
Pagi menyapa, perlahan Icha membuka matanya, mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya yang masih terlelap dengan posisi mendekapnya. Icha tersenyum menatap wajah suaminya yang tampan. Icha dulu merasa tidak mungkin bisa memiliki Radeva, tapi nyatanya Radeva sendiri yang melamarnya dan menjadikan dirinya istri. Sungguh, Icha merasa sangat bahagia bisa menjadi pendamping hidup Radeva.
Perlahan Icha melepaskan dekapan Radeva, kemudian Icha pun segera bergegas membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, mengenakan pakaian dan memoleskan makeup di wajahnya, Icha pun mendekati Radeva yang masih terlelap.
"Kak, bangunlah! Sudah siang, kakak mau ke kantor, kan?"ucap Icha seraya mengelus lengan Radeva lembut.
"Hum,"sahut Radeva perlahan membuka kelopak matanya,"Kamu sudah siap?"tanya Radeva dengan suara serak khas suara orang yang baru bangun dari tidur. Menatap Icha yang sudah rapi dan cantik dengan pakaian kerjanya.
"Iya. Kakak mandilah dulu!"pinta Icha.
'Hum,"sahut Radeva turun dari ranjang kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah Radeva masuk ke dalam kamar mandi, Icha segera menyiapkan pakaian suaminya dan segala aksesoris nya, dari dasi hingga arloji.
Sedangkan di dalam kamar Disha, wanita itu menggeliat dalam dekapan suaminya kemudian menggosok- gosokkan wajahnya di dada bidang suaminya, kembali mencari posisi nyaman dalam dekapan suaminya lalu mengeratkan pelukannya. Nampak masih enggan untuk membuka matanya, apalagi untuk bangun dari tidurnya.
"Sayang, jangan banyak bergerak, kamu akan membangunkan nya,"ujar Alva dengan suara serak dan mata yang masih terpejam.
Disha kemudian membuka matanya dan menatap jam yang menempel di dinding. Mata Disha langsung membulat saat melihat waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.
"Sayang, sudah siang. Cepat bangun, atau kita akan terlambat ke kantor,"ucap Disha seraya melepaskan pelukan mereka dan segera bangun.
__ADS_1
"Ah.. cepat sekali sudah siang,"ucap Alva ikut bangun,"Kita mandi bareng, sayang, biar cepat,"ucap Alva mengecup sekilas bibir Disha.
"Oke, tapi cuma mandi beneran, ya? Kita benar-benar kesiangan,"ucap Disha menyetujui.
"Iya..iya.. takut banget, sich, sama suami sendiri,"celetuk Alva, mencubit gemas pipi Disha. Namun Disha tidak menanggapi nya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, di ikuti oleh Alva. Mereka benar-benar hanya membersihkan diri, setelah itu segera mengenakan pakaian kerja mereka.
Di ruang makan keluarga Mahendra, nampak Mahendra, Ghina, dan Trisha sudah berada di meja makan. Tak lama kemudian Radeva dan Icha terlihat memasuki ruangan itu. Radeva menarik kursi untuk Icha duduk, kemudian duduk di sebelah Icha. Trisha menatap sinis ke arah Icha, namun Icha terlihat acuh pada Trisha.
Tak berselang lama, nampak Alva dan Disha pun berjalan ke arah meja makan itu. Alva menarik kursi untuk tempat duduk Disha kemudian duduk di sebelah Disha. Trisha mengepalkan tangannya saat tidak sengaja melihat leher Disha yang penuh dengan tanda merah keunguan, yang bisa dipastikan bahwa pelakunya adalah Alva. Hati Trisha semakin panas saat melihat tanda serupa di leher Alva.
"Semua sudah berkumpul. Ayo kita sarapan!"ajak Mahendra.
Trisha memandang iri pada semua orang yang ada di meja makan itu. Mereka semua berpasangan dan nampak bahagia. Sedangkan dirinya hidup tanpa pasangan dan sampai saat ini belum menemukan kebahagiaan yang dia inginkan. Trisha benar-benar iri pada mereka semua.
Jika saja Trisha tidak memiliki sifat iri, angkuh, sombong, serakah, dan jahat, keluarga Mahendra pasti akan tetap menyayangi dirinya. Namun semua perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh keluarga Mahendra selama ini, ternyata tidak bisa merubah sifat aslinya yang menurun dari kedua orang tuanya. Sifat serakah dan jahat yang diwarisinya dari almarhum kedua orang tuanya.
Trisha menatap Mahendra yang mulai menyantap sarapan nya,"Pa, kenapa papa mengijinkan Icha menginap di sini?"tanya Trisha yang merasa tidak suka dengan kehadiran Icha yang semalam sudah mengatainya habis-habisan.
"Memangnya kenapa?"tanya Mahendra tanpa menatap Trisha, tetap fokus pada makanan nya.
"Kok kenapa, sich, pa? Tidak seharusnya Icha tinggal di sini. Apa papa dan mama tahu? Semalaman aku melihat Icha masuk ke kamar kakak, mereka tidur bersama, pa,"adu Trisha menggebu-gebu ingin mempermalukan Icha, untuk membalas perlakuan Icha padanya semalam. Trisha semalam memang melihat Icha naik ke lantai dua, dan setelah di buntuti Trisha, ternyata Icha masuk ke dalam kamar Radeva.
__ADS_1
"𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙢𝙖𝙡𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙩𝙪𝙖𝙠𝙪? 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪. 𝙆𝙖𝙡𝙞 𝙞𝙣𝙞, 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙢𝙖𝙡𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖, 𝙠𝙖𝙢𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝. 𝙆𝙞𝙩𝙖 𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙖𝙢𝙥𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣. 𝙄𝙣𝙞 𝙗𝙤𝙣𝙪𝙨 𝙩𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙪𝙨𝙞𝙠𝙠𝙪,"batin Icha menipiskan bibirnya menatap remeh pada Trisha.
Mahendra menatap Trisa lalu dengan datar berkata,"Memangnya kenapa kalau mereka tidur bersama? Mereka sudah..."
"Kok, papa malah ngomong kayak gitu, sich?"ucap Trisha langsung memotong kata-kata Mahendra,"Mereka itu tidur bersama loh, pa!"ujar Trisha menatap Mahendra kemudian menatap semua orang yang ada di meja makan itu. Namun mereka tetap memakan sarapan mereka dengan tenang, sama sekali tidak merespon kata-kata nya. Trisha benar- benar tidak mengerti dengan sikap semua orang yang ada di meja makan itu.
Ghina membuang nafas kasar,"Mereka tidur bersama itu wajar-wajar saja. Yang tidak wajar itu adalah jika Icha tidak tidur bersama Radeva, itu baru bisa dipertanyakan. Mereka adalah su...,"
"Kok, mama sama papa ngomong kayak gitu, sich?"protes Trisa langsung memotong kata-kata Ghina,"Mereka itu kan, belum menikah, pa, ma. Seharusnya Icha tidak menginap di rumah ini, apalagi sampai tidur satu kamar sama kakak. Wanita macam apa perempuan itu, tidur satu kamar dengan laki-laki yang belum menjadi suaminya,"sambar Trisha mencibir Icha.
""Brakk"
...🌟"Jangan suka cari masalah, jika tidak ingin hidupmu dipenuhi masalah,."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
Spesial hari ini aku akan up 3x, pukul 10 pagi, pukul 3 sore dan pukul 7 malam. Ditunggu ya, jangan lupa like dan komen, biar aku semangat buat update.🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
To be continued
__ADS_1