Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
242. Meyakinkan


__ADS_3

...🌸 Spesial hari ini aku up 3x. tunggu ya, chapter selanjutnya pukul 7 malam nanti! Happy reading!🌸...


"Apa yang diminta nya dari mu?"tanya Icha hati-hati.


"Anak,"sahut Disha singkat masih menundukkan wajahnya.


"Soal itu lagi,"ucap Yessie menghela napas panjang,"Kalau boleh tahu, apa sebenarnya yang membuatmu berat untuk mengabulkan keinginan suamimu itu?"tanya Yessie yang juga nampak berhati-hati dalam bertanya, takut menyinggung perasaan Disha.


"Aku takut saat waktu bersalin tiba,"jawab Disha yang terlihat semakin muram.


"Kenapa kamu takut saat waktu persalinan tiba?"tanya Icha seraya menggenggam tangan Disha yang ada di atas meja demikian pula dengan Yessie yang ikut menggenggam tangan Disha yang satunya.


"Aku trauma saat melahirkan Kaivan dulu. Aku hampir saja kehilangan nyawa ku saat itu. Aku takut jika melahirkan sekali lagi, nyawa ku tidak selamat. Kaivan masih kecil, masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana Kaivan hidup tanpa aku. Apalagi jika Alva sampai menikah lagi setelah aku tiada. Aku merasa ragu, apa ibu tiri nya nanti akan menyayangi anak ku seperti dia menyayangi anaknya sendiri,"ujar Disha panjang lebar mengeluarkan apa yang mengganjal di hatinya selama ini.


Yessie menghela napas kemudian menatap wajah Disha lekat,"Kamu jangan berpikiran terlalu jauh seperti itu, Dis. Kamu tahu, almarhum nenekku dulu pernah bercerita, dulu ada seorang pria yang diramalkan akan mati karena buaya. Karena sang peramal memang terkenal hebat dan apa yang diramalkan nya jarang meleset, maka dia berinisiatif untuk mencari tempat yang tidak akan pernah di datangi buaya,"


"Pria itu memutuskan untuk pindah ke daerah pegunungan yang tidak akan mungkin ada buayanya. Selama bertahun-tahun dia tinggal di daerah pegunungan itu, dia tidak pernah sekalipun melihat buaya, karena memang pegunungan bukan habitat buaya,"

__ADS_1


"Namun kenyataannya, kita memang tidak bisa menghindari apalagi lari dari takdir. Pada akhirnya, pria itu tetap meninggal karena buaya, walaupun dia tinggal di pegunungan,"cerita Yessie panjang lebar.


"Kok bisa? Memang ada orang yang membawa buaya ke gunung? Atau pria itu turun gunung dan bertemu buaya?"tanya Icha penasaran, begitu pula dengan Disha.


"Tidak. Pria itu tidak turun gunung, dan juga tidak ada yang membawa buaya ke gunung. Tapi dia mati ditimpa bedug yang berbahan baku kulit buaya. Intinya, pria itu tetap mati karena buaya. Dan pesan moral dari cerita ini adalah, kita tidak akan pernah bisa menghindari apalagi lari dari apa yang sudah ditakdirkan untuk kita,"jelas Yessie.


"Tapi bukannya bahan baku bedug itu dari kulit kambing, sapi, kerbau, atau banteng, ya? Kok ada bedug dari kulit buaya?"tanya Disha nampak berpikir.


"Aku nggak tahu, cerita nenekku memang seperti itu,"sahut Yessie.


"Icha benar, Dis. Kamu jangan sampai mengecewakan suamimu. Pak Rendra itu sangat mencintai kamu. Kamu tahu, saat kamu dinyatakan meninggal waktu melahirkan Kaivan, Pak Rendra seperti orang yang kehilangan arah dan tujuan. Dia menangis seperti anak kecil yang ditinggal mati ibunya. Bahkan suara tangisnya membuat semua orang yang mendengar nya ikut sedih, terasa begitu menyayat hati. Aku tidak pernah melihat seorang suami yang ditinggal mati oleh istrinya begitu putus asa seperti Pak Rendra waktu itu,"


"Waktu itu, Pak Rendra benar-benar nampak sangat terpuruk dan begitu putus asa.Dari sana, semua orang pun bisa menilai dan merasakan, betapa Pak Rendra sagat mencintai kamu, Dis,"ujar Yessie panjang lebar meyakinkan Disha.


"Iya, Dis. Bahkan Pak Rendra memberikan aset yang begitu banyak pada mu, hanya untuk membuktikan cintanya padamu. Kamu bahkan kaya mendadak karena nya. Aku tidak yakin, apa masih ada pria yang seperti suamimu itu di dunia ini. Dia mencintai mu dari sebelum dia tahu jika kamu adalah anak orang kaya,"imbuh Icha.


"Kalian benar. Dia sangat mencintai ku. Seharusnya aku bersyukur memilikinya dan tidak mengecewakan dia. Baiklah, aku akan mencoba membuang semua kekhawatiran ku itu. Aku akan mengabulkan keinginan nya,"ucap Disha menjadi optimis.

__ADS_1


"Iya, kamu pasti bisa, Dis. Jangan sampai Pak Rendra meminta anak dari wanita lain, Dis, entar jadi berabe urusannya. Mulai sekarang jangan biarkan ada celah dari hubungan kita dengan suami kita, jangan sampai kita dimadu,"ucap Yessie bergidik ngeri.


"Betul. Aku ngeri kalau dengar istilah dimadu. Kata-kata itu cuma enak di laki-laki, mereka senang punya istri lebih dari satu. Tapi bagi wanita, dimadu itu musibah besar. Seharusnya istilah dimadu itu diganti dengan istilah diracun. Soalnya istri yang dimadu itu kan seperti diracun, mati menderita perlahan-lahan karena makan hati,"ujar Icha serius.


"Eh, balik ke kantor, yuk! Jam kerja udah mau dimulai,nich!"ucap Yessie seraya melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Akhirnya ketiga sahabat itu pun kembali ke tempat kerja mereka.


NB: Bedug adalah alat musik tabuh seperti gendang. Bedug merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik.( Sumber dari Wikipedia.)


🌟"Hadapi semua masalah sebaik yang kita mampu dengan penuh keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja.


...Karena kita tidak bisa menghindari apalagi lari dari takdir yang sudah ditentukan-Nya."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2