
Di basecamp Ferdi.
"Mana, empat orang brengseek yang sudah berani melecehkan adik Riky itu?"tanya Ferdi yang baru saja datang karena dikabari anak buahnya bahwa mereka telah menangkap empat orang yang dicari Ferdi.
"Mereka ada di belakang ketua,"ucap salah satu anak buahnya.
"Apakah kalian sudah mencarikan wanita-wanita yang luar biasa untuk mereka berempat?"tanya Ferdi sambil berjalan menuju tempat penyekapan.
"Sudah, ketua. Kami dapat dua belas, pokoknya cantik maksimal dech,"sahut anak buah Ferdi bersemangat.
Anak buah Ferdi membuka pintu ruangan,"Lepaskan kami! Apa yang ingin kalian lakukan? Jika kalian menyakiti ku, papaku tidak akan mengampuni kalian!"teriak pemuda berambut panjang yang diikat bersama teman-teman nya, saat Ferdi masuki ruangan penyekapan.
"Kami hanya ingin kalian bersenang-senang, tanpa harus bersusah payah mencari wanita,"ucap Ferdi dengan seringai di wajahnya.
"Bohong! Mana mungkin kalian menangkap kami agar kami bisa bersenang-senang?"sergah pemuda berambut jabrik.
"Kami akan membalas perbuatan kalian semua!"ancam pemuda berambut pirang.
"Siapa kalian? Apa sebenarnya mau kalian?"tanya pemuda bertato meninggikan suaranya.
"Cih..berisik sekali. Berikan mereka obat, agar permainan mereka bisa bertahan lama, dan mereka bisa puas, sepuas puasnya. Mereka tidak akan bicara lagi jika sudah merasakan kenikmatan,"ucap Ferdi masih setia dengan seringai licik nya, tanpa menghiraukan ocehan para pemuda itu.
Anak buah Ferdi memaksa keempat pemuda yang berusaha melecehkan Kamelia itu meminum obat. Tak lama setelah keempatnya diminumkan obat, dua belas wanita cantik masuk ke ruangan itu dan anak buah Ferdi pun langsung mengunci pintu ruangan itu..
Dua belas wanita itu langsung membuai empat pemuda itu hingga keempatnya yang sudah diminumkan obat itupun benar-benar tidak bisa menahan hasraat mereka lagi.Para wanita itu melepaskan tali yang mengikat keempatnya dan juga menanggalkan seluruh pakaian ke empat pemuda itu, hingga senjata mereka yang sudah on pun terlihat jelas.
Namun keempat pemuda itu sangat terkejut saat para wanita cantik itu melepaskan pakaian mereka. Para wanita cantik itu benar-benar bukan wanita biasa. Mereka adalah wanita tangguh yang sangat luar biasa, karena ternyata mereka semua adalah wanita setengah pria.
Esok harinya, setelah habis-habisan tubuh keempat pemuda itu dinikmati para wanita luar biasa dengan berbagai gaya yang sangat ekstrim, Ferdi melepaskan anj*ng peliharaannya yang langsung berlari ke arah empat orang pemuda itu, hingga keempatnya pun lari pontang panting.
Setelah keempatnya di kejar peliharaan Ferdi hingga lemas, mereka di berikan air minum, dan tentu saja mereka minum sangat banyak setelah di kejar peliharaan Ferdi. Usai keempat pemuda itu minum, Ferdi memaksa mereka untuk buang air kecil secara bersamaan di sebuah wadah yang sudah dialiri listrik, dan saat keempatnya buang air kecil, mereka pun terkena sentrum secara bersamaan.
__ADS_1
Selesai mengerjai keempatnya habis-habisan, Ferdi membawa mereka ke kantor polisi. Dan mengancam akan menyebarkan video panas mereka yang tidak lazim bersama para wanita setengah pria semalam, jika mereka masih berbuat ulah.
***
Di kediaman Mahendra. Usai makan malam, keluarga Mahendra nampak berkumpul di ruang keluarga. Selama ini banyak lika liku kehidupan yang mereka hadapi begitu menegangkan dan menguras emosi. Namun kedepannya, mereka berharap bisa hidup dengan tenang dan bahagia.
"Pa, saat ini Icha dan Disha sedang mengandung, bagaimana kalau kita liburan di villa kita yang ada di puncak? Nanti di sana kita bisa bakar jagung, ayam atau ikan bersama-sama, kan seru, pa,"usul Ghina nampak antusias.
"Sepertinya seru, acara bakar-bakaran, asal jangan bakar rumah orang aja,"celetuk Mahendra kemudian terkekeh.
"Plak"Ghina langsung memukul lengan Mahendra,"Mama serius, papa malah bercanda,"ketus Ghina dengan wajah bersungut-sungut.
"Iya.. iya.. papa serius,"ucap Mahendra kemudian menatap anak dan menantunya," Bagaimana? Apa kalian berempat setuju dengan ide mama kalian?"tanya Mahendra pada dua pasang suami-istri itu.
"Sepertinya seru. Aku mau, pa, ma. Bagaimana kalau sekalian ngajak Yessie, Riky dan pasangan pengantin baru si Niko? Biar tambah rame,"ujar Disha bersemangat.
"Kalau begitu sekalian ajak orang tua Alva dan paman kalian serta istrinya,"imbuh Mahendra.
Akhirnya mereka semua setuju untuk liburan ramai-ramai. Mahendra, Ghina, Bramantyo, Ratih, Alva, Disha, Radeva, Icha, Riky, Yessie, Niko, Kamelia, Nalendra dan Neda sudah siap di mobil mereka masing-masing. Mahendra Ghina, Bramantyo dan Ratih berada dalam satu mobil paling depan, Radeva, Icha, Alva, Disha dan Kaivan dalam satu mobil di belakang mobil Mahendra, di belakangnya lagi mobil Nalendra dan Neda kemudian mobil Riky yang bersama Yessie, Niko dan Kamelia. Mereka semua memakai supir, kecuali Nalendra yang memilih mengendarai mobilnya sendiri.
Mereka sampai di puncak dengan selamat dan langsung mengadakan acara bakar-bakaran. Semua nampak bahagia, bercanda dan tertawa bersama. Nalendra menatap wajah semua orang yang begitu bahagia.
"Mahendra, sekarang kamu boleh tertawa, merasa bahagia, merasa hidupmu dan keluarga mu sempurna. Tapi.. sebentar lagi, aku yang akan bahagia dan menjadi orang yang kaya. Karena aku akan mengirim kamu dan seluruh keluarga kamu ke neraka,"gumam Nalendra tersenyum menyeringai.
Mereka semua menginap di villa Mahendra selama tiga hari dengan suasana hati yang bahagia dan ceria. Para pasangan muda pun sangat menikmati kebersamaan mereka dan terlihat saling memamerkan kemesraan masing-masing. Hanya Nalendra dan Neda yang nampak enggan untuk terlalu dekat dengan mereka.
Beberapa hari yang lalu, saat Niko mengatakan ingin menikah, Nalendra tidak mau datang ke pernikahan Niko, karena Nalendra merasa kecewa setelah tahu bahwa yang dinikahi Niko hanya gadis biasa. Bahkan saat bertemu dengan Nalendra, Kamelia menghampiri dan menyapa Nalendra, namun Nalendra mengacuhkan Kamelia.
Hari ini adalah hari jadwal kepulangan mereka. Mobil Nalendra melaju di belakang mobil yang ditumpangi Radeva, Icha, Alva, Disha dan Kaivan dengan seorang supir.
Mobil Nalendra melaju di belakang mobil Radeva, sedangkan mobil Mahendra di depan mobil Radeva,"Kali ini, aku akan memusnahkan Mahendra dan seluruh keturunannya,"gumam Nalendra dengan seringai licik di bibirnya dan mata yang fokus pada mobil di depannya.
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu lakukan?"tanya Neda yang masih dapat mendengar gumaman Nalendra.
"Aku akan melenyapkan Mahendra dan seluruh keturunannya. Dengan begitu.. seluruh harta mereka akan menjadi milikku. Aku akan menjadi orang kaya dan berkuasa,"sahut Nalendra tertawa jahat.
"𝙈𝙚𝙢𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝 𝙈𝙖𝙝𝙚𝙣𝙙𝙧𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙠𝙚𝙩𝙪𝙧𝙪𝙣𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖? 𝙈𝙤𝙗𝙞𝙡 𝙙𝙞𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙤𝙗𝙞𝙡 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙩𝙪𝙢𝙥𝙖𝙣𝙜𝙞 𝘼𝙡𝙫𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙘𝙞𝙡𝙣𝙮𝙖. 𝙉𝙖𝙡𝙚𝙣𝙙𝙧𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖? 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠.. 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙞𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙉𝙖𝙡𝙚𝙣𝙙𝙧𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖. 𝘼𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠𝙠𝙪, 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙣𝙚𝙣𝙚𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙘𝙪𝙘𝙪𝙠𝙪. 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙞𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙉𝙖𝙡𝙚𝙣𝙙𝙧𝙖 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙜𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙜𝙚𝙡𝙞𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙧𝙩𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙘𝙪𝙘𝙪𝙠𝙪,"gumam Neda dalam hati karena Neda sangat benci pada Nalendra yang telah menyiksanya selama ini.
"Saat berada di jalanan menurun, tiba-tiba Nalendra menginjak pedal gas mobil nya dalam-dalam dan melaju ke arah mobil yang didalamnya ada Alva, Disha, Kaivan, Radeva dan Icha.
"Dasar brengseek! Aku tidak akan membiarkan kamu melenyapkan anak dan cucuku!"pekik Neda seraya ikut memegang kemudi mobil agar Nalendra tidak menabrak mobil yang didalamnya ada anak dan cucunya. Nalendra terkejut dengan perkataan Neda yang tidak akan membiarkan dirinya melenyapkan anak dan cucunya.
Namun Neda yang ikut memegang kemudi membuat Nalendra kesulitan untuk mengontrol arah mobil,"Lepaskan tangan mu! Aku akan melenyapkan Mahendra dan keturunan nya!"bentak Nalendra berusaha melepaskan tangan Neda dari kemudi.
"Tidak akan kubiarkan kamu melakukannya. Aku tidak akan membiarkan kamu menikmati harta mereka,"sengit Neda. Keduanya terus berebut kemudi mobil hingga akhirnya...
"Brakk..brakk.. brakk.."
Mobil yang dikendarai Nalendra oleng dan jatuh ke jurang yang terjal, terguling-guling,"Jika ada kehidupan kedua, ijinkan aku menjadi kakak yang akan selalu melindungi kamu Alva. Karena aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk kamu dan kamu lebih memilih terlahir dari rahim Ratih dari pada terlahir dari rahim ku. Semoga kamu selalu bahagia anakku,"gumam Neda yang berada di dalam mobil itu, dengan senyuman lembut dan lelehan bening yang keluar dari sudut matanya. Neda memilih mati bersama Nalendra untuk melindungi anak dan cucunya.
"Booom"mobil Nalendra dan Neda pun meledak di dasar jurang dan membakar Nalendra serta Neda.
Rombongan keluarga itu pun berhenti dan sangat terkejut saat melihat mobil sepasang suami-isteri itu jatuh ke jurang dan meledak. Akhir dari kehidupan Nalendra dan Neda yang serakah akan harta, mati mengenaskan terpanggang di dalam mobil.
Setahun kemudian, Bramantyo, Ratih, Mahendra dan Ghina hidup bahagia dengan anak dan cucu-cucu mereka. Alva dan Disha bahagia bersama putra dan putri mereka. Radeva dan Icha bahagia dengan putra mereka. Riky bahagia dengan Yessie dan putra mereka. Niko bahagia bersama Kamelia yang sedang mengandung anaknya. Ferdi pun bahagia dengan anak dan kedua istrinya.
...🌟"Selama tidak ada rasa puas dan rasa syukur di dalam hati,...
...maka tidak akan ada bahagia yang akan didapati."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
Terimakasih tak terhingga pada reader semua atas dukungannya pada karyaq yang masih banyak kekurangan ini. Sampai jumpa di novel Kak Nana selanjutnya. Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia selalu! Semangat!! Love you all! ❤️❤️❤️❤️❤️
The End