
Di dalam sebuah kamar nampak dua anak manusia masih terlelap hingga terdengar suara panggilan dan juga ketukan di pintu yang lumayan lama.
"Siapa sich, berisik,"keluh Hery yang masih memejamkan matanya dan ketukan di pintu itu pun berhenti.
Trisha yang tadi memang merasa terganggu dengan panggilan dan juga ketukan di pintu itu terkejut saat mendengar ada suara seorang pria di sampingnya. Trisha pun membuka matanya dan terkejut melihat ada Hery yang tengah berbaring memejamkan matanya disampingnya.
"Degh,"
Ingatan tentang kejadian tadi malam pun berputar di otak Trisha, saat Hery merenggut kesucian nya. Saat berkali-kali Hery menyatukan tubuh mereka dan berkali-kali pula mendapatkan pelepasan.
"Dasar pria brengseek, bajingan!!"pekik Trisha sambil memukuli Hery dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Awh..!! Hentikan..!! Dasar gadis ja Lang!!" pekik Hery berusaha menangkap tangan Trisha.
"Kamu pria brengseek, bajingan! Kamu telah merenggut kesucian ku!!"pekik Trisha terus memukuli Hery.
"Grep"
Hery berhasil menangkap kedua tangan Trisha dan langsung menindihnya. Trisha berusaha meronta namun kekuatannya tidak sebanding dengan Hery.
"Lepaskan! Brengseek!"pekik Trisha.
"Tidak usah sok jual mahal! Aku sudah melihat seluruh tubuh mu bahkan menikmati berkali-kali dan kamu juga ikut menikmati,"ucap Hery tersenyum miring.
"Brengseek! Lepaskan!"pekik Trisha terus meronta namun tidak bisa membuat nya terlepas dari kungkungan Hery.
Dengan paksa Hery mencium Trisha untuk membungkam mulut Trisha yang terus mengumpatnya itu. Hery memegang erat kedua tangan Trisha dengan sebelah tangannya di atas kepala Trisha, bibirnya mencium Trisha dengan kasar dan tangannya yang lain menjelajahi tubuh Trisha.
Dengan kasar Hery kembali menyatukan tubuh mereka.Trisha yang awalnya meronta akhirnya malah menikmati penyatuan mereka bahkan keluar suara-suara lak Nat dari bibirnya yang membuat Hery semakin cepat bergerak diatas tubuhnya hingga....
"Ceklek"
"Trisha!!"teriak Radeva setelah beberapa detik mematung melihat pergulatan panas Trisha dengan seorang pria yang sekarang sedang bergerak cepat diatas tubuh Trisha.
__ADS_1
Suara itu menggelegar di dalam kamar hotel itu membuat dua anak manusia yang sedang mencari nikmatnya surga dunia itu terkejut dan terdiam di tempat mereka dengan tubuh yang masih menyatu. Radeva dengan ekspresi wajah yang tidak bisa diartikan langsung membalikkan tubuhnya, keluar dari dalam kamar itu.
"Brakk.!!!" Radeva menutup pintu kamar hotel itu dengan kasar. Radeva berdiri di balik pintu dengan perasaan yang tidak dapat dia ungkapkan. Marah, kecewa, shock dan entah apalagi.
Sedangkan Hery walaupun sempat terkejut, namun nampak tidak perduli dengan apa yang baru saja terjadi. Hery kembali bergerak di atas tubuh Trisha melanjutkan kegiatan panasnya tanpa rasa berdosa dan dua anak manusia itupun kembali mencari kenikmatan surga dunia hingga tubuh mereka menegang saat merasakan puncak kenikmatan dari penyatuan mereka.
Beberapa waktu yang lalu. Setelah mengetuk pintu kamar Trisha, Radeva membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk turun ke lantai satu kemudian membujuk pihak hotel untuk memberikan kunci cadangan dengan negosiasi yang lumayan alot kemudian kembali lagi ke kamar Trisha dengan perasaan yang khawatir takut terjadi sesuatu pada adiknya itu karena semalam Trisha mengeluh sakit kepala.
Namun apa yang dilihatnya saat pintu kamar adiknya itu terbuka? Radeva mendengar suara lak Nat adiknya dan seorang pria dengan tubuh polos yang sedang bergerak penuh hasraat di atas tubuh adiknya. Nampak sama-sama saling menikmati kegiatan panas yang mereka lakukan itu.
Sungguh Radeva merasa shock setengah mati karena apa yang dia lihat dan dia dengar tadi. Gadis yang sejak bayi di jaganya dan disayangi nya seperti adiknya sendiri melakukan hal yang menjijikkan itu. Sungguh Radeva tidak percaya jika dia tidak mendengar dan melihatnya sendiri.
Radeva diam mematung di depan kamar hotel Trisha, merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena tidak bisa menjadi seorang kakak yang baik. Tidak bisa mendidik dan menjaga adiknya. Radeva merasa gagal menjadi seorang kakak. Radeva berdiri membelakangi pintu, menunggu dua anak manusia yang membuatnya shock itu keluar dari dalam kamar.
"Ceklek" setelah setengah jam lebih berdiri di depan pintu kamar Trisha, akhirnya terdengar pintu itu akan terbuka.
Dengan cepat Radeva membalikkan tubuhnya dan melihat laki-laki yang tadi bergulat dengan adiknya di atas ranjang.
Radeva langsung melayangkan bogem mentah ke wajah dan perut Hery, membuat Hery yang baru saja membuka pintu itu seketika terjengkang kebelakang.
"Brakk"setelah meringsek masuk, Radeva langsung menutup pintu dengan keras. Trisha yang masih berada di atas ranjang dengan tubuh polos yang hanya tertutup selimut pun terkejut.
"Dasar brengseek!! Berani sekali kamu melakukan itu kepada adikku!"ucap Radeva kembali menghajar Hery.
"Adikmu yang menjebak ku. Kenapa kamu marah padaku?!"protes Hery.
"Bohong kak, dia yang menjebak ku. Buktinya dia yang berada di dalam kamar ku.Bukankah kakak tahu kalau semalam aku sakit kepala dan langsung tidur? Kakak sendiri kan yang mengantarkan aku ke kamar?!"kilah Trisha dari atas ranjang.
"Oke. Anggap saja aku yang menginginkan kamu tapi kamu menikmati nya bukan?! Bahkan kamu tetap mau melanjutkan percintaan kita tadi walaupun kakakmu sudah memergoki kita. Apa kamu lupa bagaimana tadi kamu mende sahh? Apa namanya kalau tidak menikmati?"ucap Hery yang begitu menohok.
"Tapi...tapi kamu yang menjebak ku!" cetus Trisha.
"Mana buktinya jika aku yang menjebak mu? Jika kamu tidak suka bercinta dengan ku, kamu tidak mungkin mengimbangi permainan ku dengan liar seperti semalam dan barusan,"ucap Hery membuat Trisha tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Sudah, cukup!! Menjijikkan sekali kalian ini! Aku tidak menyangka kalian bisa melakukan ini! Dari pada kalian berbuat dosa, lebih baik kalian menikah!"sergah Radeva membuat mata Trisha seolah akan keluar dari kelopaknya.
"Apa? Menikah? Dengan dia? Laki-laki brengseek itu? Aku tidak mau kak!"tolak Trisha.
"Kamu telah melakukan nya dengan dia, jadi kamu harus menikah dengan dia!" sergah Radeva.
"Aku tidak mau menikah dengan dia kak!" pekik Trisha dari atas ranjang.
"Kalian telah melakukan hubungan suami-istri, dan entah berapa kali kalian melakukan nya. Bagaimana jika kamu hamil?"tanya Radeva menatap tubuh adiknya yang hanya tertutup selimut sebatas dada. Dan Radeva dapat melihat dengan jelas begitu banyak jejak percintaan yang ada di dada sampai ke leher adiknya itu.
"Aku tidak akan hamil! Apalagi hamil anak dari dia!"pekik Trisha.
"Bagaimana kita tahu kamu nanti hamil atau tidak?"sergah Radeva.
"Kalau pun aku hamil, aku akan menggugurkan nya. Aku tidak mau mengandung anak dari pria brengseek seperti dia!"ucap Trisha berapi-api.
"Kamu sudah tidak waras Trisha. Bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu?"ucap Radeva tidak percaya mendengar kata-kata itu keluar dari mulut adik yang selama ini di jaga di didik dan dilindungi nya.
"Terserah kalian! Kalau ingin aku bertanggung jawab aku tidak menolak. Tapi kalau kalian tidak ingin aku bertanggung jawab aku juga tidak masalah, toh aku juga tidak rugi,"ucap Hery tanpa dosa.
"Kakak akan membicarakan masalah ini dengan papa dan mama. Semua keputusan ada pada mereka,"ujar Radeva.
"Kak, aku mohon jangan beritahu papa dan mama ,kak! Please!"mohon Trisha yang masih berada di atas ranjangnya.
Radeva menatap Trisha tajam,"Kamu adalah tanggung jawab mama dan papa. Jadi , suka atau pun tidak suka, kakak akan tetap memberi tahu mereka,"kata Radeva tegas.
Radeva kemudian menatap Hery tak kalah tajamnya,"Dan kamu! Jangan pernah lari dari masalah ini! Jika kamu berani lari dan cuci tangan dari masalah ini, kamu akan berhadapan dengan ku!" ancam Radeva.
...🌟"Jangan menutup dosa mu dengan melakukan dosa yang lain, agar kamu tidak semakin terjerumus dalam lembah dosa."🌟...
..."Nana 17 Oktober."...
To be continued
__ADS_1