Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
138. Tato Kupu-kupu


__ADS_3

Di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi, nampak seorang perempuan tua kurus dan nampak pucat sedang berdiri menatap gedung itu. Untuk beberapa saat, perempuan tua itu diam mematung kemudian berjalan menghampiri seorang security yang berjaga di depan gedung itu.


"Permisi, Pak. Bolehkah saya bertanya?" tanya wanita itu sopan.


"Iya, ada apa ya, Bu?"tanya seorang security yang usianya kira-kira hampir sama dengan wanita itu sedangkan yang satunya lagi terlihat masih muda, berusia sekitar tiga puluh tahun.


"Bisakah saya bertemu dengan pemilik perusahaan ini?"tanya perempuan itu.


"Maaf, ada keperluan apa ibu ingin menemui pemilik perusahaan ini?"tanya security yang usianya lebih muda itu sopan.


"Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada beliau,"jawab wanita tua itu.


"Maaf, Bu. Jika ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini, anda harus membuat janji terlebih dahulu,"sahut sang security tua.


"Tapi Pak, apa yang ingin saya sampaikan ini sangat penting dan saya harus menyampaikan hal ini secepatnya. Karena saya tidak tahu tinggal berapa lama lagi usia saya. Saya divonis mengidap kanker stadium akhir, saya bisa meninggal sewaktu-waktu,"


"Saya tidak ingin meninggal dengan membawa sebuah rahasia. Tolong saya, Pak! Saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini. Saya mohon!"ucap wanita itu memohon dengan tubuh kurus dan wajah pucat nya.


"Rahasia? Rahasia apa maksud ibu?" tanya security yang tua.


"Saya tidak bisa mengatakan nya selain kepada pemilik perusahaan ini. Jadi tolong saya, Pak! Saya ingin menemuinya. Saya tidak ingin mati gentayangan karena merasa bersalah telah membawa sebuah rahasia ke dalam liang kubur,"ucap wanita tua itu mulai menitikkan air mata.


"Tapi tidak sembarang orang bisa menemui pemilik perusahaan ini, Bu!" tukas security yang lebih muda.


"Tolong saya, Pak! Saya benar-benar ingin menemuinya. Waktu saya sudah tidak banyak lagi,"ucap wanita itu.


"Eh..eh...ibu kenapa?"tanya security yang lebih tua itu sambil memegang tubuh wanita itu yang tiba-tiba terhuyung dan hampir saja jatuh jika security itu tidak segera memegang tubuh wanita tua itu.


Kedua security itu pun membawa wanita tua itu ke dalam pos penjagaan dan mencoba membuat wanita tua yang pingsan itu kembali sadar dengan mendekatkan minyak angin di depan hidung wanita tua itu.


Setelah beberapa saat, akhirnya wanita tua itu pun sadar,"Minum dulu, Bu!"ucap salah satu security yang menolong wanita tua itu. Wanita tua itu pun menerima air yang disodorkan oleh security itu dan meminumnya.


"Pak, tolong saya! Saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini. Saya rasa umur saya sudah tidak lama lagi,"ucap wanita itu dengan wajah sedih namun penuh pengharapan agar kedua security itu mau membantunya.


"Pemilik perusahaan ini jarang kesini, Bu. Yang tiap hari kesini adalah putranya," sahut security yang lebih tua.

__ADS_1


"Tidak, saya tidak ingin bertemu dengan putranya. Tolong jangan ceritakan kedatangan saya pada siapapun! Saya...saya hanya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini saja,"ucap wanita itu, terlihat ada ketakutan di matanya.


"𝘼𝙙𝙖 𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙞𝙣𝙞? 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙩𝙖𝙢𝙥𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞?"batin security yang lebih tua. Sedangkan security yang lebih muda nampak mengerutkan dahinya dan nampak berpikir sama dengan security yang lebih tua.


"Tapi hari ini pemilik perusahaan ini tidak datang, Bu,"sahut security yang lebih muda.


"Apa boleh saya tahu dimana alamat rumah pemilik perusahaan ini. Saya mohon, bantu saya!"ucap wanita itu seraya menangkup kan kedua tangannya di depan dadanya.


"𝙎𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙣𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞.𝙎𝙚𝙗𝙖𝙞𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙥𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞,"batin security yang lebih tua lalu mengambil kertas dan pena kemudian menuliskan sebuah alamat lalu memberikan pada wanita tua itu.


"Ini alamat pemilik perusahaan ini. Semoga saja beliau ada di rumah,"ucap security yang lebih tua.


"Terimakasih Pak, terimakasih atas bantuannya. Semoga tuhan melancarkan segala urusan bapak,"ucap perempuan tua itu dengan air mata yang mengalir.


"Sama-sama, Bu!"sahut sang security.


Wanita tua yang terlihat kurus dan pucat itu pun segera bergegas menuju alamat yang diberikan security.


"Kenapa bapak memberi alamat pada wanita itu?"tanya security yang masih muda.


"Iya..ya.. Pak. Tapi kira-kira apa ya, yang ingin disampaikan wanita tadi? Apa mungkin Tuan Muda bikin ulah lagi, menghamili anak orang lagi?"ujar security yang masih muda.


"Huss! Jangan sembarang kalau ngomong! Dosa kalau berprasangka buruk pada orang lain!"tukas security yang lebih tua.


"Ya habisnya Tuan Muda itu beda banget sama Tuan besar.Tuan besar orangnya baik, tidak sombong dan tidak neko-neko. Tapi anaknya sombong, songong, dan brengseek, suka main perempuan,"ujar security yang lebih muda.


"Huss! Jaga bicaramu! Kalau ada yang denger dan lapor pada Tuan Muda, kamu bisa di pecat,"ucap security yang lebih tua.


"Di sini kan cuma ada bapak. Nggak mungkin kan bapak mau ngaduin saya?"


"Iya, saya nggak bakalan ngaduin kamu. Tapi takutnya mulut kamu itu kebiasaan, ntar keceplosan kalau ngomong sama orang lain,"nasehat security yang lebih tua.


"Iya, Pak,"sahut security yang masih muda sambil nyengir.


***

__ADS_1


Sementara itu wanita tua yang tidak lain adalah ibu Sandy, sudah tiba di depan sebuah rumah yang besar dan mewah. Wanita itu kemudian menghampiri security yang sedang berjaga di gerbang rumah itu.


"Maaf, Pak. Apa pemilik rumah ini ada di rumah?"tanya ibu Sandy.


"Ibu siapa dan ada keperluan apa?"tanya security itu tanpa menjawab pertanyaan ibu Sandy.


"Saya ingin bertemu dengan pemilik rumah ini. Saya ada keperluan yang sangat penting,"ucap ibu Sandy.


"Maaf, ada keperluan penting apa? Saya tidak bisa sembarangan mengijinkan orang yang tidak dikenal masuk ke dalam rumah ini,"sahut security itu.


"Tolong sampaikan pada majikan anda kalau saya ingin menyampaikan sesuatu tentang adiknya yang mempunyai tato kupu-kupu di lengan kirinya,"ucap ibu Sandy.


"Baiklah, ibu tunggu di sini sebentar. Saya akan bertanya pada majikan saya, beliau mau menemui anda atau tidak,"ucap security itu.


"Terimakasih, Pak,"ucap ibu Sandy.


Security itu pun bergegas menuju rumah yang dijaganya itu dan memberi tahu pada seorang Art jika ada hal yang penting yang ingin dia sampaikan pada majikan mereka. Tak lama kemudian seorang pria paruh baya keluar dari ruangan kerjanya dan menemui security itu.


"Ada apa? Hal penting apa yang ingin kamu sampaikan?"tanya pria paruh baya yang tidak lain adalah Darmawan.


"Ada seorang wanita tua yang ingin bertemu dengan anda. Wanita itu mengatakan jika dia ingin menyampaikan sesuatu tentang adik anda yang mempunyai tato kupu-kupu di lengan kirinya,"sahut security itu.


"Apa? Siapa wanita itu? Kenapa dia tahu tentang adik saya?"tanya Darmawan yang nampak sangat terkejut. Pasalnya adiknya itu sudah meninggal dua puluh lima tahun yang lalu.


"Saya tidak tahu, Tuan,"jawab security itu.


"Ijinkan wanita itu masuk! Saya akan menemuinya,"titah Darmawan.


"Baik, Tuan,"ucap security itu kemudian bergegas kembali ke pos penjagaan nya.


...🌟"Serapat apapun sebuah rahasia disimpan, suatu saat pasti akan terbongkar juga."🌟...


..."Nana 17 Oktober "...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2