mereka masih kurang menarik?"tanya supir Icha dengan senyum menyeringai yang menakutkan.

__ADS_1


"Kamu? Siapa kamu?"tanya Niko sambil memegang lengan pria yang ada di depannya yang sedang mencengkram erat kerah kemeja nya.


"Aku adalah orang yang secara tidak langsung membuat mu tidur dengan para wanita yang memuaskan mu di hotel waktu itu. Apa kamu menginginkan nya lagi?"tanya pria itu dengan seringai licik di wajahnya.


"Secara tidak langsung? Siapa? Siapa orang yang ada di belakang mu?"geram Niko berusaha melepaskan cengkraman pria bertubuh kekar di hadapannya.


"Mungkin kamu akan mempunyai keturunan dari salah satu atau kelima wanita itu. Apa kamu masih ingin bermain lagi dengan mereka? Atau kamu ingin bermain dengan lebih banyak wanita lagi? Desa Han mu waktu itu sungguh seksi. Apa kamu ingin melihat video saat kamu menjerit merasakan kenikmatan diger rayangi dan diset tubuhi lima wanita itu?"tanya pria itu dengan senyum mencibir pada Niko tanpa menjawab pertanyaan Niko.


Mata Niko langsung membulat mendengar kata-kata pria di depannya itu. Niko begitu geram saat mendengar pria di depannya itu menyinggung semua yang terjadi padanya di hotel malam itu,"Katakan! Siapa orang yang ada dibelakang mu? Bang sat!"pekik Niko namun pria di depannya itu langsung melepaskan cengkraman tangannya dan menghadiahkan bogem mentah ke ulu hati Niko, hingga Niko terjengkang dan terlentang di atas lantai.


"Siapa kamu? Siapa yang menyuruh mu?"pekik Niko seraya menahan sakit di ulu hatinya. Bogeman supir itu benar-benar tidak main-main. Tuanku sudah berbaik hati tidak menyeret mu ke penjara karena telah mengganggu wanitanya, jadi jangan membuatnya berubah pikiran dan membuat mu merasakan dinginnya jeruji besi,"ucap supir Icha kepada Niko kemudian bergegas memasuki mobil.


"Siapa Tuan mu?"tanya Niko meninggikan nada suara, seraya mencoba berdiri. Namun supir Icha tidak menggubrisnya dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan toko kue itu,"Dammed!! Siapa Tuan dari pria itu?"umpat Niko meringis memegang ulu hati nya.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2