
Di kantin perusahaan Bramantyo Group.
Icha dan Disha tidak banyak bicara dan nampak tidak berselera makan. Keduanya nampak malas-malasan menyantap makanan mereka, membuat Yessie mengernyitkan keningnya.
"Kalian berdua kenapa? Kok pada nggak semangat gitu?"tanya Yessie yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya. Icha dan Disha pun langsung saling bertatapan.
"Kamu kenapa?"keduanya bersamaan menanyakan pertanyaan yang sama secara bersamaan, kemudian sama-sama membuang napas kasar membuat Yessie semakin penasaran.
"Alva ke luar negeri," / "Kakakmu ke luar negeri,"ucap Disha dan Icha bersamaan dan spontan saling menatap.
"Eh, ternyata nggak cuma para istri yang kompak suasana hati dan perkataannya, tapi para suami kalian juga kompak pergi luar negeri,"ucap Yessie kemudian terkekeh, sedangkan Disha dan Icha sama-sama menghela napas panjang. "Pantesan itu muka pada lecek, kayak baju yang belum disetrika, pada galau nich, ternyata,"celetuk Yessie.
"Sembarangan!"ucap Disha dan Icha bersamaan, terlihat semakin kesal.
"Lah, kompak lagi,"ucap Yessie kemudian terkekeh.
"Mentang-mentang suaminya ada,"cibir Icha pada Yessie.
"Iya, nich , si Yessie,"timpal Disha.
"Iya, dong! Nggak kayak situ, baru menikah dua hari udah mau di tinggal pergi keluar negeri. Aduh, ditinggal pas lagi semangat-semangatnya dan lagi panas-panasnya dalam urusan ehem-ehem,"celetuk Yessie kemudian tertawa.
"Wah, bener-bener nih anak, minta tak sumpal nich, mulutnya,"geram Icha.
"Eh, gimana ceritanya, unboxing nya kemarin?"tanya Yessie seraya menaik turunkan kedua alisnya.
"Nggak usah nanya, situ kan sudah berpengalaman,"sahut Icha acuh.
"Yee.. Disha tuch yang paling berpengalaman. Secara, jam terbang dia kan sudah lama,. Aku mah apa atuh," sahut Yessie menirukan sebuah lirik lagu tersenyum menatap Disha.
"Jam terbang, jam terbang, pesawat kali, pake jam terbang segala,"sahut Disha seraya mengerucutkan bibirnya.
"Maksudnya pengalamannya sudah banyak, kan kamu yang paling lama menikah sebelum kami,"sahut Icha.
"Iya, ini mah bukan lagi murid, tapi sudah suhu,"timpal Yessie.
"Ini anak, bahasanya pakai suhu segala. Emangnya belajar kungfu!"cetus Disha membuat mereka bertiga malah tertawa.
"Kenapa kak Radeva tiba-tiba keluar negeri?"tanya Disha.
__ADS_1
"Katanya ada masalah di perusahaan yang ada di sana,"sahut Icha.
"Sudah berangkat?"tanya Disha lagi.
"Belum, nanti sore katanya,"sahut Icha. "Kenapa PakSu kamu keluar negeri?"tanya Icha.
"Biasa, mengecek perusahaan mama yang ada di negara xx,"sahut Disha lesu.
"Enak ya, Nyonya Ratih, punya perusahaan sendiri,"celetuk Yessie.
"Iya, setahuku, perusahaan itu didirikan atas jerih payah mama Ratih dan almarhum suami pertama mama Ratih," sahut Disha
"Wah, hebat ya, sampai sekarang perusahaan itu tetap bertahan,"puji Icha.
"Iya, walaupun sempat ada masalah juga beberapa kali. Tapi Alva dan papanya selaku berhasil mengatasinya.
"By the way, suami kamu kan akan pergi keluar negeri tuh, Cha. Kamu mau tinggal sama orang tua mu apa sama mertua kamu?"tanya Yessie.
"Ach, iya, ya. Aku nggak kepikiran sampai disitu. Terus terang aku sich, pengennya tinggal sama orang tuaku dulu selama Kak Radeva pergi. Nanti aku bicarakan sama kak Radeva, dech. Aku akan merasa canggung jika aku tinggal sendiri di sana tanpa Kak Radeva,"jawab Icha jujur.
"Nggak usah takut, kakak ipar! Mama dan papaku orangnya baik kok,"sahut Disha enteng.
"Nggak, aku sekarang tinggal di rumah orang tua Alva,"sahut Disha.
"Nah, apalagi kamu tidak ada di sana, aku akan merasa semakin canggung, nanti,"celetuk Icha.
"Ah, iya, memang sebaiknya kamu tinggal dulu sama orang tua kamu saja, kakak ipar. Aku baru ingat kalau dirumah ada si Trisha,"sahut Disha.
"Si Trisha yang dulu mengejar-ngejar Alva, ya?"tanya Yessie.
"Iya. Dia balik ke rumah, setelah Hery meninggal. Tapi, papa cuma ngasih waktu satu bulan buat tinggal di sana, sebelum dia mendapatkan tempat tinggal yang baru,"sahut Disha.
"Aku tidak suka dengan si Trisha itu. Orangnya belagu sekali. Padahal, dia cuma anak angkat kan, Dis?"sahut Icha.
"Kakak ipar benar. Dia sangat belagu. Karena ada si Trisha di rumah, mangkanya Alva mengajak aku untuk tinggal di rumah kedua orang tuanya. Alva juga nggak suka sama Trisha,"ujar Disha.
"Jadi orang tua kamu tidak mengijinkan Trisha tinggal di rumah mereka Dis?" tanya Yessie.
"Iya, benar,. Mereka merasa, apa yang mereka berikan pada Trisa selama ini sudah cukup,"sahut Disha.
__ADS_1
"Tapi kok, aku merasa bukan cuma itu alasan mereka tidak mengijinkan Trisha tinggal di rumah mereka,"celetuk Icha.
"Kata kakak, Trisha selalu saja meminta warisan dari papa dan mama, padahal, mama dan papa sudah memberi Trisha uang seratus juta dan sebuah butik yang besar di kota ini. Tapi Trisha malah minta harta papa dan mama di bagi dua untuk dia dan kak Radeva. Karena itulah, keluarga ku jadi tidak menyukainya. Bahkan papa sudah mengeluarkan namanya dari kartu keluarga,"jelas Disha.
"Cih, dasar anak angkat tidak tahu diri," sahut Icha.
"Kok, ada ya, orang yang seperti itu,"timpal Yessie.
"Tapi sekarang dia sudah menjadi janda. Aku tidak menyangka, mantan pacar mu itu akhirnya meninggal karena jatuh ke sungai, Dis,"celetuk Icha.
"Aku juga tidak menyangka dia akan meninggal seperti itu. Tapi setidaknya dia meninggal karena menyelamatkan nyawa anaknya dan juga nyawa ibu dari anaknya. Jadi tidak mati sia-sia. Walaupun kenyataannya dia sendiri yang membuat kecelakaan itu terjadi,"sahut Disha.
"Maksudnya?"tanya Yessie.
"Iya, maksudnya gimana? Kalau dia sendiri yang membuat kecelakaan itu terjadi, kenapa dia menyelamatkan Anjani dan anaknya?"timpal Icha.
"Aku dengar, dia sengaja merusak mobil Sandy, lalu tanpa diduga, mobil Sandy malah dipakai oleh Anjani. Saat mengetahui mobil Sandy dipakai oleh Anjani dan anaknya, Hery langsung mengejar mobil itu. Hery menemukan mobil itu sudah hampir jatuh ke sungai, lalu dia langsung berusaha menyelamatkan Anjani dan putranya. Tapi sayangnya dia malah jatuh ke sungai,"jelas Disha.
"Pasti suamimu merasa lega karena Hery meninggal. Si Hery itu kan, ngejar-ngejar kamu mati-matian,"sahut Icha.
"Alva memang sangat tidak suka pada Hery, dia sensi banget sama Hery,"ucap Disha.
"By the way, Pak Rendra kan, sudah sering ke luar negeri, tapi kok kali ini kamu berbeda ya, Dis?"tanya Yessie menatap lekat wajah Disha.
"Maksudnya?"tanya Disha seraya memicingkan matanya.
"Sepertinya kamu lagi ada masalah gitu, sama Pak Rendra, seperti terakhir kali Pak Rendra pergi, kamu juga lagi ada masalah sama dia kan, waktu itu," celetuk Yessie.
"Widih..udah kayak cenayang aja kamu, Yes,"sambar Icha.
"Aku serius,"ucap Yessie dengan wajah serius.
"Aku dan Alva hanya berselisih pendapat sedikit, soal anak,"sahut Disha dengan wajah sendu.
"Soal anak?"tanya Icha.
"Iya. Alva ingin aku hamil lagi, tapi aku merasa belum siap. Dan Alva nampak kecewa karena itu,"sahut Disha kemudian membuang napas kasar membuat mereka bertiga akhirnya sama-sama terdiam.
To be continued
__ADS_1