
"Dan wanita cantik ini? Apa dia istri anda?"tanya pria itu.
"Bukan! Ini adalah putrinya dari sahabat mama saya. Dia dari luar negeri dan baru beberapa hari disini. Dan kebetulan ingin mencoba menu makanan di sini,"jelas Alva.
"𝐀𝐤𝐮 𝐲𝐚𝐤𝐢𝐧, 𝐚𝐤𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢𝐦𝐮, 𝐤𝐚𝐤!" batin Trisha.
"Oh, saya kira istri anda,"ucap pria itu, sedangkan sekretarisnya masih saja menatap Alva.
"𝐈𝐬𝐡...𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐬𝐢𝐡 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐭𝐚𝐩 𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬?!"batin Trisha tidak suka.
"Ya sudah, ayo kita pesan makanan!"ucap pria itu dan semuanya pun mulai membaca menu makanan.
Trisha bertanya tentang menu makanan yang ada di buku menu, tapi Alva memberi isyarat pada Riky untuk menjawab pertanyaan dari Trisha. Trisha masih terus mencoba bertanya pada Alva tapi lagi-lagi Riky yang menjawabnya hingga membuat Trisha kesal.
Setelah selesai memesan makanan, mereka mengobrol soal bisnis dan menghentikan obrolan mereka saat makanan sudah dihidangkan. Setelah mereka selesai makan, mereka pun kembali membahas tentang kerjasama mereka hingga akhirnya mereka pun selesai dan pulang.
"Kak, terimakasih ya, atas makanannya sudah dibayarin. Lain kali aku akan mentraktir kakak makan sebagai balasannya,"ucap Trisha.
"Tidak perlu. Itu taksi yang sudah saya pesankan untuk kamu sudah datang,"ucap Alva menunjuk taksi yang sudah dipesannya secara online untuk mengantar Trisha pulang.
"Kak..."ucapan Trisha dipotong oleh Alva.
"Selamat siang,"potong Alva kemudian segera bergegas menuju mobil yang mereka tumpangi tadi diikuti oleh Riky.
"𝐇𝐮𝐟𝐭..𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐬𝐮𝐥𝐢𝐭 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐝𝐢𝐝𝐞𝐤𝐚𝐭𝐢. 𝐓𝐚𝐩𝐢 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐥𝐮𝐦𝐚𝐲𝐚𝐧, 𝐰𝐚𝐥𝐚𝐮𝐩𝐮𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐝𝐮𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐣𝐚𝐦 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚𝐧𝐲𝐚,"batin Trisha kemudian berjalan menuju taksi yang sudah dipesankan oleh Alva.
Sementara itu Riky dan Alva langsung masuk ke dalam mobil mereka. Sekilas, Riky melirik Alva yang duduk di sampingnya.
"Tuan, gadis itu nampaknya menyukai anda,"ujar Riky saat sudah melajukan mobilnya.
"Aku tahu. Tapi aku tidak menyukainya. Hanya ada satu nama di hatiku yang tidak akan pernah aku gantikan dengan nama yang lain,"sahut Alva.
"Apa gadis itu tahu kalau anda sudah punya anak dan istri?"tanya Riky.
"Aku tidak tahu. Tapi seharusnya mama sudah memberitahu padanya jika aku sudah punya anak dan istri,"jawab Alva.
"Kenapa kebanyakan orang jaman sekarang lebih tertarik pada pasangan orang lain dari pada pasangannya sendiri? Dan yang singgel pun lebih suka pada orang yang sudah punya pasangan,"gumam Riky yang masih bisa di dengar Alva.
"Jangan mikirin orang lain! Pikirkan saja nasibmu sendiri yang sampai kini masih jadi jomblo sejati. Bahkan sampai sekarang pun kamu belum punya pacar,"cibir Alva.
__ADS_1
"Saya tidak sempat mencari pacar karena anda selalu memberikan banyak tugas kepada saya,"protes Riky.
"Itu hanya alasanmu saja,"ucap Alva.
"Saya tidak ingin pacaran, Tuan. Saya akan langsung melamar, biar positif jadi apa enggaknya menikah. Pacaran itu merugikan Tuan. Kalau putus patah hati, apalagi sudah pacaran bertahun tahun tapi endingnya cuma jagain jodohnya orang. Kan nyesek, Tuan,"ujar Riky.
"Halahh...sok sok an kamu! Bilang saja kamu nggak bisa nyari pacar!"cibir Alva lagi.
"Tuan jangan meremehkan saya. Jika besok saya bisa melamar seorang gadis dan gadis itu mau menerima saya, terus langsung menetapkan hari pernikahan saya, Tuan mau ngasih saya apa?"tantang Riky.
"Jika besok kamu bisa melamar seorang gadis dan diterima lalu langsung menetapkan tanggal pernikahan, maka aku akan memberikan bonus satu bulan gaji, satu unit mobil baru, dan satu unit rumah minimalis modern lengkap dengan furniturnya. Pokoknya kamu tinggal bawa badan dan baju saja untuk masuk ke rumah itu,"balas Alva.
"Oke, Tuan jangan ingkar janji, ya? Kalau saya benar-benar bisa melakukan tantangan Tuan, Tuan harus memberikan semua itu pada saya,"sahut Riky antusias.
"Oke, siapa takut?! Laki-laki yang dipegang adalah janjinya , jadi aku tidak akan ingkar janji,"ucap Alva.
"Oke, saya pegang janji anda,"ucap Riky penuh keyakinan.
"Oke, kita lihat saja besok,"ucap Alva tersenyum meremehkan.
"Jika sampai jam 12 malam besok saya belum bisa melamar gadis, saya berjanji tidak akan meledek Tuan lagi,"balas Riky.
"Oke aku tunggu kabar baiknya,"ucap Alva.
***
Keesokan harinya.
"Pak, saya bisa minta tolong?"tanya Riky pada cleaning servis yang baru saja mengantarkan minuman ke ruangannya.
"Apa yang bisa saya lakukan untuk Pak Riky?"tanya pria yang mungkin berumur sekitar 37 tahun itu.
"Saya minta tolong bapak untuk memanggilkan Yessie agar menemui saya di ruangan saya,"ucap Riky sopan walaupun yang diajaknya bicara adalah seorang cleaning servis.
"Bu Yessie yang ada di divisi keuangan itu ya, Pak? Sahabatnya Bu Disha?"tanya pria yang bekerja sebagai cleaning servis itu.
"Iya, Pak. Tolong suruh ke ruangan saya ya?!"pinta Riky.
"Baik, Pak,"ucap pria itu kemudian bergegas berjalan menuju divisi keuangan untuk menemui Yessie dan mengatakan apa yang diperintahkan oleh Riky.
__ADS_1
"Nyonya Disha bilang kalau Yessie naksir sama aku. Aku harap dia mau menjadi istriku,"gumam Riky setelah cleaning servis yang di mintai tolong tadi sudah keluar dari ruangan itu.
Di divisi keuangan.
Cleaning servis yang disuruh oleh Riky telah tiba di divisi keuangan kemudian cleaning servis itu mengetuk pintu divisi keuangan itu.
"Ada apa, Pak?"tanya Icha yang merupakan kepala divisi keuangan.
"Maaf, saya disuruh oleh Pak Riky untuk menyampaikan agar Bu Yessie keruangan Pak Riky,"ucap cleaning servis itu.
"Oh iya, Pak. Akan saya sampaikan,"sahut Icha.
"Terimakasih kasih, Bu! Kalau begitu saya permisi,"ucap cleaning servis itu.
"Ya Pak, sama-sama,"ucap Icha.
"𝐀𝐝𝐚 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚, 𝐏𝐚𝐤 𝐑𝐢𝐤𝐲 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐘𝐞𝐬𝐬𝐢𝐞 𝐤𝐞𝐫𝐮𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚?"batin Icha seraya berjalan menghampiri Yessie.
"Yes, kamu disuruh ke ruangan Pak Riky," ucap Icha memberitahu Yessie.
"Aku di suruh keruangan Pak Riky? Ada apa ya, Cha? Apa aku melakukan kesalahan sampai disuruh ke ruangan asisten CEO?"tanya Yessie pada Icha dengan rasa khawatir.
"Aku juga tidak tahu. Ke sana saja biar tahu apa yang membuat Pak Riky memanggil mu. Cepet gih ke sana!"titah Icha yang juga jadi khawatir.
"Iya,"sahut Yessie kemudian segera beranjak dari tempat duduknya dan bergegas menuju ke ruangan Riky.
Yessie mengetuk pintu ruangan Riky, setelah dipersilahkan untuk masuk, Yessie pun membuka pintu itu dan memasuki ruangan itu. Dengan jantung yang berdebar-debar, Yessie berjalan kearah Riky. Bukan karena khawatir melakukan kesalahan saja, tapi juga karena di dalam ruangan itu hanya ada Riky dan dia.
"Silahkan duduk!"ucap Riky menatap Yessie dan Yessie langsung menunduk lalu segera duduk di tempat yang di isyaratkan oleh Riky.
"Maaf Pak, apa saya melakukan kesalahan?"tanya Yessie memberanikan diri.
"To the point saja, apa jika saya melamar kamu, kamu akan menerima lamaran saya?"tanya Riky.
"Hah.?!!"
"Di terima tidak?"
...🌟"Jangan bilang rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput sendiri, karena rumput sendiri pun akan hijau jika di pupuk dan disirami."🌟...
__ADS_1
..."Nana 17 Oktober "...
To be continued