Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
174. Berdarah


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan Riky dan Yessie untuk berangkat berbulan madu selama satu Minggu di sebuah tempat yang memiliki destinasi wisata yang memang cocok untuk pasangan pengantin baru. Paket honeymoon itu adalah hadiah pernikahan yang di berikan oleh Disha untuk mereka berdua. Saat ini Yessie dan Riky terlihat sama-sama canggung karena kejadian semalam dan pagi tadi.


Semalam setelah para tamu undangan pulang, Yessie dan Riky pun memutuskan untuk ke kamar hotel yang telah disiapkan Riky untuk nya dan Yessie yang sekarang sudah menjadi istri sahnya.


Dengan jantung yang berdebar kencang Yessie berjalan di sebelah Riky. Malam ini adalah malam pertama Yessie tidur dengan seorang pria. Pria yang dicintainya secara diam-diam dan tanpa diduga nya melamar dirinya.


Setelah menaiki lift menuju lantai paling atas di hotel itu dan berjalan di lorong kamar hotel itu, akhirnya mereka berdua tiba didepan sebuah pintu kamar hotel.


Riky mengeluarkan sebuah kartu dari saku celananya kemudian menempelkan kartu itu pada key box (yang menempel di pintu).


Pintu kamar terbuka dan langsung tercium aroma terapi dari dalam ruangan itu. Lampu yang menyala saat kunci yang menyerupai kartu di tempelkan di key box nya dan terlihat lah kamar yang luas dengan ranjang king size yang diatasnya di hiasi taburan bunga mawar yang di bentuk hati dengan tirai putih yang di ikat di setiap sudut ranjang.


Ada sofa dan meja nya yang berada di ruangan itu. Ada pula meja rias yang letaknya dekat dengan pintu kamar mandi. Meja rias itu dilengkapi sebuah kaca yang cukup besar dengan sebuah kursi di depan meja rias itu. Tangan Yessie yang dingin bertautan saling meremas, jantungnya berdetak kencang seolah baru selesai berlari memutari lapangan bola sebanyak lima kali.


"Ayo masuk!"ucap Riky membuat Yessie tersentak.


"I..iya,"sahut Yessie gugup.Mereka berdua pun masuk dan pintu pun tertutup membuat jantung Yessie berdetak semakin cepat. Seluruh tubuhnya terasa dingin seperti tidak di aliri darah. Wajahnya nampak tegang.


Riky sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Yessie. Tapi Riky masih bisa mengendalikan dirinya dan bersikap senormal mungkin karena sebagai seorang pria akan sangat memalukan jika dirinya terlihat nervous.


"Apa kamu perlu bantuan untuk melepas aksesoris yang kamu pakai?"tanya Riky seraya menatap berbagai aksesoris yang menempel di rambut Yessie.


"Ti.. tidak usah, kak. A..aku bisa sendiri," ucap Yessie menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Riky.


"Baiklah, kamu bisa melepaskan semua aksesoris kamu di meja rias itu,"ucap Riky seraya menunjuk sebuah meja rias yang ada di dalam kamar itu,"Aku akan membersihkan diri terlebih dahulu," sambung dengan tersenyum tipis.


"I..iya,"sahut Yessie dan Riky pun berjalan ke arah kamar mandi.


Perlahan Yessie melangkah ke arah meja rias dengan kaki yang terasa sangat berat. Yessie duduk di depan meja rias kemudian mulai melepaskan aksesoris yang menempel di rambut nya.

__ADS_1


Yessie meraih kapas dan micellar oil-infused cleansing water yang sudah tersedia di meja rias. Kemudian menuangkan nya pada kapas dengan tangan yang tremor. Perlahan Yessie membersihkan makeup yang menempel di wajahnya hingga bersih. Kemudian Yessie bangkit dari duduknya lalu membuka tas yang tidak terlalu besar di dekat meja rias yang berisi pakaian gantinya.


"Di dimana pakaian ku? gumam Yessie yang terkejut saat mencari baju tidur yang sudah disiapkan olehnya ternyata tidak ada. Yang ada hanya sebuah lingerie berwarna hitam yang sangat tipis.Bahkan baju ganti yang dia siapkan untuk besok pagi pun tidak ada di dalam tas itu.


"Ceklek"pintu kamar mandi terbuka menampilkan Riky yang hanya menggunakan bathrobe.


"Kamu sedang mencari apa?"tanya Riky yang membuat Yessie tersentak dan spontan mengarahkan pandangan matanya ke arah sumber suara. Yessie terdiam tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun saat melihat Riky yang berdiri tidak jauh dari nya dan hanya menggunakan bathrobe.


Rambut dan wajah Riky yang masih terlihat basah membuat Riky terlihat semakin tampan di mata Yessie. Walaupun tubuh Riky terlihat jangkung namun Riky mempunyai tubuh yang proporsional.


Dadanya nampak bidang dan perutnya juga rata walaupun tidak terlihat seperti roti sobek tapi perutnya terlihat berotot. Namun Yessie hanya bisa melihat dada Riky sedikit karena bathrobe yang dikenakan oleh Riky.


"Yes.!"panggil Riky seraya menyentuh lengan Yessie membuat Yessie tersentak dari lamunannya.


"A..i..iya, kak.,"sahut Yessie semakin gugup dan gemetaran..


"A..ti.. tidak ada,"sahut Yessie sekenanya.


"Bersihkanlah tubuh mu! Tubuh mu pasti terasa lengket oleh keringat,"ucap Riky.


"I..iya, kak,"sahut Yessie seraya menyambar tas yang sedari tadi di obrak- abriknya kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


"Huff.. bagaimana aku memulai nya nanti? Apa aku langsung melakukan nya seperti yang ada di video-video yang aku tonton? Tapi masa iya langsung main aja? Apa penilaian Yessie jika aku langsung menerkamnya,"gumam Riky yang duduk di sofa dengan kaki yang tak berhenti dia ketuk ketukan di lantai.


Sedangkan Yessie yang sudah masuk ke dalam kamar mandi langsung menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi seraya memegangi dadanya yang berdetak kencang.


"Ya Tuhan... bagaimana ini? Baru disentuh sedikit saja aku sudah gemetaran seperti ini. Gimana nanti jika dia meminta hak nya? Bisa pingsan aku! Nggak lucu pakai banget kan kalau aku pingsan di malam pertama ku? Apa kata dunia? Sebaiknya aku berendam dulu di air hangat. Siapa tahu tubuh dan pikiran ku menjadi rileks setelah aku berendam nanti,"gumam Yessie.


Perlahan Yessie melepaskan seluruh pakaiannya kemudian masuk kedalam bathtub yang ternyata sudah terisi air hangat dengan bunga-bunga yang bertebaran di dalamnya.Setelah berendam selama tiga puluh menit, Yessie akhirnya keluar dari bathtub.

__ADS_1


"Tidak mungkin aku berdiam diri di kamar mandi ini. Mau tidak mau aku harus keluar dari kamar mandi ini,"gumam Yessie.


Setelah membilas tubuhnya dengan air shower, Yessie mengeringkan tubuh dan rambut nya. Mau tidak mau Yessie harus memakai lingerie yang ada di dalam tas nya. Entah siapa yang telah mengganti isi tasnya. Beruntung di dalam kamar mandi itu ada bathrobe yang bisa Yessie gunakan sehingga dia bisa menutupi lingerie yang dikenakan nya.


"Ceklek "pintu kamar mandi pun terbuka dan Yessie keluar dari sana. Riky yang dari tadi menunggu dengan gelisah pun langsung menatap Yessie yang keluar dari kamar mandi kemudian menghampiri gadis itu.


"Ayo tidur! Kamu pasti capek kan?"ujar Riky.


"I..iya,"sahut Yessie berjalan diantara kursi dan meja rias agar tidak terlalu dekat dengan Riky namun...


"Akhh..!!"pekik Yessie yang terpeleset karena ternyata micellar oil-infused cleansing water yang dia pakai tadi tercecer di lantai.


Riky dengan cepat menangkap tubuh Yessie agar tidak terjatuh dilantai dengan Riky yang memegang bahu dan pinggul Yessie sedangkan Yessie memegang lengan Riky.


Seketika jantung mereka berdetak kencang saat tubuh mereka saling menempel.Yessie menatap wajah Riky lekat demikian pula Riky. Pandangan Riky tertuju pada bibir Yessie yang nampak ranum, perlahan Riky mendekatkan wajahnya ke wajah Yessie membuat Yessie memejamkan matanya. Sesat kemudian dengan lembut Riky mencium bibir Yessie hingga jantung mereka berdua semakin berdetak kencang.


Semakin lama ciuman Riky semakin panas sedangkan Yessie berusaha mengimbanginya sesuai nalurinya saja. Perlahan Riky membimbing Yessie untuk mendekati ranjang tanpa melepaskan tautan bibir mereka hingga...


"Bruk"tubuh mereka terjatuh di atas ranjang dengan posisi Riky yang berada di atas Yessie dengan kaki mereka yang yang masih menyentuh lantai. Perlahan ciuman Riky turun ke leher Yessie hingga tanpa sadar keluar desa Han dari bibir Yessie yang membuat bagian inti Riky terus mengeras.


Perlahan Riky menarik tali bathrobe yang dipakai Yessie hingga terpampang tubuh indah Yessie yang dibalut lingerie yang membuat Riky susah payah menelan salivanya sedangkan Yessie tidak berani membuka matanya.


Dengan tidak sabar Riky menanggalkan bathrobe yang dikenakannya dan hanya meninggalkan celana boxernya. Yessie sempat membuka matanya sedikit tapi langsung menutupnya kembali dan memalingkan wajahnya karena malu.


Riky mengangkat tubuh Yessie agar bisa sepenuhnya berbaring di atas ranjang. Namun ketika Riky berhasil mengangkat tubuh Yessie tanpa sengaja Riky melihat sesuatu di atas sprei putih yang tidak ditaburi bunga.


"Ka..kamu berdarah?"tanya Riky menatap Yessie yang ada dalam gendongannya.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2