Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
134. Rencana Hery dan Trisha


__ADS_3

Trisha mengirim pesan pada seseorang kemudian berjalan menuju toilet, tidak lama kemudian Trisha keluar dari toilet dan berjalan menuju tempat yang sepi sambil sesekali menengok ke kanan, kiri dan belakang.


"𝐄𝐡..𝐦𝐚𝐮 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐝𝐢𝐚? 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐤𝐞 𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐩𝐢? 𝐌𝐞𝐧𝐜𝐮𝐫𝐢𝐠𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢. 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧-𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐧𝐜𝐚𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮! 𝐀𝐤𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐢𝐤𝐮𝐭𝐢 𝐧𝐲𝐚,"batin Disha yang keluar dari toilet setelah Trisha.


Dengan hati-hati Disha mengikuti Trisha dan sesekali bersembunyi saat Trisha menengok ke arahnya.


"Apa ada orang yang mengikuti ku? Aku merasa ada yang mengikuti,"gumam Trisha kembali mengamati sekeliling.


"Emm..!!!" tiba-tiba Disha ditarik dan dibekap oleh seseorang ke tempat yang gelap.


"Nyonya jangan teriak, ini saya,"ucap seseorang dengan suara pelan. Suaranya sangat di kenali oleh Disha, kemudian orang itu melepaskan bekapannya.


"Riky! Kamu hampir membuat aku jantungan, tahu!"cetus Disha dengan suara kecil.


"Nyonya sedang apa?"tanya Riky masih dengan suara yang kecil.


"Aku mengikuti Trisha. Dia tampak mencurigakan sekali,"ucap Disha.


Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya.


"Hery?"ucap Disha menatap Riky.


"Nyonya tetap sembunyi di sini. Biar saya mendekat ke mereka untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan,"ucap Riky segera mengikuti Hery tanpa menunggu jawaban dari Disha.


Disha menurut pada Riky dengan tetap diam di tempat persembunyian nya. Disha percaya bahwa Riky bisa diandalkan.


"Bagaimana? Apa pekerjaanmu sudah beres?"tanya Trisha pada Hery.


"Kamu tenang saja, orang-orang suruhan ku sudah standby semua. Ini barangnya," ucap Hery memberikan sesuatu pada Trisha.


"Oke, aku akan kerjakan tugas ku,"sahut Trisha tersenyum smirk.


"Pastikan malam ini Disha menjadi milikku! Aku sudah menyuruh orang untuk memberikan obat pencuci perut pada bodyguard Disha,"ujar Hery.


"Oke, kendalikan keadaan olehmu dan aku akan menjalankan rencana kita,"ucap Trisha tersenyum penuh misteri.


"Aku telah menghubungi anak buah ku, dan mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan. Kalau begitu, aku pergi dulu ,"ucap Hery.


"Hemm,"sahut Trisha kemudian Hery berlalu meninggalkan Trisha.


"Dia mudah sekali percaya pada orang lain. Dia tidak tahu kalau aku memanfaatkan dia. Aku tidak akan memberikan tangkapan besar ku padamu. Aku akan memberikannya pada kakakku,"gumam Trisha kemudian tertawa tanpa suara.

__ADS_1


Trisha pergi dari tempat itu tanpa menyadari ada dua pasang mata yang sedang mengamatinya dari tadi.


"𝐀𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐫𝐞𝐧𝐜𝐚𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧? 𝐀𝐤𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐬𝐞𝐠𝐞𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐢 𝐅𝐞𝐫𝐝𝐢,"batin Riky seraya menghampiri Disha.


Nyonya, sebaiknya anda segera kembali ke ballroom. Nanti Tuan cemas mencari anda. Soal Trisha dan Hery, biar saya yang mengurus nya,"ucap Riky.


"Ah iya, kamu benar. Aku serahkan semua padamu. Aku kembali ballroom sekarang,"ucap Disha menepuk bahu Riky lalu berjalan agak cepat kembali ke ballroom hotel karena tidak mau membuat Alva mencarinya.


Setelah Disha pergi, Riky segera menghubungi Ferdi. Dan Ferdi yang memang sangat sigap meneliti keadaan itu pun segera mengerti apa yang harus dilakukan nya.


Tanpa di ketahui siapapun, Ferdi selalu menyusupkan orang-orang nya yang menyamar sebagai pelayan jika majikannya akan menghadiri sebuah pesta. Dengan cara itu, Ferdi bisa mengawasi majikannya dari segala sisi tanpa ada yang mencurigai.


Ferdi sudah tahu jika dari tadi dia sudah diamati oleh beberapa orang. Mata elang nya tidak bisa di kelabui walaupun orang-orang itu menyamar dan nampak biasa saja. Namun dari gesture tubuh seseorang, Ferdi bisa melihat mana orang yang bersikap biasa dan mana orang yang pura-pura bersikap biasa.


Sesuai perintah Riky, Ferdi berpura-pura sakit perut setelah meminum, minuman yang diberikan oleh pelayan. Ferdi pun segera meninggalkan ruangan itu menuju toilet. Namun tidak lama kemudian Ferdi kembali dengan menggunakan rambut palsu, kacamata, kumis palsu dan tompel di pipinya. Dan Ferdi pun kembali mengawasi kedua majikannya.


***


Di tempat para pelayan mengambil makanan dan minuman.


"Hei kau! Kemari!"perintah Trisha pada seorang pelayan.


"Aku ada pekerjaan yang bagus untuk mu. Ikut aku!"titah Trisha kemudian membawa pelayanan yang masih membawa nampan berisi gelas minuman itu ke tempat yang agak sepi.


"Aku ingin kamu memberikan obat ini pada tiga orang,"ucap Trisha.


"Boleh, tapi bayarannya harus sesuai dengan resikonya, Nona,"ucap pelayan itu.


"Mau berapa?"tanya Trisha.


Untuk beberapa menit kedua orang itu bernegosiasi.Mau tidak mau Trisha harus mengalah dan menyetujui permintaan bayaran yang tinggi dari pelayan pria itu. Karena pelayan itu mengancam akan membocorkan rencana Trisha.


"Deal?!"tanya pelayan itu seraya mengulurkan tangannya pada Trisha, namun Trisha hanya melirik nya.


"Oke. Awas saja jika kerjaan kamu tidak beres!"ancam Trisha tanpa mau menerima uluran tangan dari pelayan itu.


"𝐂𝐢𝐡, 𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢. 𝐍𝐲𝐨𝐧𝐲𝐚 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐲𝐚 𝐫𝐚𝐲𝐚 𝐬𝐚𝐣𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐝𝐢𝐚. 𝐋𝐚𝐡 𝐝𝐢𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐢𝐧𝐮𝐦 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐮𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐨𝐧𝐠𝐨𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐞𝐭,"gerutu pelayan yang ternyata adalah anak buah Ferdi itu dalam hati.


"Kalau harganya sudah cocok, pasti beres Nona!"sahut pelayan itu.


"Aku membayar kamu mahal, jadi kerjaan kamu harus rapi dan beres!"ucap Trisha.

__ADS_1


"Jika saya sampai ketahuan, resikonya saya akan di pecat oleh agensi tempat saya bekerja Nona. Dan uang yang anda berikan tidak seberapa dengan resiko yang saya dapatkan. Sedangkan anda tau sendiri jika mencari pekerjaan itu sulit,"jelas pelayan itu.


"Aku tidak mau tahu! Yang aku tahu, semua harus kamu kerjakan dengan rapi dan secepatnya!" ucap Trisha meletakkan kantong kecil yang dibawanya tadi di nampan yang dibawa pelayan itu.


"Oke, Nona tidak perlu khawatir. Nona akan menerima hasil yang sangat mengejutkan yang tidak akan pernah Nona bayangkan sebelumnya. Hasil yang sangat memuaskan,"ucap pelayan itu tersenyum smirk.


"Aku ingin hasil yang sempurna,"ucap Trisha walaupun merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh pelayan itu.


Trisha memberi tahu pada pelayan itu, siapa orang yang minumannya harus di dicampur dengan obat yang diberikan oleh Trisha. Setelah menunjukkan siapa orang yang harus dicampur minumannya dengan obat pada pelayan itu,Trisha segera berlalu pergi meninggalkan pelayan itu.


Setelah Trisha jauh, pelayan itu segera merogoh handphone yang berada di dalam saku celananya dan segera menghubungi atasnya.


"Halo, bos,"kata pelayan itu setelah sambungan telepon terhubung.


"Katakan!"sahut Ferdi tegas.


"Perempuan itu ingin menjebak Nyonya dan Tuan dengan cara memberikan mereka obat,"ucap anak buah Ferdi yang menyamar menjadi pelayan itu.


"Kamu tahu itu obat apa?"tanya Ferdi.


"Saya yakin ini obat perang sang dan obat tidur, bos," ucap anak buah Ferdi itu sambil mengamati obat yang diberikan oleh Trisha tadi.


"Apa kira-kira dosisnya tinggi?"tanya Ferdi dari ujung telepon.


"Sepertinya lumayan tinggi, bos,"sahut anak buah Ferdi.


"Oke, kamu berpura-pura lah memberikan minuman pada Nyonya dan Tuan,"titah Ferdi.


"Lalu harus saya apakan obat perang sang ini, bos?"tanya anak buah Ferdi.


"Ternyata dugaan Riky benar. Obat itu akan kita gunakan untuk menjebak orang. Sesuai dengan keinginan Riky dan terus terang aku juga sangat menginginkan ini," ucap Ferdi.


"Maksud, bos?"tanya anak buah Ferdi yang nampak bingung.


"Riky berencana menjebak orang dan aku setuju. Jadi obat itu akan kita gunakan untuk menjebak orang itu,"ucap Ferdi.


"Siapa orang yang ingin bos dan Tuan Riky jebak?"tanya anak buah Ferdi.


...🌟" Pepatah mengatakan, manusia hanya berencana, namun Tuhan yang menentukan."🌟...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2