Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
140. Anak Angkat


__ADS_3

Darmawan mengantarkan ibu Sandy pulang dengan mengendarai mobil. Dalam perjalanan mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing. Darmawan penasaran apa benar Hery bukan putranya dan benar-benar ditukar dengan putra kandungnya. Dan bagaimana kira-kira wajah pria yang dikatakan oleh wanita tua itu, yang kemungkinan adalah putra kandungnya.


Sedangkan ibu Sandy berusaha menyiapkan diri untuk menghadapi apa yang akan terjadi jika Sandy memang benar putra dari Darmawan. Dia harus menyiapkan mentalnya dan menerima dengan ikhlas jika Sandy membencinya.


Mobil Darmawan berhenti di depan sebuah rumah sederhana namun nampak asri, bersih dan tertata rapi. Mereka pun turun dari mobil dan ibu Sandy mempersilahkan Darmawan untuk masuk dan duduk di dalam rumah nya serta membuatkan minuman untuk Darmawan.


Beberapa menit kemudian seorang pria masuk ke pekarangan rumah itu dengan mengendarai motor dan nampak heran melihat mobil yang terparkir di depan rumah nya. Sandy memarkirkan motornya di teras rumah kemudian melepaskan helm nya dan masuk mencium tangan ibunya yang berdiri di depan pintu menyambut kepulangan nya seperti biasanya.


"Bu, di depan itu mobil siapa?"tanya Sandy.


"Ayo masuk dulu! Ada yang ingin ibu bicarakan,"ucap ibu Sandy seraya menarik lengan putranya agar segera masuk.


"Anda? Anda Tuan Darmawan bukan?"tanya Sandy yang nampak terkejut saat masuk kedalam rumah mendapati Darmawan yang sedang duduk di ruang tamu rumahnya.


"Kamu mengenal saya?"tanya Darmawan menatap wajah pria yang baru saja masuk ke dalam rumah itu.


"𝙒𝙖𝙟𝙖𝙝 𝙥𝙚𝙢𝙪𝙙𝙖 𝙞𝙣𝙞? 𝘿𝙞𝙖 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙥 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙡𝙢𝙖𝙧𝙝𝙪𝙢 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙠𝙪. 𝘼𝙥𝙖 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙖 𝙥𝙪𝙩𝙧𝙖𝙠𝙪?"batin Darmawan saat mengamati wajah Sandy, tiba-tiba saja jantung nya berdegup kencang.


"𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙏𝙪𝙖𝙣 𝘿𝙖𝙧𝙢𝙖𝙬𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝𝙠𝙪?.𝘼𝙥𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙙𝙖 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙉𝙤𝙣𝙖 𝘼𝙣𝙟𝙖𝙣𝙞? 𝘼𝙥𝙖 𝙏𝙪𝙖𝙣 𝘿𝙖𝙧𝙢𝙖𝙬𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙩𝙪𝙟𝙪 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙘𝙪𝙘𝙪𝙣𝙮𝙖?' batin Sandy.


"Nak, ayo duduk dulu!"ajak ibu Sandy seraya menepuk lengan Sandy pelan membuat Sandy tersadar dari lamunannya.


"Ah iya, Bu,"sahut Sandy tergagap kemudian ikut duduk di samping ibunya.


"Tuan Darmawan bertanya apa kamu mengenal dia?"tanya ibu Sandy sedangkan Darmawan masih menatap wajah Sandy dengan seksama.


"Saya tahu anda adalah ayah dari Tuan Hery,"ucap Sandy dengan wajah yang teduh dan tenang.


"Dari mana kamu tahu?"tanya Darmawan masih menatap wajah Sandy dengan intens.

__ADS_1


"Saya adalah asisten Tuan Adiguna,"sahut Sandy.


"Apa? Kamu asisten Adiguna? Tapi aku tidak pernah melihat mu,"ujar Darmawan.


"Saya lebih banyak bertugas di kantor. Sedangkan yang menemani tuan Adiguna kemana-kemana adalah sekretarisnya," sahut Sandy.


"Oh, pantas,"ucap Darmawan namun sesaat kemudian teringat sesuatu,"Jadi kamu yang akan menikahi Anjani?"tanya Darmawan.


"Iya, Tuan. Ngomong-ngomong, ada kepentingan apa gerangan hingga Tuan bertandang ke gubuk kami ini?" tanya Sandy sopan.Namun Darmawan tidak menjawab, dan malah menatap ke arah ibu Sandy.


"Biar ibu yang menjelaskan nya,"ucap ibu Sandy sambil menghela nafas beberapa kali membuat Sandy semakin penasaran ada apa gerangan Darmawan sampai bertandang ke rumah mereka yang sederhana itu.


"Ibu ingin memberitahu sebuah rahasia yang selama ini ibu simpan, yang bahkan sampai ayahmu meninggal pun, dia tidak tahu tentang rahasia ini,"ucap ibu Sandy.


"Rahasia apa, Bu?"tanya Sandy nampak sangat penasaran.


"Rahasia tentang siapa kamu yang sebenarnya,"jawab ibu Sandy.


"Kamu sebenarnya bukan putra kandung ibu dan ayah, kamu hanya putra angkat kami, ibu hanyalah ibu susu mu. Maafkan ibu karena selama ini ibu hal ini menyembunyikan hal ini padamu,"ucap ibu Sandy menundukkan kepalanya dengan air mata yang berlinang.


"DUARR"


Rasanya Sandy bagai disambar petir di siang bolong mendengar pengakuan ibunya itu. Sandy rasanya tidak percaya jika orang tua yang telah merawat dan membesarkannya bahkan memberikan kasih sayang yang begitu besar kepadanya itu adalah orang tua angkatnya.


Orang tua yang bekerja keras membanting tulang untuk memberikan apapun yang dia inginkan, bahkan sebelum dia memintanya. Orang tua yang selalu berusaha membuatnya bahagia dengan limpahan perhatian dan kasih sayang hingga dia selalu merasa bahagia walaupun hidup dalam kesederhanaan.


Sama sekali tidak ada celah untuk nya mengeluh kepada kedua orang tuanya itu.


"Ibu pasti berbohong kan? Tidak mungkin aku hanya anak angkat ibu dan ayah! Tidak mungkin aku bukan anak kandung kalian! Itu tidak mungkin, Bu!"ucap Sandy menggeleng kan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Maafkan ibu! Ibu dan ayah sangat menyayangi mu. Walaupun kamu bukan anak kandung kami, tapi kamu adalah semangat hidup kami. Kamu adalah sumber kebahagiaan kami, kamu segala nya bagi kami,"


"Karena itu ibu menjadi egois dan menyimpan rahasia ini bertahun-tahun agar kamu tetap disisi kami, terutama ibu. Tapi sekarang usia ibu sudah tidak lama lagi, ibu tidak mau lagi menyembunyikan semua ini dari mu,"ujar ibu Sandy.


"Ibu..."ucap Sandy seraya menggenggam tangan keriput wanita yang telah merawat, membesarkan dan mencurahi nya dengan kasih sayang itu.


"Ijinkan ibu menceritakan rahasia ini padamu,"ucap ibu Sandy kemudian mulai bercerita kepada Sandy tentang asal usul Sandy. Ibu Sandy mengulangi cerita nya tadi siang, cerita yang sama yang telah dia ceritakan kepada Darmawan.


"Maksud ibu, ada kemungkinan aku ini anak Tuan Darmawan?"tanya Sandy setelah ibunya selesai bercerita.


"Iya, karena itu ibu menemui Tuan Darmawan dan Tuan Darmawan ke sini karena ingin bertemu dengan mu. Maafkan ibu Sandy! Maaf baru bisa jujur padamu! Maafkan akan keegoisan ibu," ucap ibu Sandy sambil terisak.


Sandy langsung memeluk wanita yang selama ini dianggap nya sebagai ibu kandungnya itu dan akhirnya air mata yang ditahan nya pun meleleh.


"Ibu tidak perlu meminta maaf kepada ku. Aku seharusnya yang berterima kasih pada ibu karena telah menyelamatkan nyawaku. Ibu dan ayah telah merawat dan membesarkan aku dengan limpahan perhatian dan kasih sayang hingga aku tidak pernah merasakan kekurangan apapun dalam hidup ku,"ucap Sandy, memeluk tubuh kurus dan keriput itu.


Darmawan yang melihat kejadian itu pun tanpa sadar menitikkan air mata. Dia baru sadar bahwa selama ini hanya memberikan materi kepada Hery tapi tidak memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup pada Hery sehingga Hery menjadi anak yang brengseek.


Walaupun kini Darmawan juga menyadari, jika benar Hery adalah anak kandung dari adiknya maka jelas sifat Hery yang brengseek itu menurun dari adik iparnya yang memang brengseek, suka menipu orang dan suka mempermainkan perempuan.


Namun tidak tahu kenapa adiknya begitu mencintai pria brengseek itu hingga memberikan apapun untuk suaminya yang brengseek itu. Bahkan adiknya meninggal karena ingin menyelamatkan suaminya yang brengseek itu.


Adiknya meninggal karena berusaha menyelamatkan suaminya saat mereka mengalami kecelakaan mobil. Hingga akhirnya meninggal karena sebelum bisa mengeluarkan suaminya dari dalam mobil, mobil mereka sudah keburu meledak.


"Jadi bolehkah saya melakukan tes DNA dengan Sandy untuk membuktikan apa benar Sandy adalah anak saya?"tanya Darmawan membuat ibu dan anak itu mengurai pelukan mereka.


"Iya, anda boleh melakukan nya,"ucap ibu Sandy nampak yakin dengan kata-kata nya seraya mengusap air matanya.


...🌟"Harta memang penting, tapi bukan segalanya. Cinta memang tidak terlihat, namun pengaruhnya sangat nyata."🌟...

__ADS_1


..."Nana 17 Oktober"...


To be continued


__ADS_2