Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
245. Gangguan


__ADS_3

Dengan wajah lesu, Radeva berjalan di belakang Icha menuju ruang makan, dimana kedua mertuanya sudah menunggu mereka berdua. Radeva menarik kursi untuk Icha duduk, kemudian dia sendiri duduk di samping Icha.


"Gimana kabarnya, Dev? Sudah selesai masalah perusahaan yang ada di luar negeri?"tanya papa Icha menatap wajah menantunya..


"Sudah, pa,"sahut Radeva tersenyum tipis yang dipaksakan.


"Pasti kelelahan ya, habis menempuh perjalanan jauh. Wajah kamu terlihat lesu begitu,"ujar mama Icha menatap sekilas wajah menantunya yang nampak lesu seraya mengambilkan makanan untuk suaminya.


"Lumayan, ma,"jawab Radeva memaksakan diri untuk tersenyum lagi.


"𝙂𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙣𝙜𝙜𝙖𝙠 𝙡𝙚𝙨𝙪, 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙤𝙣 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙨𝙩𝙤𝙥 𝙙𝙞𝙩𝙚𝙣𝙜𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣. 𝙄𝙣𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙗𝙖𝙬𝙖𝙝 𝙣𝙜𝙜𝙖𝙠 𝙢𝙖𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧, 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙥𝙪𝙨𝙞𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙡𝙖,"batin Radeva melirik sekilas ke arah celana nya yang terasa sesak.


"𝙆𝙖𝙠 𝙍𝙖𝙙𝙚𝙫𝙖 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙡𝙚𝙨𝙪 𝙜𝙖𝙧𝙖-𝙜𝙖𝙧𝙖 𝙜𝙖𝙜𝙖𝙡 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙪𝙧𝙚𝙣,"batin Icha menipiskan bibir menahan tawa sambil mengambilkan makanan untuk Radeva.


Akhirnya mereka berempat pun menyantap makan malam mereka dengan tenang. Menu masakan rumahan, tapi cukup menggugah selera. Tak lama kemudian mereka pun menyelesaikan makan malam mereka bertepatan dengan Pak RT yang datang ke rumah itu.


Papa Icha mempersilahkan tamunya untuk duduk,"Silahkan duduk, Pak RT! Apa ada sesuatu yang penting, hingga Pak RT sampai menyempatkan diri untuk bertandang ke rumah saya ini?"tanya papa Icha dengan nada bercanda.


"Begini, Pak. Saya kemari bermaksud memberikan undangan untuk mengadakan rapat pemilihan RW yang baru. Rencananya besok malam, rapatnya akan diadakan,"ucap Pak RT tersenyum ramah seraya menyodorkan sebuah undangan.


"Oh iya. Terimakasih, Pak. Besok akan saya usahakan untuk hadir,"ucap papa Icha seraya mengambil undangan yang disodorkan Pak RT.


"Oh iya, saya lihat bapak punya mobil baru, ya? Mobilnya mewah banget. Beberapa hari ini saya melihat Nak Icha memakai mobil baru itu, dan ada supir nya pula. Malah tadi sore, saya melihat ada mobil mewah satu lagi masuk ke rumah bapak,"ujar pak RT menyelidik.


"Iya, Pak. Itu mobil Icha dari suaminya, dan supir pribadi yang dipekerjakan oleh menantu saya. Sedangkan mobil yang tadi sore bapak lihat, itu adalah mobil menantu saya,"jawab papa Icha jujur.


"Suami Nak Icha? Memangnya Nak Icha sudah menikah? Kok saya tidak tahu?!"tanya Pak RT nampak terkejut.


"Ah iya, Pak. Mereka sudah menikah, resmi dimata hukum dan agama. Cuma belum mengadakan resepsi saja. Rencananya, malam Minggu nanti baru diadakan resepsi pernikahan mereka. Nanti, bapak dan warga yang lain pasti saya undang. Maaf karena tidak memberikan kabar soal ini pada pak RT. Karena setelah menikah kemarin, menantu saya langsung berangkat ke luar negeri dan baru pulang tadi sore,"jelas papa Icha panjang lebar.


"Oh begitu. Boleh saya berkenalan dengan menantu bapak, soalnya dia kan sudah menikah dengan warga disini, jadi saya pengen tahu, orangnya yang mana. Siapa tahu suatu saat nanti bertemu di jalan,"ujar Pak RT.


"Oh, tentu saja, Pak. Sebentar, biar saya panggilkan,"ucap papa Icha kemudian beranjak menuju kamar Icha yang didalamnya hanya ada Radeva, karena Icha sendiri masih membantu mamanya membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan, karena kebetulan Art yang mereka pekerjaan sedang sakit.


"Tok! Tok! Tok!"

__ADS_1


"Dev, bisa keluar sebentar?"tanya papa Icha setelah mengetuk pintu kamar anak dan menantunya.


Tak lama kemudian, Radeva pun keluar dari kamarnya,"Ada apa , pa?"tanya Radeva.


"Pak RT ingin berkenalan dengan kamu. Kamu keluar sebentar, ya?"pinta papa Icha.


"Iya, pa,"sahut Radeva kemudian keduanya pun berjalan menuju ruang tamu.


Papa Icha dan Radeva segera duduk di sofa, dimana pak RT sudah menunggu mereka,"Perkenalkan Pak, ini menantu saya,"ucap papa Icha seraya menepuk pundak Radeva yang duduk di sampingnya.


"Saya Radeva, Pak,"ucap Radeva tersenyum ramah seraya mengulurkan tangannya pada Pak RT.


Pak RT yang dari tadi memperhatikan Radeva pun langsung menyambut uluran tangan dari Radeva,"Wah.. menantu bapak ganteng sekali. Dapat dari mana bapak menantu seganteng ini?"tanya Pak RT seraya menatap kagum pada Radeva yang tampan, bertubuh tinggi tegap dan proposional itu.


"Jodoh Pak, nggak dicari, mereka bertemu dan saling suka lalu menikah,"sahut papa Icha tersenyum cerah, merasa bangga bisa memiliki menantu seperti Radeva.


Akhirnya mereka bertiga pun mengobrol ringan. Radeva nampak resah karena pak RT tampak betah sekali mengobrol dan tak kunjung pulang juga.


"𝙃𝙖𝙞𝙨𝙝.. 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙩𝙖𝙠 𝙠𝙪𝙣𝙟𝙪𝙣𝙜 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙪𝙜𝙖? 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙖𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙠𝙪? 𝙈𝙖𝙣𝙖 𝙗𝙚𝙩𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙣𝙜𝙤𝙗𝙧𝙤𝙡𝙣𝙮𝙖. 𝘼𝙠𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙘𝙖𝙧𝙞 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙚𝙗𝙖𝙨 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙪𝙖," batin Radeva memutar otak untuk menghindari dua pria yang terus saja mengajaknya mengobrol itu.


"Oh, begitu ya?"ucap papa Icha nampak terkejut," Ya sudah, berangkat lah, sebelum malam bertambah larut,"ucap papa Icha setelah melihat jam yang menempel di dinding ruangan tamu itu.


"Baik, pa,"sahut Radeva menyembunyikan raut bahagia di wajahnya, berjalan meninggalkan ruangan tamu, menuju kamarnya.


"𝙃𝙪𝙛𝙛, 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙗𝙚𝙗𝙖𝙨 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙪𝙖. 𝙇𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙢𝙖. 𝘿𝙞 𝙨𝙞𝙣𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖k 𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙪 𝙨𝙩𝙧𝙚𝙨𝙨,"gumam Radeva dalam hati.


Radeva membuka pintu kamarnya dan melihat Icha yang sedang duduk di tepi ranjang,"Sayang, ayo ikut aku! Kita pergi ke rumah papa dan mamaku,"ucap Radeva, langsung mengambil kunci mobilnya dan menarik tangan Icha dengan lembut, agar Icha bangkit dari duduknya.


"Eh, sekarang juga, kak? Apa kita akan menginap di sana?"tanya Icha belum mau beranjak dari tempatnya duduk.


"Iya, sayang. Kita akan menginap di sana,"ucap Radeva kembali menarik tangan Icha, tapi Icha belum juga mau bergerak.


"Aku akan menyiapkan pakaian ku dulu, Kak,"ucap Icha segera bangkit dari duduknya dan bermaksud melangkah ke arah lemari pakaian, tapi Radeva mencegahnya.


"Nggak usah bawa apa-apa, sayang. Aku sudah menyiapkan pakaian mu dan semua keperluan mu di sana,"ucap Radeva.

__ADS_1


"Eh... sudah kakak siapkan?"tanya Icha terkejut.


"Sudah, ayo kita pergi!"ajak Radeva nampak tidak sabar.


"Kita pamit dulu sama papa dan mama ya , kak,"pinta Icha.


"Oke,"sahut Radeva singkat. Kebetulan mama Icha baru saja keluar dari kamarnya saat sepasang suami istri itu hendak berpamitan,"Ma, kami mau pulang ke rumah papa Mahendra dulu, ada beberapa berkas di rumah papa Mahendra yang harus aku pelajari untuk meeting besok pagi,"pamit Radeva.


"Kalian akan menginap di sana?"tanya mama Icha seraya menatap jam dinding.


"Iya,ma,"sahut Radeva cepat, sebelum Icha membuka mulutnya.


"Icha nggak bawa pakaian?"tanya mama Icha yang melihat putrinya tidak membawa apapun untuk menginap di rumah mertuanya.


'"Semua kebutuhan Icha sudah saya sediakan di rumah papa Mahendra, ma,"ujar Radeva yang sudah tidak sabar untuk pergi.


"Oh, gitu, ya? Ya sudah, hati-hati dijalan,"ucap mama Icha tersenyum tipis.


'Iya, ma,"sahut Radeva dan Icha bersamaan.


"Pa, kami pergi dulu,"pamit Radeva saat sudah berada di ruang tamu.


"Sama Icha?"tanya papa Icha seraya mengerutkan dahinya


"Iya, pa. Tidak enak jika aku pulang sendiri tanpa Icha,"ucap Radeva.


"Ya sudah, hati-hati di jalan," pesan papa Icha.


'Iya, pa. sahut Radeva kemudian mengalihkan pandangannya ada Pak RT,"Mari, Pak RT!"ucap Radeva ramah.


"Iya, Nak,"sahut Pak RT tersenyum ramah.


Akhirnya Radeva pun mengendarai mobilnya meninggalkan pekarangan rumah kedua mertuanya menuju ke rumah kedua orang tuanya.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2