Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
46. LDR ( Long Distance Relationship )


__ADS_3

"Ini..? Jadi selama ini??"tangan Disha tiba-tiba tremor, tubuhnya tiba-tiba lemas setelah membaca tulisan yang tertera di kotak kardus itu. Kotak kardus yang diyakini Disha sebagai bungkus susu yang selama ini dibuatkan Alva untuknya. Tanpa bisa dibendung lagi air matanya pun mengalir membasahi pipinya yang putih mulus.


"Jadi selama ini dia memaksaku meminum susu untuk program kehamilan? Dia benar-benar menginginkan buah hati dari ku sampai-sampai dia memberikan aku susu untuk program kehamilan tanpa aku ketahui,"


"Maafkan aku Al, aku bahkan meminum obat kontrasepsi agar kita tidak memiliki buah hati, tapi kamu malah melakukan yang sebaliknya. Aku tidak tahu bagaimana reaksi kamu jika tahu selama ini aku mengkonsumsi obat kontrasepsi,"gumam Disha dalam isak tangisnya.


Disha merasa sangat bersalah pada pria yang selama ini telah memberikannya cinta, kasih sayang dan perhatian yang tulus kepadanya.


Disha tidak menyangka jika Alva sampai memberinya susu untuk program kehamilan secara diam-diam. Selama ini Disha mengira susu yang diberikan Alva adalah susu yang biasa diminum oleh orang dewasa.


Disha menatap layar ponselnya yang menyala disertai suara notifikasi pesan. Disha pun segera membuka pesan yang ternyata di kirim oleh Alva.


"Sayang, apa kamu sudah makan? Makan yang teratur ya?! Jangan tidur terlalu malam! Mungkin aku akan jarang menghubungi kamu, aku akan fokus pada pekerjaan ku di sini agar aku bisa cepat pulang. I love you, and I will miss you very much,"


Itulah pesan yang dikirimkan Alva untuk Disha yang membuat Disha tersenyum sekaligus menitikkan air matanya.


***


Selama berada di luar negeri, Alva selalu menyempatkan diri untuk menelepon atau pun sekedar mengirimkan pesan untuk Disha walaupun hanya sekali dalam sehari.


Alva bekerja tanpa mengenal lelah dan hanya beristirahat sebentar. Bahkan Alva seringkali mengabaikan perutnya yang lapar.Jadwal makannya pun amburadul. Alva ingin segera menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera bertemu dengan Disha.


Setelah empat hari di luar negeri dengan menahan rasa rindu akhirnya sore itu Alva bisa menyelesaikan pekerjaannya dan segera berkemas untuk pulang. Ingin segera mengakhiri rindu karena LDR.


"Dertt..dertt..dertt..."


Alva segera mengambil handphone nya yang ada di atas ranjang kemudian segera menjawab panggilan masuk dari Ratih.


"Halo, ma!"ucap Alva.


"Al, kamu masih lama di sana?"tanya Ratih.


"Kenapa ma? Apa mama ingin aku belikan sesuatu?"sahut Alva yang malah balik bertanya.


"Ah, tidak. Mama hanya ingin kamu membawakan perhiasan yang mama pesan pada teman mama. Mama sudah tidak sabar ingin melihatnya secara langsung,"sahut Ratih.


"Kapan teman mama akan mengantarkan perhiasan itu?"tanya Alva.


"Katanya sekarang sudah di jalan, kamu menginap di hotel xx kan?"tanya Ratih.

__ADS_1


"Iya ma. Tapi kira-kira berapa lama dia tiba di hotel tempat aku menginap ma?"tanya Alva.


"Katanya sebentar lagi nyampe, Al. Memangnya kenapa Al?"sahut Ratih balik bertanya.


"Aku sudah memesan tiket dan pesawatnya akan berangkat satu jam lagi, ma,"sahut Alva.


"Tunggu sebentar ya?! Bentar lagi juga sampai tuh orang.Jadi kira-kira jam sepuluh malam kamu akan tiba di bandara xx, ya?"tanya Ratih.


"Iya ma,"sahut Alva.


"Nanti mama akan menyuruh supir kita untuk menjemput kamu di bandara,"ucap Ratih.


"Nggak usah dijemput, ma. Aku naik taksi saja,"sahut Alva.


"Jangan menolak! Pokoknya supir kita akan menjemput kamu di bandara. Sekarang kamu tunggu saja teman mama di lobby,"ucap Ratih tidak ingin dibantah.


"Iya ma, aku akan menunggunya di lobby hotel,"sahut Alva pasrah.


"Oke, mama tutup dulu teleponnya,"ucap Ratih.


Akhirnya Ratih pun memutuskan sambungan telepon dan Alva segera keluar dari kamar hotel itu setelah yakin tidak ada barang yang tertinggal. Alva berjalan menuju lift kemudian turun ke lantai dasar dan duduk di lobby hotel untuk menunggu seseorang yang akan mengantarkan perhiasan yang sudah dipesan oleh Ratih.


Tak lama kemudian orang yang di tunggu Alva pun datang dan memberikan perhiasan milik Ratih. Setelah menerima perhiasan itu, Alva pun segera pergi menuju bandara menggunakan taksi.


Beberapa jam kemudian Alva sudah tiba di negeri tempat dia dilahirkan. Supir keluarga mereka pun sudah menyambut kedatangan Alva. Setelah masuk ke dalam mobil, Alva pun segera menghubungi Riky


"Halo Tuan!"sahut Riky setelah mengangkat panggilan dari Alva.


"Rik, hari ini skedul Anjani apa?"tanya Alva.


"Sebentar Tuan, saya akan melihatnya dulu,"sahut Riky.


Riky segera memeriksa skedul Anjani melalui tabletnya, karena Riky sudah meminta pada agensi tempat Anjani bekerja agar selalu mengirimkan skedul Anjani.


"Hari ini Nona Anjani masih diluar kota Tuan. Dia ada peragaan busana malam ini.Kemungkinan besok jam tujuh pagi sudah pulang Tuan, karena jam sepuluh pagi Nona Anjani ada pemotretan ,"jelas Riky setelah memeriksa tabletnya.


"Oke, terimakasih,"ucap Alva langsung mematikan sambungan telepon.


"𝐒𝐲𝐮𝐤𝐮𝐫𝐥𝐚𝐡... 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐣𝐚𝐧𝐢, 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐮𝐫 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠,"batin Alva.

__ADS_1


Karena lelah yang mendera tubuhnya, Alva pun tertidur didalam perjalanan pulang. Setelah sampai di rumah, dengan ragu-ragu supir pribadi itu akhirnya membangunkan Alva.


"Tuan.. Tuan Muda.. kita sudah sampai di rumah,"ucap sang supir menepuk-nepuk pelan lengan Alva.


"Oh iya, Pak,"sahut Alva kemudian segera keluar dari mobilnya.


"Al, kamu sudah sampai?! Mama siapkan makanan ya?"tanya Ratih.


"Nggak usah ma, terimakasih. Aku lagi nggak selera makan. Aku ingin istirahat saja. Oh iya, ini perhiasan mama,"sahut Alva kemudian menyerahkan paper bag yang berisi kotak perhiasan.


"Terimakasih, Al. Ya sudah, bersihkan diri mu setelah itu istirahat,"ujar Ratih.


"Iya, ma,"sahut Alva.


Alva berjalan menuju kamarnya dengan langkah gontai. Setelah membersihkan diri, Alva langsung tidur tanpa memikirkan perutnya yang kosong.


Pagi hari saat terbangun tiba-tiba Alva merasa perutnya terasa sangat mual seperti diaduk-aduk. Dengan cepat Alva berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya yang sejatinya kosong. Hanya cairan berwarna kuning yang Alva muntah kan. Setelah membersihkan diri Alva segera pergi ke dapur.


"Al, kamu kenapa? Wajah kamu pucat sekali?"tanya Ratih.


"Nggak apa-apa, ma. Cuma kayaknya masuk angin,"sahut Alva.


"Nggak apa-apa bagaimana? Wajah kamu pucat banget loh!!"ujar Ratih.


"Nyonya, ini cumi asam manis pesanan Nyonya sudah jadi,"ucap seorang Art meletakkan masakan yang masih mengepulkan asapnya itu di atas meja membuat perut Alva kembali mual.


Secepat kilat Alva berlari kearah wastafel dan kembali muntah-muntah.


"Al, kamu kenapa?"tanya Ratih sambil mengikuti putranya dan mengelus-elus punggung Alva berharap putranya merasa lebih baik.


"Ma, singkirkan masakan cumi itu ma! Perutku mual sekali mencium aroma masakan itu,"ucap Alva dengan tubuh yang terasa lemas.


"Kamu ini kenapa sich, Al? Seperti bapak- bapak yang terkena couvade syndrome saja?"cetus Ratih.


"𝐂𝐨𝐮𝐯𝐚𝐝𝐞 𝐬𝐲𝐧𝐝𝐫𝐨𝐦𝐞? 𝐀𝐫𝐭𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐚𝐩𝐚𝐤-𝐛𝐚𝐩𝐚𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐧𝐠𝐢𝐝𝐚𝐦 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐝𝐮𝐧𝐠. 𝐀𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐃𝐢𝐬𝐡𝐚 𝐬𝐞𝐝𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠?"batin Alva.


...🌟"Jarak dan waktu bisa memisahkan aku dari mu, tapi tidak akan pernah bisa mengubah rasa cinta ku kepadamu."🌟...


..."Nana 17 Oktober "...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2