Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
78. Gara-gara Foto Editan


__ADS_3

"Apa kamu pernah berciuman dengan pria brengseek itu?"tanya Alva menatap tajam pada Disha.


"Tidak, Al. Kamu adalah pria pertama yang mencium ku. Selama aku berpacaran dengan dia kami hanya sebatas berpegangan tangan. Bahkan aku tidak pernah mengizinkan dia untuk memeluk ku,"jawab Disha jujur.


Alva kemudian menatap Kaivan yang nampak sudah tertidur karena kekenyangan.


"Berikan Kaivan padaku!"ucap Alva kemudian mengambil Kaivan dari pangkuan Disha tanpa menanggapi ucapan Disha. Dan tingkah Alva itu membuat Disha benar-benar merasa bingung.


Alva kemudian menggendong Kaivan keluar dari kamar dan menidurkan Kaivan di dalam kamar Kaivan dengan Bik Inah yang menjaganya.


"𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐜𝐮𝐦𝐚 𝐝𝐢𝐚𝐦 𝐬𝐚𝐣𝐚? 𝐀𝐩𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐝𝐚𝐤𝐮? 𝐀𝐩𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐫𝐜𝐚𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐭𝐚-𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐤𝐮? 𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐢𝐧𝐢?"batin Disha merasa gelisah seraya membenahi bajunya setelah menyusui Kaivan.


Tak lama kemudian Alva sudah kembali dari kamar Kaivan dan Disha langsung menghampiri Alva saat Alva sudah masuk ke kamar mereka.


"Al, apa kamu marah padaku? Apa kamu tidak percaya dengan kata-kata ku?"tanya Disha dengan hati yang was-was.


"Apa kamu punya bukti agar aku bisa percaya dengan kata-kata dan pengakuan kamu barusan?"tanya Alva menatap tajam pada Disha.


"Aku... bagaimana caranya aku bisa membuktikannya, Al? Aku sudah memberikan mahkota ku yang sudah aku jaga bertahun-tahun hanya kepada mu, Al? Apa itu belum cukup?"tanya Disha menatap mata Alva.


"Memberikan? Apa kamu lupa bahwa dulu kamu selalu menolak memberikannya padaku? Bahkan aku harus memaksamu agar kamu memberikannya padaku. Kamu tidak berniat memberikannya kepada ku,"ucap Alva mulai maju dan mengikis jarak diantara mereka yang membuat Disha reflek mundur.


"Al.. waktu itu aku hanya belum siap saja. Kamu juga tahu kan, kita menikah tanpa mengenal satu sama lain, apalagi saling mencintai. Aku juga tidak tahu bagaimana sifat mu, dan juga latar belakang mu serta keluarga mu. Aku takut kamu akan meninggalkan aku jika kamu sudah bosan padaku,"jelas Disha.

__ADS_1


"Waktu itu aku bahkan sudah mengurus pernikahan kita agar sah dimata hukum dan agama. Apa itu tidak bisa menunjukkan keseriusan ku padamu?"tanya Alva terus mendekati Disha yang melangkah mundur dengan tatapan mengintimidasi.


"Al, itu semua sudah berlalu. Kenyataannya sekarang kita sudah saling mencintai bahkan ada Kaivan diantara kita,"ucap Disha yang sekarang punggungnya sudah menempel di dinding.


"Dulu kamu bahkan mengkonsumsi obat pencegah kehamilan agar tidak memiliki keturunan dariku. Kaivan ada karena aku menukar obat pencegah kehamilan yang kamu konsumsi dengan obat penyubur kandungan. Kaivan ada bukan karena keinginan mu, tapi karena keinginan ku,"ucap Alva seraya meletakkan tangan kanan dan kirinya mengunci pergerakan Disha menatap tajam pada Disha.


"Itu karena kamu tidak mengakui aku sebagai istrimu di depan umum. Bahkan kamu menikah lagi tanpa izin dari ku. Aku seperti kamu jadikan istri simpanan Al, jadi wajar jika aku meragukan cintamu dan berpikir ulang untuk mengandung anak mu. Karena itu aku tidak ingin memiliki anak darimu,"kilah Disha membela diri.


"Tapi kamu juga tahu kalau selama aku menikah dengan Anjani aku selalu bersamamu bahkan aku tidak pernah meminta hak ku sebagai seorang suami kepada Anjani. Itu semua karena aku mencintaimu, Dis! Aku tidak berhassraat untuk berhubungan intim dengan perempuan lain selain kamu,"ucap Alva dengan penuh penekanan.


"Mana aku tahu kamu sudah pernah tidur dengan Anjani atau tidak,"ucap Disha dengan bibir cemberut.


"Aku bersumpah bahwa aku tidak pernah tidur dengan wanita lain selain kamu. Bahkan kamu adalah yang pertama bagiku. Kamu wanita pertama yang aku cintai, kamu wanita pertama yang aku sentuh dan kamu juga wanita pertama yang melahirkan darah daging ku,"ucap Alva dengan wajah serius.


"Bagaimana aku tahu kamu bohong atau tidak jika kamu tidak memiliki bukti?"tanya Disha balik.


"Kalau kamu tidak bisa membuktikannya, maka begitu pula dengan aku! Mana bisa aku membuktikan jika kamu adalah lelaki pertama yang mencium dan memelukku?! Kamu marah karena mencurigai aku pernah berciuman dengan pria lain selain kamu! Cemburu mu itu keterlaluan, Al!"ucap Disha.


"Ya, kamu benar. Mungkin cemburu ku keterlaluan, cinta ku berlebihan. Aku over protective dan juga posesif. Maaf jika itu semua membuat mu tidak nyaman,"ucap Alva dengan raut wajah kecewa kemudian membalikkan tubuhnya dan berniat berjalan menjauhi Disha.


"Al.!!"panggil Disha yang merasa salah bicara, namun Alva terus berjalan berniat keluar dari kamar itu.


"Al..!!"panggil Disha lagi seraya berlari dan langsung memeluk Alva dari belakang hingga membuat Alva menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Al, jangan marah! Aku minta maaf, jika kata-kata ku telah menyinggung perasaan kamu!"ucap Disha sembari menyandarkan kepalanya di punggung Alva tanpa melepaskan pelukannya di perut Alva.


"Kamu tidak salah, aku yang salah. Aku terlalu mencintaimu hingga aku begitu posesif dan mengekang mu, dan maaf jika itu malah membuat mu merasa tidak nyaman bersamaku. Aku terlalu takut untuk kehilangan mu. Dan aku mudah cemburu hanya karena hal-hal yang sepele. Aku cemburu hanya karena melihat, foto kamu yang sedang berciuman dengan si brengseek itu,"ucap Alva tanpa membalikkan tubuhnya.


Disha melepaskan pelukannya kemudian membalikkan tubuh Alva agar menghadapnya,"Ka.. kamu sudah melihat postingan Hery di media sosial?"tanya Disha gugup seraya menatap mata Alva yang tajam itu.


"Iya,"jawab Alva singkat.


"Itu tidak benar, Al. Itu hanya foto editan. Aku sama sekali tidak pernah berciuman dengan Hery. Aku bersumpah, demi Tuhan aku tidak pernah sekalipun berciuman dengan Hery, bahkan memeluk dia pun aku tidak pernah, Al!"ucap Disha mencoba meyakinkan Alva namun Alva hanya diam dan tidak mengalihkan tatapannya pada Disha mencoba mencari kebenaran dari manik mata istrinya.


"Al, percayalah padaku!"ucap Disha sambil menggoyangkan kedua lengan Alva sambil mendongakkan kepalanya menatap Alva yang lebih tinggi dan besar darinya. Namun Alva tetap berdiri mematung tanpa sepatah kata pun yang keluar dari belah bibirnya.


Karena merasa bingung dengan sikap Alva dan tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya Disha berjinjit meraih tengkuk Alva kemudian dengan agresif mencium bibir Alva. Mulanya Alva hanya diam menerima ciuman dari Disha. Namun karena tangan Disha mulai nakal meraba-raba dada dan perutnya, akhirnya Alva tidak bisa menahan diri untuk tidak membalas ciuman Disha.


Akhirnya sepasang suami-isteri itu pun saling membalas ciuman satu sama lain. Lidah mereka saling membelit dan saling bertukar saleva. Alva yang memang sudah lama menahan diri karena Disha yang belum bisa melayani kebutuhan biologisnya pun tidak bisa mengendalikan dirinya saat Disha sudah memulai lebih dulu untuk menciumnya.


Alva memeluk erat tubuh Disha dan memegang tengkuk Disha untuk memperdalam ciuman mereka hingga Disha memukul-mukul dada Alva agar Alva melepaskan ciumannya saat Disha sudah mulai kesulitan untuk bernafas. Namun Alva malah beralih menciumi leher Disha dan kembali melukis di sana.


"Al, aku belum bisa melayani mu,"ucap Disha mendorong pelan dada Alva agar menjauh darinya.


"Aku sudah tidak tahan lagi, sayang!"


...🌟"Cemburu adalah bumbunya cinta, tanpa cemburu cinta tidak akan terasa, seperti sayur tanpa garam."🌟...

__ADS_1


..."Nana 17 Oktober '...


To be continued


__ADS_2