
Matahari sudah bersinar terang, namun sepasang suami-isteri yang berada di bawah selimut tebal itu masih terlelap sambil berpelukan. Kegiatan panas yang mereka lakukan beberapa kali selama semalam itu membuat tubuh mereka kelelahan.
Alva selalu melakukan penyatuan lebih dari satu kali dengan memberikan banyak tanda merah keunguan di sekujur tubuh Disha. Setiap bercinta, Alva selalu memberikan tanda yang baru untuk Disha.
Semenjak Disha bertemu Alva di kota itu, Disha tidak pernah bisa menolak jika Alva menginginkannya. Alva selalu punya seribu satu cara untuk mendapatkan keinginannya.
"Derrt.... dertt...dertt..."suara getar handphone itu diiringi suara nada dering yang membuat Alva terbangun, sedang Disha hanya menggeliat dalam dekapan Alva.
Alva meraih handphone yang berada di atas nakas dan langsung menggeser ikon yang berwarna hijau tanpa melihat nama siapa yang tertera di layar ponsel.
"Halo,"ucap Alva dengan suara serak khas suara orang baru bangun dari tidur namun terdengar menggoda.
Icha yang sedang menelepon Disha itu pun melihat nama siapa yang sedang di hubungi nya, karena tidak mendengar suara Disha tapi malah mendengar suara seorang pria.
"𝐀𝐩𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐬𝐮𝐚𝐫𝐚 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚?"batin Icha kemudian menempelkan kembali benda pipih itu di telinganya.
"Halo, bisa bicara dengan Disha?"tanya Icha.
"Sayang, bangunlah.! Ini ada temanmu yang menelpon mu,"ucap Alva kemudian mencium bibir Disha beberapa kali agar Disha terbangun dan hal itu terdengar oleh Icha di ujung telepon.
"𝐖𝐡𝐚𝐭?! 𝐀𝐩𝐚 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐢𝐮𝐦 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚? 𝐀𝐤𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫 𝐬𝐮𝐚𝐫𝐚 .....𝐎𝐡 𝐲𝐚 𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧...𝐬𝐨 𝐬𝐰𝐞𝐞𝐭 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐞𝐭 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚. 𝐃𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐠𝐢𝐥 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐧𝐠𝐠𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠,"batin Icha tersenyum-senyum sendiri.
"Siapa?"tanya Disha juga dengan suara serak khas bangun tidur.
"Nggak tahu,"sahut Alva sambil memberikan handphone yang di tangannya kepada Disha kemudian kembali memeluk Disha.
Disha melihat nama siapa yang tertera di layar handphonenya dengan mengedip- ngedipkan matanya kemudian menempelkan handphone itu di telinganya.
"Halo Cha,"ucap Disha.
"Wahh... yang sudah punya suami, jam segini masih tidur,"goda Icha.
"Iya, masih mengantuk. Ada apa Cha?"tanya Disha.
"Jadi nggak nanti ke mall nya?"tanya Icha.
"Apa aku boleh pergi ke mall bersama teman-teman ku?"tanya Disha pada Alva.
"Hemm.."sahut Alva.
"Jadi Cha,"jawab Disha kepada Icha.
"Ahh...aku jadi pengen punya suami kalau begini,"ucap Icha karena mendengar Disha yang meminta izin pada Alva.
__ADS_1
"Jam berapa,"tanya Disha tanpa memperdulikan temannya yang lagi baper karenanya itu.
"Jam sepuluh ya?! Aku bareng sama Yessie"sahut Icha.
"Oke,"sahut Disha kemudian memutuskan sambungan telepon.
"Al, lepaskan.! Aku mau bangun,"ucap Disha.
"Kamu mau pergi?"tanya Alva menatap Disha.
"Iya,"sahut Disha.
"Jam berapa berangkat? Dan jam berapa pulangnya?"tanya Alva lagi.
"Jam sepuluh pagi. Tapi aku tidak tahu jam berapa kami akan pulang,"jawab Disha.
"Kalau begitu aku mau minta lagi,"ucap Alva sambil mendekatkan wajahnya ingin mencium Disha lagi.
"Sudah Al, aku sudah lelah sekali,"rengek Disha.
"Oke..oke.. bersenang-senang lah.! Dan pakai kartu yang aku berikan. Aku memberikan mu kartu kredit, tapi malah cuma kamu simpan,"ucap Alva.
"Iya,"sahut Disha kemudian beranjak ke kamar mandi.
Pukul sepuluh pagi di mall xx Icha, dan Yessie sudah sampai lebih dulu dan tak lama Disha pun sampai di tempat itu.
"Kami baru sampai kok,"ucap Yessie.
"Ya sudah, yuk.! Kita makan dulu .!"ajak Disha
"Ini baru jam sepuluh, masa udah mau makan Dis?!"sahut Yessie.
"Soalnya aku tadi bangun tidur langsung mandi langsung ke sini, jadi nggak sempet sarapan,"ucap Disha.
"What?? Emang kamu bangun jam berapa sich?"tanya Yessie.
"Sudah, turuti saja Yes. Tadi setelah aku nelpon kamu aku nelpon Disha. Kamu tau nggak dia lagi ngapain?"tanya Icha.
"Emang dia lagi ngapain?"ucap Yessie malah balik bertanya.
"Dia lagi bersama PakSu nya. Buktinya pas aku telpon yang ngangkat itu suaminya dengan suara khas orang bangun tidur, terus dia bangunin Disha. Menggoda sekali suara suami Disha,"jelas Icha.
"Ahh...lebay kamu Cha,"sahut Disha.
__ADS_1
"Beneran Dis, suara suami kamu menggoda banget. Apa lagi pas bangunin kamu, haduh...meleleh hatiku,"ucap Icha.
"Emang gimana suami Disha bangunin Disha?"tanya Yessie penasaran sedang Disha melihat ke sana kemari mencari tempat makan yang dia inginkan.
"Suami Disha membangunkan Disha dengan memanggil Disha sayang terus aku dengar kayaknya suami Disha mencium disha beberapa kali sampai Disha bangun. So sweet nggak sich?!"ujar Icha.
"Beneran Dis? Suami kamu nyium kamu buat bangunin kamu?"tanya Yessie penasaran dan Disha malah hanya nyengir untuk merespon pertanyaan Yessie.
"Terus kamu juga di panggil sayang sama suami kamu?"tanya Yessie lagi.
"Dia memang tiap hari manggilnya kayak gitu,"ucap Disha kembali nyengir.
"Ohh.... benar-benar so sweet suami kamu Dis,"ucap Yessie.
"Kita makan di sana yuk!"ajak Disha kepada dua orang temannya.
Setelah selesai makan mereka bertiga pun mulai berbelanja, sesuai tujuan awal mereka datang ke mall itu.
"Yessie, Disha kita ke butik itu yuk.!"ajak Icha menunjuk ke sebuah butik.
"Kamu yakin mau ke butik itu? Harga baju di sana itu pasti pada mahal semua Cha,"ucap Yessie
"Iya, aku yakin. Aku ingin punya gaun yang bagus walaupun cuma satu doang,"ucap Icha.
"Ya sudah, ayo kita ke sana,"sahut Disha dan akhirnya merekapun masuk ke dalam butik itu.
"Ya ampun, ini mahal-mahal banget Cha. Tapi memang sich, sesuai dengan model dan bahan bajunya,"ucap Yessie.
"Kamu nggak pengen beli Yes?"tanya Disha.
"Pengen sich, tapi pada mahal-mahal semua,"sahut Yessie.
"Udah, beli saja Yes. Masak kamu nggak punya satu pun baju yang bagus,"ucap Icha.
"Iya sich, ya sudah aku akan beli satu,"ucap Yessie.
Akhirnya mereka bertiga pun memilih baju yang mereka sukai. Setelah itu mereka pergi ke kasir untuk membayar baju yang mereka inginkan.
"Kayaknya aku harus super ngirit bulan ini sampai gajian nanti, gara-gara membeli baju ini,"ucap Yessie.
"Aku juga. Tapi karena aku suka banget sama baju ini, nggak apa-apa lah kalau aku ngirit belanja bulan ini,"sahut Icha.
"Aku akan membayar baju yang kalian bertiga beli. Bahkan kalian juga boleh memilih beberapa lagi. Aku traktir kalian,"ucap seorang pria yang berdiri di belakang Disha,Icha dan Yessie, membuat ke-tiga perempuan itu menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Ka...kamu?!"ucap Disha yang nampak terkejut dan juga ketakutan.
To be continued