
Trisha tiba di butiknya dengan perasaan yang sangat kesal. Semalam dia sudah di hina Icha habis-habisan, pagi ini di musuhi semua keluarga Mahendra, bahkan Art dirumah Mahendra pun tidak menghargai dirinya dan berani menentang dan berdebat dengan nya.
"Arrghh.!! Sial! Sial! Sial! Berani sekali mereka memperlakukan aku seperti ini,"pekik Trisha didalam ruangan yang ada di dalam butiknya,"Tunggu saja, aku akan membalas kalian semua! Sekarang kalian boleh bahagia dan tertawa, tapi...aku pastikan kalian nanti akan menangis!"gumam Trisha dengan kilatan mata penuh kebencian.
Trisha membuka Sling bag miliknya dan nampak mencari sesuatu di dalam sana,"Dimana handphone ku?"gumamnya kemudian mencoba mengingat-ingat dimana dia meletakkan handphone nya,"Huff.. sepertinya tertinggal di dalam mobil,"gumamnya lagi, kemudian keluar dari ruangan nya untuk mengambil handphone nya yang tertinggal di dalam mobil.
"Kamu? Kamu juga membeli pakaian di sini?"tanya seseorang pria yang suaranya nampak familiar di telinga Trisha.
Trisha langsung menoleh ke arah sumber suara yang familiar di telinganya itu,"Ternyata kamu. Sedang apa kamu disini?"tanya Trisha tanpa menjawab pertanyaan pria itu.
"Ini di butik, tentu saja aku akan membeli pakaian, mana mungkin aku ke sini untuk membeli peralatan rumah tangga,"sahut pria itu ketus.
"Harga pakaian di butik ku ini mahal-mahal. Memangnya kamu sanggup membelinya?"tanya Trish. dengan nada meremehkan.
"Ohh..jadi ini butik milikmu? Kamu jangan meremehkan aku. Aku masih punya uang untuk membeli pakaian di butik mu ini. Kamu pikir aku sudah tidak punya uang apa?"ucap pria itu dengan nada ketus.
Trisha menghela napas kasar,"Kamu pasti mendapatkan uang dari menipu para gadis lagi, kan?"tanya Trisha, lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan pria di depannya itu.
__ADS_1
"Tentu saja, para wanita itu memberikan banyak uang padaku. Tidak ada wanita yang tidak terjerat dengan pesonaku. Mereka semua takluk padaku,"ucap pria itu penuh dengan percaya diri seraya membusungkan dada nya.
"Oh ya? Kamu sudah berhasil menjerat semua perempuan yang didekati oleh Kak Dev dan membuat Kak Dev gagal menikah. Tapi kali ini, kamu telah gagal total. Kamu tidak dapat menjerat wanita yang disukai Kak Dev,"ucap Trisha dengan senyuman mencibir.
"Aku hanya belum berhasil. Tapi aku pastikan akan menggagalkan pernikahan nya nanti,"ucap pria yang tidak lain adalah Niko itu nampak percaya diri.
"Bukan belum berhasil, tapi kamu memang tidak berhasil, Gatot, alias gagal total,"ucap Trisha seraya menggeleng pelan memasang ekspresi prihatin.
"Jangan menyepelekan aku, aku pasti berhasil. Kalau aku tidak bisa mendapatkan perempuan itu dengan cara halus, aku akan menjeratnya dengan cara kasar, dan mereka pasti akan gagal menikah,"ucap Niko dengan senyuman menyeringai di wajahnya.
"Nggak bisa mencerna kata-kata, nich orang. Gagal menikah apanya? Mereka bahkan sudah menikah dodol!"ucap Trisha membuang napas kasar, merasa geregetan karena Niko tidak mengerti apa yang dikatakan nya tadi.
"Mereka sudah menikah, dan itu artinya kali ini kamu telah gagal menggaet wanita yang disukai oleh kak Dev,"jelas Trisha seraya mendongak menatap wajah Niko yang lebih tinggi dari nya.
"Tidak mungkin! Aku belum mendengar kalau mereka sudah menikah,"ucap Niko nampak tidak percaya.
"Mereka sudah menikah, dan sekarang perempuan itu sudah tinggal di kediaman Mahendra. Aku tidak tahu kapan mereka menikah, tapi yang pasti, semalam dia menginap di rumah itu. Sedangkan setahuku, sekitar seminggu ini Kak Dev ke luar negeri untuk mengurus perusahaannya .Jadi, jika dia menikah, dia pasti sudah menikah sebelum dia ke luar negeri, karena kemarin sore dia baru pulang dari luar negeri. Tidak mungkin kan, dia menikah kemarin sore?"ucap Trisha berasumsi.
__ADS_1
"Sekitar seminggu yang lalu?'tanya Niko seraya mengernyitkan keningnya.
Niko jadi teringat, sekitar semingguan yang lalu saat Niko mencoba menjebak Icha, tapi malah berakhir dengan dirinya yang dipaksa untuk memuaskan lima wanita semalaman. Niko mengepalkan tangannya mengingat bagaimana dirinya di gilir para wanita berwajah standar dan berbeda usia waktu itu.
"Jadi, kali ini kamu benar-benar kalah dari kak Dev. Karena kenyataan nya, sekarang dia sudah menikah,"ucap Trisha tersenyum mengejek.
Niko terdiam, semenjak Radeva berada di negara ini, dia memang tidak tahu apa-apa tentang Radeva. Niko tidak tahu, kapan Radeva mendekati dan berpacaran dengan Icha. Bahkan saat diadakan pesta di rumah keluarga Mahendra yang baru, Radeva tiba-tiba bertunangan dengan Icha dan saat itu Icha juga nampak sangat terkejut, yang artinya Icha tidak tahu tentang acara pertunangan itu. Dan sekarang, Radeva bahkan sudah menikahi Icha tanpa sepengetahuan dirinya.
"Jadi, kamu juga tidak tahu kapan Radeva menikah? Berarti kamu benar-benar sudah tidak dianggap sebagai bagian dari keluarga mereka lagi,"ujar Niko pada Trisha setelah beberapa saat terdiam.
Kini gantian Trisha yang terdiam setelah mendengar kata-kata Niko. Ya, keluarga Mahendra memang sudah tidak menganggapnya lagi sebagai keluarga. Kata-kata Disha yang mengatakan bahwa dirinya bukan orang penting dan juga bukan keluarga mereka pun kembali terngiang di telinga Trisha. Bahkan Radeva terang-terangan mengatakan bahwa dirinya jangan mengurusi urusan keluarga Mahendra dan boleh angkat kaki dari rumah itu jika dirinya tidak menyukai penghuni rumah itu. Semua itu menegaskan bahwa dirinya benar-benar bukan lagi bagian dari keluarga Mahendra.
"Benar kan, apa yang aku katakan? Kamu sudah tidak dianggap mereka sebagai keluarga?"tanya Niko lagi membuat Trisha tersadar dari lamunannya.
"Itu bukan urusan mu!"ketus Trisha kemudian pergi meninggalkan Niko dengan wajah suram, berjalan ke arah mobilnya untuk mengambil handphone nya.
"𝙏𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙍𝙖𝙙𝙚𝙫𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙜𝙚𝙧𝙖𝙠 𝙘𝙚𝙥𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙞 𝙜𝙖𝙙𝙞𝙨 𝙞𝙩𝙪. 𝙋𝙖𝙣𝙩𝙖𝙨 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙨𝙪𝙥𝙞𝙧 𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙜𝙞𝙡 𝙜𝙖𝙙𝙞𝙨 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙣𝙜𝙜𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙉𝙮𝙤𝙣𝙮𝙖. 𝙏𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙍𝙖𝙙𝙚𝙫𝙖. 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙖𝙥𝙖 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠 𝙠𝙪 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙍𝙖𝙙𝙚𝙫𝙖? 𝙍𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙖𝙮𝙖 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙍𝙖𝙙𝙚𝙫𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙪. 𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙘𝙖𝙧𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙠𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙨𝙤𝙖𝙡 𝙞𝙩𝙪? 𝘽𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙖𝙥𝙖𝙥𝙪𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙝𝙤𝙩𝙚𝙡 𝙞𝙩𝙪,"gumam Niko dalam hati.
__ADS_1
To be continued