Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
117. Takut Keduluan


__ADS_3

"Saya terserah ayah saja,"ucap Yessie menundukkan kepalanya.


"Deg" Riky terkejut saat jawaban Yessie tidak sama dengan jawabannya saat ada di kantor.


"𝐀𝐩𝐚 𝐦𝐚𝐤𝐬𝐮𝐝 𝐘𝐞𝐬𝐬𝐢𝐞? 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐫𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐩𝐮𝐭𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐚𝐲𝐚𝐡𝐧𝐲𝐚? 𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐲𝐚𝐡𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐥𝐚𝐤𝐤𝐮?"batin Riky yang menjadi gelisah namun tetap bersikap tenang.


"Yang akan menjalani rumah tangga ini nanti adalah kamu, bukan ayah. Jadi kamu yang harus mengambil keputusan untuk masa depanmu sendiri. Apa kamu sudah mengenal nak Riky ini?"tanya ayah Yessie.


"Iya, Pak Riky adalah asisten Pak Rendra CEO ditempat Yessie kerja, Yah,"sahut Yessie yang membuat ayah dan ibu Yessie terkejut karena ternyata yang melamar putri mereka adalah atasan putri mereka sendiri.


"Oh maaf, saya tidak tahu jika nak Riky ini atasan putri saya,"ucap ayah Riky jadi agak sungkan, sedang Riky hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya saja.


"Bagaimana Yes, apa kamu mau menerima lamaran nak Riky? Jangan membuat mereka menunggu lama!"gantian ibu Yessie yang sekarang bertanya.


"Iya, saya terima,"sahut Yessie menundukkan kepalanya dengan wajah yang merona.


"Syukurlah.!!"ucap semua orang yang ada di ruangan itu serempak merasa lega dan senang dengan jawaban Yessie.


"Kalau anaknya sudah setuju dan anda berdua sebagai orang tuanya juga setuju, kami ingin sekarang juga menetapkan tanggal pernikahan mereka Pak, Bu,"ucap ayah Riky.


"Bagaimana Bu, Yessie?"tanya ayah Yessie.


"Menurut ibu lebih cepat lebih baik, yah,"sahut ibu Yessie nampak senang.


"Yessie terserah ayah, gimana yang baik menurut ayah dan ibu saja,"sahut Yessie.


"Karena istri dan putri saya sudah setuju, maka saya juga setuju untuk menetapkan tanggal pernikahan mereka. Sebelumnya kami minta maaf yang sebesar-besarnya karena tidak menyambut kedatangan rombongan bapak dengan baik, bahkan cuma disuguhkan air putih saja,"ucap ayah Yessie tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, Pak. Kami yang salah karena datang mendadak tanpa pemberitahuan,"sahut ayah Riky.


"Sebelum kita menentukan tanggal pernikahannya, kalau boleh tahu, siapa saja ini yang bapak bawa? tanya ayah Yessie.


"Oh iya, saya akan perkenalkan satu persatu,"ucap ayah Riky yang kemudian mengenalkan seluruh anggota keluarganya dan juga Alva dan Disha serta Ferdi.


Ayah dan ibu Yessie sangat terkejut saat mengetahui diantara orang-orang yang berada di ruangan itu ada suami istri yang notabene adalah atasan Yessie, pemilik perusahaan tempat Yessie bekerja.


"Maaf Tuan, Nyonya, kami sama sekali tidak tahu jika akan kedatangan tamu agung,"ucap ayah Yessie yang merasa tidak enak hati menyambut tamu dengan pakaian seadanya dan tidak disuguhkan apapun karena sama sekali tidak tahu kalau putrinya akan dilamar.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, pak. Kami hanya atasan Yessie saat di kantor, bukan dirumah. Lagian Yessie adalah sahabat istri saya,"sahut Alva membuat keluarga Yessie merasa lega. Karena ternyata pemilik perusahaan yang pastinya kaya itu, mau berendah hati datang ke rumahnya untuk ikut dalam acara lamaran putrinya.


Akhirnya mereka pun menentukan tanggal pernikahan, dan setuju jika pernikahan putra-putri mereka akan dilaksanakan satu bulan lagi.


Setelah sepakat dengan hari yang sudah ditentukan dan biaya pernikahan yang akan di tanggung pihak pria atas permintaan Riky, maka rombongan Riky pun pamit pulang dan meninggalkan begitu banyak hadiah lamaran.


"Yes, ibu nggak nyangka, kamu tidak pernah pacaran tapi tau-tau dilamar atasan kamu. Mana hadiah lamarannya banyak lagi, dan kelihatannya juga mahal-mahal,"ujar ibu Yessie yang takjub dengan hadiah lamaran yang dibawa calon menantunya.


"Apa kamu memang sudah pacaran dengan Nak Riky, Yes?"tanya ayah Yessie.


"Tidak, yah. Aku memang diam-diam suka sama Pak Riky, tapi aku tidak menyangka jika Pak Riky juga suka sama aku,"kata Yessie jujur.


"Terus, kok tiba-tiba mereka bisa datang melamar mu?"tanya ayah Yessie lagi.


"Tadi siang Pak Riky memanggil ku keruangan nya, dan tiba-tiba dia bertanya, apa aku mau menerimanya jika dia melamar ku. Jelas aku shock yah, tapi karena aku memang menyukai Pak Riky, jadi aku menerimanya. Apalagi dia bilang jika aku tidak mau dia akan mencari gadis lain yang yang mau dengan dia.Ya sudah aku terima saja,"jelas Yessie.


"Lalu kenapa kamu tidak mengatakan pada ayah dan ibu jika kamu akan dilamarnya? Kalau seperti tadi kan ayah dan ibu jadi malu dan nggak enak hati. Masa ada tamu calon besan pakai baju mau tidur begini, nggak disuguhkan apa-apa lagi,"keluh ayah Yessie.


"Aku juga tidak tahu kalau Pak Riky mau datang melamar ku malam ini, pak.Dia cuma bilang mau datang ke rumah untuk melamar tanpa mengatakan kapan waktunya,"sahut Yessie.


"Kamu memberikan alamat rumah kita?"tanya ibu Yessie.


"Ya sudah lah, yang penting dia sudah melamar anak kita, pak. Berarti dia serius sama anak kita, apalagi sampai bawa-bawa pemilik perusahaannya. Duh.. mereka memang pasangan yang cocok ya?! Satunya cantik dan satunya tampan," ujar ibu Yessie.


"Untung saja teman ayah itu belum sempat kesini melamar mu untuk putranya, Yes,"ucap ayah Yessie.


"Iya ya, yah. Anak teman ayah itu pasti kecewa. Dia itu sudah lama naksir sama Yessie,"sahut ibu Yessie.


"Dari mana ibu tahu kalau anak itu sudah lama naksir Yessie?"tanya ayah Yessie.


"Tiap sore dia naik motor lewat depan rumah kita dan selalu melihat kesini, ngapain coba kalau nggak kepengen lihat Yessie?"tanya ibu Yessie.


"Ah.. yang benar, Bu?"tanya Yessie.


"Benar, Yes. Kamu aja yang nggak nyadar. Kalau kamu lagi nyiram bunga di depan rumah, dia bakal bolak-balik lewat depan rumah kita,"ujar ibu Yessie.


"Padahal bulan depan setelah mereka selesai membangun rumah, rencananya mereka mau melamar Yessie. Eh.. ternyata kalah cepat,"ujar ayah Yessie.

__ADS_1


"Berarti tidak berjodoh, yah,"sahut ibu Yessie.


***


Dalam mobil Alva yang sedang melaju.


"Rik, kamu serius kan sama Yessie?"tanya Alva pada Riky.


"Tentu saja saya serius, Tuan. Jika tidak buat apa saya meminta orang tua saya melamarnya, bahkan membawa Tuan dan Nyonya ikut,"sahut Riky.


"Beneran bukan karena hadiah yang aku iming-iming kan?"tanya Alva yang membuat Disha mengernyitkan keningnya.


"Tentu saja tidak, Tuan. Saya memang sudah menyukainya sejak lama gara-gara Nyonya,"sahut Riky yang membuat Disha semakin mengernyitkan keningnya.


"Tunggu-tunggu! Apa maksud pembicaraan kalian ini? Iming-iming apa maksud mu, sayang? Dan Riky menyukai Yessie gara-gara aku? Apa maksudmu, Rik?" tanya Disha.


"Biar saya yang menjelaskan sekaligus mengingatkan Tuan tentang janji Tuan, Nyonya," sahut Riky.


"Aku laki-laki sejati, tidak akan ingkar janji. Kamu tidak perlu khawatir aku akan mengingkarinya. Cepat jelaskan!"titah Alva pada Riky.


"Baik, Tuan. Begini Nyonya, semenjak Nyonya bilang Yessie naksir saya, saya diam-diam memperhatikan dia. Makin lama saya makin suka sama dia apalagi setelah saya selidiki tentang kehidupan dia sehari-hari,"


"Saya semakin mantap untuk menjadikan dia istri karena dia memang masuk kriteria wanita idaman saya. Karena itu hari ini saya melamarnya, karena kata Nyonya dia mau dijodohkan oleh orang tua nya. Dari pada keduluan orang lebih baik saya lamar duluan,"jujur Riky.


"Ohh....ceritanya kamu takut keduluan orang?! Mangkanya cepat-cepat melamarnya. Terus tentang iming-iming suami ku, apa maksudnya?"tanya Disha lagi.


"Tuan menjanjikan akan memberi saya bonus satu bulan gaji, satu unit mobil baru, dan satu unit rumah minimalis modern lengkap dengan furniturnya jika sebelum jam dua belas malam ini saya bisa melamar seorang gadis dan langsung menentukan tanggal pernikahannya,"


"Tapi demi Tuhan, saya melamar Yessie bukan karena iming-iming dari Tuan. Sebelum Tuan menjanjikan itu, saya memang sudah berniat melamar Yessie malam ini,. Kebetulan tuan nantangin saya, ya sudah saya jabani"jelas Riky.


"Kamu jahat sekali, sayang,"keluh Disha tiba-tiba.


"Aku jahat? Memangnya apa yang aku lakukan padamu, sayang?"tanya Alva tidak mengerti.


...🌟"Orang yang sudah jadi pacar tahunan, sudah naksir duluan, akan kalah sama orang yang melamar duluan."🌟...


..."Nana 17 Oktober "...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2