Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
164. Definisi


__ADS_3

Di kantin perusahaan Bramantyo.


"Dis, Yes, udah lama kita nggak jalan nich! Hari Minggu ini jalan, yuk!"ajak Icha kemudian meminum jus jeruknya, sedangkan mie ayam di depannya sudah tandas tanpa sisa.


"Kamu nggak salah ngajak Yessie jalan sama kita hari Minggu nanti?"tanya Disha yang juga baru menandaskan semangkok bakso pedas kesukaan nya.


"Emangnya kenapa?"tanya Icha seraya mengernyitkan keningnya.


"Kamu beneran lupa atau sok-sokan pura-pura lupa sich, Cha?!"celetuk Yessie dengan wajah ditekuk menatap mangkok sotonya yang juga sudah tandas.


"Ada apa, sich? Kok ekspresi kalian begitu sich?! Emang ada yang salah ya sama pertanyaan aku?"tanya Icha yang bingung dengan ekspresi wajah kedua sahabatnya itu.


"Yahhh...ni anak! Kamu lupa kalau malam Minggu ini Yessie mau nikah?!"cetus Disha.


"Hahh..?! Iya...ya.?! Sorry,..sory...aku lupa kalau Minggu ini kamu mau kawin," celetuk Icha.


"Kawin.. kawin...emang aku ayam apa?!" gerutu Yessie kemudian meminum es tehnya.


"Iya..iya...nikah! Jangan ngambek dong! Masa calon pengantin ngambekan mulu! Ntar keriput pas mau kawin'!"ujar Icha.


"Nikah.!!!"ucap Disha dan Yessie bersamaan.


"Iya..iya.. nikah! Perasaan salah mulu dech! Apa kalian itu lagi pada pms mangkanya sensi banget. Mentang- mentang udah pada punya pasangan yang udah pasti. Ohh... malangnya nasib diriku!"ucap Icha menampilkan wajah sedih yang dibuat-buat.


"Ish...lebay tau nggak, sich?!"cibir Yessie.


"Ish, kamu ini, Yes. Prihatin dikit napa, sama nasib teman kamu yang cantik mempesona tiada tara ini,"sahut Icha.


"Tuch kan? Kayak gitu nggak mau di bilang lebay,"celetuk Yessie seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mangkanya jangan pacaran mulu, cepetan nikah. Sebentar lagi tinggal kamu yang belum nikah. Betah amat pacaran! Mau jadi playgirl kamu?" ujar Disha.


"Ich, yang enggak dong, pakai banget. Aku bukan playgirl.Bukan aku nggak mau serius sama satu cowok, tapi belum ada yang pas,"sahut Icha sambil nyengir.


"Belum ada yang pas? Pas apanya maksudnya?"tanya Disha memicingkan matanya.


"Yang pas sama kriteria aku lah, Dis!" sahut Icha.


"Kriteria? Kriteria macam apa? Jangan terlalu banyak kriteria, dech! Entar lama- lama kamu jadi perawan tua,"ujar Disha.


"Sialan kamu! Doain teman tuch yang bagus dong! Kamu kawan apa lawan sich?"ucap Icha mencebik.


"Iya..iya.. maaf! Ngomongin orang sensi, eh. malah dia sendiri yang sensi.Terus pacar kamu yang sekarang belum pas juga?"tanya Disha.


"Udah bubaran dia, sama pacarnya yang kemarin, Dis,"sahut Yessie.


"Apa? Sudah putus lagi? Yang bener aja, Cha?! Semenjak kita kenal sampai sekarang, kamu udah tujuh kali pacaran dan tujuh kali putus, Cha,"ucap Disha geleng-geleng kepala, sedangkan Icha hanya cengengesan.

__ADS_1


"Yee...malah diitung lagi. Kamu mau masukin dia ke rekor muri, Dis? Gadis yang mempunyai pacar dan mantan terbanyak,"cetus Yessie.


"Sialan kamu, Yes,"sahut Icha mencebik.


"Lagian si Disha pakek ngitung berapa kali kamu punya pacar,"sahut Yessie.


"Habis excited banget punya temen model gini. Kaget tau!"ucap Disha sambil terkekeh.


"Nggak usah kaget, Dis. Dia itu pacaran macam pakai sandal jepit, kalau dipakai terus tiga bulan udah putus. Kalau nggak terlalu sering dipakai paling lama juga lima sampai enam bulan udah putus," celetuk Yessie enteng.


"Sembarangan kalau ngomong! Tapi bener juga, sich!"cetus Icha menampilkan gigi putihnya.


"Udah berapa mantan kamu, Cha? Jangan - jangan kamu udah lupa ya, siapa saja mantan kamu saking bejibun nya mantan kamu,"kembali Disha terkekeh.


"Iya..ya?! Kamu benar, Dis. Aku nggak ingat berapa mantan aku dari SMP sampai sekarang,"sahut Icha.


"Wahh..beneran parah kamu Cha! Kayaknya bener kata Yessie, kamu harus didaftarkan sebagai gadis pemilik mantan terbanyak,"ucap Disha kembali terkekeh.


"Haish....kalian ini emang..... kalau ngomong suka bener,"ucap Icha ikut tergelak.


"Kamu tuch ya, Cha!"ucap Yessie seraya geleng-geleng kepala.


"Kamu tuch nggak punya niat buat nikah apa, Cha?"tanya Disha.


"Punya lah! Masa iya, aku nggak mau nikah. Aku masih normal bestie, cuma ini belum ketemu jodoh yang tepat aja," sahut Icha mencebik.


"Pacaran terus kamu, kapan nikahnya?!" celetuk Yessie seraya memicingkan matanya.


"Tapi cita-cita Yessie terkabul loh, Cha! Dia nggak pake pacaran, langsung nikah," tukas Disha seraya menunjukkan dua jari jempolnya pada Yessie dan Yessie pun tersenyum.


"Iya..ya?! Mana mah calon suaminya punya pribadi yang luar biasa lagi,"celetuk Icha seraya merentangkan kedua tangannya.


"Pribadi yang luar biasa? Maksudnya?" tanya Yessie seraya mengernyitkan keningnya, demikian pula Disha yang juga ikut mengernyitkan keningnya.


"Pribadi yang luar biasa. Soalnya dia punya mobil pribadi, rumah pribadi, saham pribadi,dan pastinya dia juga punya tabungan pribadi, kan?! Kalau aku dilamar cowok kayak begitu, ya pasti langsung aku bungkus lah,"ujar Icha.


"Bungkus.. bungkus!! Emang nasi!"gerutu Yessie.


"Woalah..aku kira apa pribadi yang luar biasa itu, ternyata punya semua yang serba pribadi?!"celetuk Disha kemudian terkekeh.


"Ya Dis, nggak kayak pacarku yang baru putus kemarin. Dia ngomongnya rumah nya itu mewah, eh pas aku diajak sama dia kerumahnya,... teryata sangat mengecewakan. Kenyataannya tidak sesuai dengan ekspektasi,"ujar Icha membuang nafas kasar.


"Kenapa?"tanya Disha dan Yessie bersamaan.


"Apa rumahnya biasa saja?'tanya Disha.


"Rumahnya memang bener-bener mewah. Tapi apa kalian tahu definisi dari kata 'rumah mewah'?" tanya Icha menatap Disha dan Yessie bergantian.

__ADS_1


"Apa?"tanya Disha dan Yessie bersamaan kemudian mereka pun minum secara bersamaan sambil menunggu jawaban dari Icha.


"Definisi dari 'rumah mewah' menurut dia adalah 'Rumah Mepet Sawah,"cetus Icha.


"Byurrr"seketika Disha dan Yessie yang sedang minum dan duduk di depan Icha pun langsung menyembur kan minuman mereka tepat mengenai wajah Icha karena tidak dapat menahan tawa mereka mendengar penjelasan Icha tentang kata 'rumah mewah'. Mereka semakin tertawa saat melihat wajah Icha yang basah kuyup karena semburan mereka berdua.


"Sialan kalian! Sudah macam Mbah dukun aja pakai acara nyembur nyembur, barengan lagi! Kalian kira aku pasien Mbah dukun apa? Terus kalian yang jadi dukun nya?!"gerutu Icha sambil mengelap wajahnya dengan tisu.


"Iya, kami Mbah dukun. Kami sembur kamu biar cepetan nikah, dan nggak pacaran mulu,"ujar Disha yang masih tertawa, begitu pula dengan Yessie.


"Sialan kalian!!"umpat Icha dengan wajah yang bersungut-sungut.


"Kamu tahu nggak Dis, pacar Icha yang dapat predikat 'pacar terganteng Icha'?" tanya Yessie menahan tawanya.


"Eh, jangan buka aib sahabat sendiri!" sewot Icha.


"Kenapa?"tanya Disha yang tawanya sudah mulai reda.


"Yessie, jangan jadi sahabat laknatt kamu, ya?!"ketus Icha.


"Pacarnya Icha yang menyandang pacar tertampan itu rumahnya deket bar," ucap Yessie tak menghiraukan larangan Icha.


"Terus? Apa dia suka minum minuman beralkohol?"tanya Disha penasaran.


"Yessie, entar aku jitak kepalamu! Diem nggak!" ketus Icha.


"Kamu tahu nggak definisi dari rumah 'deket bar'?" tanya Yessie yang tidak menghiraukan Icha yang cemberut.


"Apa?"tanya Disha semakin penasaran.


"Rumah deket bar itu bukan deket tempat buat minum minuman berkelas ataupun beralkohol, tapi rumah deket bar itu artinya 'Deket Barongan',"ucap Yessie kemudian tergelak begitu pula dengan Disha. (Barongan dalam bahasa Jawa artinya adalah rerumpunan bambu yang banyak).


"Puas kalian menertawakan aku!" ketus Icha dengan wajah yang cemberut dan membuat tawa Disha dan Yessie semakin pecah. Sedangkan karyawan yang sedang makan di kantin itu pun juga ikut tertawa jika tanpa sengaja mendengar celotehan tiga perempuan cantik yang bersahabat baik itu.


"Abisnya hampir semua cowok yang kamu pacari itu ujung-ujungnya cuma jadi mantan semua dan nggak ada yang jadi manten sama kamu,"ucap Yessie.('Manten' dalam bahasa Jawa artinya pengantin)


"Aku juga sudah capek mencari cinta sejati,"sahut Icha menopang wajahnya menggunakan kedua tangan dengan menumpukan kedua sikunya di atas meja.


"Yahh..galau dech! Nggak usah galau! Jodoh bakalan datang dengan sendirinya jika sudah waktunya,"ujar Yessie.


"Yessie benar, Cha. Jodoh bakalan datang di saat yang tepat.Jodoh nggak bakal datang terlambat atau pun datang lebih cepat,"ujar Disha.


"Huff..tapi kapan, Dis,?"tanya Icha.


"Sabar, Cha. Sabar ! Orang sabar disayang Tuhan,"sahut Disha


"Orang sabar pantatnya lebar!"imbuh Yessie membuat Disha terkekeh dan Icha memutar bola matanya malas.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan makan siang mereka, ketiga perempuan itu pun kembali ke tempat kerja mereka masing-masing. Disha segera masuk keruangan Alva setelah seorang karyawan mengatakan Alva berpesan agar Disha membawakan sebuah berkas ke dalam ruangan nya.


To be continued


__ADS_2