
"Cup" Alva mencium bibir Disha beberapa detik membuat Hery jengah dengan kemesraan yang ditunjukkan oleh Alva. Sedangkan Radeva nampak terkejut dengan Alva yang tiba-tiba muncul langsung memeluk dan mencium bibir Disha di depan umum.
"𝐓𝐮𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐧𝐝𝐫𝐚? 𝐃𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐢𝐮𝐦 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚? 𝐀𝐩𝐚 𝐡𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚?"batin Radeva yang dari tadi berusaha mendekati Disha namun Disha nampak selalu berusaha menjauh. Dan sekarang wanita itu malah berciuman di depan matanya.
Trisha yang mengejar Alva nampak terkejut dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat Alva mencium wanita yang diketahuinya adalah sekretaris Alva.
"𝐊𝐚𝐤 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐢𝐮𝐦 𝐬𝐞𝐤𝐫𝐞𝐭𝐚𝐫𝐢𝐬𝐧𝐲𝐚? 𝐀𝐩𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐡𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐩𝐞𝐬𝐢𝐚𝐥?"batin Trisha yang sangat shock melihat Alva mencium bibir Disha di depan umum.
"Tuan Rendra!"sapa Radeva mencoba tenang melihat wanita yang disukainya berciuman dengan pria lain di depan matanya, mengalihkan atensi sepasang suami istri yang nampak mesra itu.
"Oh, Tuan Radeva. Anda juga hadir di acara ini?" tanya Alva tersenyum tipis.
"Ini adalah acara pesta ulang tahun adik saya. Maaf, saya lupa mengundang anda,"ucap Radeva tersenyum kecut melihat Alva memeluk pinggang Disha posesif. Radeva memang lupa mengundang Alva karena banyaknya pekerjaan yang dia lakukan.
"Tidak masalah. Saya hanya kaget saja, ternyata anda adalah kakak dari Trisha. Dunia ini sempit sekali,"ucap Alva kemudian tatapan Alva beralih pada Hery.
"Tuan Hery, apa kabar? Saya dengar anda telah dikaruniai seorang putra. Selamat ya, sudah menjadi seorang ayah!" ucap Alva menatap Hery.
"𝐀𝐰𝐚𝐬 𝐬𝐚𝐣𝐚 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐬𝐢𝐤 𝐫𝐮𝐦𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐤𝐮!"batin Alva,
"Terimakasih!"sahut Hery dengan senyum yang dipaksakan.
"Kak, Alva!" panggil Trisha mendekati Alva, membuat Radeva menoleh ke arah adiknya yang mendekat ke arah mereka.
"Kak, tolong temani aku memotong kue ya?"ucap Trisha memegang sebelah lengan Alva yang tidak memeluk Disha.
Alva menarik lengannya kemudian menatap Trisha,"Saya rasa Tuan Radeva lebih pantas menemani kamu dari pada saya yang hanya orang luar. Bukankah Tuan Radeva adalah kakak kamu? Bukankah begitu Tuan Radeva?"tanya Alva dengan wajah datar.
"Ah..iya,"sahut Radeva tersenyum kecut.
"Ma..ma..ma...emm...pa..pa..pa" seketika atensi mereka pun beralih pada Yessie dan Riky yang sedang menggendong Kaivan. Bayi montok itu nampak tersenyum melihat kedua orang tuanya.
"Sayang, kamu dari mana saja, Hem?" ucap Disha ingin mengambil alih Kaivan dari gendongan Riky.
"Biar aku saja yang menggendong Kaivan, sayang. Kamu memakai high heels, nanti kakimu sakit. Sini sayang, sama papa!" ucap Alva mengambil alih Kaivan dari gendongan Riky.
Trisha sangat terkejut saat mendengar Alva menyebut dirinya sendiri sebagai papa saat ingin menggendong Kaivan.
"Papa? Kak Alva, bayi ini...."kata-kata Trisha menggantung seolah lehernya tercekat saat ingin melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
"Ini Kaivan, putra kami,"ucap Alva dengan tangan kanan menggendong Kaivan dan tangan kiri memeluk pinggang Disha.
"Maksud Tuan Rendra, Nona Disha ini adalah istri anda?"tanya Radeva ingin memperjelas asumsinya.
"Iya, dia istri saya!"jawab Alva tegas.
"𝐌𝐚𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢 𝐧𝐚𝐬𝐢𝐛 𝐤𝐮. 𝐁𝐚𝐫𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐤𝐚𝐥𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐮𝐤𝐚𝐢 𝐰𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐮𝐬𝐮𝐤𝐚𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐧𝐲𝐚𝐭𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐰𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢,"batin Radeva.
"𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚? 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐢𝐧𝐢?𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐚𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐮 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐢𝐧𝐢! 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐢𝐧𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐮. 𝐓𝐚𝐩𝐢 𝐢𝐧𝐢? 𝐀𝐤𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐤𝐞𝐧𝐲𝐚𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐮 𝐬𝐮𝐤𝐚𝐢 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚𝐢 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐲𝐢,"batin Trisha tidak terima.
"Nona, sudah waktunya acara ini di mulai," ucap seorang pria yang bertugas mengurus acara itu kepada Trisha.
"Kak Alva, temani aku memotong kue, ya?!"mohon Trisha.
"Maaf, saya di sini hanya sebagai tamu. Orang yang pantas menemani kamu adalah Tuan Radeva, bukan saya. Lagian saya sudah mempunyai anak dan istri, tidak pantas bagi saya untuk menemani seorang gadis yang bukan keluarga saya untuk memotong kue ulang tahun,"tolak Alva.
"𝐀𝐤𝐮 𝐤𝐢𝐫𝐚 𝐓𝐮𝐚𝐧 𝐌𝐮𝐝𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐓𝐫𝐢𝐬𝐡𝐚. 𝐉𝐢𝐤𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐓𝐫𝐢𝐬𝐡𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐍𝐲𝐨𝐧𝐲𝐚, 𝐚𝐤𝐮 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐣𝐚𝐫𝐧𝐲𝐚,"batin Riky.
"Ayo, kakak temani untuk memotong kue," ucap Radeva yang kemudian menarik tangan Trisha untuk menuju tempat kue ulang tahun yang berukuran besar.
Radeva merasa malu saat adiknya memohon pada orang lain untuk menemaninya memotong kue ulang tahun. Sedangkan di sana ada dirinya yang adalah kakak kandungnya. Tapi Trisha malah memohon pada orang lain dan yang lebih parahnya, pria itu adalah suami orang.
'Iya, aku rasa dia menyukai Pak Rendra," sahut Riky.
Acara pun dimulai dan berjalan sesuai rencana. Trisha nampak tidak bersemangat, apalagi saat melihat Alva dan Disha begitu mesra bersenda gurau dengan putra mereka yang sesekali terlihat tertawa bahagia.
"Sayang, ini sudah malam. Kaivan sudah mulai rewel, nampaknya dia sudah mau tidur. Apa tidak sebaiknya kita ke kamar. Aku menyiapkan kamar khusus untuk kita yang tidak aku sewakan,"ucap Alva.
"Iya sayang, sepertinya Kaivan juga sudah capek,"sahut Disha seraya mengelus kepala Kaivan yang duduk di pangkuan Alva yang nampak sudah mulai rewel.
"Ayo kita berikan hadiahnya dan segera pamit!"ucap Alva kemudian menatap Riky yang ada di sampingnya,"Rik, apa kalian masih mau berada di sini?"tanya Alva.
"Kami juga akan ke kamar,Tuan,"sahut Riky.
"Ya sudah, ayo kita pamit!"ajak Alva.
Akhirnya mereka pun bangkit dari duduk mereka setelah memanggil Ferdi yang membawa hadiah dan menghampiri Trisha yang ditemani oleh Radeva.
"Trisha, Tuan Radeva, kami pamit. Putra kami sudah mulai rewel, nampaknya dia sudah mengantuk.Ini hadiah dari kami dan mama , papa kami yang tidak bisa menghadiri acara ini,"ucap Alva dan Ferdi pun segera meletakkan hadiah yang dibawanya.
__ADS_1
"Oh iya, tidak apa-apa Tuan Rendra. Terimakasih atas hadiah nya, dan terimakasih juga sudah menyempatkan waktu untuk menghadiri pesta ulang tahun adik saya,"ucap Radeva ramah.
"Sama-sama. Kalau begitu kami pamit,"ucap Alva.
"Silahkan!"ucap Radeva menatap kepergian rombongan Alva kemudian menatap adiknya yang dari tadi cuma diam saja namun matanya terus menatap ke arah Alva.
"Apa Tuan Rendra adalah pria yang kamu sukai?"tanya Radeva pada Trisha. Karena Radeva melihat Trisha nampak tidak sebahagia sebelumnya setelah mengetahui Alva sudah beristri dan mempunyai seorang anak.
"Iya kak. Aku kecewa, ternyata dia sudah beristri,"ucap Trisha menatap punggung Alva yang semakin menjauh.
"Sama, kakak juga kecewa. Ternyata dia sudah bersuami bahkan sudah punya anak,"timpal Radeva membuat Trisha menoleh ke arah kakaknya itu.
"Apa perempuan pemilik anting yang kakak sukai itu adalah istri kak Alva?" tebak Trisha.
"Iya,"sahut Radeva lesu.
"Jadi kita sama-sama menyukai pasangan orang?"tanya Trisha lagi.
"Iya. Dan ini sungguh memalukan. Pertama kali aku suka pada seorang wanita namun ternyata wanita itu adalah istri rekan bisnis ku,"ucap Radeva membuang nafas kasar.
"Aku juga sama kak. Pertama kali aku jatuh cinta, malah jatuh cinta pada lelaki yang sudah beristri, memalukan!"timpal Trisha.
"Sudah, lupakan saja mereka. Kita cari cinta yang baru,"ucap Radeva.
" Tapi....."ucap Trisha menggantung.
"Tapi apa?"tanya Radeva tidak sabar.
"'Tapi aku terlanjur mencintainya, kak. Aku ingin memilikinya. Dia itu pria yang sangat sempurna. Lihatlah caranya memberi perhatian pada anak dan istri nya! Aku ingin, aku yang ada di posisi itu," ucap Trisha.
"Kamu ingin di posisi istri Tuan Rendra?" tanya Radeva.
" Bukankah kakak juga ingin berada di posisi kak Alva?"tanya Trisha.
...🌟"Setinggi apapun pangkat dan derajat mu, jika kamu menjadi perebut pasang orang, maka saat itulah harkat dan martabat dirimu jatuh,"🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
To be continued
__ADS_1