Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
142. Menggeser Posisi


__ADS_3

Satu jam sebelum Darmawan tiba di rumah Adiguna.


Darmawan membaca hasil tes DNA yang disodorkan temannya itu dan seketika air matanya mengalir begitu saja setelah membaca hasil tes DNA itu. Hasil tes DNA itu menyatakan bahwa 99% ada kesamaan antara dirinya dengan Sandy.


"Wan!"panggil dokter yang duduk di depan Darmawan,"Bagaimana?Apa anak itu benar-benar putramu?"tanya dokter yang merupakan teman lama Darmawan.


"Jadi dia benar-benar putraku?"gumam Darmawan entah ditujukan pada siapa seraya menghapus air matanya.


"Dia benar-benar putramu? Lalu siapa Hery?"tanya dokter itu.


"Menurut wanita yang telah merawat dan membesarkan putraku, Hery adalah anak adikku. Ternyata bayi mereka tidak meninggal seperti apa yang mereka katakan. Mereka menukar bayi mereka dengan bayiku dan berusaha menyingkirkan bayiku,.


"Aku tidak menyangka adikku tega ingin melenyapkan keponakannya sendiri hanya untuk menguasai harta ku. Aku yakin itu semua adalah rencana dari adik ipar ku. Jika ibu angkat putraku tidak memergoki mereka menukar putraku dengan putra mereka dan mengikuti adik ipar ku, sekarang pasti putraku sudah meninggal,"ujar Darmawan.


"Memang apa yang akan dilakukan adik ipar mu yang brengseek itu?"tanya dokter itu nampak tidak suka.


"Kata ibu angkat putraku, dia mengubur putraku hidup-hidup,"sahut Darmawan.


"Apa? Sungguh tega sekali. Aku tidak menyangka jika adik ipar mu itu selain brengseek juga tega membunuh. Dan parahnya membunuh bayi yang tidak berdosa,"ujar dokter itu.


"Aku juga tidak menyangka mereka bisa melakukan semua itu,"ucap Darmawan.


"Pantas saja sifat si Hery itu brengseek seperti pria itu,"ujar dokter itu nampak kesal.


"Kamu masih membencinya?"tanya Darmawan.


"Seharusnya adikmu menikah dengan ku, tapi entah apa yang dilakukan pria brengseek itu sehingga adikmu begitu tergila-gila pada nya,"ujar dokter itu.


"Aku juga tidak tahu apa yang membuat adik ku tergila-gila padanya.Ya sudah, aku ingin segera bertemu dengan putra kandung ku, aku ingin segera memeluk nya,"ucap Darmawan.


"Bukankah kamu bilang sore ini dia akan menikah?"tanya dokter itu.


"Ya Tuhan aku melupakan itu. Aku akan segera ke sana untuk menghadiri pernikahan putra kandung ku. Aku harus pergi sekarang, kalau tidak aku akan terlambat menyaksikan pernikahan putra kandung ku,"ucap Darmawan dengan penuh semangat, kemudian berpamitan pada temannya itu dan bergegas untuk pulang, bersiap-siap menghadiri pernikahan putra kandungnya.


Darmawan beruntung, setibanya di rumah Adiguna, Sandy dan Anjani baru akan mengucapkan janji suci pernikahan. Walaupun dia harus berlari dari pintu gerbang sampai ke pintu masuk rumah Adiguna hingga membuat nafasnya tersengal-sengal.


Darmawan mencoba mencari tempat duduk yang dekat dengan putranya tapi semua kursi sudah penuh. Akhirnya Darmawan hanya bisa menyaksikan pernikahan putranya dari jauh.


Setelah putranya resmi menikahi Anjani, Darmawan berusaha mendekati Sandy. Saat sudah dekat dengan Sandy, Darmawan tidak mampu lagi menahan diri dan segera memeluk putranya itu.

__ADS_1


"Maafkan papa karena baru tahu jika kamu adalah putra papa,"ucap Darmawan dengan berurai air mata yang membuat semua orang yang mendengar nya terkejut. Sandy mengurai pelukan Darmawan dan menatap pria paruh baya yang ada di hadapan nya itu.


"Maksud Tuan... hasil tes itu..."kata-kata Sandy langsung di potong Darmawan.


"Iya. Tes DNA itu membuktikan bahwa kamu adalah putra kandung saya,"ucap Darmawan menatap wajah Sandy lekat dengan penuh rasa haru dan bahagia.


"Ada apa ini sebenarnya?"tanya Adiguna mewakili semua orang yang ada di ruangan itu.


Darmawan beralih menatap Adiguna. "Di, Sandy ternyata adalah putraku," jawab Darmawan.


"Bagaimana bisa?" tanya Adiguna nampak kaget, begitu pula para tamu yang hadir di acara pernikahan yang sederhana itu.


"Teryata adikku menukar putraku Sandy dengan putra mereka Hery agar mereka bisa memiliki HD Group,"sahut Darmawan terlihat ada guratan kekecewaan di wajah nya saat mengatakan itu.


"Apa? Jadi maksudmu Hery itu adalah keponakan kamu?"tanya Adiguna.


"Iya,"sahut Darmawan seraya menghela nafas panjang.


Semua orang yang ada di ruangan tersebut pun merasa kaget saat mendengar penuturan Darmawan. Dan mereka semakin kaget saat Darmawan memberikan hasil tes DNA yang dia bawa dari rumah sakit tadi kepada Adiguna.


Adiguna dan beberapa orang didekat Adiguna pun ikut membaca hasil tes DNA itu. Mereka akhirnya percaya bahwa Sandy adalah putra dari Darmawan.


"Iya,"sahut Sandy seraya tersenyum tipis dan mengangguk pelan.


"Pantas saja sifat mantan pacarmu itu jauh berbeda dengan sifat Tuan Darmawan, ternyata dia bukan anak kandung Tuan Darmawan,"ucap Alva yang sedang berdiri di samping Disha.


"Sayang, tidak usah membahas sesuatu yang bisa membuat kita bertengkar,"sahut Disha membuang nafas kasar.


"Aku ingin mengucapkan selamat pada kedua mempelai, ayo!"ucap Alva merangkul Disha dan berjalan menghampiri Sandy dan Anjani.


"Selamat ya, Tuan Sandy dan Anjani, atas pernikahan kalian. Semoga langgeng sampai kakek nenek,"ucap Alva seraya menyalami kedua pengantin baru itu diikuti Disha.


"Terimakasih, Tuan Rendra, Nyonya Disha,"ucap Sandy menerima uluran tangan dari Alva dan Disha.


"Terimakasih Al, Dis,"ucap Anjani kemudian berpelukan dengan Disha.


"Saya akan senang sekali jika yang memegang HD Group nanti adalah anda dan bukan sepupu anda yang brengseek itu,"ucap Alva tanpa canggung.


'Sayang.!! Jaga bicaramu! Tidak pantas berkata seperti itu di sini,"ucap Disha pelan seraya memelototi Alva tapi tidak dihiraukan oleh Alva.

__ADS_1


"Aku hanya mengatakan isi hatiku, sayang,"kilah Alva.


"Tapi tidak begitu juga, sayang!"ucap Disha pelan tapi penuh dengan penekanan.


"Ada apa ini?"tanya Darmawan mendekati keempat orang itu.


"Oh, Tuan Darmawan. Saya hanya mengatakan jika saya akan merasa sangat bahagia jika yang.memegamg HD Group adalah Tuan Sandy,"Ucup Alva.


"Iya, saya memang berniat seperti itu Tuan Rendra,"ujar Darmawan dengan tersenyum manis.


"Saya senang sekali jika memang begitu niat anda Tuan Darmawan. Saya merasa kurang cocok bekerja sama dengan Hery. Jika saja perusahaan itu bukan milik anda, saya pasti sudah memutuskan kerja sama dengan HD Group sebegitu yang menjabat sebagai CEO nya adalah Hery,"ujar Alva.


Darmawan terkekeh mendengar penuturan Alva itu,"Anda merasa tidak cocok bekerja sama dengan Hery atau anda merasa cemburu dengan Hery?" tanya Darmawan menohok.


"Dua-duanya Tuan,"sahut Alva jujur membuat Disha tidak bisa berkata-kata. Sedangkan Anjani dan Sandy hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepala pelan.


"Anda jujur sekali Tuan Rendra. Teryata benar apa yang saya dengar selama ini, anda begitu mencintai istri anda. Anda beruntung sekali dicintai pria hebat seperti tuan Rendra, Nyonya Disha,"ucap Darmawan jujur dan Disha hanya tersenyum.


"Ada apa, Di? Sepertinya obrolan kalian seru sekali,"sahut Adiguna yang tiba-tiba muncul.


"Ini, Tuan Rendra komplain pada saya karena merasa tidak cocok dengan kinerja Hery,"jawab Darmawan.


"Aku juga sependapat dengan Alva. Perusahaan kamu sama sekali tidak mengalami kemajuan semenjak di pegang oleh Hery,"ucap Adiguna jujur.


"Aku juga berpikiran sama. Tapi apa kamu sudah siap jika harus mencari asisten yang baru?"tanya Darmawan


"Aku tidak masalah dengan itu. Walaupun sebenarnya aku berniat menyerahkan kepemimpinan perusahaan ku pada Sandy. Namun jika kamu berniat menarik Sandy ke perusahaan kamu, aku tidak masalah, karena itu adalah hak mu,"ujar Adiguna.


"Terimakasih atas pengertian mu, Di," ucap Darmawan seraya menepuk pundak Adiguna,"Secepatnya aku akan menggeser posisi Hery dan menjadikan Sandy sebagai pimpinan perusahaan ku,"ujar Darmawan.


...🌟"Pepatah mengatakan," Buah jatuh tidak jauh dari batang nya," tapi bagaimana jika buah itu dibawa kalong?...


...Yang pasti adalah, tunas tidak akan tumbuh jauh dari batang induk nya....


...Arti nya, sifat anak tidak akan jauh berbeda dengan orang tuanya."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2